Selasa, 20 Desember 2022
[Video] KRI Kerambit-627 Sukses Uji Penembakan Meriam
⚓ Diposkan PAL Indonesia
KRI Kerambit-627 (PAL Indonesia) ⚓
Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-4 yang dikenal dengan KRI Kerambit-627 telah sukses melaksanakan uji penembakan pada tahap Live Firing Test (LFT).
KRI Kerambit-627 mengusung sistem persenjataan yang serupa dengan KRI Halasan-630 dan KCR Ke-5 dan KCR Ke-6 yang sedang dalam proses pembangunan yakni meriam utama 57mm Mk3. Sebelumnya, meriam utama ini telah terinstal diatas kapal pada April 2022 dan telah sukses menjalankan magnetic particle test (MPT) pada pertengahan Oktober 2022 lalu.
Dalam Live Firing Test (LFT) kali ini dilakukan pengujian tembak dari jarak dekat maupun jarak jauh, yang keseluruhannya telah dinyatakan sukses dan memenuhi persyaratan yang diberikan dalam melakukan penembakan permukaan (surface target) dan penembakan di udara (air target).
KRI Kerambit-627 (PAL Indonesia) ⚓Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-4 yang dikenal dengan KRI Kerambit-627 telah sukses melaksanakan uji penembakan pada tahap Live Firing Test (LFT).
KRI Kerambit-627 mengusung sistem persenjataan yang serupa dengan KRI Halasan-630 dan KCR Ke-5 dan KCR Ke-6 yang sedang dalam proses pembangunan yakni meriam utama 57mm Mk3. Sebelumnya, meriam utama ini telah terinstal diatas kapal pada April 2022 dan telah sukses menjalankan magnetic particle test (MPT) pada pertengahan Oktober 2022 lalu.
Dalam Live Firing Test (LFT) kali ini dilakukan pengujian tembak dari jarak dekat maupun jarak jauh, yang keseluruhannya telah dinyatakan sukses dan memenuhi persyaratan yang diberikan dalam melakukan penembakan permukaan (surface target) dan penembakan di udara (air target).
💂 Youtube
[Global] AS Coba Cegah Ukraina Bunuh Jenderal Rusia yang Kunjungi Garis Depan
Petinggi Rusia di perbatasan [nationalreview]Amerika Serikat (AS) dilaporkan sempat berusaha mencegah Ukraina untuk membunuh seorang jenderal top militer Rusia pada awal invasi pada akhir Februari lalu. Rencana pembunuhan itu menargetkan jenderal Rusia yang melakukan kunjungan ke garis depan pertempuran usai pasukan Moskow mengalami kemunduran.
Seperti dilansir Insider.com, Senin (19/12/2022), informasi itu diungkapkan oleh surat kabar ternama AS, The New York Times (NYT), yang merilis artikel investigasi pada Sabtu (17/12) waktu setempat.
Menurut NYT, Kepala Staf Jenderal Militer Rusia Valery Gerasimov, pada April lalu, merencanakan kunjungan ke garis depan pertempuran pasukan Rusia dan Ukraina. Sejumlah pejabat AS mengetahui rencana Gerasimov itu namun memutuskan untuk merahasiakannya dari Ukraina.
Laporan NYT juga menyebut bahwa para pejabat AS menyadari mereka telah 'sangat melebih-lebihkan' kekuatan militer Rusia ketika negara itu menginvasi Ukraina, negara tetangganya, pada 24 Februari lalu.
Tentara-tentara Rusia, sebut laporan NYT, memiliki peralatan militer yang buruk, dengan seorang tentara mengeluhkan harus memakai helm buatan tahun 1940-an dan tentara lainnya bertanya soal cara mengubah senjatanya menjadi sepenuhnya otomatis sebelum bertempur.
Beberapa tentara lainnya bahkan diberitahu mereka 'tidak akan pernah bertempur' ketika direkrut militer Rusia.
"Tidak ada yang akan bertahan hidup," sebut komandan militer pro-Rusia, Aleksandr Kodhakovsky, kepada NYT. "Satu cara atau lainnya, satu senjata atau lainnya akan membunuh Anda," cetusnya.
Beberapa bulan berlalu dan tentara Rusia yang kurang terlatih terus mengalami kekalahan dan kehilangan wilayah dalam pertempuran dengan pasukan Ukraina. Kremlin mulai menggerakkan para jenderal militer berpangkat tinggi ke garis depan pertempuran.
