Selasa, 29 April 2025

KSAL Sebut Rencana Penambahan Radar Pengawas Pantai

🛰 📺 Ruang IMSS TNI AL (Ist)

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan TNI AL berencana menambah radar pantai untuk meningkatkan kemampuan pengawasan aktivitas maritim.

“Kita akan merencanakan pembangunan stasiun radar pantai tambahan dan sistem lainnya untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan penindakan (aktivitas di laut) yang lebih efektif,” ungkapnya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR RI, Jakarta, Senin (28/4).

Saat ini TNI AL memiliki radar pantai atau Integrated Maritime Surveillance (IMSS) yang berada di Selat Malaka dan Laut Sulawesi. Teknologi yang merupakan hibah dari Amerika Serikat ini berfungsi memantau pergerakan kapal secara berkala dan memperoleh data aktivitas maritim yang lebih akurat.

Melalui data yang dihasilkan oleh IMSS, TNI AL mampu menindak sejumlah pelanggaran kapal perang asing, kapal pemerintah asing, dan kapal survei asing di perbatasan laut antara Indonesia-India, perairan Kepulauan Riau, Laut Natuna Utara, dan perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Harapannya juga nanti kita akan menyatukan radar pantai ini dengan kementerian lain yang sudah memiliki (radar pengawas pantai) seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian KKP,” kata Ali.

Gelar radar IMSS (TNI AL)

Untuk menjaga perairan dalam negeri, TNI AL memiliki sistem pengawasan pantai yang berjaringan dari tingkat armada hingga pusat yang dapat memantau semua kegiatan di laut teritorial Indonesia.

Sebelumnya, Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek KSAL) Laksamana Muda Tri Harsono sempat mengungkapkan kebutuhan TNI AL untuk mengembangkan sistem keamanan pantai di wilayah yang sulit terjangkau.

“TNI AL memerlukan adanya pengembangan sistem keamanan pantai untuk meningkatkan kewaspadaan pengamanan, khususnya di sejumlah wilayah yang menjadi titik sempit (choke point)” ungkapnya saat menghadiri focus group discussion di PT LEN, Bandung, Selasa (18/2).

Dengan pengembangan sistem keamanan pantai tersebut, menurutnya TNI AL akan lebih mudah mengawasi kegiatan di seluruh choke point yang berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, II, dan III. (at)
 

  📡
IDM  

TNI-LPPM STMIK AMIK Bandung Jajaki Kerja sama Pertahanan Nasional

https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2025/04/28/Kunjungan-tni.jpg.webpSituasi rapat dalam kunjungan Pusat Pengkajian Strategis Penelitian dan Pengembangan (Pusjianstralitbang) TNI ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STMIK AMIK Bandung, Senin (28/4/2025). ANTARA/HO Pusjianstralitbang TNI)

P
usat Pengkajian Strategis Penelitian dan Pengembangan (Pusjianstralitbang) TNI dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STMIK AMIK Bandung, menjajaki kerja sama strategis dalam upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional Indonesia.

Kabidlitbang intekmil & siber, Ditlitbang, Pusjianstralitbang TNI Kol. Laut (E) Hafidh Yudha Putra mengungkapkan kolaborasi yang bertujuan untuk menghasilkan produk-produk di bidang industri pertahanan ini, diharapkan menjadi momentum penting dalam sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pertahanan.

"Kemitraan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya teknologi dan solusi yang dapat meningkatkan kapabilitas industri pertahanan dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk asing," kata Kolonel Hafidh Yudha Putra usai mengunjungi LPPM STMIK AMIK Bandung, di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Hafidh melanjutkan, sudah saatnya Indonesia mandiri di bidang teknologi pertahanan, dengan memberdayakan selain industri pertahanan, juga lembaga-lembaga pendidikan.

"Ini guna menjaring talenta-talenta berbakat guna pemenuhan kebutuhan peralatan dalam rangka operasi dan latihan TNI," ujar Hafidh.

