Jumat, 21 April 2017

PHL's Second SSV Now Completed

Awaiting Inspection Before Voyage HomeSSV-2 BRP Davao Del Sur 602 [Gombaljaya]

Construction of the country's second strategic sealift vessel (SSV), the BRP Davao Del Sur (LD-602), is now officially completed, the Philippine Navy (PN) announced on Tuesday.

With this development, the ship is now awaiting for the PN's pre-delivery inspection (PDI) team which will check the vessel for possible defect, said Navy spokesperson Capt. Lued Lincuna in a message to the Philippine News Agency.

"SSV 2 is now completed. PDI team for BRP Davao Del Sur is now enroute for Indonesia today (April 18)," he added.

Lincuna said BRP Davao Del Sur is scheduled to sail for the country by first week of May and her arrival is expected on the second week of the same month.

The BRP Davao Del Sur was launched last Sept. 29. She is the sister ship of the BRP Tarlac (LD-601), currently the largest Filipino warship in commissioned.

BRP Tarlac was commissioned during short ceremonies at Pier 13, Manila South Harbor last June 1.

She arrived in the Philippines last May 14 after a five-day journey from PT PAL shipyard in Surabaya which started on May 9.

BRP Davao Del Sur is also a Makassar-class landing platform dock like her sister ship BRP Tarlac.

Its delivery to the Philippines, tentatively scheduled this coming May, will complete the two-unit SSV procurement project with an approved budget contract of PHP4 billion sourced from the AFP Modernization Act Trust Fund.

Just like the BRP Tarlac, the PN's latest SSV will serve as a floating command-and-control ship especially in the conduct of humanitarian assistance and disaster response and will also serve as a military sealift and transport vessel.

The ship has an overall length of 120 meters, breadth of 21 meters, draft of five meters, and can carry a payload of 2,800 tons.

She has a cruising speed of 13 knots and maximum speed of 16 knots and a minimum operating range of 7,500 nautical miles.

BRP Davao Del Sur can carry 500 troops, two rigid-hull inflatable boats, two landing craft units and three helicopters.

  PNA  

Pesawat N-219 Kejar 350 Jam Terbang

✈ N219  [PTDI]

Mimpi bangkitnya dunia dirgantara nasional segera terwujud. Akhir Mei depan, pesawat N-219 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) dijadwalkan mulai mengangkasa. Penerbangan perdana itu rencananya dipimpin test pilot kawakan PT DI Ester Gayatri Saleh.

Perkembangan terkini pesawat berkapasitas 19 penumpang itu disampaikan Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan Gunawan Setyo Prabowo. Dia mengatakan, sempat beredar kabar N-219 akan terbang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2017 di Makassar pada Agustus mendatang.

‘’Sepertinya terbang perdana di Bandung,’’ jelasnya, Rabu (19/4). Rute paling jauh, pesawat N-219 akan terbang dari markas PT DI di Bandung menuju Kantor Pustekbang Lapan di Rumpin, Bogor. Saat ini sedang dilakukan perpanjangan landasan pacu di lapangan terbang Rumpin, Bogor.

Untuk bisa terbang reguler, N-219 perlu lulus sertifikasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Nah untuk bisa lulus sertifikasi, pesawat itu harus terbang selama 350 jam. Sebagai permulaan, tahun ini rencananya N-219 akan uji terbang 25 jam setiap bulan.

‘’Kami siapkan dua pesawat N-219 untuk mengejar target jam terbang 350 itu,’’ katanya. Dengan adanya dua unit pesawat, tugasnya bisa dibagi rata masing-masing 175 jam terbang. Saat uji terbang nanti, pesawat hanya akan ditumpangi pilot dan ko-pilot.

Selama proses uji terbang akan dilakukan pencatatan kondisi pesawat. Gunawan berharap terbang perdana dan terbang untuk mengejar sertifikasi berjalan lancar. Menurut dia, kolaborasi antara Lapan dengan PT DI untuk menggarap N-219 selama ini berjalan cukup baik.

