Selasa, 09 November 2021

Holding BUMN Qatar Kerja Sama dengan Pindad

 Memajukan Industri Pertahanan RI 
https://img.inews.co.id/media/822/files/inews_new/2021/11/07/erick_thohir_ke_qatar.jpgKerja sama antara Holding BUMN Qatar dengan Pindad untuk memajukan industri pertahanan Indonesia ★

H
olding BUMN Qatar, Barzan, menyatakan komitmen kerja sama dengan PT Pindad (Persero) untuk memajukan industri pertahanan dalam negeri.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, komitmen Barzan bukan hanya perkara bisnis, namun juga mencakup alih teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Pindad agar dapat bersaing dalam rantai nilai global.

"Alhamdulillah, dalam pertemuan ini Barzan menyatakan komitmennya untuk bekerjasama dengan Pindad untuk memajukan industri pertahanan Indonesia. Barzan menyatakan bahwa kerjasama ini nantinya bukan hanya bisnis, namun juga mencakup alih teknologi dan pengembangan SDM Pindad agar dapat bersaing dalam rantai nilai global” ujar Erick, Senin (8/11/2021).

Upaya kerja sama Pindad dan Barzan diawali pertemuan antara Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto dengan Menteri Pertahanan Qatar, Khalid bin Mohammad Al Attiyah beberapa waktu lalu di negara setempat.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQMGBDJ4rXJ1bgWinu3RgZMth7UqfNJvbZS6q6F8FSPeutWEvO1S-ZlvwQYuOFTle8DY8Vutytp27hTzFQhRXDVrEw0Eej7FGbRW94Fkz0C_Ue7Ad0yUUft8BfRZIMeN5axrZHzakOW5tu/s500/PM3+Pindad+ok1.jpgIlustrasi senjata Pindad, PM3 [Pindad] ★

Tak berselang lama, Erick pun kembali merajut upaya kerja antara dua pihak tersebut. Dalam lawatannya ke Qatar, dia juga menyempatkan diri bertemu dengan Khalid bin Mohammad Al Attiyah.

"Pertemuan dengan Menteri Pertahanan Qatar, Dr. Khalid bin Mohammad Al Attiyah, sebagai follow up kerjasama antara Pindad dengan Barzan Holding Qatar, yang telah dirajut oleh Menteri Pertahanan RI, Bapak Prabowo," katanya.

Pertemuan kedua Menteri ini menghasilkan komitmen bersama untuk memajukan industri Pertahanan Indonesia.

Kementerian BUMN selaku pemegang saham Pindad tengah menggodok Holding BUMN Pertahanan. Targetnya, melalui holding industri pertahanan bisa menjadi salah satu top 50 perusahaan pertahanan dunia.

Untuk merealisasikan target itu, langkah awal yang dilakukan dengan menyelaraskan, mensinergikan antara Kementerian Pertahanan dengan industri pertahanan Tanah Air melalui penyelarasan pengeluaran.

  ★
Idxchannel  

[Global] Turki Berhasil Uji Tembak Sistem Rudal Siper

➶ Tandingan S-400 RusiaMisil yang ditembakkan oleh sistem pertahanan Siper Turki dalam sebuah uji coba. Sistem Siper diracang untuk menjadi pesaing sistem rudal S-400 buatan Rusia. [Foto/DHA/via Daily Sabah] ★

Turki telah berhasil menguji tembak sistem pertahanan rudal jarak Siper, seorang pejabat tinggi pertahanan mengatakan Sabtu. Media lokal melaporkan, senjata ini dirancang untuk menjadi pesaing sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.

Kepala Presidensi Industri Pertahanan (SSB), Ismail Demir, mengatakan sistem Siper direncanakan untuk masuk inventaris militer pada tahun 2023. Menurutnya, uji coba selanjutnya dari senjata pertahanan itu akan berlanjut.

