Kamis, 04 Mei 2023

[Global] Saling Sita Kapal Tanker

Iran Kembali Sita Kapal Tanker Minyak di Selat HormuzPenampakan Tentara Iran Terjun dan Rebut Kapal Tanker Minyak Tujuan AS (Angkatan Laut Iran) ☆

Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan pasukan Iran telah menyita sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Ini adalah insiden kedua dalam waktu kurang dari seminggu.

Angkatan Laut AS mengatakan kapal tanker berbendera Panama, Niovi, sedang berlayar di sekitar pantai Uni Emirat Arab (UEA), dari Dubai menuju Fujairah, ketika dihentikan oleh pasukan angkatan laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

"Selusin kapal serang cepat mengerumuni kapal di tengah selat," bunyi sebuah pernyataan dari Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain.

“(IRGC) kemudian memaksa kapal tanker minyak untuk berbalik arah dan menuju perairan teritorial Iran di lepas pantai Bandar Abbas,” sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (3/5/2023).

Kantor berita Iran Tasnim melaporkan penyitaan kapal yang disebut "pelanggar," tetapi tidak menjelaskan alasan penangkapan tersebut.

Ada serentetan insiden penyitaan kapal sejak 2018, ketika presiden AS saat itu Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan terhadap Iran. Keputusan ini membuat ketegangan melonjak.

Iran menyita sebuah kapal tanker minyak tujuan AS di lepas pantai Oman Kamis lalu, dengan mengatakan kapal itu menabrak sebuah kapal Iran sehingga dua awaknya hilang.

Angkatan Laut AS menuntut pembebasan segera kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall tersebut, dengan mengatakan kapal itu sedang transit di perairan internasional di Teluk Oman dan mengecam "pelecehan berkelanjutan terhadap kapal" oleh Iran.

The Financial Times melaporkan bahwa penyitaan tersebut tampaknya sebagai pembalasan atas penyitaan minyak Iran oleh AS sebelumnya, yang baru-baru ini tidak berhasil dilobi oleh Iran untuk diambil kembali.

Pekan lalu, anggota Kaukasus Abraham Accords Senat dan DPR AS memperkenalkan undang-undang yang dirancang untuk melawan ancaman maritim yang berasal dari Iran, pada hari yang sama ketika Teheran menyita sebuah kapal tanker tujuan AS.

Jika disahkan, tindakan tersebut akan mengharuskan Departemen Pertahanan AS untuk mengembangkan strategi dengan mitra dan sekutu di Timur Tengah untuk melawan ancaman maritim yang ditimbulkan oleh Iran, organisasi kekerasan militan, dan jaringan kriminal.

 AS Sita Kapal Tanker Minyak Iran

Sejumlah sumber mengatakan Amerika Serikat (AS) menyita minyak Iran dari sebuah kapal tanker di tengah laut dalam beberapa hari terakhir dalam operasi penegakan sanksi. Menurut sebuah perusahaan keamanan maritim penyitaan ini dilakukan sebelum Iran menyita kapal tanker bermuatan minyak lain dan menyebut tindakan Teheran sebagai aksi balasan.

Karena pasar minyak tetap gelisah, penyitaan kargo adalah eskalasi terbaru antara Washington dan Teheran setelah bertahun-tahun tekanan sanksi oleh AS atas program nuklir Iran. Iran tidak mengakui sanksi tersebut, dan ekspor minyaknya telah meningkat.

Teheran mengatakan program nuklirnya untuk tujuan sipil sementara Washington mencurigai Iran ingin mengembangkan bom nuklir.

Perusahaan keamanan maritim Ambrey mengatakan penyitaan yang dilakukan oleh AS terjadi setidaknya lima hari sebelum tindakan Iran pada Kamis lalu.

"Ambrey telah menilai penyitaan oleh Angkatan Laut Iran sebagai tanggapan atas tindakan AS," katanya dalam laporan kepada klien.

"Kedua kapal tanker itu berukuran Suezmax. Iran sebelumnya membalas setelah penyitaan kargo minyak itu," sambung laporan itu seperti dilansir dari Reuters, Minggu (30/4/2023).

Sumber yang mengetahui masalah tersebut, yang menolak untuk diidentifikasi karena sensitivitas masalah tersebut, mengatakan Washington mengambil alih kargo minyak di atas kapal tanker Kepulauan Marshall Suez Rajan setelah mendapatkan perintah pengadilan sebelumnya.

Menurut data pelacakan kapal, posisi terakhir kapal tanker itu dilaporkan berada di dekat Afrika selatan pada 22 April.

Manajer kapal yang berbasis di Yunani, Empire Navigation, dan Departemen Kehakiman AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelumnya Angkatan Laut AS mengatakan Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman pada hari Kamis. Ini adalah penyitaan atau serangan terbaru oleh Teheran terhadap kapal komersial di perairan Teluk yang sensitif.

