Digunakan tiga matra
P6 Yontaifib Marinir ★
Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki kendaraan taktis (rantis) yaitu rantis All Terrain Assault Vehicle atau P6 ATAV yang di produksi oleh PT Sentra Surya Ekajaya (SSE Defense) yang bergerak dalam bidang produksi kendaraan untuk misi khusus yang perakitannya dilakukan di Kota Tangerang.
Salah satu satuan di TNI yang menggunakan P6 ATAV adalah Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) yang kini berganti nama menjadi Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dari matra Angkatan Udara.
Selain Kopasgat, P6 ATAV juga digunakan oleh pasukan elite TNI Angkatan Laut, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dan TNI Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Spesifikasi kendaraan taktis (rantis) P6 ATAV
Rantis ini telah dilengkapi sejumlah fitur dan desain yang juga menarik, sehingga cocok dibawa ke segala medan.
Dilansir dari laman PT Sentra Surya Ekajaya, P6 ATAV dibekali mesin empat silinder turbo diesel 2.500 cc. Rantis P6 ATAV diklaim bisa mencapai torsi maksimal 144 PS (142 horsepower) pada 3.400 Rpm dengan konfigurasi mesin belakang.
Pada ban P6 ATAV memiliki kemampuan run flat tires, yang memungkinkan ban mobil yang kempis masih bisa dijalankan dengan aman pada kecepatan dan jarak tempuh tertentu. Pada bagian suspensi, P6 ATAV menggunakan independent suspension.
Selain itu, juga terdapat dudukan senjata pada bagian samping dan atas. Dudukan senjata di samping memiliki ukuran kaliber 5,56 mm. Pada dudukan senjata bagian atas kaliber 7,62 mm. Untuk kursi, rantis P6 ATAV memiliki empat buah dan satu untuk penembak.
Kelaikan militer rantis P6 ATAV
Dilansir dari Kemhan RI, Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melaksanakan Penandatanganan dan penyerahan Sertifikat Kelaikan Militer Kendaraan Taktis (Rantis) P6 ATAV Matra Laut pengadaan Kemhan kepada PT. Sentra Surya Ekajaya sebagai produsen atau penyedia materil kendaraan, (25 /11/20).
Adapun proses sertifikasi Dokumen/Review Document dan Pemeriksaan Kesesuaian/Conformity Inspection serta Pengujian Fungsi/Functional Test yang telah dilaksanakan oleh Tim IMLA (Indonesian Military Landworthiness Authority). (ADT)
♞ Indonesia Defense
DSA 2022
[KALEKALIP] ★
KALEKALIP company, participating in the 17th Defense Service Asia (DSA) and National Security (NATSEC) Asia 2022 fairs in Malaysia, sold semi-automatic sniper rifles chambered in 7,62mm x 51 NATO named KMR762 to the Indonesian Special Operations Unit.
The sales agreement was signed between the Indonesian police and KALEKALIP company officials.
According to the agreement, the first batch of 32 sniper rifles will be delivered to Indonesian special operations units this year.
The rifle weighs 5,300 grams and has a range of 800 meters.
Kepada Panglima TUDM
Serah terima Supplemental Type Certificate pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft [PTDI] ✪
PTDI ikut serta dalam ajang pameran internasional Defence Service Asia (DSA) 2022.
Dalam kesempatan ini, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan serahkan Supplemental Type Certificate (STC) pesawat CN235-220 Military Transport yang dikonversi menjadi CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) oleh PTDI di bawah program Maritime Security Initiative (MSI) kepada Panglima Tentera Udara (PTU) Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), General Dato Sri Mohd Asgjar Khan bin Goriman Khan.
Penyerahan STC tersebut berlokasi di booth Defend ID Paviliun Indonesia, disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Republik Indonesia, Mayjen TNI Dadang Handrayudha.
Salah satu pesawat CN235-220 TUDM yang berhasil di konversi PTDI {istimewa]
Penyerahan Sertifikat ini dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan perawatan pesawat CN235-220 Military Transport TUDM, dimana sistem misi instalasi pada pesawat milik TUDM tersebut telah berhasil memperoleh STC, yang merupakan hasil kerja sama antara Indonesian Defence Airworthiness Authority (IDAA) Kementerian Pertahanan RI dan Directorate General Technical Airworthiness (DGTA) Kementerian Pertahanan Malaysia.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Panglima Tentera Udara dan TUDM, saya berharap dengan acara serah terima ini dapat menjadi dasar yang kuat bagi kerja sama PTDI, TUDM dan Kementerian Pertahanan Malaysia untuk saat ini dan di masa yang akan datang, serta dapat bermanfaat bagi semua pihak,” jelas Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.
♞Pada DSA 2022
Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose beserta Chief Executive Lembaga Tabung Angkatan Tentera (LTAT), Dato’ Ahmad Nazim Abd Rahman menandatangani Nota Kesepahaman pada Senin, 28 Maret 2022 di Defense Services Asia (DSA) 2022, MITEC - Kuala Lumpur, Malaysia. Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Pindad dan LTAT disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dan Senior Defence Minister Malaysia, Hishammuddin Hussein.
