Jumat, 10 Juni 2016

★ Spesifikasi 4 Senjata Baru Pindad

Dirut Pindad dan Menhan meluncurkan 4 senjata baru (Rachman Haryanto/Detik) ○

PT Pindad (Persero), baru saja memperkenalkan 4 produk barunya. Keempatnya yakni Senapan Serbu SS3, Senapan Serbu SS2 Subsonic 5.56 mm, Sub Machine Gun PM3 dan Pistol G2 Premium.

Menurut Direktur Utama Pindad, Silmy Karim, meski baru dikenalkan ke publik, senjata-senjata baru tersebut sudah memiliki banyak peminat.

"Baru diluncurkan tadi Kopassus sudah tertarik pesan SS3 kaliber 7.62, kemudian Brimob juga tadi dia minta, Pak Buwas (Komjen Budi Waseso) BNN juga minta. Nanti akan banyak permintaan, kan baru dikenalkan," katanya kepada detikFinance di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Senapan Serbu SS3 (Idris/Detik)

Secara spesifik, Silmy menjelaskan, varian senapan serbu atau SS3 lahir dari pengembangan produk seri sebelumnya, yakni SS1 dan SS2. Berbeda dengan pendahulunya, senapan serbu dengan kaliber amunisi 7,62 mm tersebut memiliki jarak tembak efektif 400 meter (mekanikal) dan 800 meter (optikal).

Senapan serbu ini didesain sebagai Designated Marksman Rifle di setiap pasukan, yakni senjata untuk penembak jitu dengan jarak tembakan yang lebih dari senapan serbu biasa kaliber 5.56 mm, namun tidak sejauh senapan penembak runduk (sniper).

SS3 karya insinyur BUMN produsen senjata ini memiliki kapasitas magasin 20 butir.

Pistol G2 Premium (Idris/Detik)

Kedua, Pindad meluncurkan pistol jenis G2 Premium yang merupakan senjata genggam dari pengembangan G2 Combat dan Elit yang biasa dipakai personil militer organik. Sementara G2 Premium lebih diperuntukkan untuk olahraga tembak.

G2 Premium memiliki munisi kaliber 9 mm dengan jarak tembak efektif 25 meter. Dengan berat 1,05 kg, pistol ini memiliki kapasitas magasin 15 butir amunisi.

Ketiga, ialah Sub Machine Gun PM3. Senapan laras pendek ini memiliki desain khusus untuk mendukung pertempuran jarak dekat, perang kota, pembebasan sandera. PM3 dioperasikan dengan munisi kaliber 9 mm dengan bidikan akurat hingga 75 meter dan kecepatan tembak 750-850 butir per menit. Sub Machine Gun PM3 (Idris/Detik)

Keempat, yakni SS2 Subsonic (kecepatan di bawah suara). Senapan serbu ini merupakan varian baru dari senapan serbu SS2 laras panjang yang telah lama diproduksi Pindad. Senapan ini dirancang khusus untuk menggunakan munisi subsonic 5.56 mm dengan peredam di laras untuk mendukung operasi senyap.

Penggunaan munisi dan peredam membuat senapan dengan kapasitas magasin 30 butir ini efektif dalam operasi penyergapan. Jarak tembak varian ini mencapai 150-200 meter.

Senapan Serbu SS2 Subsonic 5.56 mm

Silmy mengungkapkan, khusus untuk pistol G2 Premium, pihaknya telah menandatangani kesepakatan penjualan dengan Perbakin (Persatuan Penembak Indonesia) sebanyak 2.000 pucuk.

"Kesepakatan sebenarnya 10.000 pucuk, tapi tahap awal 2.000 dulu sampai mereka habis (terjual). Kisarannya Rp 350 miliar dalam 3 bulan sudah bisa dikirim," ungkap Silmy. (feb/feb)

  ★ detik  

India Berniat Perluas Ekspor Peluru Kendali

Termasuk ke IndonesiaBrahMos [itoday] ○

India meningkatkan usahanya menjual peluru kendali atau rudal jelajah canggihnya ke Vietnam dan juga berencana untuk menarget pasar Indonesia.

