Selasa, 03 Januari 2023

[Global] India Berhasil Tingkatkan Jangkauan Rudal Jelajah BrahMos

✈️ 🚀 Menjadi 450 km✈️ SU 30MKI dengan rudal jelajah BrahMos [IAF]

India telah berhasil meningkatkan jangkauan rudal jelajah BrahMos menjadi 450 km. Hal ini dipastikan melalui uji coba penembakan pada tanggal 30 Desember 2022.

Angkatan Udara India (IAF) mengatakan, pengujian dilaksanakan di atas Teluk Benggala menggunakan jet tempur Su-30MKI.

Dalam uji coba tersebut, rudal BrahMos berhasil menghancurkan kapal target pada jarak 450 km.

Dengan keberhasilan tersebut, kemampuan Su-30MKI semakin meningkat.

“Jangkauan rudal yang meningkat, dikombinasikan dengan kinerja superior Su-30MKI, memberi Angkatan Udara keuntungan strategis,” bunyi pernyataan dari IAF.

Rudal BrahMos dengan bobot 2,5 ton diluncurkan dari pesawat Su-30MKI.

Rudal ini mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir dengan berat 200-300 kg.

Selain diluncurkan dari pesawat, rudal BrahMos juga telah dikembangkan dalam versi peluncuran dari kapal dan versi peluncuran darat.

Kisaran jangkauannya berbeda tergantung pada platform peluncuran yang digunakan.

Dari peluncuran kapal dan darat, BrahMos dapat mencapai target hingga 500 km.

Rudal BrahMos ditenagi roket yang menggunakan bahan bakar padat (tahap pertama peluncuran) serta mesin ramjet dengan bahan bakar cair (tahap kedua peluncuran).

Rudal ini dikembangkan bersama oleh India dan Rusia. -JDN-

  ✈️
Airspace Review  

Senin, 02 Januari 2023

3 Kapal Produksi PAL Siap Diserahterimakan

⚓ KRI Halasan-630 & KRI Kerambit-627 Lulus Commodore Inspection Kapal Cepat Rudal KRI Halasan-630 & KRI Kerambit-627 (PAL Indonesia) ⚓

Setelah dilaksanakan pemasangan senjata utama, Kapal Cepat Rudal (KCR) 60m ke-3 dan KCR ke-4 juga sukses dalam berbagai rangkaian kelaikan seperti Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT).

“Harapannya dengan adanya instalasi dan integrasi sistem senjata ini akan menjadikan kemampuan KRI yang sudah ada semakin meningkat, dan siap menjalankan fungsi tempur strategis” ujar Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Bapak Laksda TNI Bambang Irwanto.

Kini, kapal Cepat Rudal 60m KRI Halasan-630 dan KRI Kerambit-627 dinyatakan siap untuk kembali memperkuat kedaulatan maritim Indonesia. Hasil penilaian ini didapatkan melalui terpenuhinya penilaian kelaikan dan kesiapan kapal sesuai dengan amanat kontrak, melalui agenda Commodore Inspection hari ini.

“Kapabilitas PAL telah teruji, bahwa PT PAL tidak hanya mampu membangun kapal saja, atau kapal dengan platform dan sewaco saja, namun juga mampu mengintegrasikan senjata di dalam kapal eksisting. Tentu tingkat kesulitan berbeda, sehingga dengan pengalaman dan kapabilitas yang ada ini membuktikan bahwa PAL siap menerima kepercayaan Pemerintah dan menyelesaikannya dengan memuaskan” ungkap Bapak Iqbal Fikri selaku Direktur Produksi yang turut hadir dalam Commodore Inspection.

Agenda Commodore Inspection atau inspeksi oleh perwira tinggi dilaksanakan di perairan utara Surabaya dan dihadiri 10 Perwira Tinggi baik dari Kementerian Pertahanan RI maupun Mabes TNI AL dengan ketua rombongan Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirjen Kuathan) dari Kementerian Pertahanan RI Bapak Laksda TNI Bambang Irwanto.