Stasiun TV pemerintah Iran pada hari Jumat melaporkan bahwa kapal tanker itu mengabaikan panggilan radio selama delapan jam setelah tabrakan dengan kapal Iran, yang menyebabkan beberapa awak terluka dan tiga hilang.

"Sebelum menggunakan kekuatan, kami mencoba memanggil kapal itu ... untuk berhenti tetapi mereka tidak bekerja sama," kata wakil komandan angkatan laut Iran Laksamana Muda Mostafa Tajodini kepada stasiun TV.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengetahui penyitaan kapal di Teluk Oman dan menegaskan kembali dukungan untuk hukum maritim internasional, kata juru bicara PBB pada hari Jumat.

Tahun lalu AS mencoba menyita kargo minyak Iran di dekat Yunani, yang mendorong Teheran menyita dua kapal tanker Yunani di Teluk. Mahkamah Agung Yunani memerintahkan kargo itu dikembalikan ke Iran. Kedua kapal tanker Yunani itu kemudian dibebaskan.

Dalam langkah yang kemungkinan akan memperburuk ketegangan, 12 senator AS pada hari Kamis mendesak Presiden Joe Biden untuk menghapus hambatan kebijakan Departemen Keuangan yang telah mencegah Departemen Keamanan Dalam Negeri menyita pengiriman minyak Iran selama lebih dari setahun.

Pada tahun 2020, Washington menyita empat kargo bahan bakar Iran di atas kapal asing yang menuju Venezuela dan memindahkannya dengan bantuan mitra asing yang dirahasiakan ke dua kapal lain yang kemudian berlayar ke AS. (ian)

  💂 sindonews  

Rabu, 03 Mei 2023

Indonesia Pamerkan Kapal Produksi Dalam Negeri

Pada Pameran IMDEX Asia 2023 di SingapuraIndonesia mengirimkan beberapa produk alutsista buatan lokal yang akan di pamerkan pada ajang internasional IMDEX Asia 2023 di Singapura.

IMDEX Asia 2023 merupakan kegiatan pameran tentang kemaritiman dan pertahanan yang melibatkan puluhan negara sekaligus perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang teknologi pertahanan maupun keamanan untuk menunjukkan dan menawarkan produk terbaru unggulannya.

Beberapa produk lokal industri pertahanan akan di tampilkan dan di tawarkan pada pengunjung pameran tersebut, diantaranya :

 PKR 10514
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (TNI AL) ☆

Kapal perang hasil kerjasama PAL Indonesia bersama Damen Belanda akan di tampilkan TNI AL berserta kapal lainnya.

Indonesia diketahui telah memproduksi 2 unit kapal perang light frigate ini di galangan kapal Surabaya.

Kapal perang modern ini mampu melaksanan pertempuran atau pertahanan dari serangan udara maupun kapal perang atau kapal selam. Di persenjatai rudal, torpedo dan sistem radar yang mumpuni, mampu dipacu hingga 28 knots.

 Kapal Bantu Rumah Sakit
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (TNI AL) ☆

Selain kapal perang, TNI AL mengirimkan kapal bantu rumah sakit (BRS) KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992.

TNI AL telah memesan kapal BRS sebanyak 2 unit dan diproduksi PAL Indonesia.

Kapal BRS ini mendukung operasi militer perang maupun operasi militer selain perang, seperti penanganan pandemi covid beberapa waktu lalu.

Kapal ini dilengkapi peralatan medis modern mendukung layanan kesehatan di darat, laut dan udara.

 KCR 60 M
KRI Halasan-630 (PAL) ☆

PAL Indonesia telah memproduksi 6 unit kapal perang cepat rudal dengan panjang 60 meter.

Kapal jenis ini telah mengalami perbaikan pada batch kedua.

Uniknya pada dua unit batch pertama, kapal dipersenjatai dengan senjata buatan Rusia dan China.

Sedangkan batch kedua sebanyak 4 unit menggunakan sistem persenjataan dari dunia barat.

 Kapal Bakamla 80 meter
KN Nipah-321 (Bakamla) ☆

Bakamla menugaskan kapal pengawas laut KN Pulau Nipah-321.

Kapal patroli ini digarap sejak 3 Oktober 2017. Seluruh tahapan pembangunan kapal dilakukan di Galangan PT Citra Shipyard, Indonesia.

Bakamla mempunyai kapal patroli ini sebanyak 3 unit.

Kapal patroli ini memiliki dimensi panjang 80 meter, lebar 7,9 meter, tinggi 14,4 meter. Sedangkan kecepatannya mencapai 22 knot dan memiliki mesin penggerak 2 unit MAN/2862LE433.

Konstruksi kapal keseluruhannya terbuat dari bahan baja dengan muatan 34 orang prajurit. Sejumlah perlengkapan juga sudah tersedia pada kapal ini untuk menunjang kegiatan patroli. Antaranya water cannon, hingga perahu sekoci.
 

