Senin, 03 Januari 2022

Elettronica Could Win a Contract for The Future FREMM for Indonesia

⚓️ According to information published by Agenzia Nova on 21 December 2021, Elettronica has entered into negotiations to supply electronic warfare components to the future Indonesian FREMM frigates. FREMM Bergamini class [RID]

The FREMM is a family of multi-purpose frigates designed by Fincantieri and Naval Group for the navies of Italy (10 frigates), France (8 frigates), and also for export.

The lead ship of the class, Aquitaine, was commissioned in November 2012 by the French Navy. In France, the class is known as the Aquitaine class, while in Italy they are known as the Bergamini class.

The Italian FREMM has a full load displacement of about 6,500 tons, an overall length of about 144 m, a beam of 19.7 m, and a draught of 8.7 m.

The ship is powered by Combined diesel-electric and gas (CODLAG) propulsion system including one 32 MW gas turbine General Electric/Avio LM2500+G4, two 2.5 MW electric motors Jeumont Electric and four diesel generators.

She can reach a top speed exceeding 30 knots (56 km/h). Vessels’ endurance is up to 45 continuous days, while the range of the ship is 6,800 nautical miles at 15 knots (28 km/h).

 ⚓️  Navy Recognition  

Minggu, 02 Januari 2022

PT PAL Terima PMN Rp 1,28 Triliun

 Untuk Bangun Kapal SelamKapal selam di dermaga PAL. [PAL] ⚓️

Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati resmi menyerahkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,28 triliun kepada PT PAL Indonesia (Persero). Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembuatan kapal selam.

Direktur Utama PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod mencatat, pihaknya tengah menyiapkan diri untuk menjawab kebutuhan alutsista nasional, khususnya kapal selam dengan melakukan strategi penguasaan teknologi kapal selam dan pengembangan teknologi kapal selam ke depan, termasuk kapal selam tanpa awak.

"PAL Indonesia akan bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan dana PMN dengan mewujudkan cita-cita pembangunan kapal selam dari sebelumnya berfokus ke Joint Section untuk nantinya mampu melaksanakan Whole Local Production," ujar Kaharuddin di Jakarta, Jumat (31/12/2021).

Alokasi PMN senilai Rp 1,28 triliun, lanjut Kaharuddin, digunakan untuk melengkapi kemampuan sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan peralatan yang dibutuhkan agar mampu melaksanakan whole local production.

Adapun peningkatan kemampuan produksi baik hardware and software melalui fasilitas-fasilitas yang akan dilengkapi di antaranya yaitu pembangunan Ship Lift, Glassfiber Reinforced Plastic (GRP) Shop, Painting Shop, Blasting Shop,

Dari aspek peningkatan kapabilitas SDM diukur dari keikutsertaan pelatihan dan sertifikasi, dari aspek peningkatan kapasitas produksi diukur melalui realisasi pembangunan fasilitas produksi, pengadaan peralatan produksi sehingga mampu melakukan produksi kapal selam secara mandiri.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di Hari Jadi TNI pada 5 Oktober 2021 menyampaikan bahwa kebijakan belanja pertahanan, harus berubah menjadi investasi pertahanan. Berdasar pernyataan tersebut, pemerintah memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada industri pertahanan dalam negeri untuk berkontribusi dalam upaya modernisasi alutsista.

Pembangunan fasilitas produksi kapal selam memiliki nilai strategis yakni meminimalisir ketergantungan terhadap industri alutsista luar negeri. Harapannya pembangunan serta perawatan kapal selam dapat dilakukan di dalam negeri, sehingga Indonesia mampu secara mandiri dalam menjaga ketahanan matra lautnya.

PMN yang diberikan pemerintah kepada PAL dan sejumlah BUMN berasal dari APBN Tahun Anggaran 2021. Suntikan dana segar itu untuk menguatkan struktur keuangan BUMN, karena harus melakukan beberapa program pembangunan fundamental.

  ⚓️
sindonews  

[Global] China Luncurkan Pesawat Pengintai

 Desainnya Mirip Pesawat Hawkeye AS https://pict-b.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2022/01/02/40/645657/china-luncurkan-pesawat-pengintai-desainnya-mirip-pesawat-hawkeye-as-ltu.jpgPesawat pengintai peringatan dini baru China, KJ-600. [Foto/newsbeezer] 🛩
C
hina telah meluncurkan pesawat pengintai peringatan dini baru yang dioperasikan kapal induk . Ini memungkinkannya untuk menyerang lebih jauh dari pantai tanpa bergantung pada pesawat mata-mata berbasis darat.

Menurut beberapa laporan berita yang dikutip Global Times awal tahun ini, pesawat itu baru-baru ini terlihat di Xi'an, Ibu Kota Provinsi Shaanxi China Barat Laut. Pesawat baru itu disebut sebagai KJ-600.

Dinukil dari National Interest, Minggu (2/2/2022), sepintas pesawat itu tampak seperti menyalin "rip-off" transparan dari pesawat pengintai E2D Hawkeye yang diluncurkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Hal ini mungkin saja, karena spionase dunia maya China terkenal dan didokumentasikan secara publik.

