Kamis, 30 Desember 2021

KAPA K-61 Batalyon Kapa 2 Marinir Selesai Uji Verifikasi

KAPA K-61 Batalyon Kapa 2 Marinir ★

Guna meningkatkan fungsi dan kelayakan kendaraan tempur (Ranpur) untuk melaksanakan tugas pokok, 3 unit Ranpur Kapa K-61 telah selesai melaksanakan pemeliharaan dan uji kalayakan manuver darat di Bogor dan manuver laut di Ancol Jakarta. Minggu (26/12/2021).

Pemeliharaan Ranpur Kapa K-61 TA. 2021 dilaksanakan secara bertahap dan berkala dengan memperbaiki disetiap kerusakan yang ada pada Ranpur, diharapkan dapat mengembalikan kondisi dan kemampuan Ranpur secara prima, selanjutnya di laksanakan uji kelaikan manuver baik di darat maupun di laut.

Komandan Batalyon Kapa 2 Marinir Letkol Mar Yudha Fahruliyan, S.H., M.Tr. Opsla seperti di informasikan Dispen Kormar menyampaikan perawatan yang maksimal adalah syarat mutlak dalam kesiapan operasional kendaraan tempur, seperti halnya pada Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri Kapa K-61, Ranpur yang dipergunakan sebagai mengangkut Artileri saat melaksanakan Pendaratan Amfibi oleh Korps Marinir TNI AL, juga dapat dipergunakan untuk mendukung Operasi Militer selain perang, walaupun usia Ranpur yang sudah tidak muda lagi namun performa kendaraan masih layak operasional, hal tersebut tak terlepas dari mutu pemeliharaan dan perawatan dilaksanakan.

Dengan adanya pemeliharaan dan uji kelaikan diharapkan seluruh kendaraan tempur Batayon Kapa 2 Marinir dinyatakan siap untuk mendukung tugas-tugas pokok Satuan.

  ♞
Industry  

[Global] Tank Sabrah Tiba

♞ Kaliber 105mm Pertama untuk AD FilipinaMT Sabrah [ist] ★

S
etelah menyisihkan medium tank Harimau dari PT Pindad dan K-21 dari Doosan DST, Kementerian Pertahanan Filipina pada Januari 2021 telah menandatangani kesepatakan dengan Israel untuk memasok tank ringan (light tank) Sabrah. Sebagai wujud realiasi, kabarnya pada Desember 2021 ini, 20 unit Sabrah telah diterima oleh Filipina.

Tibanya 20 unit Sabrah merupakan momen bersejarah bagi Negeri Pinoy, pasalnya Sabrah menjadi ranpur lapis baja pertama di kaliber 105 mm yang dimiliki oleh Filipina. Maklum, selama ini meriam di ranpur lapis baja yang dioperasikan mentok di kaliber 76 mm, yaitu pada tank ringan lawas Scorpion dan M113 varian FSV (Fire Support Vehicle) L23A1.

Menurut Kepala Staf Divisi Armor AD Filipina, Kolonel Anthon Abrina, ranpur yang diterima baru ini adalah “real tanks” jika dibandingkan dengan kendaraan lapis baja yang ada di negara itu, yang hanya dilengkapi dengan senjata (meriam) kaliber rendah. Selain 20 unit Sabrah yang tiba di Desember 2021, 10 unit lagi akan tiba pada tahun 2023. Tidak itu saja, panser Pandur II 6×6 FSV juga akan tiba untuk memperkuat AD Filipina.

Bagi Israel, ekspor Sabrah juga menjadi langkah besar, pasalnya ini pertama kalinya Israel mengekspor tank ringan. Sabrah sendiri mengusung platform ranpur ASCOD 2, yang dikenal sebagai rancangan bersama antara Austria dan Spanyol. Sebagai imformasi, ASCOD 2 dan Pandur II adalah produksi General Dynamics European Land Systems.

Untuk mewujudkan Sabrah, Elbit Systems menggunakan kubah tank OTO Melara Hitfact 105 mm, tetapi meriam dan subsistem dipasok sendiri oleh Elbit Systems. Elbit juga memasukkan menara ASCOD ke dalam panser FSV Pandur II, semuanya untuk memenuhi persyaratan proyek akuisisi oleh Angkatan Darat Filipina.

