Jumat, 06 Mei 2016

[Dunia] 2 Teroris Ditembak Mati dan 2 Meledakkan Diri

Akan Serang Makkah Ka'bah di Makkah (Dok Kantor Urusan Haji Kemenag RI)

Kepolisian Arab Saudi menembak mati dua terduga teroris. Diduga para terduga teroris itu akan melancarkan serangan ke Kota Makkah.

Dilansir AFP, Kamis (5/5/2016) Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengungkapkan bahwa polisi telah menembak dua orang terduga teroris. Selain itu, ada dua orang terduga teroris lain yang meledakkan diri.

"Para teroris mulai menyerang petugas keamanan, sehingga mereka merespon. Dua orang terduga meninggal, sedangkan yang lainnya bunuh diri dengan meledakkan dirinya menggunakan sabuk peledak," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dalam keterangan resminya.

Belum disebutkan identitas keempat terduga teroris itu. Pemerintah Arab Saudi juga belum menyebutkan tempat yang disasar para terduga teroris. (Hbb/Hbb)

  ★ detik  

Kamis, 05 Mei 2016

Kita Tak akan Bayar 1 Sen Pun

4 WNI Masih Disandera Militan Abu Sayyaf

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan tidak akan memberikan uang kepada pemberontak untuk melepaskan 4 WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf. Ia mengupayakan jalan diplomasi dan negosiasi.

"Ya akan kita tetap diusahakan tapi dari kelompok itu kita belum tahu. Yang jelas, negara tidak akan memberi tebusan, tidak akan mengeluarkan 1 sen pun," ujar Ryamizard Ryacudu di Universitas Suryakancana, Cianjur, Jawa Barat, Rabu, (4/5/2016).

Ryamizard menyampaikan hal tersebut usai memberikan kuliah umum tentang Bela Negara di depan mahasiswa yang merupakan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Barat.

Menurut dia, pembebasan para sandera sebaiknya tidak menggunakan cara operasi militer. Ia menilai operasi militer pasti menimbulkan korban jiwa. "Gerakan militer adalah pilihan terakhir kalau terpaksa karena pasti ada korban. Kemarin kalau kita paksakan dengan kegiatan bersenjata pasti mati. Si pemberontak ini daripada satu yang mati matiin saja semua, kalau mati semua kita akan tuntut Filipina," tuturnya.

"Itu kan nggak baik, persahabatan akan terganggu. Kita pilih yang bagus, pilih yang sandera itu selamat kalau nggakselamat ya nggak usah saja dibebasin. Yang kedua adalah negara harus bersahabat, itu harus dipilih," sambungnya. (aan/aan)

  ★ detik  

Acuan Pembangunan Alutsista TNI AL

Anggaran TNI AL Tahun 2017 PKR 10514 produksi PT PAL Indonesia [haikal]

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan alokasi anggaran TNI Angkatan Laut tahun 2017 akan memprioritaskan untuk pembangunan alutsista dalam rangka percepatan pencapaian kekuatan pokok minimum (minimmum esenstial force/MEF). Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan operasional Kepala Perang Republik Indonesia (KRI), dan sebagai pengganti KRI yang akan dihapuskan.

Demikian disampaikan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Perencanaan Anggaran dan Keuangan I (Rakor Renaku) TNI Angkatan Laut tahun 2016, di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (3/5).

Menurut Ade, perencanaan pembangunan TNI Angkatan Laut tahun anggaran 2017 dilaksanakan berdasarkan kebijakan untuk mempertajam serta memperkuat program pembangunan TNI Angkatan Laut menuju MEF.

“Penyusunan program dan kegiatan serta pengalokasian anggaran perlu dilaksanakan dengan realistis, mengedepankan asas prioritas dan menghilangkan ego sektoral. Berbagai program dan kegiatan harus dilaksanakan secara konkrit dan terukur sejalan dengan program reformasi birokrasi,” tegas KSAL seperti siaran pers Kasubdispenum Dispenal, Suradi A.S.

Rakor Renaku I TNI Angkatan Laut merupakan kegiatan yang digelar oleh Staf Perencanaan Angkatan Laut dan akan dilaksanakan selama dua hari pada 3-4 Mei 2016.

