Selasa, 18 Maret 2025

Aksi Prajurit Satgas Indo RDB 39 F Monusco

  Selamatkan Warga Dari Serangan Milisi(TNI AD)

Dalam rangka Protection of Civilian, Tim Quick Reaction Force (QRF) Kompi Tchabi dari INDO RDB melaksanakan patroli ke Desa Bundubakene untuk menindaklanjuti perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.

Tim yang dipimpin oleh Kapten Mar Nendra Damarsandy ini berangkat dari TOB Tchabi pada pukul 23.15 LT dengan menggunakan dua kendaraan taktis, yaitu Komodo APC dan Komodo Intai.

Setibanya di Desa Bundubakene, Tim QRF INDO RDB langsung berkoordinasi dengan Pasukan UPDF serta FARDC yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi mata, sekelompok besar terduga anggota Allied Democratic Forces (ADF) melakukan serangan ke sebuah toko di desa tersebut. Para pelaku menjarah serta membakar toko sebelum melarikan diri.

Dalam kejadian ini, seorang warga sipil yang diketahui sebagai istri anggota FARDC, Mrs. Kafuo (32 tahun), ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian perut serta luka bacok di leher.

Selain melakukan pengamanan, Tim INDO RDB juga memberikan pertolongan pertama kepada anak korban yang berusia 5 tahun dan mengalami luka tembak di paha kanan hingga tembus.

Serka Bery dari tim kesehatan INDO RDB, bersama dokter dan perawat jaga di Hospital Tchabi, langsung menangani korban dengan menghentikan pendarahan serta memberikan infus untuk menstabilkan kondisinya. Anak tersebut segera dievakuasi ke Hospital Tchabi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Tim INDO RDB dari Kompi Tchabi meningkatkan fokus terhadap wilayah tersebut sebagai bagian dari melaksanakan tugas perlindungan warga sipil. Situasi saat ini sudah terkendali namun tetap dipantau dengan ketat guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

  🛡 TNI AD  

Pesawat KT-1B Wong Bee Kembali Beroperasi

  Setelah Pemeliharaan di Sathar 11 Depohar 10🛩 KT-1B Wong Bee LL-0113 TNI AU (Dispenau)

Pesawat latih KT-1B Wong Bee dengan tail number LL-0113 kini kembali siap beroperasi setelah menjalani pemeliharaan tingkat berat di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 11, Depohar 10. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen TNI Angkatan Udara dalam menjaga kesiapan operasional alutsista secara mandiri, guna mendukung kelancaran tugas penerbangan dan latihan militer.

Dalam prosesi serah terima, Komandan Sathar 11, Mayor Tek Ardi Ardian P.S., secara resmi menyerahkan pesawat beserta dokumen kelengkapan kerja, logbook, dan maintenance record kepada Instruktur Penerbang Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta. Serah terima ini menandai bahwa pesawat telah siap digunakan kembali dalam berbagai misi pelatihan dan operasional.

Sebelum diserahkan, pesawat KT-1B Wong Bee telah menjalani serangkaian uji terbang selama lima hari untuk memastikan semua sistem berfungsi dengan optimal. Pemeliharaan dilakukan sesuai standar pabrikan dan regulasi penerbangan yang ketat, memastikan keamanan serta performa pesawat dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Keberhasilan pemeliharaan ini menegaskan kapabilitas Sathar 11 Depohar 10 dalam menangani perawatan tingkat berat alutsista secara mandiri.

Hal ini sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar dan mempercepat proses pemeliharaan guna meningkatkan kesiapan tempur pesawat latih TNI AU.

TNI AU terus berupaya meningkatkan kompetensi teknisi serta fasilitas pemeliharaan guna mendukung modernisasi alutsista.

Dengan adanya inovasi dalam pemeliharaan dan peningkatan kemandirian, diharapkan seluruh armada pesawat dapat selalu berada dalam kondisi terbaik untuk menjalankan tugas pertahanan udara nasional.

Keberhasilan pemeliharaan pesawat KT-1B Wong Bee ini menjadi bukti nyata bahwa Depohar 10 mampu menjaga kesiapan operasional alutsista TNI AU secara optimal.

Ke depan, diharapkan peningkatan kapasitas pemeliharaan akan terus dikembangkan guna mendukung ketahanan dan kedaulatan udara Indonesia.
 

  🛩 TNI AU  

Senin, 17 Maret 2025

TNI AU Lakukan Modifikasi Cuaca Selama 10 hari

  Untuk cegah banjir 🛩 NC212 TNI AU (Dispenau)

TNI AU melalui Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) mengerahkan dua pesawat Cassa 212 untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 10 hari untuk mengurangi intensitas curah hujan, dan membantu pemerintah dalam mencegah banjir.

"Upaya ini dilakukan untuk mengurangi dampak bencana banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek)," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Ardi Syahri dalam siaran pers resmi TNI AU, yang diterima di Jakarta, Senin.

Ardi mengatakan operasi modifikasi cuaca itu sudah dilakukan sejak 10 Maret 2025 dan akan berakhir pada 20 Maret 2025.

Dia menjelaskan dalam operasi tersebut, TNI AU menerbangkan pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Lanud Husein Sastranegara, Bandung.

Dua pesawat Cassa 212 dikerahkan untuk membawa senyawa berupa garam yang akan disebarkan di langit. Senyawa garam tersebut diyakini dapat memberikan reaksi yang berfungsi untuk mengurangi curah hujan.

Ardi melanjutkan pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan titik yang tepat untuk penyebaran garam.

"Berdasarkan data per hari Kamis (13/3) telah melaksanakan penyemaian 35,5 ton garam (NaCL), dalam 18 sorties penerbangan," kata Ardi.