Bahkan Sabrah juga dilengkapi dukungan teknologi dari divisi pengembangan MBT Merkava dan pabrikan kubah meriam dari Afrika Selatan. Sabrah masih menggunakan ASCOD 2 dan Pandur II sebagai platform, tetapi sekarang dengan busur elevasi lebih tinggi dan sistem pemuatan munisi otomatis.

Untuk menekan harga, awalnya Elbit menawarkan Sabrah dengan keberadaan loader (pengisian munisi manual), dimana seorang loader yang terlatih dapat memuat enam munisi per menit. Tapi kemudian Elbit memutuskan mengikuti persyaratan AD Filipina, bahwa Sabrah hanya diawaki oleh 3 personel, yang artinya kubah mengadopsi automatic loading munition.

Ada beberapa nilai strategis yang dimiliki Elbit dalam paket penawaran kepada Filipina. Seperti adopsi sistem C4 Elbit, termasuk Battle Management System (BMS), dan sistem kendali dan komando Combat NG. Sistem tersebut saat ini sudah digunakan di APC M112A2, towed howitzer 155mm, self-propelled howitzer ATMOS 155mm, dan M113 varian mortir yang telah di-upgrade oleh AD Filipina.

  ♞
Indomiliter  

Rabu, 29 Desember 2021

Dua Kapal LST Perkuat Koarmada III

Untuk Mengamankan Perairan Indonesia TimurKRI Teluk Weda-526 dan KRI Teluk Wondama-527 perkuat Koarmada 3 TNI AL [TNI A] ☆

Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Irvansyah,S.H.,CHMRP.,M.TR.(Opsla) menyambut kedatangan dua kapal perang baru yang akan menambah kekuatan operasional dan pertahanan TNI AL/ Koarmada III khususnya di wilayah Indonesia Timur. Dua kapal perang baru tersebut adalah KRI Teluk Weda-526 dengan Komandanya Letkol Laut (P) Thomas Riyanto, M.Si (Han) dan KRI Teluk Wondama-527 dengan Komandanya Letkol Laut (P) Rizkal Fadlul Kamal, S.E., M.Tr.Hanla, dimana kedua kapal tersebut masuk Dinas Aktif TNI Angkatan Laut Tanggal 26 Oktober 2021.

Kedua kapal ini merupakan Kapal Perang Jenis Landing Ship Tank (LST) ke-8 dan ke-9 yang dipesan TNI Angkatan Laut kepada Galangan Kapal, PT. Bandar Abadi, Batam yang selanjutnya akan memperkuat dan bergabung dengan Satuan Kapal Amfibi Koarmada III yang mampu membawa Prajurit Pasukan Pendarat, Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard dan Tank BMP-3F serta Helikopter. Dimana kedua kapal tersebut dirancang untuk melaksanakan tugas sesuai Fungsi Asasi sebagai pengangkut pasukan pendarat lengkap dengan kendaraan amfibi dan peralatan tempurnya untuk didaratkan di pantai yang dikuasai musuh dalam suatu Operasi Amfibi.

Dalam acara penyambutan dua kapal perang baru tersebut turut hadir Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Yeheskiel Katiandagho S.E., M.M., M.H., Inspektur Koarmada III Laksamana Pertama TNI DR. Toto Dwijaya Saputra S.T., M.SI(Han)., M.TR.Opsla., Kapok Sahli Koarmada III Laksamana Pertama TNI Budi Jatmiko, S.T., M.A.P., CHRMP, pejabat utama Koarmada III dan pejabat unsur Forkopimda Provinsi Papua Barat, Kota/ Kabupaten Sorong serta Ketua Daerah Jalasenastri Koarmada III beserta Pengurus Daerah Jalasesanstri Armada III juga Ketua dan Pengurus Korcab XIV Sorong.

Dikatakan Panglima Koarmada III, nama KRI Teluk Wondama-527 diambil dari nama teluk yang terletak di daerah Kepala Burung Pulau Papua sebagai Daerah Konservasi Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih (TNLTC) yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna serta pemandangan alam khas Papua, baik yang berada dilaut maupun di darat sehingga Teluk Wondama merupakan primadona pariwisata indonesia masa depan.

Sementara nama KRI Teluk Weda-526 diambil dari nama sebuah teluk yang terletak di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara yang terkenal akan keindahan taman bawah laut yang menakjubkan dengan kehidupan ikan yang melimpah dimana salah satunya adalah spesies hiu kaki langka (Hemisayllium Halmahera).