Dia mengatakan Turki akan terus memproduksi senjata baru dan akan memiliki hingga enam sistem pertahanan udara yang berbeda.

Proyek Siper dipimpin oleh raksasa pertahanan Turki; Aselsan, Roketsan dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Industri Pertahanan (SAGE) dari Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (TÜBITAK).

Dikembangkan untuk melindungi fasilitas strategis dari serangan musuh dalam lingkup pertahanan udara regional, Siper akan memungkinkan pertahanan udara jarak jauh dan dalam perlindungan arsitektur terdistribusi.

Selain Siper, sistem pertahanan udara Korkut, Sungur dan Hisar juga disiapkan untuk menjadi pertahanan udara berlapis negara Turki.

Pengiriman pertama dalam lingkup produksi serial sistem Korkut dilakukan pada 2019, dan sistem pertahanan udara Sungur juga mulai dioperasikan.

Dikembangkan oleh Roketsan, Sungur akan terintegrasi di platform darat, udara dan laut dengan fitur portabelnya.

Sistem pertahanan udara Sungur memiliki kemampuan menembak sambil bergerak, bersama dengan deteksi target yang efektif, diagnosis, identifikasi, pelacakan dan kemampuan menembak 360 derajat siang dan malam.

Sungur berada di depan kelasnya dalam hal efektivitas, kemampuan manuver yang tinggi, kapasitas dan penanggulangan target yang tinggi. Sistem ini dilengkapi dengan hulu ledak titanium dan memiliki kemampuan penglihatan yang memungkinkan target untuk dilihat dari jarak jauh.

Sementara pengiriman sistem pertahanan udara ketinggian rendah Hisar-A telah dimulai, produksi massalnya juga sudah dimulai. Rentang intersepsi sistem Hisar-A adalah 15 kilometer (9,3 mil), sedangkan sistem Hisar-O adalah 25 kilometer.

Mengutip Daily Sabah, Senin (8/11/202), Siper dimaksudkan untuk berada pada level yang dapat bersaing dengan S-400 buatan Rusia. Turki sudah memiliki S-400 setelah membelinya dari Rusia, yang membuat Ankara gagal memperoleh jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat.

Pada bulan Maret, sistem pertahanan udara jarak menengah Hisar-O+, versi upgrade dari Hisar-O, berhasil menyelesaikan uji tembak, yang merupakan uji coba jarak terjauh dan ketinggian tertinggi yang dilakukan di negara tersebut hingga saat ini.

Sistem pertahanan udara Hisar-O+ diharapkan dapat menghancurkan semua jenis ancaman udara yang diciptakan oleh pesawat bersayap tetap dan berputar, helikopter, rudal jelajah, kendaraan udara tak berawak (UAV) dan rudal udara-ke-permukaan dalam kondisi cuaca buruk. (min)

  ➶ sindonews  

Senin, 08 November 2021

Menhan Serahkan 75 unit RIB/RHIB

Untuk TNI AD Serah terima 75 unit RIB/RHIB [Kemhan] ★

Menhan RI Prabowo Subianto, Kamis (4/11), menyerahkan 75 unit Rigid Inflatable Boat (RIB)/Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) untuk TNI AD yang merupakan produksi industri pertahanan dalam negeri PT Praba Cipta Mandiri & PT Samudera Lautan Biru di Markas Besar TNI AD, Gambir, Jakpus.

Menhan Prabowo bersama Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa menyaksikan secara langsung penandatanganan Berita Acara oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari, M.Eng., dan Aslog Kasad Mayjen TNI Saiful Rachiman.

Kapal Rigid Inflatable Boat (RIB)/Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) memiliki spesifikasi panjang keseluruhan (LOA/Length Overall) 12,075 m, fuel tank capacity 1.370 Ltr, kecepatan Max 35 Knot, Range (Eco Speed) 200 Nm, hull material alumunium dan mampu mengangkut 16 personel.

