Rabu, 17 September 2025

Satgas Port Visit TNI AL Dampingi Wapres RI di Papua Nugini

Satgas Port Visit TNI AL mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Papua Nugini, Senin (15/9). (Dispenal)

Satgas Port Visit TNI AL mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam pertemuan dengan diaspora Indonesia di Port Moresby, Papua Nugini, Senin (15/9).

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan ikatan emosional antara pemerintah dengan warganya di luar negeri. Wakil presiden menyampaikan apresiasi atas kontribusi diaspora dalam menjaga citra positif bangsa serta mendorong persahabatan Indonesia–Papua Nugini.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menegaskan, kehadiran satgas port visit menunjukkan dukungan nyata terhadap diplomasi pertahanan sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di kawasan Pasifik.

“Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya peran diplomasi TNI AL untuk mendukung kebijakan politik luar negeri,” ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (17/9).

Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan peringatan 50 tahun kemerdekaan Papua Nugini, pada 16 September 2025.

  Open Ship 
Ilustrasi KRI REM 331 bersama KRI WSH 991 (Dispenal)
“Warga Indonesia di Papua Nugini menyambut antusias acara ini dan merasa bangga dapat bertemu langsung dengan wakil presiden serta menyaksikan kehadiran unsur pertahanan laut Indonesia di negara sahabat,” ucapnya.

Sebelumnya, KRI Wahidin Sudirohusodo-991 berangkat dari Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa (9/9) bersama KRI RE Martadinata-331 yang tergabung dalam Satgas Port Visit 2025.

Sebanyak 328 prajurit TNI AL yang on board di kedua kapal ini bertugas melaksanakan misi diplomasi di Papua Nugini selama 14–18 September, meliputi pelayanan kesehatan gratis di KRI Wahidin Sudirohusodo-991, bakti sosial di fasilitas umum dan rumah ibadah, hingga kegiatan olahraga persahabatan dan tur kapal (open ship).

KRI Wahidin Sudirohusodo-991 dan KRI RE Martadinata-331 akan menempuh pelayaran selama 24 hari saat mengarungi perairan Pasifik Selatan, yakni 4-27 September meliputi rute Sorong–Port Moresby–Sorong–Surabaya–Ambon–Port Moresby–Ambon–Surabaya. (at)

  🤝 
IDM  

Anggaran Rp 187,1 Triliun untuk Kemenhan

  Di setujui Komisi I Kapal frigate Istif class akan dibeli TNI AL (TWZ)

Kementerian Pertahanan mengatakan Komisi I DPR RI telah menyetujui jumlah anggaran yang diajukan untuk tahun 2026 sebesar Rp 187,1 triliun.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai mengikuti rapat tertutup dengan Komisi I DPR membahas anggaran.

"Proposal akhir dari anggaran Kemhan dan TNI tahun 2026 yang sudah disetujui oleh Komisi I untuk dibawa ke Badan Anggaran, sejumlah Rp 187,1 triliun," kata Sjafrie saat ditemui awak media usai rapat dengan Komisi I di gedung Parlemen, Selasa.

Sjafrie menjelaskan, anggaran itu akan digunakan Kementerian Pertahanan untuk menggaji pegawai dan prajurit TNI, memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, dan memperkuat sektor-sektor pertahanan lain yang berkaitan dengan kedaulatan negara.

Drone UCAV HALE Akinci akan dibeli TNI (Baykar)
Sjafrie memastikan serapan anggaran akan dilakukan secara maksimal agar dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Karenanya, dia meminta seluruh kepala staf angkatan untuk serius dalam menggunakan anggaran secara efektif namun dengan hasil yang maksimal.

"Para kepala staf angkatan akan terus meningkatkan kesiapannya di bidang masing-masing dalam rangka memenuhi target trisula perisai nusantara," jelas Sjafrie.

Sjafrie juga berharap proses persetujuan anggaran dapat berjalan lancar di Badang Anggaran (Banggar) DPR.

