Kamis, 08 Juni 2017

[Dunia] Pesawat Militer Myanmar Hilang

Angkut 120 Orang https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyZwu7ZaHa4NTWL01BMdnBbb40YEXpoiILugTKP4UZ8YZxlFea58RIwhFHkh9mB06_RUygc4JyGKQ05Hmr1SFxeSttjIdN3nhlyeqlDhCsiV40yyTauZtafbCrMLDWZHbJC7_zzY3TUaE/s1600/25072014+KRI+Clurit+641.jpgPesawat Y-8F-200 militer Myanmar yang mengangkut 120 orang hilang. [Foto/Wikipedia] ☆

Sebuah pesawat militer dengan 120 penumpang dan awak kapal telah hingal di lepas pantai Myanmar. Pesawat tersebut hilang dalam perjalanan menuju kota terbesar di negara itu, Yangon.

Pesawat Y-8F-200 buatan China lepas landas dari kota pesisir selatan Myeik pada pukul 13:06 siang waktu setempat pada hari Rabu (7/6/2017) seperti dikutip dari Sky News. Itu adalah sebuah penerbangan reguler dan mingguan yang dengan jurusan sejumlah kota di pesisir.

"Mereka yang berada di dalam pesawat termasuk 106 tentara dan anggota keluarga dan 14 awak," kata militer Myanmar.

Pesawat, dengan kapasitas maksimal 200, dibeli pada Maret 2016 dan memiliki 809 jam terbang. "Ada 2,4 ton perbekalan militer di pesawat," kata militer Myanmar lagi.

Militer Myanmar mengatakan bahwa mereka kehilangan kontak saat terbang di ketinggian 18.000 kaki di atas Laut Andaman, 29 menit setelah lepas landas.

Sebuah pernyataan di halaman Facebook komandan militer Senior Min Aung Hlaing mengatakan bahwa pesawat tersebut diyakini berada sekitar 20 mil (32km) ke barat Dawei saat hilang.

Enam kapal angkatan laut dan tiga pesawat militer dimobilisasi untuk mencarinya, di mana pencarian tetap dilanjutkan meski di tengah kegelapan.

"Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat ini setelah kehilangan kontak," ucap pejabat penerbangan sipil di bandara Myeik, Kyaw Kyaw Htey.

Ia menambahkan bahwa cuaca saat lepas landas telah "normal", dengan jarak pandang yang baik. (ian)

  ★ sindonews  

Rabu, 07 Juni 2017

[Teror] Kelompok Bersenjata Serang Parlemen Iran

http://www.hindustantimes.com/rf/image_size_960x540/HT/p2/2017/06/07/Pictures/iran-unrest-attack_9d4443b8-4b6b-11e7-942b-1b07039b2a8c.jpgSuasana mencekam diluar gedung parlemen [Hindustantimes] ☆

Sekelompok orang bersenjata melakukan dua serangan di ibu kota Iran pada Rabu pagi (7/6), menewaskan seorang petugas keamanan parlemen dan melukai beberapa orang di makam Ayatollah Komeini di bagian selatan Teheran.

Menurut laporan kantor berita pemerintah ISNA yang dikutip Reuters, anggota Parlemen Elias Hazrati mengatakan gedung parlemen diserang oleh tiga pelaku yang membawa pistol dan senapan AK-47.

Seorang anggota parlemen lainnya mengatakan semua pintu gedung tersebut langsung ditutup dan salah satu pelaku telah dikepung oleh pasukan keamanan.

"Saya berada di dalam gedung parlemen saat penembakan terjadi. Semua orang terkejut dan takut. Saya melihat dua orang menembak secara membabi-buta," kata seorang wartawan yang enggan disebutkan namanya.

Dalam insiden terpisah, sekitar 30 menit kemudian, seorang pria bersenjata juga melepas tembakan di makam Ayatollah Komeini dan melukai sejumlah orang.

Menurut seorang sumber anonim yang dikutip ISNA, pelaku serangan di makam telah meledakkan dirinya sendiri setelah menembak orang-orang di sana. Identitas dan motif serangan ini masih belum jelas.

Ayatollah Ruhollah Komeini adlaah tokoh yang melancarkan revolusi Islamis pada 1979 silam.

