Senin, 19 Desember 2022

[RIP] KKB Serang Rombongan Polisi di Yapen

☠ 2 Kendaraan Dibakar, 1 Warga Tewas(istimewa) ☆

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang rombongan kendaraan polisi yang akan membuka pemalangan jalan di KM 1 Jalan Trans Yapen Saubeba-Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (13/12/2022) siang.

Saat itu, sekitar pukul 12.20 WIT, rombongan polisi tiba di lokasi yang terhalang oleh dua batang kayu yang dipasang di tengah jalan.

“Pada saat hendak membuka palang tersebut, KKB melakukan tembakan dari arah bukit ke arah anggota yang berada di TKP. Akhirnya terjadi kontak tembak, sembari anggota mencari posisi yang aman dan memperhatikan pelaku penembakan yang berada di ketinggian,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal melalui keterangan tertulis, Rabu (14/12/2022).

Kamal mengatakan, kontak tembak antara polisi dengan KKB berlangsung sekitar satu jam. Namun, karena KKB juga menggunakan bom molotov, polisi memilih mundur untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

"Setelah kurang lebih satu jam kontak tembak, anggota kemudian mencari sinyal untuk meminta bantuan ke Polres Kepulauan Yapen," kata dia.

“Setelah bantuan tiba, anggota kembali melakukan penyisiran di lokasi penembakan, namun pelaku penembakan telah meninggalkan lokasi kejadian,” sambung Kamal.

Kamal menyebut, akibat kejadian tersebut, ada dua kendaraan polisi yang dibakar oleh KKB. Selain itu, ada korban jiwa dari warga sipil yang ikut dalam rombongan polisi.

"Dari romobongan Polres membawa tiga orang operator sensor, satu di antaranya meninggal dunia atas nama Yeferson Sayuri akibat luka tembak di bagian punggung. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Serui," kata dia.

Jenazah korban saat ini sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk disemayamkan.

Menurut Kamal, saat ini situasi di Kabupaten Kepulauan Yapen cukup kondusif, namun Kapolres dan seluruh anggota tetap melakukan kegiatan preventif. Selain itu, pihak Polres Kepulauan Yapen sedang menyelidiki kasus kontak tembak tersebut.

  💂 Kompas  

Proyek Jet Siluman KF 21 RI-Korea

Proyek Lanjut, cost share sudah dialokasikan dalam APBN 2022 & 2023
KF-21 Boramae [ROKArmed Forces] ★

Proyek pengembangan pesawat tempur siluman KFX/IFX yang dikenal dengan KF-21 Boramae antara Indonesia dan Korea Selatan ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Sejak diteken pada 2010, hingga saat ini proyek tersebut masih terkatung-katung.

Sekjen Kemhan periode 2010-2013 Marsekal (Purn) Eris Heryanto menceritakan fase pengembangan KF-21 Boromae atau KFX. Pada awalnya, dia menuturkan tidak ada masalah berarti.

Setelah MoU pada 15 Juli 2010 antara Sekjen Kemenhan RI dan Defense Acguisition Program Administration (DAPA) Korea, masuklah ke fase pengembangan teknologi yang dimulai pada 2011 dibuka dengan riset.

"Ini sistem kerja sama di development phase. Ini belum jadi masalah, DAPA MoU dengan kita, pelaksanaannya di Korea," paparnya dalam Workshop FPCI '11 Years and Counting: Assessinng Indonesia-Korea Defense Cooperation, dikutip Senin (19/12/2022).

Saat itu, pihak yang terlibat adalah Balitbang Kemenhan RI yang membawahi Korea Aerospace Industries (KAI) dan LIG NEX 1 Ltd. serta industri lainnya. Ada pula PT Dirgantara Indonesia (PTDI), ITB, dan TNI AU.

Kemudian, saat engineering and manufacturing development (EMD) phase di 2012-2016, proyek ini vakum karena pihak Korea hold atau menunda kerja sama. Eris menuturkan ada pergantian pemerintah dan harus dapat izin dari parlemennya.

Baru pada 2016 Oktober ada penandatanganan project agreement antara Indonesia dan Korea agar proyek ini bisa masuk ke engineering manufacturing development phase.

"Ini struktur kerja sama yang ditentukan bahwa pihak Korea dan Indonesia membentuk yang disebut JPMO (Joint Project Management Office)," paparnya.

Sayangnya, Eris mengemukakan Indonesia memiliki kelemahan.

