Senin, 28 Maret 2022

Galangan Kapal Indonesia Penuhi Kebutuhan Angkatan Laut

⚓️ Jika memungkinkan, Indonesia menggunakan pembuat kapal lokal untuk membangun kapal untuk kebutuhan angkatan lautnya yang berbeda KRI Teluk Palu 523, LST terbaru TNI AL diresmikan KSAL [TNI AL]

Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL) menambah LST kelas Teluk Bintuni di Bandar Lampung pada 8 Maret. Kapal baru sepanjang 120 meter itu diberi nama KRI Telul Palu dengan nomor lambung ‘523’.

Merupakan kapal kedelapan dari sembilan LST dibangun untuk menggantikan kapal amfibi tua, dan kapal amfibi diharapkan akan berbasis di Lampung.

PT Daya Radar Utama membangun kapal ini, dan kapal sebelumnya diresmikan pada 12 Juli 2021. LST terakhir dari kontrak tiga kapal yang diberikan pada Januari 2017 harus diselesaikan tahun ini.

Laksamana Yudo Morgono, Panglima TNI Angkatan Laut, pada saat peresmian mengatakan, “Semoga kehadiran KRI Teluk Palu 523 dapat meningkatkan kekuatan dan kapabilitas TNI AL, terutama dalam operasi pendaratan amfibi dan administrasi oleh Komando Sealift Militer.”

Kapal LST kelas ini mampu membawa hingga sepuluh tank Leopard 2, satu lapis jembatan lapis baja, satu kendaraan angkut dan dua helikopter secara bersamaan. Setiap LST yang diawaki oleh 115 pelaut juga dapat menampung 360 prajurit/marinir, satu detasemen helikopter enam orang.


KRI Dorang 874. PC-60 produksi pertama PT CMS [CMS]

Di tempat lain, di Batam di Kepulauan Riau, pembuat kapal PT Karimum Anugrah Sejati mengadakan upacara pemotongan baja dan peletakan lunas pada tanggal 4 Maret untuk kapal patroli PC-60M ketiga untuk TNI-AL.

Kapal sepanjang 60m itu akan diluncurkan pada Mei 2023, dan diserahkan ke Komando Armada I TNI AL tiga bulan kemudian.


Kapal kelas PC-60M didasarkan pada kapal rudal KCR-60 angkatan laut, tanpa rudal anti-kapal.

Pembangunan PC-60M digalangan kapal lokal, dimana PT Caputra Mitra Sejati membangun pasangan pertama. Ini mulai bekerja pada ini pada Februari 2020, dan mereka diluncurkan pada 22 Maret. PT Malindo Marine sedang membangun PC-60M keempat, dengan upacara pemotongan baja yang diadakan pada 15 Maret.


Proyek PC-60M adalah salah satu dari sembilan program prioritas untuk Panglima Angkatan Laut. Tipe ini memiliki kecepatan tertinggi 24 knots dan daya tahan delapan hari. Mampu menampung 55 awak, dan persenjataan utamanya adalah satu meriam 40 mm yang dipasang di depan, ditambah dua senapan mesin 12,7mm.

KRI Dr Wahidin Sudirohusodo [TNI AL] 

PT PAL, pembuat kapal angkatan laut terbesar di Indonesia, sedang membuat kemajuan dalam penambahan kapal rumah sakit untuk TNI-AL.

Pada pertengahan Maret, telah mencapai tingkat penyelesaian 67,58%, dengan 104 dari 121 blok selesai.

Mesin, gearbox dan generator diesel telah dipasang juga. Kapal seberat 7.300 ton harus diluncurkan akhir tahun ini.


Ini adalah kapal rumah sakit kedua PT PAL di kelas ini, yang pertama adalah KRI Dr Wahidin Sudirohusodo yang ditugaskan pada 14 Januari.

Akhirnya, KRI Semarang, LPD kelas Makassar yang diserahkan pada 21 Januari 2019 dan bertindak sebagai kapal rumah sakit sementara, dapat diberhentikan dari peran ini.