Sementara, Ketua STMIK AMIK Bandung Asmui Mansur mengungkapkan rasa terima kasihnya pada tim Pusjianstralitbang TNI yang sudah melakukan kunjungan pada pihaknya.

Asmui mengharapkan LPPM STMIK AMIK dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menghasilkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan oleh industri pertahanan nasional.

Kerja sama yang dijalin, ujar Asmui, tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di kedua belah pihak melalui transfer pengetahuan dan teknologi.

"Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dari Pusjianstralitbang TNI dalam melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi swasta, untuk memperkuat ekosistem industri pertahanan nasional dan mewujudkan kemandirian Alutsista," tutur Asmui Mansur.

  ★ antara  

Senin, 28 April 2025

TNI AU dan GMF Tingkatkan Sinergi

 Bahas Pemeliharaan Boeing B-737-200 untuk Perkuat Kesiapan Misi TNI AU (TNI AU)

Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kesiapan operasional alutsista melalui sinergi AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) dengan mitra industri nasional.

Hal ini diwujudkan dalam rapat koordinasi assessment kedua pemeliharaan pesawat Boeing B-737-200 nomor registrasi A-7302 bersama PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Indonesia, yang dilaksanakan di ruang rapat Dankoharmatau, Bandung, Senin (14/04/2025).

Dipimpin langsung oleh Komandan Koharmatau Marsda TNI Asfan Jauhari, S.A.P., M.Si., rapat ini menindaklanjuti hasil assessment sebelumnya dengan fokus pada penyempurnaan aspek teknis dan manajerial pemeliharaan. Pesawat Boeing B-737-200 merupakan alutsista strategis yang memegang peranan penting dalam mendukung misi-misi TNI AU, mulai dari angkutan militer, bantuan kemanusiaan, hingga mobilitas udara lintas wilayah.

Dalam sambutannya, Dankoharmatau menekankan bahwa keberhasilan pemeliharaan tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kolaborasi yang adaptif dan responsif. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum ini sebagai ruang diskusi terbuka untuk merumuskan langkah-langkah teknis yang tepat, terukur, dan selaras dengan kebutuhan operasional TNI AU.

Pesawat Boeing 737-200 TNI AU (Dispenau)

Rapat ini merupakan bagian dari upaya implementasi nilai-nilai AMPUH yang terus digaungkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun sistem pemeliharaan alutsista yang unggul dan berkelanjutan, guna mendukung transformasi TNI AU sebagai angkatan udara yang modern dan siap menghadapi berbagai tantangan strategis.

Rapat dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Kabaranahan Kemhan, Asrena Kasau, Asops Kasau, Aslog Kasau, Kapuslaiklambangjaau, Pangkoopsud II, Direktur Utama PT GMF Indonesia, serta pejabat dan perwira Koharmatau. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjamin keandalan pesawat militer sebagai garda terdepan pertahanan udara nasional.

Dengan komitmen bersama dan semangat kolaboratif yang AMPUH, Koharmatau optimistis pemeliharaan Boeing B-737-200 akan berjalan efektif dan menghasilkan alutsista yang kembali siap mendukung pengabdian TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan udara Republik Indonesia.

  ★
TNI AU  

Minggu, 27 April 2025

[Global] Korea Utara Luncurkan Kapal Perang Perusak

 Berbobot 5 Ribu Ton Korea Utara Luncurkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton (KCNA via Reuters)

Melansir Reuters, Sabtu 26/4/2025), dari laporan KCNA, disebutkan kapal perusak multiguna baru itu dilengkapi "senjata paling kuat".

"(Dibangun-red) dalam waktu sekitar 400 hari dengan kekuatan dan teknologi kami sendiri", kata laporan itu, mengutip Jo Chun Ryong, seorang sekretaris di Partai Pekerja yang berkuasa.

Dalam pidato, Kim Jong-un mengatakan kapal perang itu akan diserahkan kepada angkatan laut dan mulai beroperasi awal tahun depan.