Beberapa perwira tinggi Rusia yang menjadi korban di Ukraina (koko)Menurut NYT, banyak jenderal militer Rusia melakukan 'kesalahan mematikan' dengan memposisikan diri di dekat antena dan pusat komunikasi, yang menjadikan mereka mudah ditemukan, dan pasukan Ukraina mulai membunuh mereka.
Ketika Gerasimov memutuskan untuk mengunjungi garis depan pertempuran pada April lalu, sebut laporan NYT, para pejabat AS merahasiakan informasi itu dari Ukraina karena menilainya akan 'secara tajam meningkatkan' konflik.
Namun tetap saja, para pejabat Ukraina mengetahui rencana Gerasimov itu dan berencana untuk menyerangnya. Para pejabat senior AS, seperti dilaporkan NYT, meminta Ukraina untuk membatalkan rencana serangan itu.
"Kami mengatakan kepada mereka (Ukraina-red) untuk tidak melakukannya," tutur seorang pejabat senior AS, yang tidak disebut namanya, kepada NYT.
"Kami seperti, 'Hei, itu berlebihan'," imbuh pejabat itu.
Laporan NYT menyebutkan bahwa Ukraina akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan serangan, karena pesan peringatan dari AS itu terlambat diterima. Serangan Ukraina itu dilaporkan menewaskan 'puluhan tentara Rusia', namun Gerasimov berhasil lolos.
Usai serangan itu, sebut NYT, para jenderal militer Rusia mulai jarang mengunjungi garis depan pertempuran.
Belum ada tanggapan resmi dari otoritas Ukraina maupun Rusia terhadap laporan NYT ini. (nvc/ita)
♖ detik
[Video] Indonesia Akan Punya Satelit Militer
📡 🛰 Diungkapkan Sobat Militer
Indonesia pernah akan meluncurkan satelit militer buatan konsorsium Eropa Airbus Defence and Space pada 2019. Airbus ditunjuk Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menggarap satelit militer itu setelah memenangi tender yang juga diikuti oleh Orbital Sciences Corporation asal Amerika Serikat, Loral Space & Communications asal AS, serta satu perusahaan satelit asal Rusia.
Satelit militer, kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, berbeda dengan satelit-satelit lain yang sebelumnya diluncurkan Indonesia. Satelit militer ini bersifat rahasia, dan nantinya semua komunikasi Tentara Nasional Indonesia akan menggunakan satelit tersebut.
“Satelit Militer enggak boleh campur-campur. Itu kan rahasia. Kalau satelit umum bisa digunakan untuk umum, perusahaan, dan macam-macam. Tapi di mana-mana, satelit militer itu harus rahasia,” demikian yang pernah diungkapkan Menteri Pertahanan yang terdahulu, Rymizard Ryacudu.
Berikut video dari Youtube :
Indonesia pernah akan meluncurkan satelit militer buatan konsorsium Eropa Airbus Defence and Space pada 2019. Airbus ditunjuk Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menggarap satelit militer itu setelah memenangi tender yang juga diikuti oleh Orbital Sciences Corporation asal Amerika Serikat, Loral Space & Communications asal AS, serta satu perusahaan satelit asal Rusia.
Satelit militer, kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, berbeda dengan satelit-satelit lain yang sebelumnya diluncurkan Indonesia. Satelit militer ini bersifat rahasia, dan nantinya semua komunikasi Tentara Nasional Indonesia akan menggunakan satelit tersebut.
“Satelit Militer enggak boleh campur-campur. Itu kan rahasia. Kalau satelit umum bisa digunakan untuk umum, perusahaan, dan macam-macam. Tapi di mana-mana, satelit militer itu harus rahasia,” demikian yang pernah diungkapkan Menteri Pertahanan yang terdahulu, Rymizard Ryacudu.
Berikut video dari Youtube :
🛰 Youtube
Senin, 19 Desember 2022
KRI Kerambit-627 Lakukan Uji Tembakan Meriam Kaliber 57 mm
⚓ Siap dioperasikan TNI AL
KRI Kerambit-627 (TNI AL) ⚓
Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-4 atau yang dikenal dengan KRI Kerambit-627, telah sukses melaksanakan uji penembakan pada tahap live firing test (LFT).
