Selasa, 09 Juli 2024

[Video] Geladi Lapangan Sikatan Daya 2024

 Diposkan Airmen TV Dispenau 

L
atihan Matra Udara II Koopsud II SIKATAN DAYA 2024

 Video dari Youtube : 
 

  🎥 Youtube  

Kemhan Sebut TNI Akan Gelar Rudal di Perairan Strategis & ALKI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_gSulaG4qpQ_ZaepzqWl5xrDdhtIglC3FJw5th9FmD7wHQ4wyS2sgRqwDjU1GSSqsrr5VcsOjqrrqT81CUJJZkPYRxv3q7npXRpz0C3PvAZRx5DvpmFN4otNwd8lH8b2YmlU_dGgeSsXH5Q8FbrUvjY6dH8Namj5ib0-SSOhs-nm8gdG9yT0F6AVN2hPh/s759/Rudal%20Khan%20Infografis%20Sindonews.pngIlnfografis rudal Khan (sindonew) ★

K
ementerian Pertahanan RI akan meningkatkan kemampuan kapal-kapal perang TNI AL untuk memperkuat pembangunan wilayah pertahanan di laut. Selain itu, TNI menempatkan sejumlah Rudal di selat-selat strategis dan seluruh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Perkuatan juga akan dilakukan pada seluruh Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) dan komando Operasi khusus (Koopsus) TNI. Kemudian Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) di Natuna, Saumlaki, Merauke dan Biak juga dilengkapi dengan kekuatan sensor terintegrasi.

Hal itu dikatakan Plt Sekjen Kemhan RI Marsdya (Purn) Donny Ermawan Taufanto saat menjelaskan tentang sinkronisasi gelar kekuatan TNI di seluruh NKRI. Dia mengatakan itu dalam seminar nasional bertajuk 'Perspektif Historis Indonesia Dalam Penyelesaian Konflik Laut Natuna Utara dan Papua' di Jakarta, Senin (8/7).

“Gelar kekuatan TNI ini tertuang dalam kebijakan umum pertahanan negara 2020-2024. Ini sesuai PP no.8 tahun 2021, yang pasal 1 nya merupakan pedoman untuk pengelolaan sistem pertahanan negara,” ujar Donny mewakili Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Menurutnya, gelar kekuatan militer Indonesia itu merupakan bagian dari upaya menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara. Apalagi sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia tidak luput dari permasalahan nasional yang dapat menjadi perhatian internasional.

“Seperti konflik laut Natuna Utara dan Papua. Ini apabila tidak ditangani secara konfrenhensif akan berpotensi membahayakan integritas bangsa dan negara," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, sangatlah penting bagi Indonesia untuk menyelesaikannya dengan bijaksana dan mencari solusi yang berkelanjutan. “Terutama untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah, sehingga kita perlu mengkaji dari berbagai aspek dalam menyelesaikan permasalahan konflik ini,” katanya.

  🚀
RRI  

Senin, 08 Juli 2024

TNI Ambil Alih Bandara Agandugume yang Dikuasai OPM

Tembus Hutan 8 HariPrajurit Satgas Yonif 751/VJS bersama masyarakat Agandugume membersihkan lapangan terbang yang sebelumnya dikuasai OPM (ANTARA/HO-Pendam XVII Cenderawasih) ☆

TNI mengeklaim telah mengambil alih Bandar Udara (Bandara) Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang selama ini dikuasasi Organisasi Papua Merdeka (OPM).

TNI, dalam hal ini, Batalyon Infanteri (Yonif) 751/Vira Jaya Sakti Raider yang merupakan bagian Komando Daerah (Kodam) XVII/Cenderawasih, berhasil menguasai Bandara Agandugume, Jumat (5/7/2024).

Pengambilalihan bandara itu dalam rangka pembangunan gudang logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi bencana kelaparan.

Operasi tersebut dipimpin oleh Wakil Komandan Satgas Kapten (Inf) Roxy Maraxilu selaku perwira tertua yang ikut selama perjalanan, dan Komandan Satgas Pengamanan (Dansatgaspam) Letkol (Inf) Erwan Harliantoro selaku pengendali Komando Taktis Sinak.

Pasukan beroperasi di bawah komando Brigjen Frits Wilem Rizard Pelamonia selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 173/Praja Vira Braja.

“Kini Agandugume telah diamankan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur yang penting bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Frits Wilem dalam siaran pers Penerangan Yonif 751, Minggu (7/7/2024).

Para prajurit menempuh waktu selama tujuh hari delapan malam, melalui hutan belantara, atau sejauh 31 kilometer dari Distrik Sinak menuju Distrik Agandugume.

Frits Wilem mengatakan, pengamanan bandara ini dilakukan sebagai langkah awal membangun gudang logistik yang akan membantu mengatasi kelaparan di Agandugume.

"Sesuai instruksi Bapak Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo). Masyarakat di sini sebelumnya mengalami dampak serius dari musibah embun upas yang merusak tanaman pertanian mereka," kata Frits Wilem.