Setidaknya India melirik 15 pasar lagi, yang disebut pakar menunjukkan kekhawatiran New Delhi terkait pengembangan militer China.

Menjual peluru kendali melebihi kecepatan suara BrahMos, yang dibuat atas kerjasama India dengan Rusia, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (9/6/2016).

Hal itu akan menandai perubahan importir terbesar dunia itu, saat India berusaha mengirimkan persenjataan demi mengumpulkan rekan pertahanan dan meningkatkan pendapatan.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan BrahMos Aerospace, yang membuat peluru kendali itu, meningkatkan penjualan ke lima negara, terutama Vietnam.

Negara lain dalam daftar pertama itu adalah Indonesia, Afrika Selatan, Chile, dan Brasil.

Filipina menjadi yang teratas dalam daftar kedua yang mencantumkan 11 negara. Termasuk di dalamnya adalah Malaysia, Thailand, dan Uni Emirat Arab.

Menurut India, negara-negara tersebut yang "menyampaikan ketertarikannya namun memerlukan pembicaraan dan analisis lebih lanjut"..Sumber dekat dengan masalah itu hanya mengatakan bahwa daftar itu dikeluarkan pada awal tahun ini.

New Delhi menangguhkan permintaan Hanoi terkait BrahMos pada 2011 karena takut akan membuat marah China.

China memandang senjata itu, yang dikenal sebagai rudal tercepat di dunia dengan kecepatan hingga tiga kali kecepatan suara itu, dapat menimbulkan keguncangan.

Indonesia dan Filipina juga berniat membeli BrahMos, yang memiliki jarak tempuh sejauh 290 kilometer dan dapat diluncurkan dari darat, laut dan dengan kapal selam.

Sedangkan sebuah varian yang dapat diluncurkan dari udara sedang dalam tahap pengujian.

 Waspada

Tidak seperti Vietnam, Filipina, dan Malaysia, India tidak terkait dengan persengketaan teritoriak di Laut China Selatan, jalur niaga terpening yang sebagian besar diklaim China.

Namun, India memiliki sebuah isu terkait lahan perbatasan dengan China. Dalam beberapa tahun ini semakin khawatir terkait meluasnya pengaruh maritim China di Samudera Hindia.

"Anggota parlemen di New Delhi telah lama dikekang oleh keyakinan bahwa kerjasama pertahanan lanjut dengan Washington atau Hanoi akan memicu tanggapan yang agresif dan tidak diinginkan oleh Beijing," kata Jeff M Smith, Kepala Program Keamanan Asia di Dewan Kebijakan Luar Negeri AS di Washington.

"PM Modi beserta tim penasihatnya telah berbalik dari pemikiran itu, menyimpulkan bahwa kerjasama pertahanan yang lebih kuat dengan Amerika Serikat, jepang dan Vietnam sebenarnya dapat memperkuat India dalam menghadapi India," katanya.

Dorongan ekspor India datang saat muncul dari pengasingan beberapa dasawarsa terkait program senjata nuklir mereka.

  ★ Kompas  

★ Pindad Luncurkan 4 Senjata Baru

Untuk Militer Sampai Olahraga https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTOhYNcUvuG3jkraJRG3DupB3bhl3JsWJwOtK-7AlYcyWZwa4PwAZKUmDLUmqKINdThYD0ROKaOvq9RAILhyphenhyphenDlZNhTCC62Lk4kZ7GDXvJbMPNyVcFVqlHCtcPC8OlSUxl7OYlNF0ooCkY/s1600/2058574_20150608125913Credit+to+Eko+Jasindo.jpgPT Pindad (Persero) meluncurkan 4 senjata baru. Selain senjata berat atau senjata serbu, diluncurkan pula satu senjata yang biasanya diperuntukkan bagi olahraga menembak.