Lebih lanjut dikatakan Panglima Koarmada III ada satu hal yang paling membanggakan kita semua bahwa awak KRI Teluk Wondama-527 dan KRI Teluk Weda-526, sebagian Bintara dan Tamtamanya merupakan lulusan Satdik 3 Kodiklatal yang berada di Katapop, Distrik Salawati, Kabupaten sorong.

Untuk kita ketahui bersama bahwa Satdik 3 Kodiklatal yang berdiri pada tahun 2020 telah berhasil meluluskan 449 orang prajurit yang merupakan gagasan dan terobosan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, sebagai upaya untuk pemenuhan kebutuhan personel TNI AL, khususnya yang bersumber dari Pemuda dan Pemudi Provinsi Papua Barat, Papua, Maluku serta Maluku Utara.
 

  ⚓ Koarmada III  

PAL Akan Gandeng Swasta Revitalisasi Kapal TNI AL

Rencananya akan ada revitalisasi 40 unit armada TNI AL MRO Kapal-kapal TNI AL [PAL] ★

Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengapresiasi PT PAL Indonesia (Persero) yang berencana menggandeng galangan kapal swasta nasional untuk melaksanakan proyek revitalisasi kapal TNI AL.

Sekretaris Jenderal Ikatan Perusahaan Iperindo Akan Naim menjelaskan, rencananya akan ada revitalisasi 40 unit armada TNI AL yang melibatkan galangan swasta nasional yang dipimpin langsung oleh PT PAL.

"Perusahaan galangan kapal anggota Iperindo itu nantinya akan diseleksi. Galangan yang lulus assesment akan menjadi mitra PT PAL untuk bersama-sama mengerjakan proyek revitalisasi armada milik TNI AL, meliputi Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO)," kata Akan Naim dalam keterangannya, Jumat (24/12).

Terhadap proyek itu, Direktur Utama PT PAL Kaharudin Djenod, baru-baru ini telah mengundang para pelaku usaha galangan anggota Iperindo yang mendiskusikan rencana tersebut.


Askan Naim mengatakan, bila rencana mulia PT PAL ini terwujud, maka akan menjadi proyek percontohan, yakni kolaborasi antara BUMN dan swasta. Dengan pola kerja yang inklusif ini diharapkan industri maritim nasional bisa bangkit dari keterpurukan.

Ketua umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam menambahkan bahwa ini adalah momentum yang ditunggu selama hampir dua tahun. Program pembangunan dan perbaikan kapal yang transparan seperti ini yang diharapkan para pelaku usaha untuk membangkitkan industri galangan kapal nasional.

Ke depannya, ungkap Eddy, proyek pembangunan dan pemeliharaan kapal pertahanan dan keamanan jangan lagi dikuasai segelintir perusahaan galangan, tapi harus dibuka secara transparan dan memberikan kesempatan hidup kepada semua galangan Nasional yang mampu bekerja.

"Kami dari Iperindo sangat mendukung program PT PAL yang kami nilai ini sangat baik dan transparan untuk kemajuan industri maritim nasional," kata Eddy.

Melalui sinergi seperti ini, lanjut Eddy, akan tercipta pemerataan dan keadilan sekaligus menumbuhkan minat investor untuk menanamkan modalnya di sektor maritim.

  ★ Investor  

KSAU Temui Prabowo, Bahas Alutsista dan Program Kerja

[Kemhan] ☆

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo mengunjungi Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Kedatangan orang nomor satu di matra udara ini disambung langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan ini, keduanya membahas mengenai alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Selain silaturahmi, pertemuan juga membahas terkait alutsista yang akan dioperasionalkan TNI AU dan program kerja ke depan," demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (29/12/2021).

Selain itu, dalam pertemuan ini keduanya berharap rencana dan program yang disiapkan TNI dapat terlaksana dengan baik.

Selain itu, rencana program tersebut juga diharapkan dapat berjalan selaras dengan kebijakan pimpinan.

Adapun Prabowo didampingi Wamenhan Letjen M Herindra, dan Sekjen Kemenhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto.

Kemudian Dirjen Renhan Kemenhan Mayjen TNI Budi Prijono hingga Staf Khusus Menhan V Bidang Matra Udara Marsda TNI (Purn) Bonar H Hutagaol.

  ★
Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...