Meskipun demikian, jika pesawat itu dengan cara apa pun sebanding dan setara dengan milik AS, itu membawa dimensi baru yang substansial untuk operasi tempur maritim China.

Ini menciptakan keadaan di mana kapal induk dan kapal perang pendukung di sekitarnya berpotensi merespons lebih cepat serangan yang masuk atau mendekati armada musuh saat beroperasi pada jarak yang sangat jauh dari pantai. Oleh karena itu, pesawat jenis ini akan mendukung pertempuran laut terbuka (juga disebut "water blue") dengan memberikan data penting lepas pantai kepada armada permukaan.

Saat ini, kapal induk China mengandalkan helikopter jarak pendek, dilengkapi dengan radar yang lebih kecil, sensor dengan rentang yang lebih pendek, dan kecepatan yang lebih lambat jika dibandingkan dengan pesawat pengintai sayap tetap.

Sebuah pesawat peringatan dini, Global Times melaporkan, radius tempurnya bisa dua kali lipat dari 200 mil helikopter.

“Dilihat dari gambar, Ordnance Industry Science Technology mengatakan bahwa KJ-600 memiliki desain badan pesawat yang sangat ketat, membuatnya hampir sepanjang jet tempur berbasis kapal induk J-15, dan helikopter peringatan dini Z-18," kata surat kabar itu.

https://aws-images-prod.sindonews.net/dyn/600/pena/sindo-article/original/2022/01/02/as-e-2-hawkeye.jpgPesawat Hawkeye AS

"Pesawat membawa radar di bagian atas badan tengahnya, mirip dengan pesawat peringatan dini China sebelumnya KJ-2000 dan KJ-500,” sambungnya.

Laporan Global Times, bagaimanapun, juga mengatakan belum jelas apakah pesawat baru itu telah berhasil diintegrasikan dengan dua operator operasional pertama China.

Pada akhirnya, keberhasilan KJ-600, tampaknya, tidak hanya bergantung pada jangkauan dan ketepatan sensornya, tetapi juga bergantung pada kemampuannya untuk berjejaring pada jarak yang relevan secara taktis.

Pesawat Hawkeye milik Angkatan Laut AS, misalnya, sudah beroperasi dengan kemampuan untuk berfungsi sebagai "simpul udara" jaringan yang mampu memandu rudal pencegat menuju rudal musuh yang mendekat dan bergerak di luar cakrawala.

Membawa kemampuan untuk memperluas pengawasan di luar jangkauan radar yang ada memberi komandan lebih banyak waktu untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan rudal anti-kapal yang bergerak ke arah mereka.

Untuk melakukan ini, Amerika memiliki teknologi yang disebut Naval Integrated Fire Control-Counter Air. Sistem jaringan yang sekarang digunakan ini mampu memandu rudal pencegat seperti SM-6 untuk menargetkan jauh di luar jangkauan yang diperkirakan sebelumnya.

Tanpa kemampuan yang sebanding, Angkatan Laut China berpotensi dikalahkan oleh kapal dan pesawat AS yang dapat menembak lebih jauh dari yang mereka bisa, membuat pesawat pengintai baru mereka kurang relevan. (ian)

  ✈ sindonews  

Kembangkan Pesawat N219 dengan Konfigurasi MSA

🛩 PTDI Tandatangani MoU dengan Infoglobal ✈ N219  [PTDI]

PT Dirgantara Indonesia (Persero)/PTDI dan PT Infoglobal Teknologi Semesta/Infoglobal tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama integrasi mission system Maritime Surveillance Aircraft (MSA) pada pesawat terbang N219. Dokumen MoU ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan dan Direktur Utama Infoglobal, Adi Sasongko, di Kawasan Produksi II PTDI, Bandung.

Dengan kerja sama tersebut, kedepannya pesawat N219 akan dikembangkan dengan desain khusus sebagai pesawat pengawas maritim atau MSA. Mission system dari Infoglobal yang sebelumnya telah terpasang di pesawat NC212 Patroli Maritim (Patmar) TNI AL kemudian akan dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan di pesawat N219 MSA yang diproduksi PTDI. Infoglobal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang avionik pesawat tempur/militer, pengolahan data radar, sistem kontrol senjata dan perangkat lunak aplikasi pertahanan.

“Pertama, tujuan besar dari MoU ini tentunya adalah mengkolaborasikan dua industri nasional, untuk kompetensi di bidang pesawat terbang dalam hal ini PTDI dan kompetensi di bidang mission system dalam hal ini Infoglobal untuk menghasilkan suatu produk pesawat dengan kemampuan mission system surveillance yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini. Yang kedua, ini merupakan bagian daripada bagaimana produk PTDI, pesawat N219 dapat masuk ke market dengan berbagai macam varian, yang sebelumnya kita ketahui bersama bahwa N219 bisa untuk passenger, medevac, cargo, dengan kolaborasi ini N219 kedepannya bisa untuk misi MSA, baik untuk military maupun komersial juga. Nanti tentunya Feasibility Study (FS) akan dibuat berdasarkan kebutuhan. Kami optimis dari FS tersebut kami cukup prospektif,” kata Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan.

