Rabu, 10 November 2021

Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Ukraina

 Eratkan Hubungan Bilateral https://www.dpr.go.id/images_pemberitaan/images/November%202021/AFR_0108.JPGKetua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon saat memberikan cinderamata usai menggelar courtesy call dengan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Mr. Vasyl Hamianin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/11/2021). [Foto: Arief/nvl]

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengatakan, DPR RI telah melakukan pengesahan mengenai perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Ukraina terkait kerja sama di bidang pertahanan. Fadli menyatakan, perjanjian tersebut diselenggarakan dengan tujuan agar semakin memperkuat landasan untuk kemajuan kerja sama di bidang pertahanan antar kedua negara.

“Terutama dalam memperoleh Sistem Pertahanan Senjata Utama (Alutsista). Pengembangan industri pertahanan serta kerja sama antar kedua negara yang memungkinkan saling transfer senjata, terkhusus dalam pengembangan senjata pintar,” ujar Fadli usai menggelar courtesy call dengan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Mr. Vasyl Hamianin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/11/2021). Turut hadir Wakil Ketua BKSAP Putu Supadma Rudana (F-Demokrat) dan Wakil Ketua BKSAP Mardani Ali Sera (F-PKS).

Menurut Fadli, dengan ditandatangani dan disahkannya perjanjian kerja sama itu dapat menegaskan kembali pentingnya hubungan antar-parlemen Indonesia dan Ukraina. Terutama, sambung Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI tersebut, dalam mendukung diplomasi dan memberikan kontribusi untuk hubungan antar kedua negara agar semakin baik ke depannya.

Meskipun demikian, menurut Fadli, implementasi dalam kerja sama di bidang pertahanan ini masih dalam proses. Mengingat, hal tersebut terjadi lantaran karena banyaknya tawaran yang diberikan oleh Pemerintah Ukraina kepada Indonesia. “Karena cukup banyak tawaran dari sisi mereka, tapi tentu kita juga perlu melihat yang menjadi prioritas dan kebutuhan kita,” tandas Anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Menutup paparannya, Fadli berharap dengan terjalinnya kerja sama di bidang pertahanan antar kedua negara dapat menguntungkan Indonesia dengan dimilikinya teknologi pertahanan di negara Ukraina serta dapat mempererat hubungan antar kedua negara. “Melalui kerja sama di bidang pertahanan ini juga, saya berharap kedua negara dapat terus saling mendukung dalam berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama, khususnya di PBB,” pungkas legislator dapil Jawa Barat V tersebut. (pun,mld/sf)

  ✈ DPR  

[Video] Latihan Operasi Kontra Teror Maritim Kopaska 2021

⚓ Siap dan Waspada terhadap Segala Bentuk AncamanPasukan Kopaska berlatih membebaskan sandera dengan menaiki rantis dan membawa senjata. [Ahmad Khusaini/Jawa Pos]  ⚓

Sekelompok perompak kapal yang berafiliasi dengan jaringan teroris radikal menyandera Kapal Motor Alor 21 yang sedang berlayar di Laut Jawa. Pada penyanderaan tersebut, para pelaku teror membunuh satu sandera dan mendesak pemerintah RI untuk membayar tebusan senilai 38 milyar rupiah.

Markas komando armada dua TNI AL di Surabaya menerima laporan tentang adanya penyederaan KM Alor 21 yang sedang berlayar di Laut Jawa. Dalam tempo 20 menit dari aksi sabotase tersebut, Satuan Komando Pasukan Katak berhasil menumpas seluruh perompak dan membebaskan seluruh sandera, dalam Latihan Operasi Kontra Teror Maritim Kopaska 2021.

137 personel yang didukung oleh unsur laut dari KRI Makassar, 590 dari Satfib Koarmada II dan unsur satuan intelijen, dikerahkan untuk menumpas seluruh pengacau negara tersebut.

Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono selaku Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut yang memantau langsung jalannya latihan, menekankan jika ancaman gerakan teroris radikal muncul pasca rezim Taliban berhasil menguasai Afganistan.