"Bersama sama kita tunggu bagaimana tindak lanjut dari Banggar yang akan disampaikan hari ini," tutup dia.

  💥 
antara  

Selasa, 16 September 2025

GMF Selesaikan Perawatan Helikopter Bell 412 ke-4 Penerbad

  Siap maintenance empat unit lainnyaHelikopter Bell 412 Penerbad (Jetphotos/Fahmun)

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) melalui lini bisnis Defense Industry berhasil menyelesaikan pekerjaan perawatan Helikopter Bell 412 dengan kode registrasi HA-5230. Pekerjaan yang meliputi perawatan 5.000 Flight Hours / 5 Years Inspection ini diselesaikan tepat waktu sesuai Turnaround Time (TAT) yang disepakati, yakni 186 hari. Helikopter tersebut secara resmi diserahkan GMF kepada Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) di Markas Pusat Penerbangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mako Puspenerbad) dan diterima langsung oleh Komandan Puspenerbad (Danpuspenerbad), Mayor Jenderal TNI Zainuddin.

Penyelesaian helikopter ke-4 ini merupakan bagian dari kontrak perawatan total 8 unit helikopter Bell 412 milik TNI AD. Setelah empat unit pertama berhasil dituntaskan, GMF akan melanjutkan pengerjaan pada empat unit tersisa, dimulai dengan dua unit pada September 2025 dan disusul unit lainnya secara bertahap.

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terus terjalin antara GMF dan TNI AD. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Puspenerbad kepada GMF dalam mendukung kesiapan operasional alutsista nasional. Dengan pengalaman dan kapasitas yang mumpuni dalam menangani helikopter Bell 412, kami optimis dapat memberikan hasil perawatan sesuai standar tertinggi untuk penyelesaian empat unit selanjutnya. GMF berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pemeliharaan terbaik, tidak hanya untuk memastikan keselamatan dan keandalan armada, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian ekosistem pertahanan Indonesia,” ungkap Andi.

  Tentang 5.000 Flight Hours / 5 Years Inspection
Perawatan 5.000 Flight Hours / 5 Years Inspection merupakan perawatan besar (heavy maintenance) yang wajib dilakukan pada helikopter Bell 412 setiap mencapai 5.000 jam terbang atau 5 tahun, mana yang tercapai lebih dahulu. Tujuan perawatan ini adalah memastikan seluruh sistem dan komponen dalam kondisi aman (safe) dan laik terbang (airworthy).

Ruang lingkup pekerjaan yang GMF kerjakan meliputi pemeriksaan airframe melalui visual inspection, corrosion prevention, dan NDT; overhaul pada komponen utama termasuk power train, rotors, power plant, dan flight control; perawatan pada electrical dan avionics; serta proses rotor track and balancing. Selain itu dilakukan pula weight and balance, servicing, dan operational check pada setiap sistem untuk memastikan kelayakan terbang helikopter.

Dengan keberhasilan penyelesaian perawatan ini, GMF kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pertahanan Indonesia melalui layanan pemeliharaan pesawat yang andal, profesional, dan berstandar internasional. Keberhasilan ini juga membuktikan kapabilitas GMF sebagai MRO terintegrasi yang mampu memenuhi kebutuhan di berbagai sektor, mulai dari defense, general aviation, hingga industrial solutions.
 

  ☆
GMF  

Senin, 15 September 2025

PT DI Produksi Dua Helikopter VIP H225M

 ⍟ Untuk TNI Helikopter VIP H225M hasil kolaborasi PT Dirgantara Indonesia dan Airbus. (Dok. Tim Media Menhan SS)

PT Dirgantara Indonesia (DI) berkolaborasi dengan perusahaan kedirgantaraan asal Prancis, Airbus, sedang memproduksi dua helikopter VIP H225M untuk TNI.

Helikopter tersebut telah diuji coba Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (15/9).

Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan mengatakan, dua helikopter VIP H225M nantinya akan di bawah operasi TNI Angkatan Udara.