Mission system dari Infoglobal merupakan produk hasil karya anak bangsa, yang memiliki berbagai fitur untuk memperkuat kemampuan pesawat N219 dalam melakukan pengawasan wilayah maritim, diantaranya adalah fitur deteksi dan identifikasi target kapal, kemampuan dalam menghitung posisi, kecepatan dan heading target yang dinamis yang kemudian dapat menampilkan rute SAR dan mengirim hasil surveillance ke KRI atau ground station terdekat, sehingga misi surveillance pada pesawat N219 dapat dilakukan secara efektif. Pengembangan konfigurasi MSA pada pesawat N219 ini kedepannya diharapkan dapat mendorong PTDI dalam pemenuhan kebutuhan pasar MSA, terutama untuk kebutuhan di dalam negeri.

“Harapannya kedepan bahwa TKDN juga semakin tinggi, didukung oleh industri-industri komponen di dalam negeri. Kami yakin dengan kerja sama ini akan memulai babak baru yang lebih realistis untuk membuat pesawat yang semakin banyak komponen dalam negerinya. Target pasar pertama adalah dalam negeri dulu, nantinya setelah ini sudah banyak bisa kita jual ke luar negeri,” kata Adi Sasongko, Direktur Utama Infoglobal.

  🛩 Emiten News  

ILSV Perkuat Dua Lanud di Papua

Lanud Silas Papare dan Lanud Yohanis Kapiyau Rantis ILSV Perkuat Lanud Silas Papare Jayapura dan Lanud Yohanis Kapiyau Timika [TNI AU] ★

TNI AU
menggelar kekuatan terbarunya di Papua. Alutsista darat yang digelar adalah ranpur ILSV alias Indonesian Light Strike Vehicle. Ranpur ini sempat mencuri perhatian publik saat ditampilkan untuk pertama kali pada pameran pertahanan Indo Defence 2014.

“Penggelaran ini sesuai perintah Panglima TNI, kami menyiapkan ILSV di Jayapura dan Timika,” ungkap KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Menurut Marsekal Fadjar, TNI AU menggelar ranpur ILSV di dua pangkalan udara, yaitu Lanud Silas Papare di Jayapura dan Lanud Yohanis Kapiyau di Timika.

Sesuai fungsinya untuk pertahanan pangkalan (Hanlan), ILSV dioperasikan oleh satuan Korpaskhas TNI AU yang berada di kedua Lanud. “Kehadiran ILSV ini untuk memperkuat unsur Pertahanan Pangkalan,” tambah KSAU lagi.

Kedatangan ILSV di Jayapura dan Timika ini adalah bentuk dukungan Mabes TNI terhadap pangkalan udara yang dioperasikan TNI AU. Dengan sistem perlindungan diri dan ground cleareance 284 mm, ILSV sangat tangguh diajak melahap medan kasar.

KSAU sendiri melihat langsung ILSV yang dioperasikan Paskhas saat dihadirkan di pelataran Mabesau pada 28 Desember 2020.

ILSV J-Force dioperasikan Paskhas untuk berbagai misi. Seperti penyerangan, pengintaian, komunikasi, patroli jarak jauh, dan bantuan kemanusiaan.

Rantis lapis baja dengan kapasitas mesin 2.982 cc ini dihadirkan dalam dua varian untuk Paskhas, yaitu varian kubah RCWS (Remote Control Weapon System) dengan senapan mesin berat, dan varian kubah putar manual dengan senapan mesin sedang.

Indonesian Light Strike Vehicle
(ILSV) adalah kendaraan taktis yang diproduksi J-Forces (PT Jala Berikat Nusantara Perkasa) bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Ranpur ini pernah ditampilkan dalam parade dan defile peringatan HUT TNI Ke-74 TNI Tahun 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma.

Untuk varian angkut personel, ILSV diluncurkan dalam dua varian yaitu APC 2.5 dan 4.5. ILSV pada dasarnya adalah rantis 4×4 multirole yang dibangun dari sasis Toyota Hilux Generasi VII. Bobot ILSV berkisar di angka 3,5 ton.

Pada Indo Defence 2016, ILSV ditampilkan juga dalam varian varian antipeluru dengan baja berstandar NIJ level III. Selanjutnya tahun 2017 dimulai produksi serial varian GAG (Guerilla Anti Guerilla) untuk Korps Brimob.

Versi GAG bisa membawa delapan pasukan dan dibekali mesin 170 hp 2.500 cc Toyota Hilux.

Tahun 2020, IMLA (Indonesian Military Landworthiness Authority) Puslaik Kementrian Pertahanan (Kemhan) melaksanakan sertifikasi kelaikan rantis ILSV J-Forces 2400 cc dan ILSV J-Forces Armored 2400 cc Kopaska dalam rangka uji statis dan uji sinamis.

Dengan diterimanya sertifikat kelaikan dari Puslaik Kemhan, ILSV pun resmi menjadi salah satu ranpur terbaru andalan TNI, melengkapi deretan ranpur yang sudah dioperasikan sebelumnya.

  ♞
Mylesat  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...