Pelaksanaan kegiatan ini sendiri bertujuan sebagai sarana untuk menyelaraskan rencana kerja dan anggaran TNI Angkatan Laut tahun 2017 dengan arah kebijakan pemerintah untuk digunakan sebagai dokumen pelaksanaan program dan anggaran TNI Angkatan Laut tahun anggaran 2017 mendatang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Arie H. Sembiring, para Asisten KSAL, para Panglima Komando Utama (Pangkotama) Angkatan Laut serta para kepala Dinas di jajaran Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur. (fri/jpnn)

  ★ JPNN  

Pesawat tanpa awak LAPAN potret pesisir Jawa

Ilustrasi pesawat tanpa awak LAPAN

Pesawat tanpa awak LAPAN Surveillance UAV (LSU--02) potret 300 kilometer (km) pesisir Selatan Jawa untuk pengumpulan data guna pemetaan garis pantai dan memperbarui teritorial Indonesia.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN Jasyanto di Jakarta, Rabu, mengatakan pemanfaatan LSU--02 untuk potret garis pantai tersebut guna mendukung upaya Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk pengumpulan data guna pemetaan garis pantai dan memperbarui teritorial Indonesia.

Lebih lanjut, ia mengatakan LSU milik LAPAN ini menjadi alat pemotretan yang diandalkan untuk pemetaan garis pantai, mengingat kebutuhan yang sangat spesifik terhadap karakteristik garis pantai, yang tentunya tidak dapat ditangkap dengan mudah sewaktu-waktu oleh satelit yang melintas.

LSU-02 melaksanakan misi pemotretan garis pantai selatan Pulau Jawa sepanjang 300 km, mulai dari Pantai Parangtritis, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuju Pantai Popoh di Trenggalek, Jawa Timur.

Kemudian, menurut dia, dilanjutkan di Pantai Pacitan, Jawa Timur. Dan pada Minggu (8/5), pesawat tanpa awak LAPAN akan melanjutkan pemotretan tahap ketiga, yaitu garis pantai sepanjang 100 km di Pantai Popoh, Trenggalek.

Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama yang dijalin Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN dengan Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PPKLP) BIG. Program ini diharapkan dapat merealisasikan percepatan pemetaan garis pantai.

Salah satu misi besar kegiatan ini yaitu untuk menentukan luas teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk LAPAN, kegiatan tersebut menjadi sarana dalam meningkatkan pengembangan riset penerbangan dengan makin menciptakan keandalan teknologi LSU untuk berbagai aplikasi, ujar Jasyanto.

Sebelumnya LAPAN telah mengembangkan berbagai jenis LSU dan telah dimanfaatkan. LSU--01 bermanfaat untuk kegiatan tanggap darurat kebencanaan, seperti pemotretan wilayah banjir, tanah longsor, dan gunung berapi. Kemudian, LSU--02 sebagai pesawat tanpa awak (nir-awak) yang mempunyai misi utama pemotretan udara jarak jauh.

LAPAN juga mengembangkan LSU--03 yang mampu meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 2015 untuk kategori pesawat tanpa awak terbang menempuh jarak jauh yaitu 340 km.

  ★ antara  

Pesawat Super Tucano Mendapatkan Izin Terbang Kembali

Pesawat tempur Super Tucano TNI AU [antarafoto]

Pesawat tempur Super Tucano di Lanud Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dapat kembali mengudara pascatragedi jatuhnya Super Tucano TT-3108 pada Rabu 10 Februari lalu.

Kepala Dinas Operasi Lanud Abdul Rachman Saleh Kol Pnb Fairlyanto mengatakan, izin terbang diberikan oleh Mabes TNI AU, beberapa waktu lalu. Izin hanya seputar terbang biasa dan pengecekan sistem, sementara untuk manuver dan test flight belum diperbolehkan.

”Ini kan pesawat tempur, izinnya masih sebatas mengecek kondisi pesawat. Belum sampai pada latihan sebagaimana fungsi pesawat ini,” kata dia, Jumat (29/4/2016).

Fairlyanto enggan berkomentar banyak terkait hasil investigasi penyebab jatuhnya Super Tucano TT-3108. Dia hanya memastikan bahwa di kalangan TNI AU, hasil investigasi telah dibeberkan.

“Yang berwenang menyampaikan adalah KSAU langsung, hasilnya sudah keluar. Kami optimis lambat laun latihannya bisa normal seperti biasa,” ungkap dia.

Saat ini terdapat 15 pesawat Super Tucano di Lanud Abdul Rachman Saleh. Empat di antaranya baru didatangkan pada 29 Februari dari Brazil.

“Perawatan dan pengecekan pesawat sesuai SOP. Ke depan akan lebih dimaksimalkan, mulai pengecekan dan perawatannya. Kami harap tidak sampai terjadi tragedi serupa,” jelas dia.

Seperti diberitakan, pesawat tempur Super Tucano TT-3108 jatuh di Jalan Laksda Adi Sucipto RT03/RW05, Kelurahan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu 10 Februari. Empat orang tewas dalam tragedi tersebut, yakni Pilot dan Juru Mesin Udara serta dua warga sipil lainnya.

  ★ Metrotv  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...