⚓️ 🚀 Dengan sistem peluncur rudal Midlas
Sukses peluncuran rudal dari kapal TCG Istambul, kapal fregat multiperan yang akan di beli Indonesia (AA)
Sistem lokal menyediakan panduan, deteksi, dan pelacakan selama uji coba penembakan, menandakan keberhasilan pertahanan Turki, kata Sekretaris Industri Pertahanan Turki.
Sistem peluncur vertikal lokal "Midlas" buatan perusahaan pertahanan Turki, Roketsan, berhasil menyelesaikan uji coba penembakannya, meluncurkan rudal Hisar-D RF di atas fregat multiperan TCG Istanbul, kata Sekretaris Industri Pertahanan Turki (SSB) pada hari Jumat.
Haluk Gorgun mengatakan di platform media sosial Turki, Next Sosyal, bahwa uji coba tersebut menandai kisah sukses dalam industri pertahanan Turki.
“Uji coba ini sekali lagi menunjukkan keandalan sistem kami dan tekad kami untuk meningkatkannya selangkah demi selangkah,” ujarnya. “Sinergi seluruh tim yang bekerja bahu-membahu, dari Aselsan hingga Havelsan, dan dari STM hingga Roketsan, meningkatkan kekuatan Angkatan Laut Turki dan memberikan kemampuan strategis bagi negara kami.”
Rudal tersebut diluncurkan di lepas pantai provinsi utara Sinop di pesisir Laut Hitam. Penembakan tersebut diikuti dengan deteksi target menggunakan radar pencari Cenk 400-N 4-D dan radar pengendali tembakan Akrep 300-N.
Sistem pengendali tembakan Hisar-D menggunakan kepala pencari RF Agras untuk menjalankan proses panduan fase tengah dan akhir.
Sistem buatan dalam negeri bekerja secara harmonis dan tandem sempurna untuk memandu rudal selama penembakan, deteksi, dan pelacakan target di laut.
Kirim 80 unit ke Indonesia
Kendaraan militer NMS 4x4 Turkiye pesanan Brimob ditampilkan pada pameran Indo Defence. (AA)
Nurol Makina akan memenuhi kebutuhan unit operasi khusus elit TNI dengan kendaraan lapis baja ringan seiring dengan meningkatnya kehadiran pertahanan di kawasan.
Perusahaan pertahanan Nurol Makina, produsen utama kendaraan darat lapis baja di Turkiye, memperluas kehadirannya di Indonesia dengan memasok kendaraan lapis baja ringan NMS 4x4 ke kesatuan operasi khusus Korps Brimob.
Perusahaan Turkiye itu memamerkan NMS 4x4 miliknya di pameran Indo Defense yang diadakan di Jakarta, yang menunjukkan partisipasinya yang ketiga dalam acara tersebut, kata Mehmet Corbacioglu, direktur pengembangan bisnis Nurol Makina, kepada Anadolu.
Dia mengatakan bahwa tahun lalu, perusahaan tersebut membuat kesepakatan dengan Korps Brimob untuk pengiriman kendaraan tersebut. Perusahaan itu memamerkan kendaraan tersebut di acara pameran itu.
"Selain itu, TNI juga sudah mengajukan permintaan untuk kendaraan kami, dan kami akan menindaklanjuti pembahasan kami setelah acara tersebut," kata dia.
"Kami menandatangani kontrak dengan Indonesia setelah Malaysia—kehadiran Nurol Makina terus bertambah setiap hari," ungkap Corbacioglu.
Nurol Makina saat ini mengoperasikan sekitar 80 kendaraan di Indonesia berdasarkan kontraknya dengan pasukan keamanan.
NMS 4x4, yang dikenal sebagai Yoruk di pasar Turkiye, dirancang untuk memberikan mobilitas dan perlindungan tinggi bagi unit keamanan dan militer, menawarkan ketahanan balistik dan ranjau yang lebih unggul dibandingkan dengan kendaraan lapis baja ringan lainnya.
Kendaraan ini memiliki desain modular, yang memungkinkan konfigurasi fleksibel sebagai kendaraan tempur, pengangkut personel, platform pertahanan udara, atau kendaraan pengintai di zona pertempuran berintensitas tinggi.
Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem senjata 7,62 mm dan 12,7 mm dan mencapai kecepatan tertinggi 140 kilometer per jam.