Saat ini tim teknis yang menggarap N-219 sedang berfokus pada engine run. Setelah selesai proses penyiapan engine run, N-219 akan melakukan tes jalan di landasan pacu.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Ape mengatakan, setelah proses uji terbang dan lulus sertifikasi, pesawat itu bisa diproduksi masal. Dia berharap perkembangan N-219 bisa menjadi kado spesial saat peringatan Hakteknas 2017 di Makassar nanti. (wan/oki/jpg)

  riaupos  

Kamis, 20 April 2017

TNI AL dan Tentara AS Berbagi Ilmu Patroli Maritim

Anggota US Navy saat berada di Lanudal Juanda sebelum terbang latihan bersama TNI AL, Rabu (19/4/2017). [surya/nuraini faiq]

Sedikitnya 30 anggota TNI AL di satuan penerbangan dilibatkan dalam Sea Surveillance Exercise 2017. Latihan militer rutin bersama antara Indonesia dan AS.

Dari Angkatan Laut AS mengirim belasan anggota. Kesempatan inilah dimanfaatkan semua prajurit TNI AL dari Wing Udara 1 Juanda dan Puspenerbal mencuri ilmu.

Bahkan, mereka bisa mencuri ilmu di ketinggian karena berada satu pesawat dengan prajurit terlatih US Navy.

Sebanyak 20 prajurit AS ini tiba di Lanudal Juanda, Rabu (19/4/2017).

Ini bentuk kerja sama kedua negara. Harus ada standardisasi prosedur saat operasi kemanusiaan melalui udara,” kata Komandan Wing Udara 1, Kolonel Laut (P) Muhammad Tohir.

Beberapa prajurit TNI AL ada yang berada di dalam pesawat AS. Pesawat yang dikirim adalah P-3C Orion, sebuah pesawat antikapal selam.

Pesawat ini mampu mendeteksi kapal selam di ketinggian 10.000 kali.

Banyak hal yang bisa didapat. Tak hanya transfer knowledge, namun juga pertukaran budaya,” tambah Tohir.

Dalam Latma Sea Survex 17-1 tahun 2017 ini, baik pesawat AS maupun TNI AL melakukan manuver di atas laut. Mereka melakukan patroli maritim.

Pihak US Navy dipimpin oleh CDR Elizabeth Amy Regoli.

Kami senang bisa bekerja sama militer begini dengan Indonesia,” kata Elizabeth.

Perempuan berpangkat setara Letkol ini membawa 20 aircrew dari Patrol Squadron Nine CTF-72.

Dalam skenario latihan, materi difokuskan pada pelanggaran hukum di laut.

Pemerintah Indonesia telah memerintahkan kepada TNI AL untuk meningkatkan pengamanan di wilayah perairan.

TNI AL mengerahkan pesawat patroli udara maritim untuk melakukan deteksi, identifikasi dan penindakan atas kegiatan-kegiatan ilegal yang terjadi di perairan Indonesia.

Pesawat yang dikerahkan dalam latihan bersama kedua negara adalah CN 235-220 MPA P-862, Casa NC-212 P-851, dan satu helikopter BO-105 sebagai unsur standby.

  Tribunnews  

[Foto] Inggris Jual HMS Ocean


Inggris Jual HMS Ocean, Indonesia Perlu?

Media online thediplomat.com, edisi 14 April 2017, menulis bahwa Angkatan Laut Kerajaan Inggris akan menjual kapal serbu amfibi HMS Ocean, seharga 75 juta dolar Amerika atau sekitar 998 miliar rupiah. Angkatan Laut Inggris haris menjual HMS Ocean untuk mengantisipasi kehadiran dua kapal induk terbarunya, HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales. [wikipedia.org]
Inggris Jual HMS Ocean, Indonesia Perlu?