“Kita semua perlu waspada karena kemenangan Taliban di Afganistan tentunya akan berpengaruh terhadap munculnya gerakan teroris yang mengancam ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.

Latihan Operasi Kontra Teror Maritim Kopaska 2021 melibatkan seluruh unsur maritim dari Koarmada 1 Jakarta, Koarmada 2 Surabaya dan Koarmada 3 Sorong.

“Semua unsur kita kerahkan agar seluruh unsur selalu siap dan waspada terhadap segala bentuk ancaman. Latihan ini kita harapkan seluruh prajurit terlatih bisa dengan cepat menumpas segala bentuk teror maupun serangan dari para teroris,” jelas Wakasal saat memberikan keterangan dihadapan awak media, Senin (8/11/2021).

Latihan meliputi terjun payung (military freefall), evakuasi sandera dengan tali (fastrope), penyusupan melalui udara stabilize tactical air building operation (stabo), serangan dari bawah laut visit board search and seizure (vbss), dan explosive ornance disposal (eod) serta pemusnahan bahan peledak (Zainal Azhari/hen)

  Berikut video diposkan Koarmada II :  



  ⚓ antara  

[Global] Pertumbuhan Pesat Militer China Membuat AS Makin Khawatir

China membuat tiruan kapal induk AS di gurun pasir Ruoqiang, Xinjiang, China, 20 Oktober 2021. [Foto/Maxar Technologies/REUTERS]

Pertumbuhan pesat militer China terus berlangsung. Beijing telah mengembangkan rudal hipersonik berkemampuan nuklir dan tiruan kapal induk Amerika Serikat (AS).

Tak hanya itu, China secara besar-besaran memperluas angkatan bersenjatanya, membuat militer AS semakin khawatir.

Ketika ketegangan meningkat di Laut China Selatan, citra satelit yang diambil Maxar Technologies pada Minggu menunjukkan China telah membangun tiruan kapal induk AS dan satu kapal perusak di tempat yang tampaknya merupakan lapangan tembak militer.

Pertumbuhan pesat dan peningkatan militer China telah menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu bersiap konfrontasi dengan Amerika.

"Kita menyaksikan salah satu pergeseran terbesar dalam kekuatan geo-strategis global yang telah disaksikan dunia," papar Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley, Rabu (3/11/2021), ketika berbicara tentang kemajuan militer China baru-baru ini pada diskusi forum keamanan yang disiarkan NBC News.

"Mereka jelas menantang kita secara regional dan aspirasi mereka adalah untuk menantang Amerika Serikat secara global," ujar dia.

Kemajuan China termasuk uji coba rudal hipersonik baru-baru ini, perluasan persenjataan nuklir, langkah-langkah di luar angkasa dan dunia maya, serta ancaman yang tampaknya setiap hari terhadap Taiwan.

Pentagon bulan ini mengeluarkan laporan tahunan kepada Kongres yang mengatakan China memperluas kekuatan nuklirnya jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan pejabat AS setahun lalu.

Selama diskusi forum, Milley menyebut, “Peluncuran itu sebagai indikasi gambaran yang jauh lebih luas tentang kemampuan militer sehubungan dengan China."

"Hari ini, (China) memiliki kemampuan di ruang angkasa dan dunia maya, darat, laut, udara, bawah laut, dan mereka jelas menantang kita secara regional.... Jadi, kita memiliki kasus di sini tentang satu negara yang menjadi sangat kuat, yang ingin merevisi tatanan internasional untuk keuntungan mereka. Itu akan menjadi tantangan nyata selama tahun-tahun mendatang. Dalam 10, 20 tahun ke depan. Itu akan sangat signifikan bagi Amerika Serikat," papar dia.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden telah menekankan dia "tidak berniat memulai Perang Dingin baru" dengan China setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta kedua negara menghindari dinamika permusuhan yang bergejolak pada September.