♘ AA
🤝 👷 🚀 Joint venture Indonesia dan Turkiye
Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia Tandatangani perjanjian produksi lokal sistem rudal Çakir di IDEF 2025 (Republikorp)
Indonesia dan Turki resmikan produksi rudal Çakir melalui joint venture strategis.
Di ajang pameran pertahanan internasional IDEF 2025 di Istanbul, Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI) secara resmi menandatangani kontrak strategis untuk alih produksi sistem rudal Çakir ke Indonesia. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal yang telah dicapai pada Indo Defence 2025, dalam kerangka Joint Venture Agreement (JVA) antara Roketsan Turkiye dan Republikorp Indonesia.
Kerja sama ini melahirkan entitas baru bernama PT Republik Roketsan Indonesia, yang akan menjadi pelopor pengembangan industri rudal nasional. Melalui joint venture ini, kedua belah pihak menyepakati pengembangan dan produksi empat sistem rudal utama — Çakir, Atmaca, Hisar, dan Sungur — secara bertahap di dalam negeri, yang akan diawali oleh Çakir.
Proyek ini tidak hanya melibatkan pembangunan fasilitasi berteknologi tinggi, tetapi juga alih teknologi menyeluruh, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Murat İkinci selaku General Manager Roketsan dan Norman Joesoef selaku Chairman Grup Republikorp yang mewakili perusahaan joint venture PT Republik Roketsan Indonesia.
Infografis rudal Çakir (roketsan)
Dalam pernyataannya, Norman Joesoef menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa, melainkan lompatan strategis menuju kemandirian pertahanan nasional.
Ia menegaskan bahwa dengan memproduksi sistem rudal seperti Çakir di tanah air, Indonesia sedang membangun fondasi jangka panjang untuk menguasai teknologi pertahanan masa depan secara berdaulat.
Roketsan menunjukkan komitmennya melalui dukungan alih teknologi yang menyeluruh, termasuk penyediaan peralatan produksi mutakhir, dokumentasi teknis yang lengkap, dan pendampingan langsung dari para ahli Turki.
Pusat produksi yang akan dibangun di Indonesia dirancang untuk dapat menangani seluruh proses manufaktur, mulai dari perakitan hingga integrasi dan pengujian sistem rudal secara mandiri.
Ini merupakan langkah konkret yang akan memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional secara menyeluruh.
Infografis rudal Atmaca (AA)
Keberhasilan proyek ini diprediksi membawa dampak luas terhadap perekonomian dan pengembangan teknologi dalam negeri.
Pembangunan fasilitas produksi rudal akan menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi bagi para insinyur dan teknisi Indonesia, serta mendorong pertumbuhan industri pendukung lokal yang mampu memproduksi komponen dan material dengan standar internasional.
Dengan penguasaan teknologi dari sistem rudal modern ini, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi pertahanan strategis di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka akses ke pasar ekspor yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Penandatanganan kontrak di IDEF 2025 ini menjadi bukti nyata dari keseriusan kedua negara dalam mewujudkan visi pertahanan yang mandiri, modern, dan terintegrasi.
Kolaborasi internasional ini bukan hanya memperkuat postur pertahanan nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia pada peta industri pertahanan global sebagai negara dengan kemampuan produksi sistem senjata canggih yang berdiri di atas kaki sendiri.
Di Laut Merah
MPCS KRI Brawijaya-320 latihan bersama ITS Ciao Duilio D-554 di Laut Merah. (Dispenal)
Untuk mempertahankan naluri tempur, kesiapsiagaan, dan profesionalisme prajurit, KRI Brawijaya-320 melaksanakan latihan bersama dengan kapal perusak Italia ITS Ciao Duilio D 554 sebelum melewati Bab El Mandeb di Laut Merah.
Kawasan ini dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap ancaman kelompok Houthi di Yaman sehingga memerlukan kewaspadaan penuh. Kamis (15/8).
Dalam etape pelayaran ini, KRI Brawijaya disambut oleh ITS Ciao Duilio yang sedang bertugas di Laut Merah dan tergabung dalam Gugus Tugas EUNAVFOR ASPIDES.
Pertemuan di perairan strategis tersebut menjadi momen penting untuk mempererat kerja sama sekaligus meningkatkan kemampuan tempur kedua kapal perang.
Latihan bersama ini bertujuan meningkatkan operabilitas dan situational awareness para pengawak dari kedua kapal.