Penambahan 75 unit RIB/RHIB diharapkan dapat memperkuat TNI AD sekaligus merupakan upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri dengan mengurangi ketergantungan kepada industri pertahanan luar negeri sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

  ★ Kemhan  

Melihat Pergeseran MBT Yonkav 1 Kostrad

 Menuju lokasi latihan di BaturajaDari website resmi Kostrad, dirilis beberapa foto pergeseran MBT (Main Battle Tank) Leopard 2 RI Yonkav 1 mengikuti Latancab 2021 di Baturaja.

Pergeseran ini dimulai dari home base menuju pelabuhan Merak di Banten dan di kapalkan menuju Lampung dan seterusnya menuju ke lokasi Latihan di Baturaja.

Menariknya pengangkutan alutsista Kostrad ini mengunakan kapal feri Ro-Ro sipil, dimana mampu mengangkut kendaraan lebih dari 60 tons.

  Berikut penampakannya : 





  ♞ Garuda MIliter  

Minggu, 07 November 2021

Yonzipur 9 Kostrad Gelar M3 Amphibious Rig

 Di Latancab Kartika Yudha 2021M3 Amphibious Rig Kostrad [Kostrad] ★

S
etelah tiba pada tahun 2019, M3 Amphibious Rig yang dioperasikan Batalyon Zipur 9 Kostrad, menjadi salah satu arsenal yang paling dicari netizen, maklum M3 Amphibious Rig yang belum lama diakuisisi dalam jumlah besar oleh Korea Selatan ini, jarang diperlihatkan ke publik. Dan setelah lama dinanti, pada Latihan Antar Kecabangan (Latancab) TNI AD TA 2021 Kartika Yudha di Puslatpur TNI AD, Martapura, OKU, Sumatera Selatan, M3 Amphibious Rig memperlihatkan kemampuan asasinya sebagai jembatan ponton amfibi.

Dikutip dari kostrad.mil.id, pada hari Jumat, 5 November 2021, Peleton Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur)-9 Satgasrat Brigif Raider-13/Galuh Kostrad, melakukan operasi penggelaran M3 Amphibious Rig di sebuah sungai yang punya bentang cukup lebar. Dalam foto-foto yang diposting, nampak sekitar tujuh unit M3 Amphibious Rig membentang rapat menjadi jembatan ponton. Dan seperti dilihat, jembatan ponton produksi Excalibur International ini berhasil menyeberangan ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) Marder 1A3.

Marder 1A3 adalah buatan Rheinmetall Landsysteme, Jerman. Marder boleh dibilang IFV nomer wahid di kelas NATO, ranpur ini sudah battle proven dalam misi pertempuran di Afghanistan. Bila ditilik dari segi bobot, maka Marder 1A3 (bobot 35 ton) nampak setara dengan IFV andalan US Army, M2 Bradley (30,4 ton).

Untuk M3 Amphibious Rig, jumlah yang dimiliki Yonzipur 9 Kostrad ada 18 unit. Dalam komposisi penggelaran, delapan unit M3 Amphibious Rig yang disejajarkan dapat membentuk jembatan ponton sepanjang 100 meter. Selain Indonesia, M3 Amphibious Rig sudah lebih dulu dioperasikan Jerman, Inggris, Taiwan dan Singapura.

Bakal calon pengguna terbesar M3 Amphibious Rig adalah Korea selatan, dimana General Dynamics European Land Systems (GDELS) selaku prinsipal M3 Amphibious Rig memberikan rilis resmi pada 30 September 2021, yang menyebut Hanwha Defense Corporation (HDC), telah dipilih oleh Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Republik Korea untuk bersama-sama memproduksi 110 unit M3 Amphibious Rig.

Dengan akuisis 110 unit, maka pasukan Zeni Korea Selatan dapat membuat jembatan ponton dari M3 Amphibious Rig sepanjang 1.300 meter. (Gilang Perdana)

  ♞
Indomiliter  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...