KRI Halasan-639 dan KRI Kerambit-627 mengusung sistem persenjataan yang serupa yakni meriam utama Bofors 57mm Mk3. Sebelumnya, meriam utama ini telah terinstal diatas kapal pada April 2022. Hal ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam pemenuhan Minimum Essential Force (MEF). Bapak Laksda TNI Dr. Bambang Irwanto selaku Dirjen Kuathan Kemhan menyatakan bahwa “KRI Halasan-630 dan KRI Kerambit-627 memiliki banyak perkembangan secara menyeluruh. Pada sistem kapal juga akan membuat kapal jenis KCR ini mampu menjalankan operasi dengan terkoneksi secara sistem komunikasi kapal perang jenis lainnya” ungkapnya dalam evaluasi Commodore Inspection hari ini.

Terselenggaranya Commodore Inspection dengan hasil baik, merupakan tahap akhir rangkaian proyek instalasi dan integrasi sistem senjata dua KCR ini. Hal ini merupakan penanda siapnya KRI Halasan-630 dan KRI Kerambit-627 untuk diserahterimakan dalam waktu dekat ini. Pencapaian kesuksesan dalam Commodore Inspection terdiri atas rangkaian uji fungsi sistem, sensor dan senjata, uji kecepatan & stabilitas kapal, serta uji kelaikan sistem kapal.

“Mekanisme Commodore Inspection sudah comply dengan apa yang kita harapkan, melihat sejauh mana kapal bergerak, bermanuver dan menjalankan misi. Sejauh ini pengembangan KCR 3&4 ini lebih baik dari KCR sebelumnya, sehingga akan menjadi penambahan kekuatan pada armada TNI AL.” tambah Kadissenlekal Bapak Laksma TNI Teguh Prasetyo yang turut hadir dalam Commodore Inspection.

Agenda ini juga turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan beberapa diantaranya yakni Chief Operating Officer (COO) Bapak Iqbal Fikri, SEVP Technology & Naval System Bapak Laksda TNI AR Agus SY, serta perwira tinggi dari Kementerian Pertahanan dan Mabes AL diantaranya yakni Sahli Menhan Bid. Ekonomi Bapak Laksda TNI Hendrawan Bayu, Ses Dirjen Pothan Kemhan Bapak Laksma TNI Sriyanto, Ir I Itjen Kemhan Bapak Laksma TNI Birawa, Laksma TNI Akmal selaku Waasintel Kasal dan jajaran Perwira Tinggi lainnya.

 Kapal Rumah Sakit dr. Radjiman Wedyodiningrat-992
Kapal Rumah Sakit dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (PAL Indonesia)

Penghujung Tahun 2022, PT PAL Indonesia pastikan Kapal Rumah Sakit dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 untuk segera diserahterimakan dan siap beroperasi. Hal ini ditandai dengan suksesnya rangkaian uji yang telah dilalui, salah satunya yakni uji pelayaran atau Sea Acceptance Test (SAT) beberapa waktu lalu.

Ditemui dalam kesempatan tersebut Bapak Laksma TNI Nursyawal Embun selaku pimpinan Commodore Inspection menyampaikan “Giat Commodore Inspection hari ini dapat disimpulkan menuai hasil yang baik dan memuaskan secara umum. Kapal BRS dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 telah memenuhi fungsi asasi sebagai kapal rumah sakit” terangnya.

Parameter keberhasilan dalam Commodore Inspection ini ditandai dengan tercapainya aspek-aspek penting dalam fungsi asasi kapal rumah sakit. Setelah sebelumnya sukses menjalankan uji pelayaran beberapa waktu lalu, serta telah terlaksananya beberapa pengujian langsung alat-alat kesehatan yang telah terinstal didalam kapal.