Rekaman dari televisi pemerintah Korea Utara KRT menunjukkan Kim tiba di Nampho bersama putrinya Ju Ae setelah melakukan perjalanan ke kota pelabuhan barat dengan kereta api.

"Jika AS terus memperbarui catatannya dalam protes terhadap kekuatan militer, kami tidak punya pilihan selain memperbaruinya dalam pelaksanaan pencegahan strategis," kata pemimpin itu dalam rekaman TV.

Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim Jong Un yang berkuasa, juga muncul dalam rekaman TV tersebut.

 Tandai Pembangunan Armada Besar 
Peluncuran, yang berlangsung pada hari Jumat di galangan kapal militer Nampho, menandai era baru "pembangunan armada besar bergaya Kim Jong Un", kata KCNA, mengutip Wakil Laksamana Pak Kwang Sop.

Kapal itu dinilai sebagai "kelas Choe Hyon", dinamai menurut pejuang revolusioner anti-Jepang Choe Hyon.

Awal bulan ini, Reuters melaporkan, kelas kapal perang baru Korea Utara mampu menampung puluhan sel peluncur vertikal untuk membawa rudal yang telah dikembangkan militernya. Hal ini mengutip analisis citra satelit.

Kim juga mengatakan kemampuan serangan pendahuluan yang kuat adalah "pencegah perang yang paling meyakinkan" dan bahwa tidak ada batasan untuk cakupan serangan semacam itu.

"Lingkungan keamanan negara kita sangat serius saat ini," kata pemimpin itu seperti dikutip oleh KCNA. Ia pun bersumpah untuk membangun armada untuk operasi laut terbuka.

Ia juga berterima kasih kepada para pekerja dan teknisi karena membangun kapal perusak baru, yang sesuai dengan garis partai untuk memperkuat angkatan laut.

  ⚓ sindonews  

39 Siswa Kopaska Berlatih Terjun Malam dari Pesawat NC-212 Aviocar

🛩 🪂  (Puspenerbal)

Skuadron Udara 600 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda mendukung Latihan Terjun Malam Paradasar bagi 39 siswa DIKKOPASKA Angkatan XLVIII, Pusdiksus, Kodikopla, Kodiklatal yang dimulai pada Kamis malam (24/4/2025).

Latihan Terjun Malam Paradasar sebagai bagian dari kemampuan infiltrasi udara taktis yang krusial bagi setiap pasukan khusus TNl AL menjadi tahap akhir dari Dikkopaska yang berlangsung selama 10 bulan.

Latihan Terjun Malam yang berlangsung hingga awal Juni 2025 ini berlangsung dalam tiga sorti penerbangan malam, para siswa melaksanakan penerjunan statis dari ketinggian 1.500 kaki menggunakan pesawat CASA NC 212-200 Aviocar.

Latihan terjun malam ini membekali siswa dengan kemampuan dasar sebelum terjun Free Fall dikegelapan, bertujuan meningkatkan kemampuan calon prajurit Kopaska dalam kondisi minim cahaya.

Materi latihan mencakup ground training dan praktik terjun statik pada malam hari. Pesawat CASA NC 212-200 diawaki oleh Mayor Laut (P) Anjun, Lettu Laut (P) Satrio, dan Letda Laut (P) Reno, yang menerbangkan pesawat dan membuka ramp atas aba-aba pelatih untuk penerjunan malam.

Komandan Skuadron Udara 600, Mayor Laut (P) Marwanto, menyatakan bahwa NC 212-200 mendukung berbagai latihan TNI AL dan menjadi andalan angkut taktis, termasuk infiltrasi udara terbatas dan logistik, kapanpun dibutuhkan.

Sedangka Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menambahkan bahwa pesawat ini memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai operasi dan penugasan, serta akan terus mendukung operasi-operasi di masa mendatang.

  🛩 Pelopor Wiratama  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...