Rabu, 30 April 2025

Sekjen Kemhan Menerima Courtesy Call Athan Rusia

 Membahas beberapa kerja sama di bidang industri pertahanan SU 35 Rusia, pesawat yang dikabarkan akan di beli Indonesia (Ist)

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo menerima courtesy call Athan Rusia Kolonel Maxim L. Lukianov di ruang tamu Sekjen Kemhan, Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Hubungan bilateral antara kedua negara, termasuk dalam sektor industri pertahanan, telah meningkat secara signifikan.

Indonesia berupaya memperkuat industri pertahanan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan Alutsista. Pengadaan peralatan pertahanan juga didorong dengan offset, kandungan lokal dan transfer teknologi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Hal ini telah dilaksanakan melalui beberapa program offset pengadaan Alutsista dari Rusia berupa simulator Sukhoi dengan PT. Len dan seluruh pekerjaan telah selesai dan berjalan dengan baik.

Dalam pertemuan ini juga membahas beberapa kerja sama di bidang industri pertahanan salah satunya terkait rencana Russian-Indonesian Intergovernmental Commission on Military-Technical Cooperation (MTC).

Selain itu, dalam pertemuan ini juga membahas dan menindaklanjuti peluang kerja sama industri pertahanan.

Turut mendampingi Sekjen dalam pertemuan ini yaitu Dirkersinhan Ditjen Strahan Kemhan. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

  ★
Kemhan  

PT Pindad Jajaki Kerjasama Dengan Evolved Aero

 Kembangkan Drone Jammer dan Interceptor Systems Pindad tahun lalu meluncurkan Maung MV3 Mobile Jammer (Pindad)

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa dan Executive Chairman of the board Evolved Aero, Karl-Magnus Karlsson menandatangani MoU dan NDA terkait pengembangan bersama drone jammer dan interceptor systems pada Jumat, 25 April 2025 di Kantor Perwakilan Pindad Jakarta. Penandatanganan disaksikan oleh Direktur Teknologi & Pengembangan, Prima Kharisma, Plt. VP Inovasi & Bangnis, Aryo Baskoro, Plt. Sekretaris Perusahaan, Danurani Dyah Pertiwi, beserta jajaran.

Sigit P. Santosa dalam sambutannya menyampaikan rencana kerjasama yang akan dilakukan ke depan. "Kita akan bekerjasama mengembangkan Unmaned Aerial Vehicle (UAV) dan membuat Pindad manufacturing base market system. Hari ini tidak hanya tentang seremoni, tetapi juga action kedepan, suatu kehormatan bagi kami," jelas Sigit P. Santosa.

Sementara itu, Karl-Magnus Karlsson menyampaikan antusiasmenya untuk kerjasama yang akan dilakukan dengan PT Pindad. "Kami sangat antusias untuk bekerjasama dengan Pindad, karena historisnya dan kemampuannya di bidang pertahanan dan keamanan. Kami menawarkan adaptasi perang modern yang dibutuhkan saat ini. Kita bisa melakukan bersama dan semoga bermanfaat," ujar Karl-Magnus Karlsson.

Setelah mendengarkan Sambutan dari pimpinan masing - masing perusahaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU, NDA, serta foto Bersama.

  ★
Pindad  

Sinergi Krakatau Steel dan Pindad untuk Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

 Digunakan sebagai material kendaraan militer dan alutsista PindadMedium Tank Harimau produksi bersama Pindad & FNSS (Pindad) ♞

M
emantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara merupakan bagian dari Asta Cita yang harus dilaksanakan. Dalam hal ini PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Pindad (Persero) bersinergi pada penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Pengembangan dan Penggunaan produk baja untuk mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri di sektor Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan.

Penandatanganan berbagai kerja sama strategis ini diadakan di Grha Pindad Bandung pada Senin 10 Maret 2025 dengan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, serta Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Muhammad Akbar Djohan.

“Nota Kesepahaman yang kami tandatangani ini mencakup kerja sama suplai kebutuhan material, pengembangan material dan produksi produk alat peralatan industri pertahanan dan keamanan,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Muhamad Akbar Djohan.

Direktur PT Pindad Sigit Puji Santosa menyampaikan bahwa produk baja Krakatau Steel nanti akan digunakan sebagai material produk Anoa 3, Medium Tank APC (Armored Personnel Carrier), Medium Tank with Cannon 105 mm, Maung MV3, material laras senjata, alat berat, infrastruktur perhubungan, tabung gas LPG, pertambangan dan lain-lain.