"Persembahan industri pertahanan kepada rakyat Indonesia umumnya, kepada TNI, Polri, olahraga dan lembaga pengguna. Serta mendukung fungsi pasukan," ujar Dirut PT Pindad Silmy Karim dalam sambutannya saat peluncuran di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016).

Hadir dalam acara peluncuran senjata kali ini Komjen Budi Waseso, perwira tinggi TNI dan Polri serta atase pertahanan negara sahabat.

Silmy lalu menjelaskan, senjata tipe SS3 merupakan senapan serbu yang diperuntukkan bagi pasukan dengan tingkat akurasi tinggi. Sedangkan SS2 subsonic didesain khusus dengan peredam sehingga cocok untuk operasi khusus yang membutuhkan pergerakan senyap.

"Tipe Sub Machine PM3 merupakan penyempurnaan PM3 dengan gas operated dan mendukung operasi jarak dekat. Terakhir adalah tipe pistol G2 premiun lahir dari petembak olahraga," ujar Silmy.

"Kami berharap produk kami dapat diterima TNI dan Polri khususnya serta lembaga kementerian yang menggunakan," pungkas dia.

Sementara itu, Menhan Ryamizard Ryacudu dalam sambutannya mengapresiasi dan bangga kepada Pindad sebagai produsen penyumbang alat pertahanan bagi RI. Menurut Menhan, pertahanan yang tangguh merupakan kebutuhan sebuah bangsa.

"Pertahanan yang tangguh adalah kebutuhan bangsa dan demi mencapai kepentingan nasional. Mencapai kebutuhan tersebut angkatan kita membutuhkan peralatan pendukung," jelas Menhan.

Industri pertahanan, kata dia, menjadi faktor utama pertahanan negara. Industri pertahanan harus diberdayakan.

"Diharapkan kita memperkuat industri pertahanan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan luar negeri. Mari kita bangun industri pertahanan untuk RI dan hilangkan ego sektoral," tegas Ryamizard.

Berikut keempat senjata yang diluncurkan PT Pindad di Kemenhan;1. Senapan Serbu SS2 Subsonic kaliber 5,56 mm2. Pistol G2 Premium kaliber 9 mm3. Senapan Serbu SS3 kaliber 7,62 mm4. Sub Machine PM3 kaliber 9 mm (bag/bag)

 ♖ detik  

[Dunia] Dua Jet Tempur AS Tabrakan di Georgia

Kedua Pilot SelamatPesawat jet tempur F-16 Amerika Serikat. (Reuters/Lee Jae-Won) ☆

Dua pesawat jet tempur F-16C Amerika Serikat (AS) bertabrakan di wilayah udara negara bagian Georgia pada Selasa malam waktu setempat. Pilot-pilot dari kedua jet tempur berhasil menyelamatkan diri.

Kecelakaan ini terjadi ketika kedua jet tempur ambil bagian dalam latihan yang digelar oleh Air National Guard di atas bagian pedesaan di Georgia.

Para pejabat sedang menyelidiki penyebab kecelakaan. Ketika tabrakan terjadi, langit di lokasi kejadian dipenuhi asap berminyak.

Pihak berwenang mengaku sudah menemukan sebagian besar dari rongsokan pesawat jet tempur yang bertabrakan. Namun, siapa pun dilarang menyentuh puing maupun bangkai pesawat jet tempur untuk alasan keamanan.

Kolonel Nicholas Gentile Jr, komandan 169 Fighter Wing di McEntire Joint National Guard Base, mengatakan dua jet tempur F-16C yang bertabrakan jatuh di daerah hutan lebat di dekat Jefferseon County.

Kedua pilot dibawa ke sebuah rumah sakit terdekat di Georgia. Keduanya mampu bergerak dan berbicara normal setelah kecelakaan.

”Mereka mampu berjalan jauh,” kata Gentile, seperti dikutip IB Times, Kamis (9/6/2016). “Mereka sekarang dengan keluarganya. Kedua pilot selamat. kedua pilot berada dalam kondisi yang baik,” lanjut dia.