Berbagai materi latihan dilaksanakan, di antaranya ADEX 470 (Air Defence Exercise), SURFEX 991 (Surface Exercise), Station Keeping (RAS Approach), yang dilanjutkan dengan Sail Past serta PHOTHEX oleh helikopter SH-90 yang berada di atas ITS Ciao Duilio.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam menjaga kesiapan tempur di wilayah perairan rawan serta membangun hubungan baik dengan angkatan laut negara sahabat.
Latihan di medan operasi nyata seperti ini menjadi sarana penting untuk menguji dan mengasah kemampuan prajurit, sekaligus memastikan kapal perang Indonesia selalu siap menjalankan misi di perairan internasional.
Dengan C-130J Super Hercules TNI AU
Belasan ton bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk warga Gaza yang diterjunkan dari pesawat C-130J Super Herculez TNI AU. (Dok. Dispenau)
Indonesia melalui Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih-II berhasil melakukan misi kemanusiaan untuk warga gaza melalui penerjunan logistik (airdrop logistic) dengan dua pesawat C-130J Super Hercules.
Kedua pesawat angkut tersebut merupakan bagian dari jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara (TNI AU), yang sehari-hari dioperasikan Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Menariknya, misi penerjunan bantuan tersebut bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Minggu, 17 Agustus 2025.
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menjelaskan, dua pesawat C-130J Super Hercules dengan tail number A-1339 dan A-1344 melaksanakan misi dari King Abdullah II Air Base, Amman.
Belasan ton bantuan yang diterjunkan meliputi berbagai kebutuhan pokok, makanan siap saji, perlengkapan kesehatan, selimut, serta bantuan khusus bagi anak-anak.
“Misi ini bukan sekadar pengiriman bantuan, melainkan pernyataan solidaritas dan kepedulian bangsa Indonesia yang memiliki makna mendalam, terlebih dilakukan pada momentum Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia,” ungkap Dansatgas Garuda Merah Putih II Kolonel Pnb Puguh Yulianto.
Keberhasilan ini menegaskan profesionalisme dan kesiapan TNI AU dalam melaksanakan misi lintas batas, sekaligus menunjukkan wajah Indonesia sebagai bangsa yang senantiasa mengedepankan solidaritas, kepedulian, dan kehormatan.
Misi kemanusiaan ini menjadi simbol solidaritas bangsa Indonesia yang selalu berdiri teguh bersama masyarakat dunia dalam menjawab panggilan kemanusiaan.
Selain itu, misi ini juga menjadi bagian dari Solidarity Path Operation-2 (SPO-2) yang dipimpin Royal Jordanian Air Force dan diikuti 12 negara, termasuk Indonesia. (yas)
Israel beri izin khusus untuk Indonesia
Metode airdrop logistic yang dilakukan oleh Satgas Garuda Merah Putih-II dari pesawat C-130J Super Herculez TNI AU. (Dok. Dispenau)
Kantor Perdana Menteri Israel memberi izin khusus kepada Indonesia untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui jalur udara ke Gaza.
Izin ini terbit meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Kini, Indonesia menjadi salah satu dari sejumlah negara yang ikut serta dalam pengiriman bantuan tersebut.
“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengundang semua negara yang meminta bantuan pengiriman makanan melalui udara ke Gaza untuk bergabung dalam upaya kemanusiaan,” ujar seorang pejabat diplomatik Israel yang dikutip dari Times of Israel, Senin (18/8).
Dari keterangan IDF, untuk pertama kalinya Denmark dan Indonesia, menjatuhkan total 161 palet bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza. Setiap palet berisi sekitar satu ton makanan.
Bantuan via udara ini mengikuti jejak pesawat dari Yordania, Uni Emirat Arab, Jerman, Belgia, Prancis, Italia, dan Belanda.
Adapun Israel kembali membuka jalur pengiriman bantuan melalui udara sejak 26 Juli 2025.
Kebijakan itu terbit setelah meningkatnya kritik internasional terkait krisis kelaparan yang meluas di Gaza.
Namun, jika dibandingkan dengan bantuan via darat, mekanisme tersebut hanya menyalurkan sebagian kecil. Bahkan, metode pengiriman udara turut menimbulkan risiko bagi warga sipil. Hal itu lantaran paket bantuan berpotensi jatuh dan menimpa para warga Gaza. (Ykb)