"Kelemahannya, Indonesia enggak tahu kontrak yang sudah disepakati antara pemerintah Korea dengan KAI sehingga penandatanganan cost share agreement (dilakukan) antara KAI dan pemerintah Indonesia, harusnya ini dengan pemerintah Korea," paparnya.

Proyek KFX/IFX atau KF 21 Boromae Korea-Indonesia

Sementara itu, KAI mitranya PTDI membuat work assignment agreement.

"Ini adalah rencana kegiatan pada saat EMD phase, sudah dimulai tahun 2016, kita harusnya mengirim (tenaga) teknik kita. Tapi di 2016-2017 itu, kita belum membayar cost share," paparnya.

Indonesia, menurut Eris, belum membayar cost share karena saat itu alokasinya berada di Kemenhan. Menurut Eris, anggaran cost share saat itu dimanfaatkan untuk kepentingan lebih penting.

"Akibatnya Kemenkeu gak bersedia mengganti sampai ada perintah dari Presiden. Itu kenapa kita gak bayar cost share," tegasnya.

Dia memandang jika perjanjian ini sudah dituangkan dalam bentuk Perpres, seharusnya urusan keuangan bukan lagi ranah kementerian. Ini sudah menjadi komitmen pemerintah dengan pemerintah yang melakukan kerja sama. Menurutnya, masalah cost share ini masih dibicarakan antara Kemenhan dengan PTDI.

Saat Presiden Joko Widodo menjabat, beliau memerintahkan adanya evaluasi kerja sama ini. Evaluasi butuh waktu 2 tahun, yakni pada tahun 2018 hingga 2019.

Evaluasi dilakukan antara kedua belah pihak. Selagi evaluasi tersebut, Korea tetap menjalankan program.

"Akibatnya kita agak terlambat dan teknisi kita sebagian dipulangkan dan saat Covid, kembali semua ke Indonesia. Ini adalah masalah saat itu yg terjadi," ujarnya.

  Ada Campur Tangan AS di Proyek Mewah RI-Korea 
Potensi pasar proyek KFX/IFX atau KF 21 Boromae Korea-Indonesia

Tidak hanya itu, proyek ini juga mengalami hambatan dari sumber daya manusia. Jumlah engineer Indonesia di joint development phase sebanyak 85 personel, sementara produksi 31 personel. Namun, jumlah itu tidak tercapai.

Selain itu, dalam proyek pesawat siluman ini, pihak Korea mendapatkan teknologi dari Amerika Serikat (AS).

"Ada 129 teknologi kunci, sementara pihak Amerika tidak memberikan 4 teknologi kunci kepada siapapun, sedangkan ke Indonesia 9 teknologi tidak diberikan," kata Eris.

Eris pun mengemukakan masalah lain yang sangat krusial, yakni pemerintah AS tidak memberikan export license kepada Indonesia dalam bentuk LRU/komponen subsistem atau teknologi-teknologi yang lain.

"Padahal LRU dan teknologi-teknologi yang lain sudah mulai digunakan di prototipe (KF 21 Boromae)". Ini yang membuat hambatan Indonesia kerja sama dengan Korea.

Eris menegaskan Korea sendiri sudah memberikan kemudahan bahwa nantinya teknologi-teknologi ini akan secara bertahap diberikan kepada Indonesia.

"Tetapi apakah tetap komitmen diberikan sampai dengan berakhirnya EMD phase, kita liat. Ini bicara mengenai teknologi," ujarnya.

Namun, dia menyayangkan karena Indonesia tidak bisa melakukan ekspor pesawat jet tempur ini, karena tidak memiliki lisensi ekspor atau export license.

Brigadir Jenderal (Purn) Jung Kwang Sung, yang menjabat sebagai First Director General for KF-X Program Group at the Defense Acguisition Program Administration (DAPA), mengungkapkan bahwa pihak Korea dan Indonesia masih terus mengupayakan lobi-lobi dengan AS untuk mendapatkan lisensi ekspor.

Sementara itu, dia menuturkan Korea Selatan juga mempertimbangkan banyak hal untuk mencari solusi bagaimana bisa melakukan transfer teknologi ke Indonesia.

"Pemerintah Korea dengan Indonesia sudah memiliki kesepahaman supaya Indonesia bisa memiliki teknologi yang diinginkan, caranya tidak memberikan secara langsung tapi Korea bisa memberikan pengalaman melalui beberapa sejumlah pendidikan, training, seminar, on the job training supaya Indonesia bisa memiliki pengalaman untuk menguasai teknologi," paparnya dalam workshop FPCI.