“Selain Krakatau Steel, kami juga hari ini melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta dua BUMN lainnya yaitu PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) dalam rangka memperkuat sinergi inovasi dan kolaborasi strategis nasional. Adapun penandatangan berbagai kerja sama strategis ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam bidang ketahanan energi, kemandirian teknologi dan pertumbuhan nasional,” ujar Sigit.

Lebih lanjut Akbar Djohan juga menyatakan bahwa produk baja berkualitas Hot Rolled Coil atau baja canai panas Krakatau Steel merupakan salah satu material yang akan disuplai dalam kerja sama ini. Kami berkomitmen untuk dapat mengoptimalkan kerja sama ini hingga jangka waktu 2 tahun ke depan. Melalui kerja sama ini Krakatau Steel mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri untuk industri pertahanan.

“Kapasitas produksi kami untuk baja canai panas mencapai 2,4 juta ton. Setelah recovery fasilitas produksi Hot Strip Mill kami optimistis dapat kembali memenuhi kebutuhan baja domestik untuk berbagai proyek strategis nasional, infrastruktur, termasuk pemenuhan kebutuhan untuk industri pertahanan bersama PT Pindad ini,” tegas Akbar Djohan.

Menutup pernyataannya Akbar Djohan menekankan bahwa saat ini Krakatau Steel terus menjaga kepercayaan dari semua mitra atau stakeholder melalui Revolutionary Movements “Committed to Transform” to support Recovering Business Acceleration, suatu gerakan yang bisa membangun ekosistem kondusif bagi investor. Secara efektif, perubahan hampir tidak mungkin terjadi tanpa kolaborasi, kerja sama, dan konsensus seluruh industri. Dengan industrialisasi dan hilirisasi kita dapat mewujudkan ketahanan dan kemandirian industri baja nasional yang berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

  ♞
antara  

Helikopter Panther Berjuluk Submarine Hunter

💪 Tambah Kekuatan Puspenerbal Helikopter AS 565 MBe Panther HS-1302 (Puspenerbal)

Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) mendapat tambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru. Yakni Helikopter AS565 MBe Panther HS-1302. Alutsista berjuluk Submarine Hunter itu memperkuat Skadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal mulai Senin (24/1).

Seperti alutsista-alutsista baru untuk Puspenerbal lainnya, kedatangan helikopter tersebut disambut dengan tradisi water salute. Tradisi penyambutan tersebut berlangsung di Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Jawa Timur. Sejumlah pejabat Puspenerbal hadir dalam kesempatan itu.

Termasuk diantaranya Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNl Sisyani Jaffar. Dia menyiramkan air bunga ke bagian nose Helikopter AS565 MBe Panther tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pemecahan kendi usai tradisi water salute berlangsung.

Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah menyampaikan bahwa pihaknya menyambut positif kedatangan helikopter baru tersebut. Dia yakin penambahan alutsista itu akan memperkuat kemampuan Skadron Udara 100 dalam melaksanakan tugas, khususnya tugas menjaga keamanan wilayah maritim dan melaksanakan operasi anti-kapal selam.

”Kehadiran AS565 MBe Panther ini adalah lompatan besar bagi Skuadron Udara 100. Helikopter ini dilengkapi dengan teknologi terkini yang akan meningkatkan efektivitas kami dalam berbagai misi,” terang Kolonel Adam.

Hal senada disampaikan oleh Komandan Skadron Udara 100 Wing Udara 2 Mayor Laut (P) Kuswoyo. Dia mengungkapkan, kegembiraannya atas kedatangan helikopter baru tersebut. Menurut Kuswoyo, Helikopter AS565 MBe Panther memiliki kemampuan yang mumpuni untuk diandalkan dalam melaksanakan berbagai operasi. Mulai deteksi dini, pengintaian maritim, hingga kemampuan anti-surface warfare dan anti-submarine warfare.

”Sebagai Submarine Hunter, Skuadron Udara 100 membutuhkan platform yang andal dan memiliki sensor serta sistem persenjataan yang canggih. AS565 MBe Panther menjawab kebutuhan tersebut dengan berbagai keunggulannya,” ucap Kuswoyo.