Mengingat kerentanan Indonesia terhadap bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami, kapal rumah sakit semacam itu memberikan kemampuan yang sangat penting untuk dikerahkan.

KRI 907 Bontang latihan RAS dengan KRI USH 359, merupakan kapal tanker kedua buatan galangan kapal Indonesia [TNI AL] 

Indonesia juga telah mengontrak dua galangan kapal lokal untuk membangun tiga armada kapal tanker kelas Tarakan 6.274 ton untuk TNI-AL.

PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari membangun KRI Tarakan, sedangkan PT Batamec membangun KRI Bontang (beroperasi 2020) dan saat ini sedang membangun kapal tanker ketiga yang mampu mengangkut 5.500 m³ bahan bakar.


Sebelum kapal tanker kelas Tarakan sepanjang 123,5 m, Kementerian Pertahanan Indonesia telah memberikan kontrak untuk kapal tanker 99,5 m yang lebih kecil pada bulan Desember 2011.

PT Anugrah Buana Marine di Banten meletakkan lunas untuk KRI Dumai masa depan (nomor umbul '904') pada bulan April 2012, tetapi kapal itu tidak pernah selesai karena alasan yang tidak diketahui dan lambungnya belum selesai.


Angkatan Laut ingin memiliki enam kapal tanker di bawah rencana Minimum Essential Force 2024, jadi kapal tanker ini mungkin belum selesai, mungkin diikuti oleh dua lainnya.

  ⚓️
Shephard Media  

Kemhan, Mabes TNI AD dan PT Len Industri Lakukan Uji Tembak Rudal Starstreak

🚀 Di LumajangRudal Starstreak Arhanud TNI AD (LEN) ●

Kementerian Pertahanan, Mabes TNI Angkatan Darat, PT Len Industri (Persero) didukung Thales baru saja melakukan uji tembak Rudal Artileri Pertahanan Udara Starstreak di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi Lumajang, Jawa Timur pada hari Kamis (24/03).

Kolonel Dedy Laksmono dalam keterangannya mengatakan, firing test pada hari ini dilakukan dengan menembakkan 4 misil dan target tembak bergerak berupa drone banshee. Hasil dari penembakan adalah 1 direct hit dan 2 di antaranya technical hit. Penembakan dilakukan dalam jarak 4 – 7 km dari titik tembak ke target bergeraknya di udara.

Dalam penyediaan Starstreak ini, Len melakukan joint production dan integrasi sistem yang dilakukan di Len Technopark, Subang. Hal ini dilakukan untuk memenuhi nilai Imbal Dagang, Kandungan Lokal, dan Offset (IDKLO) keterlibatan perusahaan lokal dalam setiap pengadaan alutsista dari vendor asing untuk membangun kemandirian teknologi di bidang pertahanan.

Direktur Strategi Bisnis & Portofolio Len, Linus Andor M. Sijabat menyebutkan mekanisme proyek Starstreak bisa menjadi role model pengadaan alutsista lainnya. Sebagai induk holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID, Len berhasil memenuhi IDKLO dimana keterlibatan Len yang signifikan dalam proses produksi, integrasi, suplai komponen elektronik dan mekanik, pelatihan pemeliharaan, hingga mensuplai perangkat komunikasi radio buatan Len untuk beberapa kendaraan Starstreak.

Uji tembak ini dihadiri langsung oleh Danpussen Arhanud Mayjen TNI Karev Marpaung, Kapuspalad Mayjen TNI Eko Erwanto, Dirsen Pussenarhanud Brigjen TNI Dedi Solihin, Irpuspalad Brigjen TNI Yustinus Agus, serta pejabat lainnya dari Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI AD.