COO PT PAL Indonesia Bapak Iqbal Fikri ditengah kegiatan menyampaikan “Pengalaman dari BRS project sebelumnya membawa PAL semakin mengenali ekosistem terkait peralatan medis. Dampak positifnya PAL dapat meningkatkan strategi mempercepat pengadaan, instalasi, sampai dengan fungsi peralatan kesehatan dari sebuah kapal Bantu Rumah Sakit. Sehingga PAL optimis tidak hanya kualitas kapal BRS yang meningkat, tapi juga kecepatan pembangunan dan kepuasan pembeli” pungkasnya.

Agenda Commodore Inspection Kapal Rumah Sakit dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 turut dihadiri oleh Irum Itjenal Bapak Laksma TNI Didik Firnanto, Waaskomlek Kasal Bapak Laksma TNI Endarto Pantja Irianto, Pati Sahli Bidang Sumda Hanneg Laksma TNI Frendy Hotman beserta jajaran pejabat lainnya. Disambut oleh Komisaris Independen Ibu Cut Meutia Adrina, Bapak Iqbal Fikri selaku COO, SEVP TM Bapak Satriyo Bintoro, SEVP TNS Bapak Laksda TNI AR Agus SY, jajaran general manager dan tim project management.

“Kami bangga dengan kapal BRS ini. Sebagai kapal bantu yang nantinya akan secara aktif digunakan bersama masyarakat umum, kapal BRS mengusung alat komunikasi yang memiliki spesifikasi tinggi. Meski tetap ada beberapa poin yang perlu disempurnakan, tapi tidak menutup keseluruhan kesiapan kapal dalam beroperasi” ujar Waaskomlek Kasal.

Sebelumnya, Kapal Rumah Sakit kedua besutan PT PAL Indonesia ini resmi diberi nama dr. Radjiman Wedyodiningrat oleh Ibu Vero Yudo Margono selaku Ketua Umum Jalasenastri. Pemberian nama tersebut diusulkan langsung oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 dalam acara Ship-naming dan Launching Kapal Rumah Sakit secara daring, pada Agustus 2022.

Presiden Republik Indonesia ke-5 tersebut menyampaikan dalam sambutannya bahwa dr. Radjiman Wedyodiningrat merupakan sosok yang luar biasa. Meskipun hebat dalam ilmu kedokteran, jiwa kerakyatan terus bergolak dan mendedikasikan dirinya menjadi salah satu patriot kemerdekaan bangsa.

Ditemui selepas kegiatan Commodore Inspection, Komisaris Independen PT PAL Indonesia Ibu Cut Meutia Adrina menyampaikan “Sebagai bagian dari Komisaris PT PAL dalam menjalankan fungsi pengawasan, saya bangga dengan hasil Commodore Inspection hari ini. BRS kedua yang dibangun oleh PT PAL ini dirasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Ini merupakan wujud keseriusan PT PAL dalam menjaga dan meningkatkan mutu produknya. Dilain sisi, BRS dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 juga telah menjalankan fase produksi yang optimal. Mengingat periode waktu launching kapal ke fase commodore inspection ini cukup dekat hanya dalam waktu 4 bulan, yang pada umumnya membutuhkan waktu paling cepat 7 bulan”.

Komitmen manajemen PT PAL bersama seluruh Insan PAL dalam menghadirkan Alutsista canggih, modern dan memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat merupakan wujud kesiapan PT PAL bersama Pemerintah RI khususnya TNI AL dalam menuju Indonesia mandiri dan berdaya saing disektor pertahanan.


  💂
 PAL Indonesia  

Satgas TNI Konga UNIFIL Evakuasi Korban Kapal Tenggelam

 Di Laut MediteraniamKRI Frans Kaisiepo-368 sebagai Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, berhasil evakuasi kapal pengungsi tenggelam di laut Mediterania. (Dok. TNI AL) ☆

KRI Frans Kaisiepo-368 yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, melaksanakan on task perdana pada operasi search and rescue (SAR) kapal pengungsi tenggelam di lepas pantai Tripoli, Lebanon.

Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 selaku Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh beserta prajurit yang berada di area of maritime operation, bergegas menuju lokasi tenggelamnya kapal.

“Saat pertama kali diidentifikasi, sepertiga badan kapal yacht bermutan 200 pengungsi Syria sudah tenggelam,” kata John dikutip dari laman TNI AL, Senin (2/1).

KRI Frans Kaisiepo-368 mengevakuasi 96 korban selamat yang terdiri dari 18 pria, 21 perempuan, dan 57 anak-anak, termasuk bayi berusia 29 hari. Korban meninggal dua orang, yakni satu perempuan berusia 60 tahun dan satu anak perempuan berusia lima tahun.

“Selanjutnya, seluruh korban dievakuasi menuju Tripoli, Lebanon untuk penanganan lanjutan oleh UNHCR,” ungkapnya.

MTF Commander Rear Admiral Michael Busse dari Jerman memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan operasi tersebut. Ia mengatakan, KRI Frans Kaisiepo-368 memberikan pembuktian yang tangguh saat on task perdana dalam mengevakuasi banyak pengungsi kapal yang selamat.

“Itu menunjukkan buah dari kemitraan dan kesiapan kami. Saya harap, anda semua akan memiliki awal yang menjanjikan pada 2023. Kerja bagus,” ujar Michael. (at)


  ☆ Indonesia Defense  

[Global] Pasukan Khusus Afghanistan Direkrut Rusia Perangi Ukraina

Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Afghanistan (ANASOC) ☆

Kabar akan direkrutnya ribuan mantan prajurit pasukan khusus militer Afghanistan oleh Rusia, kembali muncul. Para eks anggota satuan elite Afghanistan memilih menjadi tentara bayaran Rusia, karena desakan ekonomi.

Dalam laporan yang dilansir VIVA Militer dari Radio Free Europe/Radio Liberty, ribuan anggota Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Afghanistan (ANASOC) melarikan diri dari negaranya.

Para prajurit memilih kabur pemerintah boneka yang dibentuk Amerika Serikat (AS) di Afghanistan, ditumbangkan oleh Taliban pada Agustus 2021 lalu.

Semua yang berbau Amerika dilibas Taliban, tak terkecuali para anggota pasukan khusus. Para mantan anggota satuan elit Afghanistan melarikan diri untuk menghindari hukuman mati dari Taliban ke beberapa negara.

Pasalnya, unit militer Afghanistan ini dibentuk langsung oleh Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat (Green Berets), pada tahun 2001 silam.

Dari beberapa negara tujuan, Republik Islam Iran adalah yang terbanyak didatangi eks pasukan pasukan khusus Afghanistan.

"Setelah jatuhnya rezim presiden pengkhianat negara itu, (Amerika Serikat) menjual kami dan menyerahkan negara itu kepada teroris (Taliban)," ucap seorang mantan anggota pasukan khusus Afghanistan.

"Beberapa rekan kami ditangkap dan dipenggal, dan kami terpaksa meninggalkan Afghanistan," katanya.

Lari dari kejaran Taliban, tak berarti para mantan personel pasukan elit Afghanistan bisa hidup enak. Mereka yang tinggal di Iran, harus menghadapi kehidupan orang miskin.

Hal ini lah yang menjadi kunci bagi Rusia, untuk merekrut para mantan anggota pasukan khusus Afghanistan untuk mendukung invasi militer di Ukraina.

Dalam laporan lain yang dikutip VIVA Militer dari Just the News, saat ini militer Rusia telah merekrut lebih dari 2.500 eks anggota pasukan khusus Afghanistan lewat Grup Wagner.

 Digaji Rp 111 Juta Per Kepala
Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Afghanistan (ANASOC)

Meskipun memiliki risiko kematian tinggi, para mantan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Afghanistan (ANASOC) memilih untuk berperang buat Rusia di Ukraina. Bayaran yang sangat besar jadi alasan eks militer Afghanistan, menerima tawaran tersebut.