Menurutnya, hal ini sudah disepakati antara KAI dan pemerintah Korea Selatan. Dia menegaskan pihaknya sedang menanti proses ini.

Saat ini, dia memastikan bahwa proyek KF-X atau KF-21 tetap berjalan dan tidak pernah tertunda, meskipun kondisi ekonomi dunia mengalami tekanan.

"Saya juga melihat ke depan program ini berjalan dengan baik, tidak ada potensi tertunda lagi dan kami berharap pemerintah Indonesia lebih banyak mengirim para teknisi ke Korea Selatan sehingga mereka bisa mengejar ketertinggalan yang selama ini terjadi dan ada partisipasi yang lebih intensif dari tim engineer Indonesia," tegasnya.

  Menilik Prospek Pasar KF 21 Boromae 
Potensi pasar proyek KFX/IFX atau KF 21 Boromae Korea-Indonesia

Proyek yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp 24,8 triliun atau sekitar 8 miliar won. Anggaran ini terdiri dari empat tahapan alokasi, pengembangan teknologi sebesar Rp 0,1 triliun, pembangunan sebanyak Rp 20 triliun, kesiapan teknologi Rp 0,7 triliun dan opersional dan infrastruktur sebesar Rp 4 triliun. Menurut Eris, share Indonesia dalam hal ini mencapai 20 persen.

"Ini infrastruktur yang harus dipunyai Indonesia dalam mengerjakan kegiatan baik testing, sertifikasi, atau pembuatan-pembuatan part," ujarnya.

Adapun, kajian potensi pasar telah dilakukan. Eris mengatakan ada kurang lebih 4 institusi di dunia yang melakukan kajian, kiranya mana saja negara yang akan tertarik membeli pesawat ini.

Secara internal, Korea dan Indonesia akan membeli 168 unit, dimana Korea akan mengambil 120 unit dan Indonesia sebanyak 48 unit.

"Kemungkinan korea akan meningkat di 240 unit," kata Eris. Kemudian dari kajian IHS Janes, minimum market yang akan menyerap jet tempur siluman ini mencapai 160 unit dan maksimal 368 unit.

"Jadi menurut saya cukup besar interest negara-negara ini untuk membeli produk Korea dan Indonesia," katanya.

Bahkan, salah satu riset SDI Market Research pada 2012 memperkirakan ada 149 unit KF 21 Boromae yang paling tidak akan diserap pasar dan maksimal bisa sampe 572. Sementara itu, Teal Group memperkirakan KF 21 ini bisa diserap pasar sebanyak 599 unit dengan angka optimistisnya sebanyak 869 unit.

Adapun, untuk pasar ekspor, Eris menegaskan bahwa dalam kerja sama MoU terdahulu telah disepakati adanya joint marketing antara Indonesia dan Korea Selatan.

  Sinyal Kuat, Proyek Jet Siluman Lanjut! 
Tahapan proyek KFX/IFX atau KF 21 Boromae Korea-Indonesia

Seperti disampaikan di atas, cost share menjadi tantangan dari proyek ini. Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI telah memastikan pembayaran cost share.

Direktur Anggaran Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Dwi Pudjiastuti Handayani menegaskan bahwa cost share untuk KF 21 Boromae sudah dialokasikan ke dalam APBN 2022 dan 2023.

"Tentang cost share utk KFX-IFX, dalam APBN 2022 & 2023 sudah dialokasikan," tegasnya saat dihubungi CNBC Indonesia, Minggu (18/12/2022).

Terkait dengan pelaksanaannya pembayaran, semuanya telah diserahkan kepada Kemenhan. Sayangnya, Juru Bicara Menteri Pertahanan (Jubir Menhan) RI Dahnil Anzar Simanjuntak tidak menjawab pernyataan terkait dengan cost share dan perihal lisensi ekspor.

Namun, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) M. Herindra telah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam RI) Mahfud MD pada 17 Oktober 2022. Pertemuan yang dilaksanakan secara tertutup ini membahas langkah lanjutan program KFX/IFX.

Sebulan sebelumnya, tepatnya pada 28 September 2022, M. Herindra menghadiri flight test dari KF-21 Boramae.

"Indonesia boleh bersikap optimis bahwa suatu saat kelak KF-21 Boramae akan menjadi bagian dari sistem pertahanan udara Indonesia", kata Wamenhan di depan Menteri DAPA (Defense Acquisition Program Administration) Eom Dong Hwan.