  🚁 Jawa Pos  

Defisit Dagang AS-RI US$ 19 M Bakal Ditutup Impor Migas-Jet Boeing

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR0TTqhoG4YSun6_ymCs0sa8zNoqsOGDdW-q_q1TITrmvDHxNaZp-jllG1n3bu5OH3_-8XWRExZVUzumOn_GZG90Pa-QOil_ZuMrUB5w5S-e4-4nhRVOoh_-PZnvhIkKT7JSRB3BXRQrx_ouP2xyGUSmlagPul0RRaD70cDxH4DZ9RGRckYLfG3msosZBi/s800/Boeing_2024_BDS_F15_Indo_Bahasa_Social_1x1jpg.jpgBoeing promosikan F15 EX dengan iming2 alih teknologi (Boeing)

Pemerintah memastikan, komitmen Indonesia untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan Amerika Serikat dengan Indonesia yang senilai US$ 18-19 miliar sepenuhnya akan ditutup dari impor komoditas agrikultur dan energi.

Sebagaimana diketahui, defisit neraca perdagangan antara AS dengan Indonesia pada 2024 mencapai US$ 18 miliar, membuat Presiden AS Donald Trump geram hingga mengenakan tarif dagang yang tinggi terhadap Indonesia sebesar 32%.

"Sudah ketutup sama energi dan agrikultur dari US$ 19 miliar itu, sudah ketutup 100%," tegas Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Susiwijono mengatakan, untuk porsi impor barang-barang alat utama sistem Alat Utama Sistem Senjata atau Alutsista, seperti jet tempur buatan Boeing masih sebatas penawaran dalam forum negosiasi tarif dagang dengan pemerintah AS.

"Itu kan kita hanya menawarkan, kita juga ada hal lain loh, tapi dari dua itu (agrikultur dan energi) sudah menutup gap dari trade defisit. Sudah ketutup dari dua itu," ungkap Susiwijono.

Dengan penawaran impor komoditas energi dan agrikultur saja, pemerintah AS menurut Susiwijono sudah menyambut positif tawaran pemerintah Indonesia selama forum negosiasi tarif sepekan lalu. Terbukti dari komitmen pemerintah AS yang bersedia merincikan poin-poin negosiasi selama 60 hari ke depan.

"Oh mereka sangat positif karena kita keluar dengan angka dan proposal paling kongkrit, sangat-sangat positif. Sangat bagus," tegasnya.

Komitmen untuk menyeimbangkan neraca perdagangan itu pun menurut Susiwijono tidak akan sampai membuat neraca ekspor impor Indonesia dengan AS malah berbalik menjadi defisit.

"Mereka kan temanya fair and balance trade. Di situ kita pegang dulu, setelah itu selain kita offering, kita request juga top 20 produk ekspor kita, untuk kurangi tarifnya (32%)," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah mengungkapkan sejumlah barang impor dari Amerika Serikat yang akan makin banyak diserap oleh Indonesia, untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan AS terhadap Indonesia.

"Jadi ya, beberapa komoditas serta produk manufaktur yang dapat kita gunakan untuk persempit atau kurangi atau bahkan hilangkan surplus ini," kata Sri Mulyani dalam program First On CNBC, dikutip Senin (28/4/2025).

Sri Mulyani mengatakan, produk pertama yang akan menjadi target supaya neraca perdagangan antara AS dan Indonesia kembali surplus ialah produk agrikultur, seperti gandum, kedelai, jagung.

"Saya yakin bahwa di sini, di Amerika Serikat, produk pertanian memainkan peran penting dalam banyak konstituen di Amerika Serikat, yang menghasilkan gandum, kedelai, jagung," tegasnya.

"Ini semua adalah produk makanan atau produk pertanian yang juga dikonsumsi di Indonesia secara signifikan dan kami mengimpor tidak hanya dari Amerika Serikat tetapi juga banyak negara lain," tegasnya.

Produk kedua, ialah minyak dan gas bumi, khususnya gas cair atau yang dikenal dengan istilah LNG ataupun LPG. Menurutnya, komoditas itu sangat penting bagi Indonesia, karena Indonesia bukanlah negara yang menjadi produsen migas.

Ketiga, ia mengungkapkan bahwa produk yang akan dioptimalisasi impornya ialah yang berasal dari perusahaan penerbangan AS, Boeing. Namun, ia tak mendetailkan produk apa saja yang akan ditambah impornya dari Boeing.

"Jadi ini semua adalah area di mana kita tentu dapat melakukan outsourcing minyak dan gas ini dari Amerika Serikat, termasuk produk Boeing dan sebagainya," tuturnya. (arj/haa)

  ⍟ CNBC  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...