  ☆ Garuda Militer  

Selasa, 02 Mei 2023

KN Nipah-321 Bakamla RI Ikut IMDEX 2023

Di Singapura KN Nipah-321 (Bakamla) ★

Bakamla RI melalui unsur KN Pulau Nipah-321 bergerak menuju Command and Control Centre, Changi Naval Base untuk mengikuti International Maritime Defence Exhibition (IMDEX) 2023.

KN Pulau Nipah-321 yang dikomandani Letkol Bakamla Anto Hartanto Wibisono bertolak ke Singapura dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Senin (1/5/2023).

IMDEX 2023 merupakan kegiatan pameran tentang kemaritiman dan pertahanan yang melibatkan puluhan negara sekaligus perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang teknologi pertahanan maupun keamanan untuk menunjukkan dan menawarkan produk terbaru unggulannya. Demikian keterangan dari Dispen TNI dan Humas Bakamla RI.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia turut hadir juga dalam International Maritime Security Conference (IMSC) 2023. Konferensi keamanan maritime internasional tingkat tinggi yang juga merupakan bagian dari IMDEX 2023 yang berlangsung 2-5 Mei.

Tak mensia-siakan ajang internasional ini, turut serta pejabat tinggi yang berkompeten dibidangnya yang onboard KN Nipah-321 yakni Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Friche Flack dan Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Syufenri.

Laksma Bakamla Friche Flack mengatakan ajang ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan, wawasan dan informasi mengenai perkembangan teknologi maritim terbaru.

  ★
Industry  

[Global] Turkiye Pamerkan ‘Kemankes’

✈ Rudal Jelajah Mini dengan Kecerdasan Buatan 🏁 Rudal jelajah pintar ‘Kemankes’ persenjatai drone serang TB2 (defenceturk)

Perusahaan Baykar pembuat drone canggih seperti Bayraktar TB2 , AKINCI, dan KIZILELMA mengembangkan teknologi rudal jelajah pintar.

Dilansir dari Anadolu Agency, rudal jelajah pintar mini BAYRAKTAR KEMANKES untuk pertama kalinya dipamerkan dalam acara TEKNOFEST.

BAYRAKTAR KEMANKES dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan menyerang target strategis dengan Bayraktar TB2.

BAYRAKTAR KEMANKES memiliki jangkauan 200+ kilometer dan waktu tayang di udara 1 jam ini dapat dengan cepat menuju sasarannya. Total beban beratnya 35 kilogram, hulu ledak seberat 6 kilogram.

KEMANKES ini dilengkapi dengan panduan optik berbantuan kecerdasan buatan, dapat beroperasi hingga ketinggian 18.000 kaki.

Kecepatan jelajah normal amunisi, yang dapat menukik ke sasarannya dengan kecepatan maksimum 0,7 Mach, adalah 0,3 Mach.

Selain itu, rudal ini dilengkapi dengan kamera.

Rudal jelajah buatan Baykar ini akan mengubah medan peperangan. Karena rudal ini dapat melakukan penerbangan otonom dengan kecerdasan buatan yang didukung sistem autopilot dan menetralisir target strategis dengan presisi tinggi.

  ✈ Warta Nusantara  

Senin, 01 Mei 2023

3 KRI Ikuti IMDEX Asia 2023

⚓️ Bersandar di Batam Tiga Kapal Perang Satgas Imdex Asia 23 Bersandar di Batam

Setelah melaksanakan pelayaran dari Jakarta, dua Kapal Perang RI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) IMDEX ASIA 23 KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (KRI RJW-992) dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (KRI GNR-332) sandar di dermaga Batu Ampar Batam, Sabtu (29/4).

Kedua Kapal Perang tersebut bergabung dengan satu KRI lagi, yaitu KRI Halasan-630 (KRI HLS-630) yang beberapa waktu lalu sudah melaksanakan patroli di Perairan Bintan, ketiga KRI yang telah sandar di Dermaga Batu Ampar akan melaksanakan persiapan akhir, sebelum melaksanakan kegiatan IMDEX ASIA 23 di negara tetangga Singapura.

Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani, menjelaskan Kegiatan International Maritime Defence Exhibition & Conference (IMDEX) ASIA 2023 merupakan kegiatan pameran Alutsista pertahanan dan kemaritiman serta konferensi yang membahas perkembangan teknologi pertahanan dan kemaritiman berskala Internasional yang diselenggarakan dua tahunan oleh Experia Event Pte Ltd dan didukung oleh Republic of Singapore Navy (RSN).

"Indonesia mengirim tiga KRI yang merupakan hasil karya anak bangsa," kata Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani dalam rilisnya, Minggu (30/4/2023).

Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani mengatakan, Selama berada di Batam, ketiga KRI tersebut akan melaksanakan persiapan akhir dan Lantamal IV akan mendukung segala yang dibutuhkan Satgas tersebut sehingga saat pelaksanaan tugas sudah dalam kondisi siap.

"Ketiga KRI tersebut akan melaksanakan persiapan akhir, Lantamal IV akan mendukung segala yang dibutuhkan Satgas tersebut," katanya, mengakhiri.

 ⚓️ 
RRI  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...