Dia pun menilai bahwa Program Pengembangan KFX/IFX ini merupakan salah satu program nasional yang memiliki nilai strategis bagi bangsa Indonesia, karena bertujuan memenuhi kebutuhan pesawat tempur TNI AU untuk periode 2025 - 2040.

Saat bertemu dan memberikan arahan serta semangat kepada 37 personel engineer dari Indonesia di Kantor Pusat PT KAI di Sacheon Air Base, Korea Selatan, Herindra menegaskan bahwa proyek ini akan tetap berlanjut.

"Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan program Pengembangan Bersama Pesawat Tempur KFX/IFX, dan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan antara pemerintah RI dengan ROK", tegasnya.

Dia mengatakan Indonesia menargetkan mengirim 100 personil engineer, yang secara rotasi akan mengikuti program di Korea Selatan. Program ini sendiri telah dimulai sejak September 2021 dan diharapkan selesai pada pertengahan tahun 2026. (haa/luc)

  ★ CNBC  

[Global] Korvet HTMS Sukhothai Tenggelam di Teluk Siam

⚓ Diterjang Gelombang Air Laut, 33 Marinir hilang Korvet HTMS Sukhothai FS-442, produksi Tacoma Boatbuilding Company, Washington, USA (Royal Thai Navy) ⚓

Sebuah korvet atau kapal perang kecil milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand tenggelam pada Minggu malam. Sebanyak 33 marinir yang menjadi bagian dari awak kapal dinyatakan hilang.

Kapal perang yang tenggelam itu bernama HTMS Sukhothai.

Angkatan Laut pada Senin (19/12/2022) mengatakan militer telah mengerahkan kapal perang dan helikopter untuk mencoba menemukan 33 marinir yang hilang.

Tiga kapal perang dan dua helikopter dikirim untuk menemukan mereka yang hilang di lepas pantai provinsi Prachuap Khiri Khan, selatan Bangkok.

HTMS Sukhothai mengalami kerusakan mesin dan kemudian tenggelam sebelum tengah malam sekitar 20 mil laut lepas pantai.

Kapal perang HTMS Sukhothai milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand tenggelam semalam. Dari 106 orang yang berada di dalam kapal, 33 di antaranya dinyatakan hilang. (Foto/Angkatan Laut Kerajaan Thailand)

Misi penyelamatan semalam, dalam cuaca buruk, telah menyelamatkan 73 dari 106 orang yang berada di kapal tersebut. Menurut Angkatan Laut, 33 lainnya belum ditemukan.

Angkatan Laut mem-posting foto dan rekaman video di akun Twitter-nya yang menunjukkan sekelompok personel dengan rompi oranye di rakit tiup hitam bergerak menjauh dari kapal dalam kegelapan saat ombak membumbung di sekitarnya. Belum jelas berapa banyak rakit yang dikerahkan.

HTMS Sukhothai adalah korvet buatan Amerika Serikat (AS) yang digunakan sejak 1987. "Diterjang gelombang kuat semalam dan memaksanya miring ke satu sisi sebelum dibanjiri air laut," kata juru bicara Angkatan Laut Laksamana Pogkrong Monthardpalin, seperti dikutip Reuters.

Sebuah foto yang dibagikan oleh Angkatan Laut menunjukkan kapal abu-abu itu terbalik ke samping, sementara foto lain di layar pemindai menunjukkan haluan kapal dan menara meriam menyembul di atas permukaan air saat tenggelam. (min)
 

  ⚓
sindonews  

Minggu, 18 Desember 2022

Prabowo Hadiri Pelantikan 2 Taruna Indonesia di Royal Military Academy Sandhurst Inggris

https://statik.tempo.co/data/2022/12/18/id_1166406/1166406_720.jpgMenteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menghadiri pelantikan taruna Indonesia pertama yang lulus dari Akademi Militer Royal Military Academy Sandhurst (RMAS) di Inggris, Minggu, 18 Desember 2022. [Istimewa] ★

M
enteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri pelantikan dua taruna Indonesia pertama yang lulus dari Akademi Militer Royal Military Academy Sandhurst (RMAS) di Inggris, salah satu akademi militer tertua dan paling bergengsi di dunia. Keduanya merupakan taruna Akademi Militer Magelang, Jawa Timur, yaitu Letda Infanteri Rafi Pratama Insan; dan Letda Infanteri Muhammad Fadlan Mairubi.

Keduanya menjadi orang Indonesia pertama yang lulus dari RMAS. Kepada keduanya, Ketua Umum Gerindra ini sempat bertanya apa saja yang mereka dapat pascasetahun menjalani pendidikan di Sandhurst.