Sejauh ini Len sudah mengintegrasikan 9 baterai Rudal Starstreak dari 10 baterai yang telah dipesan Kementerian Pertahanan untuk Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat. Satu (1) baterai Rudal Starstreak terdiri dari 1 unit kendaraan commander, 1 kendaraan pengangkut misil, 1 unit kendaraan maintenance logistik, 1 unit radar Shikra CM 200, 4 kendaraan multi-mission system dan 8 unit Lightweight Multiple Launcher new generation.

Rudal Starstreak menjadi salah satu sistem senjata pertahanan udara canggih. Starstreak adalah misil kategori HVM (high velocity missile) dengan kecepatan lebih dari 3 mach, yang merupakan misil tercepat di kelasnya.

Alutsista tersebut dapat mempertahankan serangan dengan kemampuan tembak efektif sejauh 7 kilometer dan jangkauan radar mencapai 250 kilometer.

  🚀 LEN  

Helikopter Caracal TNI AU Latihan Penembakan Roket

 Di Air Weapon Range (AWR) Salatri Pemasangan roket pada helikopter Caracal TNI AU [TNI AU] ★

Pada hari Kamis (24/3/2022) Latihan Manyar Terampil Terpadu memasuki hari terakhir latihan. Pada hari tersebut dilaksanakan di Air Weapon Range (AWR) Salatri yang terletak di Agrabinta Cianjur Jawa Barat.

Area Air Weapon Range (AWR) Salatri dipilih sebagai tempat untuk menguji kemampuan Penerbangan Lanud ATS (Lanud Atang Senjaya Bogor) untuk melaksanakan Latihan Rocketing. Dengan menggunakan Pesawat Helikopter Caracal HT-7206, penerbangan terbaik Lanud ATS menggempur area AWR Salatri dengan tembakan Roket dari Udara.

Tujuan Latihan Rocketing adalah untuk melatih Skill dan kemampuan para penerbang Lanud ATS untuk menghadapi Medan Operasi yang sebenarnya.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Latihan di AWR Salatri, berakhir pula rangkaian kegiatan Manyar Terampil Terpadu Lanud ATS Tahun 2022.

Kegiatan Latihan Manyar Terampil Terpadu 2022 berjalan dengan baik, aman dan lancar.

  ⍟ TNI AU  

Minggu, 27 Maret 2022

KKB Gunakan Pelontar Granat Tewaskan 2 Marinir di Nduga Papua

💂  Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya kembali melakukan serangan dengan senjata pelontar Granat curian [Istimewa]

Dua anggota TNI Angkatan Laut (AL) gugur usai serangan Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) Papua di Pos Quary Bawah, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua. Penyerangan tersebut dilakukan oleh KKB Papuan Kodap III Ndugama di bawah pimpinan Egianus Kogoya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI, Julius Widjojono mengatakan, penyerangan tersebut terjadi pada Sabtu (26/3/2022) sekitar pukul 17.40 WIT. KKB pimpinan Egianus Kogoya saat itu melakukan penyerangan terhadap Pos Quary Bawah Satgas Mupe Yonif 3 Mar Pasmar 2 dengan menggunakan GLM (Grenade Launcher Module) atau Pelontar Granat.

"Penyerangan dilakukan dari dua arah yaitu dari arah belakang pasar dan dari arah Sungai Alguru," kata Julis Widjojono dalam keterangannya, Minggu (27/3/2022).

Personel Satgas berjumlah 35 orang kemudian melakukan baku tembak dan mengejar KKB. Baku tembak terjadi sejak pukul 17.52 WIT, hingga akhirnya pada pukul 18.00 WIT Dansatgas memerintahkan 2 Tim Trisula yang dipimpin Wadandepursus Kapten Mar Ari Mahendra dan 1 Tim Waltis yang dipimpin Letda Mar Pujo Pratikno berangkat memberikan bantuan ke Pos Quary Bawah menggunakan kendaraan 1 truk dan 2 KIA.

Akibat serangan tersebut, nyawa dua personel TNI AL terenggut, sementara terdapat dua korban kritis dan enam prajurit lainnya luka ringan. Julius merinci korban meninggal yakni Letda Mar Iqbal dan Pratu Mar Wilson Anderson Here.