Rumor yang beredar adalah Brasil merupakan calon pembeli HMS Ocean, namun The Diplomat mengingatkan bahwa rumor itu bisa saja berantakan dengan cepat. Media ini mengingatkan gagalnya Rusia membeli dua kapal amfibi Mistral dari Prancis yang akhirnya dibeli Mesir. [savetheroyalnavy.org]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHbSzYKnrhNniEAzfTxe5H0s0FrVhuUBfv9tlRpsgFZcozCKYkk6Ae92_IRPauab_sq5f54aOK4CrcY2KlDI-AKaYE9zjHTwxEVg6QF-Anve5gHKwHQ8fHNTHjIHeZceQcg1bijWA_N3p7/s1600/Royal+navy%2527s+HMS+Ocean+%2528L12%2529+and+US+navy+looking+for+trouble+in+the+Baltic+sea+7.jpg

The Diplomat menulis bahwa bila Brasil gagal beberapa negara Asia Pasifik mungkin tertarik membelinya. Media ini menyebutkan bahwa Indonesia memiliki wilayah laut yang luas dan untuk menjaga kemampuan HA/DR (High Availability/Disaster Recovery), diperlukan kapal amfibi yang besar seperti HMS Ocean. [sina]
Inggris Jual HMS Ocean, Indonesia Perlu?

HMS Ocean dirancang sebagai kapal pendaratan helikopter atau Landing Platform Helicopter (LPH). Dek kapal yang luas (170 x 33 m) cukup untuk pendaratan enam helikopter. Hanggar kapal dapat menampung 12 helikopter angkut medium EH.101 Merlin, CH-47 Chinook, dan Westland Commando dan 6 helikopter serang (Lynx AH.7, WAH-64D). [militer today]
Inggris Jual HMS Ocean, Indonesia Perlu?

HMS Ocean dapat membawa 480 hingga 800 pasukan. Kapal ini juga dapat membawa 40 kendaraan taktis ringan, empat Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP) Mk.5 atau dua hovercraft Griffon untuk mendaratkan pasukan secara cepat. HMS Ocean tidak dirancang untuk membawa tank kelas berat atau main battle tanks (MBT). [AFP/Carl Court]
Inggris Jual HMS Ocean, Indonesia Perlu?

HMS Ocean mulai masuk pelayanan Angkatan Laut Inggris, pada 1998. Kapal berbobot 21.000 ton ini mampu melaju hingga kecepatan 18 knot. Kapal ini dapat berlayar hingga 12.800 km pada kecepatan 10 knot. HMS Ocean dipersenjatai dengan empat meriam kembar Oerlikon 30 mm dan tiga Phalanx 20 mm sebagai CIWS atau pertahanan jarak pendek. [lzdzonline.co.uk]
  Tempo  

Upacara Penurunan Ular-Ular Perang KRI Pati Unus-384

Di Dermaga Lantamal I Belawan http://koarmabar.tnial.mil.id/Portals/0/BERITA/2017/APRIL/19042017%20penurunan%20ular2%20perang.jpgKomandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan, S.H., mewakili Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., memimpin Upacara Penurunan Ular-Ular Perang dan pelepasan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Pati Unus-384 dari dinas aktif TNI Angkatan Laut di Dermaga Lantamal I Belawan, Rabu (19/4).

Dalam amanat Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., yang dibacakan Danlantamal I Belawan menyampaikan bahwa, upacara penurunan ular-ular perang KRI merupakan upacara khas tradisi TNI Angkatan Laut yang menandakan berakhirnya operasional KRI dalam melaksanakan pengabdian dan menjaga perairan Yurisdiksi Nasional.

Lebih lanjut disampaikan Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., pelaksanaan upacara ini sebagai tindak lanjut dari kebijakan Minimum Esential Force TNI Angkatan Laut yaitu pengadaan kapal-kapal perang baru dan penghapusan unsur KRI yang telah mengalami penurunan fungsi kapal perang secara bertahap.

KRI Pati Unus-384 merupakan kapal kombatan jenis Parchim yang dibangun di galangan Penne Werft, Jerman Timur tahun 1983 dan masuk di jajaran TNI AL pada Tahun 1993. Kapal di bawah pembinaan satuan Kapal Eskorta Koarmabar ini berusia 34 Tahun dan selama 24 Tahun dengan kemampuan sebagai anti kapal selam”, jelas Pangarmabar.

Diakhir amanatnya Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Komandan serta Prajurit KRI Pati Unus-384 atas pengabdian yang telah ditunjukan.

Upacara tersebut diikuti Personel Perwira, Bintara, Tamtama dan pegawai negeri sipil (PNS) Lantamal I Belawan serta Personel Marinir Yonmarhanlan I Belawan.

  Koarmabar  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...