Adapun penandatanganan Nota Kesepakatan hari ini terlaksana untuk menjajaki peluang kerjasama kedua belah pihak untuk mengembangkan usaha industri pertahanan lokal di tingkat negara dan kawasan masing-masing pihak. Penandatanganan ini juga sebagai langkah awal bagi Indonesia dan Malaysia untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemampuan serta keahlian industri pertahanan masing-masing.
Pada bulan November tahun lalu, delegasi dari Malaysia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Dato’ Sri Ismail Sabri Yaakob dan Menteri Senior Pertahanan, Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein mengunjungi kantor pusat PT Pindad, Bandung. Delegasi telah melihat berbagai kemampuan PT Pindad sebagai perusahaan pertahanan terbesar di Indonesia yang terkenal dengan berbagai produk militer berkualitas tinggi.
Dengan adanya penandatanganan Nota Kesepahaman ini, diharapkan hubungan bilateral kedua negara akan semakin meningkat lagi. Kerjasama ini juga diharapkan akan menjadikan PT Pindad sebagai mitra strategis Malaysia dan meningkatkan kemampuan baik dari sisi teknologi dan kapabilitas perusahaan.
Lembaga Tabung Angkatan Tentera - LTAT, yang merupakan singkatan dari Armed Forces Fund Board, didirikan sejak Agustus 1972. LTAT Adalah badan hukum pemerintah yang memberikan manfaat bagi Angkatan Bersenjata Malaysia untuk menabung untuk masa pensiun mereka.
Masih ada yang dibeli di luar negeri hanya 2 persen yang belum diproduksi di dalam negeri, yaitu peralatan jibom
Jokowi kesal seragam masih impor 👮
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendukung kebijakan pemerintah untuk melindungi produk dalam negeri dengan mengalokasikan anggaran belanja 98 persen untuk produk lokal.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo memastikan anggaran belanja untuk barang-barang di Korps Bhayangkara sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo.
"Sebagian besar belanja barang-barang Polri menggunakan produk dalam negeri, sampai 98 persen," kata Dedi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut dia, alokasi anggaran tersebut sesuai dengan standar dari Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi, yakni sebesar 40 persen.
"Polri menggunakan produk dalam negeri yang sesuai dengan target dari Kementerian Manives 'kan 40 persen belanja barang itu harus dibelanjakan untuk produksi dalam negeri. Polri sudah melampaui itu," kata Dedi.
Meski demikian, Dedi mengakui bahwa Polri masih mengalokasikan 2 persen dari anggaran tersebut untuk membeli sejumlah perlengkapan di luar negeri.
Produk tersebut dibeli di luar negeri karena belum tersedia produsen di dalam negeri yang membuat perlengkapan tersebut, seperti produsen baju untuk tim penjinak bom (jibom) yang memerlukan keamanan berstandar tinggi.
Ia mengatakan kebutuhan perlengkapan jibom tersebut untuk Gegana yang ada di Mabes Polri dan 34 polda setiap provinsi.
"Masih ada yang dibeli di luar negeri hanya 2 persen yang belum diproduksi di dalam negeri, yaitu peralatan jibom," ungkapnya.
Selain peralatan untuk jibom, lanjut Dedi, masih ada perlengkapan lain yang dibeli menggunakan produk luar negeri untuk Unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) yang memerlukan standar serupa. Masalahnya, baju tersebut memerlukan ketahanan radiasi yang mumpuni.
"Baju-baju yang tahan radiasi itu yang memproduksi orang-orang atau negara-negara yang pernah berurusan dengan radiasi nuklir karena ini menyangkut keselamatan tinggi anggota," ucap Dedi.
Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Joko Widodo mengancam akan menyebutkan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah yang masih lebih memilih untuk membeli barang-barang impor.
"Yang tepuk tangan nanti kalau barang-barangnya tidak masuk e-katalog, target tidak tercapai saya umumkan, nanti. Setuju tidak? Umumkan saja, deh, kita ini harus terbuka apa adanya," kata Presiden Joko Widodo di Bali, Jumat.
Presiden Joko Widodo menyampaikan hal tersebut dalam acara "Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia" yang juga dihadiri oleh para menteri Kabinet Indonesia Maju serta para gubernur di Indonesia.
E-katalog yang dimaksud Presiden Jokowi adalah aplikasi belanja daring yang disediakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP) untuk menyediakan berbagai macam produk yang dibutuhkan oleh Pemerintah.
Presiden Jokowi pun heran berbagai produk yang bisa dihasilkan di dalam negeri tetapi tidak dibeli oleh kementerian, pemda, dan BUMN, malah lebih memilih produk-produk impor.
Produk-produk impor tersebut, antara lain, closed circuit television" (CCTV), alat kesehatan, seragam, sepatu, hingga onderdil untuk traktor pertanian.
"Coba CCTV beli impor, di dalam negeri ada yang bisa produksi. Apa-apaan ini, dipikir kita bukan negara yang maju? Buat CCTV saja beli impor. Seragam dan sepatu tentara dan polisi beli dari luar! Kita ini produksi di mana-mana bisa jangan diterus-teruskan. Alat kesehatan, Pak Menteri Kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit, produksi saya lihat di Yogya, Bekasi, Tangerang ada tetapi beli impor," ungkap Presiden.