“Komando pengendalian di TNI. Kami akan delivery dua unit,” ujar Gita kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin.

Gita mengatakan, pembangunan dua helikopter itu diupayakan bisa rampung tahun ini.

Rencananya, dua helikopter itu akan memperkuat Skadron Udara 8 di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Atang Sendjaja, Bogor, dengan prioritas utama pada operasi udara khusus dan dukungan misi kenegaraan.

Helikopter dengan no H-2214 nantinya di bawah operasi TNI AU. (Dok. Tim Media Menhan SS)

Adapun helikopter H225M yang ditinjau Menhan Sjafrie merupakan bagian dari program Blue Book 2014–2019, hasil kerja sama antara PT DI dan Airbus.

Dengan kemampuan multifungsi mulai dari transportasi pejabat tinggi, dukungan misi kenegaraan, hingga operasi udara khusus, H225M dirancang untuk memperkuat fleksibilitas dan daya jangkau TNI AU dalam menghadapi tantangan operasional masa kini.

Nilai kontrak pengadaan mencapai puluhan juta Euro yang mencakup dua helikopter, airborne kit, dukungan logistik terpadu (ILS), publikasi teknis, serta pelatihan intensif bagi kru udara dan darat. Setiap unit dilengkapi garansi 24 bulan atau 1.200 jam terbang, menjamin keandalan dan pemeliharaan jangka menengah.

“Jika sudah siap terbang, helikopter ini bisa langsung terhubung dengan markas di bawah dan digunakan untuk kepentingan TNI serta Kementerian Pertahanan,” ujar Menhan Sjafrie.

Sebelumnya, pemerintah menyerahkan delapan helikopter H225M buatan Airbus kepada TNI AU pada 2023. Delapan helikopter itu telah melalui proses re-assembly.

Gita memastikan, dua helikopter VIP H225M memiliki teknologi terbaru dibanding delapan helikopter sebelumnya. (nma)

  ⍟
IDM  

Peru Menangkap Pelaku Penembakan Diplomat RI Zetro Leonardo

  Motif belum diketahui Aparat keamanan Peru menangkap lima tersangka terkait penembakan yang menewaskan staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba. (X/@PoliciaPeru)

Polisi Peru telah menangkap pelaku penembakan staf Kedutaan Besar Indonesia di Lima, Zetro Leonardo Purba. Para pelaku disebut sebagai anggota geng kriminal Los Maleantes del Cono.

Mengutip laman X Kepolisian Peru, tampang para pelaku diungkap di media sosial.

Sebelumnya, penangkapan dilakukan pada 9 September. Dalam aksi tersebut, Kepolisian Nasional Peru juga menyita pistol yang diduga digunakan untuk menembak Zetro.

Stasiun TV Canal N melaporkan, ahli menyimpulkan bahwa peluru dari senjata yang disita identik dengan peluru yang ditemukan di tubuh korban dan lokasi kejadian. Salah satu dari lima tersangka diketahui sebagai pemilik sepeda motor yang diduga digunakan dalam serangan terhadap diplomat tersebut.

"Di distrik San Martin de Porres (Lima), setelah operasi intelijen, Polisi menangkap terduga anggota geng kriminal 'Los Maleantes del Cono'. Sebuah pistol berisi peluru, lima bahan peledak, dan sekring sepanjang 15 meter disita, narkoba, 10 ponsel, dan sebuah sepeda motor juga disita," tulis polisi Peru.

Sebagaimana diketahui, korban diserang para pembunuh bayaran di pintu masuk gedung apartemennya di Distrik Lince, Lima, ketika ia baru tiba dengan sepeda. Polisi belum mengungkap secara rinci motif di balik pembunuhan tersebut.

"Keadaan dan motif di balik viktimisasi orang ini belum diketahui, tetapi kemungkinan pembunuhan bayaran tidak dapat dikesampingkan," ujar Komisaris Kantor Polisi Lince, David Guivar, kepada stasiun TV Peru. (sef/sef)

  👹 
CNBC  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...