"Pengalaman di sini, mereka lebih fokus (mengajarkan) bagaimana beroperasi di perang urban daripada di daerah rural, dan juga lebih fokus gabungan-gabungan antara kecabangan," kata Rafi, dalam keterangan tertulis Menteri Pertahanan, Ahad, 18 Desember 2022.

Anak dari Mayor Santosa dan Sri Agustin ini juga menjawab selama pendidikan di Sandhurst, ia menjalani pendidikan 1 satuan kredit semester (SKS) di Sandhurst dan materi yang dipelajari di antaranya berfokus tentang perang dunia kedua. "Pendidikan 1 SKS hanya berfokus pada perang dunia kedua yang dilakukan Musolini," ucap Rafi.

Usai pertemuan, Prabowo pun mengabarkan momen ini di akun media sosialnya. "Menghadiri pelantikan Taruna Indonesia pertama yang lulus dari Akademi Militer Royal Military Academy Sandhurst (RMAS) di Inggris, salah satu Akademi Militer tertua dan paling bergengsi di dunia," tulis Prabowo.

Prabowo menjelaskan, Rafi dan Fadlan menjalani pendidikan di RMAS Inggris ketika berpangkat Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar) atau tingkat 4 di Akmil Magelang. Keduanya menjalani pendidikan di RMAS selama setahun.

"Selamat kepada Letda Inf. Rafi Pratama Insan dan Letda Inf. Muhammad Fadlan Mairubi, terus berkarya untuk Indonesia Raya," ujar Prabowo.

Sejak awal bertugas sebagai menteri, Prabowo telah menyatakan keinginan mengirim taruna Indonesia untuk pendidikan di Akmil bergengsi dunia. Ia menganggap upaya ini menjadi salah satu prioritas dalam melakukan diplomasi pertahanan.

Selain itu, Indonesia juga telah mengirim taruna pendidikan kedinasan Akmil untuk menjalani pendidikan dan pelatihan di tiga akmil bergengsi di Amerika Serikat (AS). Ketiganya yaitu Akmil AS atau The US Military Academy (USMA) West Point, Akademi Angkatan Laut AS atau The US Naval Academy (USNA) Annapolis, dan Akademi Angkatan Udara AS atau The US Air Force Academy (USAFA) Colorado.

  ★ Tempo  

[Global] Mossad Ungkap Bagaimana Legenda Mata-mata Eli Cohen Ditangkap Suriah

https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2022/12/12/43/967319/mossad-ungkap-bagaimana-legenda-matamata-eli-cohen-ditangkap-suriah-uvx.jpgLegenda mata-mata Mossad Eli Cohen yang ditangkap dan dieksekusi mati Suriah. (Foto/Kantor Pers Pemerintah Israel via Jerusalem Post) ★

M
ossad, dinas intelijen Israel untuk operasi asing, pada Senin (12/12/2022) mengungkapkan untuk pertama kalinya bagaimana mata-mata terkenalnya, Eli Cohen, ditangkap pihak berwenang Suriah pada tahun 1965.

Direktur Mossad David Barnea mengungkapkan isi telegram terakhir Cohen kepada agensi tersebut, yang dikirim pada 19 Januari 1965. Menurutnya, seperti dikutip Jerusalem Post, telegram itu telah dintersepsi atau disadap.

Selama beberapa dekade, telah terjadi perdebatan tentang apakah Cohen, yang memberikan informasi penting kepada Mossad tentang pejabat tinggi dan persenjataan Suriah dari 1961-1965, ditangkap karena pimpinan mendorongnya terlalu keras atau dia sendiri yang mengambil terlalu banyak risiko.

Barnea mengatakan bahwa merilis kabel terakhir adalah bagian dari upaya untuk memperjelas bahwa tidak ada yang bersalah, dan kadang-kadang bahkan itu mata-mata terbaik.

Dia menilai Cohen sebagai legenda atas kontribusinya pada Mossad—dapat ditangkap oleh kontraintelijen terus-menerus dari pihak musuh.

 Siapakah Eli Cohen?

Cohen berlatih secara ekstensif dan menghabiskan waktu di Amerika Selatan untuk membangun cerita sampul yang mendalam sebagai pengusaha yang memiliki ikatan kuat dengan Suriah, dan berhasil berteman dengan berbagai pejabat tinggi Suriah.