VIVA Militer melaporkan dalam berita sebelumnya, ribuan mantan anggota satuan elite militer Afghanistan banyak yang melarikan diri lantaran diburu oleh Taliban.

Ribuan eks prajurit pasukan khusus banyak yang kabur ke Republik Islam Iran untuk bersembunyi. Sayangnya, mereka harus hidup bawah garis kemiskinan.

Desakan ekonomi membuat para mantan tentara Afghanistan dengan mudah mengikuti tawaran Rusia, untuk berperang di Ukraina. Lewat Wagner Group, para mantan prajurit Afghanistan direkrut dan dimobilisasi ke garis depan pertempuran.

Dilansir VIVA Militer dari Radio Free Europe/Radio Liberty, saat ini sudah ada lebih dari 2.500 eks pasukan khusus Afghanistan yang direkrut oleh Rusia.

Mantan Komandan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Afghanistan, Letnan Jenderal Mohammad Farid Ahmadi, membeberkan jumlah bayaran yang diterima para mantan anak buahnya yang memilih jadi tentara bayaran Rusia.

Ahmadi mengungkap hal ini, karena ia juga sempat mendapat tawaran menggiurkan dari Rusia. Ahmadi mengatakan bahwa ia ditawari gaji sebesar U$ 2.500 atau setara dengan Rp 39,4 juta untuk enam bulan pelatihan.

Tak hanya itu, Ahmadi juga ditawari gaji tambahan sebesae US$ 3.000 atau senilai Rp 47,4 juta, untuk bertempur di medan perang Ukraina. Belum lagi uang sebesar US$ 1.500 (Rp 23,7 juta) untuk gaji bulanan serta tempat aman bagi keluarga di Rusia.

"Masalah keamanan dan ekonomi yang serius, serta kemiskinan dan keputusasaan yang ekstrem, telah memaksa mereka melakukan ini untuk sepotong roti, untuk bertahan hidup, dan untuk menghindari kejaran dan siksaan Taliban," ujar Ahmadi.

  💂 Viva.co.id  

Minggu, 01 Januari 2023

Kapal Patroli Kelas Pari TNI AL Dipasangkan MSI DS Seahawk RCWS

Dan 4 unit PC 40 lainnya KRI Sembilang 850 [TNI AL] ★

MSI DS Seahawk dan mitranya BTI Defence baru saja menyelesaikan instalasi dan pengujian LW30M A1 remote control weapon station (RCWS) ke kapal patroli kelas Pari Angkatan Laut Indonesia yang juga dikenal sebagai kapal patroli Tipe PC-40.

Seahawk LW30M A1 adalah stasiun senjata yang dikendalikan dari jarak jauh yang dibuat oleh MSI Defense Systems. Stasiun senjata yang dikendalikan dari jarak jauh adalah dudukan meriam tunggal yang distabilkan gyro, dioperasikan secara elektrik, mandiri, menampilkan pilihan senjata, mode kontrol dan pemandangan. Opsi senjata Seahawk termasuk Heavy Machine Gun (HMG) 14,5mm, meriam 25mm atau 30mm.

Seahawk LW30M A1 akan dipasang pada KRI Surik-645, KRI Pari-849, KRI Sidat-851 dan KRI Pollux-935. Kapal kelas PC-40 adalah varian bersenjata ringan dari Kapal Cepat Rudal kelas Clurit (KCR-40M-class) berkemampuan rudal Angkatan Laut Indonesia.

Kelas Pari (Tipe PC-40) adalah kelas kapal patroli Angkatan Laut Indonesia yang memiliki panjang keseluruhan 46,5m, lebar keseluruhan 7,9m, dan rancangan lambung 1,7m. Kapal dapat menampung 35 awak dan dapat membawa satu perahu karet lambung kaku (RHIB) di buritan.

  ★ Tempo  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...