Sementara, korban luka berat atau dengan kondisi kritis yakni Serda Mar Rendi Febriansyah dan Serda Mar Ebit Erisman. Kemudian enam lainnya yang mengalami luka ringan yakni Serda Mar Bayu Pratama, Pratu Mar Rahmad Sulman, Prada Mar Dicky Sugara, Pratu Mar Adik Saputra A, Prada Mar La Harmin, dan Prada Mar Alif Dwi Putra.

"Rencana evakuasi korban akan dilaksanakan secepatnya menggunakan heli ke Timika, menyesuaikan cuaca," kata Julius.

Ia menambahkan, pihaknya masih mendalami motif penyerangan oleh KKB. Menurutnya, alat pelontar granat yang digunakan diduga merupakan rampasan dari prajurit TNI. "GLM yang digunakan untuk menyerang diduga diambil dari Satgas Yonif 700, sedangkan amunisi GLM adalah rampasan dari Satgas Yonif 330," kata Julius.

TNI Angkatan Laut dan masyarakat Papua berduka atas gugurnya dua prajurit Marinir. Atas kejadian ini juga Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memerintahkan seluruh jajaran TNI AL mengibarkan bendera setengah tiang selama 3 hari berturut-turut mulai Senin (28/3/2022) dan melaksanakan salat gaib atau berdoa bersama dipimpin Paroh sesuai agama masing-masing.

Untuk diketahui, Pos Quary Bawah Satgas Mupe Yon 3 Mar berkekuatan 35 personel, berlokasi kurang lebih 1 km dari Polres Nduga dan 2 km dari Koramil Nduga. Selama ini Pos Quary Bawah tidak memiliki permasalahan dengan masyarakat di sekitar pos. Bahkan kegiatan mereka aktif melakukan bakti sosial, seperti menggelar mobil sehat, mobil pintar, lomba-lomba, kegiatan adat dan kegiatan agama.

"Kehangatan hubungan yang harmonis di masyarakat Nduga saat ini terganggu dengan situasi ini," katanya. (abd)

 💂  sindonews  

[RIP] KKB Egianus Kogoya Tembak Danton Marinir Letda M Iqbal dan Pasukannya

💂 Di Nduga Papua Ilustrasi Marinir [Marinir]

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan penembakan terrhadap prajurit TNI Pos Marinir Perikanan Quari Bawah yang sedang bertugas di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga,Papua, Sabtu (26/3/2022). Serangan tersebut dinilai kejam dan sadis.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, S.E. menjelaskan kronologis serangan kesekian kali itu. KKB ini selain membunuh warga sipil, juga menembak aparat TNI yang sedang mengemban tugas negara.

Menurutnya, penyerangan terjadi pada pada Sabtu (26/3/2022) sore menjelang malam. "Prajurit TNI Pos Marinir perikanan Quari Bawah telah diserang dan ditembak oleh gerombolan KST (KKB), sehingga personel Pos tersebut melakukan tembakan balasan kepada kelompok teroris yang menyerang," kata Wakapendam.

"Akibat mendapat serangan dari gerombolan KST, kemudian Dansatgas mengirimkan bantuan dengan pasukan ke Pos Quari Bawah," tambahnya.

Wakapendam menjelaskan, ulah kekejaman yang menyerang dan menembak Pos TNI Quari Bawah mengakibatkan korban dari Prajurit TNI, baik luka maupun meninggal dunia.

"Diperoleh informasi 1 orang Prajurit TNI Letda Mar Moh. Iqbal terkena tembakan di bagian tangan sebelah kanan dan meninggal dunia, serta beberapa Prajurit lainnya mengalami luka berat dan ringan," jelasnya.

Saat ini Prajurit TNI yang bertugas di Pos Marinir Perikanan Quari Bawah di Distrik Kenyam Kab. Nduga melaksanakan siaga dan proses evakuasi sedang berlangsung. (msd)

 💂 sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...