Namun, beberapa orang Suriah sudah curiga padanya setelah kudeta internal pada tahun 1963 dan Suriah juga menerima alat teknologi baru untuk mendeteksi transmisi mata-mata dari Uni Soviet.

Terlepas dari pengungkapan Barnea, beberapa sejarawan akan terus mengeklaim bahwa Cohen ingin tinggal di Israel pada tahun 1964 dan khawatir untuk kembali ke Suriah untuk periode waktu lain dalam penyamaran—periode waktu di mana dia akhirnya ditangkap.

Barnea membuat pengungkapan itu pada upacara pembukaan museum baru bernama Cohen di Herzliya.

  Media Rusia Putar Rekaman Eli Cohen Keluyuran di Damaskus 
https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2021/02/23/43/343820/media-rusia-putar-rekaman-legenda-mossad-eli-cohen-keluyuran-di-damaskus-oea.jpgGambar rekaman yang diputar media Rusia menunjukkan legenda Mossad Israel, Eli Cohen, keluyuran di Ibu Kota Suriah, Damaskus, tahun 1960-an. (Foto/Times of Israel/YouTube)

Media pemerintah Rusia telah menyiarkan rekaman yang menunjukkan legenda mata-mata Mossad Israel; Eli Cohen, jalan-jalan di Damaskus, Suriah, selama tahun 1960-an. Cohen berkeluyuran di ibu kota negara musuh itu ketika dia aktif sebagai mata-mata negara Yahudi.

Jaringan televisi Russia Today (RT) memasukkan rekaman klip itu sebagai bagian dari film dokumenter yang dirilis berjudul "Spyfall". Dokumenter itu mengeksplorasi spionase di Suriah pada saat itu.

Dalam beberapa detik film hitam putih, seorang pria yang menurut media tersebut adalah agen Mossad; Eli Cohen, terlihat berjalan di sepanjang jalan di Ibu Kota Suriah dekat markas Angkatan Udara Suriah di kawasan pemerintahan, tidak jauh dari apartemen Cohen.

Rekaman tersebut dilaporkan difilmkan oleh Boris Lukin, seorang spesialis sinyal yang telah dikirim ke Suriah sebagai atase militer Rusia.

Tidak jelas apakah dia bermaksud memfilmkan Cohen atau menangkapnya dengan kamera secara kebetulan.

Janda Cohen, Nadia Cohen, mengatakan kepada surat kabar Israel Hayom bahwa dia telah menonton klip tersebut. “Ini adalah pengingat Eli saya,” katanya.

Namun, Nadia juga mengkritik pemerintah Israel karena tidak berbuat lebih banyak untuk membawa pulang jenazah suaminya, yang lokasinya masih menjadi misteri.

Cohen menyusup ke tingkat teratas kepemimpinan politik Suriah pada tahun-tahun sebelum Perang Enam Hari 1967, dan informasi yang dia peroleh dipuji karena memainkan peran kunci dalam keberhasilan Israel yang menakjubkan dalam perang itu.

Dia diadili dan dieksekusi oleh pemerintah Suriah karena spionase pada 18 Mei 1965, setelah dia berhasil menyusup ke pemerintah Suriah dengan nama alias Kamel Amin Thaabet selama empat tahun.

Jenazah Cohen belum dikembalikan dari Suriah, meski ada permintaan selama puluhan tahun oleh keluarganya. Israel telah meminta bantuan Rusia dalam upaya itu, yang sejauh ini tidak berhasil.

Dokumenter RT dirilis ketika Moskow menengahi pembebasan seorang wanita Israel yang menyeberang ke Suriah pada awal bulan ini.

Wanita itu dikembalikan ke Israel pada hari Jumat melalui kesepakatan pertukaran tahanan yang ditengahi oleh Rusia, dua minggu setelah dia melintasi perbatasan ke Suriah.

Detail pertukaran tahanan, termasuk nama wanita Israel dan fotonya, telah disensor oleh militer. Wanita itu dilaporkan berusia 25 tahun dari Modiin Illit yang fasih berbahasa Arab.

Israel membebaskan dua gembala Suriah yang ditangkap di sisi perbatasan Israel, dan mengurangi hukuman seorang tahanan keamanan berkebangsaan Suriah, dalam apa yang secara luas dipandang sebagai kesepakatan pertukaran tahanan.

Meski demikianm, ada sebuah laporan asing yang mengatakan bahwa Israel juga setuju untuk membeli vaksin COVID-19 Sputnik V Rusia senilai USD 1 juta untuk Suriah sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.(min)

  ★ sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...