Ardi memastikan pihaknya akan terus menjalankan misi pengendalian cuaca dengan maksimal hingga waktu yang telah ditentukan.

  🛩  antara  

Minggu, 16 Maret 2025

Prabowo Janji Kirim Kapal Perang RI di Acara Hari Angkatan Laut Rusia

KRI Bontang 907 dan KRI I Gusti Ngurah Rai 332 latihan RAS (Koarmada1)

Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan Indonesia berjanji mengirimkan kapal perang untuk ikut serta dalam rangkaian Hari Angkatan Laut Rusia di Kota St. Petersburg pada Juli mendatang.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah berjanji kepada Presiden Vladimir Putin untuk mengirim kapal perang Indonesia untuk berpartisipasi dalam parade kapal militer utama di St. Petersburg,” kata Dubes Tolchenov dalam konferensi pers di rumah dinas Kedutaan Besar Rusia, Kuningan Jakarta Selatan, pada Kamis, 13 Maret 2025.

Adapun Rusia merayakan Hari Angkatan Laut pada hari Minggu terakhir bulan Juli setiap tahunnya. Pada tahun ini, perayaan bertepatan dengan 27 Juli 2025.

Meski sudah dijanjikan bahwa Indonesia akan berpartisipasi dalam agenda tersebut, Tolchenov masih belum dapat memastikan apakah Indonesia akan mengirim satu atau beberapa armada kapal militernya. “Kami akan sangat senang melihat kapal Indonesia berlayar di laut Rusia,” ujarnya.

Selanjutnya, Tolchenov menyatakan bahwa hubungan antara AL Rusia dengan TNI-AL sangat erat. Dia mencontohkan hubungan baik itu ketika AL Rusia ikut serta dalam Latihan Maritim Multilateral Komodo 2025 (MNEK) di Perairan Bali beberapa waktu yang lalu.

Tolchenov mengatakan AL Rusia menjadi delegasi angkatan laut yang mengirimkan armada terbanyak kedua setelah tuan rumah TNI-AL dalam latihan gabungan tersebut. “Dalam latihan itu, kami mengirimkan tiga kapal tempur, dua kapal korvet, dan satu kapal suplai militer,” tuturnya.

Dilansir dari Antara, selain melalui MNEK 2025, TNI AL dan Angkatan Laut Rusia juga telah melaksanakan Latihan Bersama Orruda di Surabaya pada 4-8 November 2024. Latihan itu menjadi latihan bersama perdana yang digelar oleh AL kedua negara.

Dalam latihan tersebut, AL Rusia mengirim dua korvetnya, RFS Gromky dan RFS Aldar Tsydenzhapov, satu fregat RFS Rezkiy, satu kapal medium tanker-nya RFS Pechenga, satu helikopter KA-27, dan kapal tunda penyelamat (tug salvage) Alatau.

  ⚓️ 
Tempo  

Bell dan Black Diamond Heliaero Tuntaskan Memodernisasi Avionik Helikopter Penerbad

 Enam helikopter Bell 412EP Puspenerbad berteknologi glass cockpit Enam helikopter Bell 412EP Puspenerbad berteknologi glass cockpit (Dispenad) ✪

Bell Textron Inc, perusahaan Textron Inc mengumumkan bahwa enam helikopter Bell 412EP yang telah dimodernisasi dengan BasiX-Pro Glass Cockpit Retrofit Kit telah diserahkan ke Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat, Jakarta.

Modernisasi yang dilakukan oleh PT Black Diamond Heliaero (BDH), Authorized Maintenance Centre Bell di Indonesia, memberikan pembaruan dengan menghadirkan kokpit digital yang canggih dengan layar beresolusi tinggi, serta sistem pencatatan data mesin dan operasi penerbangan untuk helikopter Bell 412EP milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat.

"Kolaborasi yang sangat baik dengan tim purnajual memampukan kami untuk menyelesaikan proyek penting ini untuk Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat dalam waktu yang lebih cepat. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan Bell untuk memberikan solusi yang inovatif dan efektif bagi armada helikopter Bell milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat,” kata Karina Kasih, Presiden Direktur PT Black Diamond Heliaero, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Perlengkapan retrofit Bell BasiX-Pro Glass Cockpit mengganti instrumen analog dengan sistem kokpit kaca yang terintegrasi penuh, dengan menggunakan layar produksi terbaru Bell dari Astronautics serta avionik Garmin. Modernisasi ini menggunakan teknologi dan instrumentasi terkini dan selaras dengan sistem yang digunakan pada pesawat SUBARU Bell 412EPX dan Bell 429.

"Modernisasi avionik pada helikopter milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat mengganti kokpit menjadi kokpit digital yang modern, sehingga meningkatkan kapabilitas Bell 412EP mereka dalam mendukung kebutuhan misi nasional. Kami senang dengan tanggapan awal yang positif yang mana sistem terbaru ini sudah meningkatkan kemampuan operasi Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat di berbagai medan, termasuk dataran tinggi dan dalam kondisi cuaca yang cepat berubah," kata Chris Schaefer, Vice President Global Customer Solutions Bell, menambahkan.

Bell telah hadir di Indonesia selama lebih dari 50 tahun dengan sekitar 110 pesawat yang saat ini beroperasi di berbagai instansi pemerintah dan organisasi komersial. Keberadaan Bell di Indonesia mencakup fasilitas layanan resmi Bell, yakni fasilitas pemeliharaan bersertifikat dan memiliki teknisi layanan pelanggan khusus yang berbasis di Jakarta. (*)

  🚁
SWA  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...