  💂 Kompas  

Minggu, 07 Juli 2024

[Global] India Luncurkan Tank Ringan Zorawar

 Berbobot 25 TonInfografis Tank ringan Zorawar (sputnik) ♞

T
ank ringan baru  milik India, yang dirancang di bawah 'Proyek Zorawar' untuk peperangan di ketinggian di tempat-tempat seperti Ladakh timur dan Arunachal Pradesh, diharapkan siap untuk dimasukkan ke dalam Angkatan Darat pada tahun 2027.

Menurut Times of India, Tank ringan, yang dikembangkan oleh DRDO dan perusahaan sektor swasta L&T, harus menjalani serangkaian uji coba musim panas dan musim dingin, termasuk di gurun dan daerah dataran tinggi, selama dua hingga tiga tahun ke depan sebelum seluruh proses akuisisi, produksi, dan induksi. sebenarnya bisa dimulai.

Kebutuhan akan tank-tank tersebut, masing-masing berbobot sekitar 25 ton dengan rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi serta daya tembak dan perlindungan yang unggul, telah didorong oleh berlanjutnya konfrontasi militer dengan Tiongkok di Ladakh timur, yang kini memasuki tahun kelima.

Saat meninjau prototipe pertama tank ringan di Hazira di Gujarat pada hari Sabtu, ketua DRDO Samir Kamat mengatakan kepada wartawan bahwa ini adalah “hari yang penting” untuk melihatnya beraksi. Prototipe yang dirancang dan dikembangkan dalam waktu singkat 24 hingga 30 bulan ini merupakan contoh pencapaian yang dapat dicapai jika DRDO dan industri bekerja sama. Tank ringan tersebut harus siap untuk induksi, setelah “uji coba pengembangan dan pengguna (Angkatan Darat)”, pada tahun 2027, tambahnya.

Permintaan Angkatan Darat untuk membeli 354 tank semacam itu, yang diperkirakan menelan biaya Rs 17.500 crore, telah mendapat persetujuan awal atau “penerimaan kebutuhan” oleh Dewan Akuisisi Pertahanan yang dipimpin Rajnath Singh pada Desember 2022.

Sementara 59 tank ringan ini dicadangkan untuk DRDO, yang memiliki L&T sebagai "integrator sistem utama", 295 sisanya akan diproduksi di bawah kategori desain dan pengembangan 'Make-1' yang didanai pemerintah, yang terbuka untuk perusahaan lain.

Seorang pejabat DRDO mengatakan tank ringan yang lincah dan serbaguna ini akan mampu beroperasi di “lingkungan paling menantang di dunia dengan dukungan logistik minimal”, termasuk daerah dataran tinggi di sepanjang perbatasan utara dengan Tiongkok.

“Karena bobotnya yang lebih ringan, tank ini memiliki mobilitas strategis yang tinggi. Dapat diangkut melalui udara dan mampu melakukan operasi amfibi. Dapat menembak pada sudut ketinggian yang tinggi dan melakukan peran artileri terbatas,” tambahnya.

  ♞ Garuda Militer  

Weaponized Drone LEN

Inovasi Pesawat Tanpa AwakWeaponized drone LEN dengan muatan bom (LEN)

Weaponized Drone merupakan salah satu produk unggulan dari PT Len Industri (Persero), induk holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID.

Produk hasil kerja sama antara Baltibang Kemhan RI dan PT Len Industri (Persero) ini telah berhasil menciptakan prototipe pesawat kendali jarak jauh yang dirancang secara spesifik untuk mendukung operasi militer khusus seperti surveillance, border patrol, dan sebagai bantuan udara untuk operasi pertempuran darat.

Untuk mendukung misi khusus sebagai bantuan tempur udara pada operasi pertempuran darat, Weaponized Drone dilengkapi dengan sistem senjata berupa Bomb Release Mechanism (Bomb 60mm) dan / atau Firing Mechanism (Assault Rifle 5.56mm).

Dengan menggunakan BLDC Electric Motor sebagai sistem propulsi utama dengan konfigurasi Single Rotor berbasis VTOL (Vertical Take-Off Landing), Weaponized Drone dapat dengan mudah dioperasikan di ruang terbatas dan sempit. Selain itu, dengan dimensi kurang dari 2 meter, memungkinkan Weaponized Drone untuk dapat dioperasikan oleh minimum personel atau unit operasi dengan tim kecil.

Capaian terakhir Weaponized Drone adalah pada tanggal 25 Oktober 2022, dimana telah dilakukan pengujian secara fungsi di Lapangan Pusdiklat Batujajar, sesuai dengan target performansi dan spesifikasi.

Dikutip dari situs DetikNews, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan bahwa pertahanan udara Indonesia ke depan memiliki sejumlah tantangan. Sehingga terdapat sejumlah strategi pertahanan yang sedang direncanakan.

“Kita harus mengerahkan sekarang taktik teknologi dan kemampuan kumpulan drone dalam jumlah besar, drone kamikaze, dan sistem autonomous, sistem-sistem robotik di udara dan di laut dan di darat,” tutur Prabowo.

Weaponized Drone merupakan pembuktian PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding DEFEND ID, dimana pengembangan produk industri pertahanan terus dilakukan. Dan tentunya Weaponized Drone adalah sebuah kebanggaan karena merupakan buatan dalam negeri.

  🚁
LEN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...