Biden lebih lanjut mengecam konflik militer dan menekankan pentingnya bekerja sama.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian sebelumnya telah membantah klaim kemampuan nuklirnya, setelah laporan uji coba rudal hipersonik berkemampuan nuklir awal tahun ini.

Dia bersikeras dengan mengatakan, “Itu adalah uji coba pesawat ruang angkasa rutin untuk mengurangi biaya pesawat ruang angkasa dan untuk menyediakan metode yang lebih nyaman bagi manusia untuk melakukan perjalanan ke dan dari luar angkasa." (sya)

 ⚓️ 
sindonews  

[Video] "Kapal Cepat Rudal cuma 28 Knot? Gimana dengan Frigate?"

⚓ Diposkan PT PAL IndonesiaKapal Cepat Rudal cuma 28 Knot? Gimana dengan Frigate?"

Gimana nih Kapal Cepat Rudal nya? kenapa hanya 28 Knot? kenapa hanya bisa bikin bangunannya saja? PT PAL hanya “tukang jahit”?

#SobatPAL sudah familiar dengan produk-produk unggulan #PTPALIndonesia? Sering penasaran dengan update proyek pertahanan strategis khususnya matra laut? sekarang satanya kita kupas tuntas semua dapur produksi kapal perang PT PAL Indonesia (Persero) bersama Bapak Iqbal Fikri, Chief Operating Officer. Salah satu direktur muda BUMN, Bapak Iqbal Fikri juga akan memberikan tips gimana caranya jadi pemimpin strategis di usia muda.

Yuk #SobatPAL, jangan lewatkan edisi spesial PAL TALK “PAL & INOVASI PRODUKSI” bersama Chief Iqbal Fikri, Hanya di Official Youtube PT PAL Indonesia (Persero).
 


  🔅 Youtube  

Selasa, 09 November 2021

Denhub Divif -1 Kostrad Uji Coba Alat ECS dan Vsat Manpack

Di Lat Ancab Kartika Yudha TA 2021 ECS Kostrad [TNI AD]  ♔

Untuk mendukung kecepatan komunikasi di lapangan, Detasemen Perhubungan (Denhub) Divif-1 Kostrad mengoperasikan teknologi komunikasi terbarunya pada Latihan Antar Kecabangan TNI AD Kartika Yudha TA 2021 di Puslatpur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Sabtu (6/11/2021).

Teknologi terbaru yang dimiliki Denhub Divif-1 Kostrad yaitu ECS (Emergency Communication Support) dan Vsat Manpack berfungsi untuk mendukung sarana komunikasi dihadapkan dengan medan latihan dengan area komunikasi yang lumpuh.

ECS (Emergency Communication Support) alat yang mampu mengcover area radius 3 km dengan ring 90 derajat dengan menggunakan alat modem data.

ECS merupakan alat komunikasi hasil Litbang Pushubad dengan PT. Hariff sebagai batas Mobile untuk sarana komunikasi GSM. Untuk komunikasi data bersifat mandiri dan menggunakan 5 unit HT yang merupakan prototipe.

Vsat Manpack yaitu perangkat satelit dengan berbasis satelit (VoIP dan Vicon) sehingga jangkauan tidak terbatas yang dapat dibawa dan mudah di instalasi sehingga dapat menjangkau daerah terluar dan dilengkapi auto track system sehingga dapat mendeteksi satelit secara otomatis. Dalam kegiatan Lat Ancab Kartika Yudha 2021.

Vsat Manpack merupakan sarana komunikasi yang digunakan untuk komunikasi jaringan berupa VoIP dan Vicon antara Dan BTP dan Pangkogasratgab.

“Dengan perangkat ini, kami dapat menggelar kebutuhan komunikasi kapan saja untuk mendukung kegiatan-kegiatan atau operasi sementara secara taktis di wilayah yang tidak terjangkau telekomunikasi publik,” jelas Mayor Chb Vance Dedy Siregar, Dandenhub Divif-1 Kostrad. (Dispenad)

  ♔
TNI AD  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...