”Kami memiliki berkah, bahwa kedua pilot kami berpengalaman baik,” imbuh komandan South Carolina National Guard, Mayor Jenderal Robert Livingston. ”Mereka mengeluarkan (diri) secara aman.”

Tabrakan dua jet tempur AS ini terjadi hanya beberapa hari setelah jet tempur F-16 Angkatan Udara AS jatuh dalam demonstrasi di sebuah acara di Akademi Angkatan Udara di Colorado Springs. (mas)
 

  ☆ Sindonews  

[Dunia] 2 Jet Tempur Rusia Jatuh

Pilot Tewas Di Moskow http://www.military-today.com/aircraft/sukhoi_su27_flanker.jpgIlustrasi Su 27 Rusia [militarytoday] ☆

Sebuah jet tempur Rusia jatuh di luar wilayah Moskow, ibukota Rusia. Pilot jet Sukhoi Su-27 tersebut tewas dalam insiden itu.

Kementerian Pertahanan Rusia menyampaikan hal tersebut seperti diberitakan kantor berita Rusia, RIA dan dilansir Reuters, Kamis (9/6/2016). Tidak disebutkan identitas pilot yang tewas.

Menurut kementerian, saat kejadian, pesawat militer tersebut tengah dalam perjalanan pulang ke pangkalannya. Jet tempur itu tidak membawa senjata ataupun amunisi.

Belum diketahui penyebab jatuhnya jet tersebut. Kementerian Pertahanan menyatakan, insiden ini tidak menimbulkan kerusakan serius di darat.

Sebuah komisi Kementerian Pertahanan dilaporkan telah berada di lokasi jatuhnya pesawat, untuk mencoba memastikan apa yang telah terjadi. (ita/ita)

 MiG 29 Juga jatuh dalam Latihan 
Jet Tempur Rusia Jatuh Saat LatihanSebuah Jet tempur Mig-29 milik Rusia dilaporkan jatuh di wilayah Pushkinsky, yang berlokasi tidak jauh dari Moskow. (Sputnik)

Sebuah Jet tempur Mig-29 milik Rusia dilaporkan jatuh di wilayah Pushkinsky, yang berlokasi tidak jauh dari Moskow. Pesawat itu dikabarkan jatuh saat melakukan latihan terbang.

Menurut sumber layanan darurat Rusia, pilot jet tempur tersebut berhasil melontarkan diri sesaat sebelum menyentuh bumi. Sejauh ini belum diketahui penyebab jatuhnya salah satu jet tempur andalan Rusia itu.

"Sebuah MiG-29 jatuh di lapangan dekat desa Muranovo di distrik Pushkinsky dari wilayah Moskow. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut," kata sumber itu yang berbicara dalam kondisi anonim, sepeti dilansir Sputnik pada Kamis (9/5).

Mikoyan MiG-29 adalah pesawat tempur yang dibuat oleh biro desain Mikoyan-Gurovich (MiG) Rusia. Pesawat ini dirancang untuk menggantikan pesawat MiG-21, MiG-23, Su-15, dan Su-17. Dimana kemampuan MiG-29 sama dengan pesawat tempur Amerika Serikat F-18 Hornet.

Angkatan Laut Rusia akan menempatkan MiG-29K pada kapal induk Admiral Kuznetsov untuk menggantikan Sukhoi Su-33 yang akan habis masa pakainya tahun 2015. Persenjataan untuk Mig-29 termasuk sebuah meriam 30 mm GSh-30-1 di pangkal sayap kanan. Awalnya memiliki magasen berisi 150 peluru, yang nantinya dikurangi menjadi 100 peluru di varian akhir.

MiG-29 bisa membawa bom serbaguna dan pod roket tak berpandu, namun tidak bisa membawa amunisi berpandu-presisi. Model yang ditingkatkan memiliki kemampuan berpandu laser dan bom elektro-optikal, juga rudal udara ke permukaan. (esn)

  ★ detik | Sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...