Uji penembakan tahap LFT itu turut dihadiri oleh tim kelaikan dari jajaran Kementerian Pertahanan RI dan Mabes TNI AL.
Uji penembakan KRI Kerambit-627 ini menyusul kesuksesan sistership-nya, yakni KRI Halasan-630 yang sudah terlebih dulu menjalankan rangkaian uji penembakan pada pertengahan November 2022.
“Setelah sebelumnya berhasil mengembangkan variant fast patrol boat (FPB), saat ini PAL kembali dipercaya oleh Kementerian Pertahanan untuk mengintegrasikan sistem senjata pada KCR KRI Halasan-630 dan KRI Kerambit-627, serta dalam proses pembangunan dua unit KCR Kapak dan Panah," kata Chief Operating Officer (COO) PT PAL Indonesia Iqbal Fikri dalam siaran pers, Senin (19/12/2022).
Dalam uji penembakan tahap LFT, KRI Kerambit-627 tepat sasaran dari jarak dekat maupun jarak jauh.
Ruang PIT KRI Kerambit 627
"KRI Halasan-630 dan KRI Kerambit-627 yang baru- baru ini dilaksanakan dengan hasil penembakan yang akurat, pendeteksian obyek sasaran yang tepat," ujar Iqbal.
Dengan keadaan muatan kapal penuh (full load), dapat dipastikan kondisi platform kapal dan sistem persenjataan dinyatakan siap untuk beroperasi.
Iqbal berharap, KRI Kerambit-627 bisa memudahkan TNI AL dalam menjalankan fungsi operasinya dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Adapun sebagai Kapal Cepat Rudal 60m ke-4, KRI Kerambit-627 mengusung sistem persenjataan yang serupa dengan KRI Halasan-630 dan KCR Ke-5 dan KCR Ke-6 yang sedang dalam proses pembangunan meriam utama 57mm Mk3.
Sebelumnya, meriam utama itu telah terpasang di atas kapal pada April 2022 dan telah sukses menjalankan magnetic particle test (MPT) pada pertengahan Oktober 2022.
KRI Kerambit-627 (TNI AL) ⚓Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-4 atau yang dikenal dengan KRI Kerambit-627, telah sukses melaksanakan uji penembakan pada tahap live firing test (LFT).
Uji penembakan tahap LFT itu turut dihadiri oleh tim kelaikan dari jajaran Kementerian Pertahanan RI dan Mabes TNI AL.
Uji penembakan KRI Kerambit-627 ini menyusul kesuksesan sistership-nya, yakni KRI Halasan-630 yang sudah terlebih dulu menjalankan rangkaian uji penembakan pada pertengahan November 2022.
“Setelah sebelumnya berhasil mengembangkan variant fast patrol boat (FPB), saat ini PAL kembali dipercaya oleh Kementerian Pertahanan untuk mengintegrasikan sistem senjata pada KCR KRI Halasan-630 dan KRI Kerambit-627, serta dalam proses pembangunan dua unit KCR Kapak dan Panah," kata Chief Operating Officer (COO) PT PAL Indonesia Iqbal Fikri dalam siaran pers, Senin (19/12/2022).
Dalam uji penembakan tahap LFT, KRI Kerambit-627 tepat sasaran dari jarak dekat maupun jarak jauh.
Ruang PIT KRI Kerambit 627"KRI Halasan-630 dan KRI Kerambit-627 yang baru- baru ini dilaksanakan dengan hasil penembakan yang akurat, pendeteksian obyek sasaran yang tepat," ujar Iqbal.
Dengan keadaan muatan kapal penuh (full load), dapat dipastikan kondisi platform kapal dan sistem persenjataan dinyatakan siap untuk beroperasi.
Iqbal berharap, KRI Kerambit-627 bisa memudahkan TNI AL dalam menjalankan fungsi operasinya dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Adapun sebagai Kapal Cepat Rudal 60m ke-4, KRI Kerambit-627 mengusung sistem persenjataan yang serupa dengan KRI Halasan-630 dan KCR Ke-5 dan KCR Ke-6 yang sedang dalam proses pembangunan meriam utama 57mm Mk3.
Sebelumnya, meriam utama itu telah terpasang di atas kapal pada April 2022 dan telah sukses menjalankan magnetic particle test (MPT) pada pertengahan Oktober 2022.
💂 Kompas
Langganan:
Postingan (Atom)