 ISIS Klaim Serangan di Iran 
http://media2.intoday.in/indiatoday/images/stories//2017June/iran-attack_647_060717012629.jpgLedakan di makam Ayatolah Komeini [Indian today]

Kelompok teror ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan di parlemen Iran dan makam Ayatollah Khomeini, Rabu (7/6).

"Pasukan ISIS menyerang makan Khomeini dan parlemen Iran di Teheran," kata media propaganda ISIS, Amaq, sebagaimana dikutip Reuters.

Di sisi lain, Kementerian Intelijen Iran pun menyebut serangan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris.

"Pagi ini, dua kelompok teroris menyerang gedung parlemen dan makam Imam Khomeini ... Anggota kelompok teroris ketiga berhasil ditangkap sebelum melakukan serangan," kata kementerian tersebut.

Sementara itu, laporan stasiun radio IRIB menyebut salah satu dari tiga pelaku serangan di parlemen meledakan diri menggunakan rompi bom bunuh diri. Namun, sejumlah kantor berita lain menyebut ledakan itu bisa jadi diakibatkan geranat yang dilempar oleh pelaku.

Serangan penembakan dan bom bunuh diri ini dilaporkan memakan hingga tujuh korban jiwa. Selain itu, ada sejumlah informasi bahwa para pelaku menyandera empat orang di dalam gedung parlemen.

Saat ini, hal tersebut belum bisa dikonfirmasi

Menurut laporan Fars, empat orang pelaku menembak membabi-buta di lokasi tersebut.

Tiga di antara mereka melepaskan puluhan peluru ke arah peziarah, sementara pelaku keempat meledakkan diri sendiri di depan kantor polisi di seberang makam.

Kantor berita Fars juga melaporkan "aparat di makam menyatakan telah menjinakkan rompi bom bunuh diri lain di lokasi. Suara ledakan terdengar dari bawah tanah, di dekat makam."

"Laporan pada 7.10 GMT menyebut salah satu pelaku tewas dalam bentrokan, seorang bunuh diri dengan menelan kapsul sianida, dan pelaku ketiga adalah seorang perempuan yang ditangkap oleh aparat hukum."

 Pemerintah Sebut Aksi Teror 
http://www.hindustantimes.com/rf/image_size_960x540/HT/p2/2017/06/07/Pictures/iran_d3e88f5a-4b66-11e7-942b-1b07039b2a8c.jpg[Hindustantimes]

Sejumlah media melaporkan serangan penembakan di gedung parlemen Iran dan makam Ayatollah Khomeini memakan hingga tujuh korban jiwa, Rabu (7/6).

Hal tersebut dilaporkan kantor berita Tasmin sebagaimana dikutip Reuters. Selain itu, ada sejumlah informasi bahwa para pelaku menyandera empat orang di dalam gedung parlemen.

Namun, hal tersebut belum bisa dikonfirmasi

Seorang anggota parlemen mengatakan semua pintu gedung tersebut langsung ditutup dan salah satu pelaku telah dikepung oleh pasukan keamanan.

"Saya berada di dalam gedung parlemen saat penembakan terjadi. Semua orang terkejut dan takut. Saya melihat dua orang menembak secara membabi-buta," kata seorang wartawan yang enggan disebutkan namanya.

Dalam insiden terpisah, sekitar 30 menit kemudian, seorang pria bersenjata juga melepas tembakan di makam Ayatollah Komeini dan melukai sejumlah orang.

 WNI Diimbau Tak Keluar Rumah 
https://cdn2.i-scmp.com/sites/default/files/styles/980x551/public/images/methode/2017/06/07/67434f5a-4b6d-11e7-a842-aa003dd7e62a_1280x720_185855.jpg?itok=oQpykjZp[Scmp]

Kedutaan Besar RI untuk Iran mengimbau warga negara Indonesia yang berada di negara tersebut tidak meninggalkan rumah setelah serangan teror mematikan yang diklaim oleh ISIS pecah di Teheran.

"Situasi di kota Teheran saat ini kurang kondusif. Dianjurkan bagi warga Indonesia yang tidak ada kepentingan agar tidak keluar rumah/KBRI ke tempat keramaian," bunyi pernyataan KBRI yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (7/6).

Selain itu, KBRI Teheran juga menyatakan sejauh ini tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Serangan di gedung parlemen dilaporkan dilakukan oleh tiga orang. Dua di antaranya membawa senapan AK-47 dan seorang membawa pistol. Mereka menembak membabi buta dan disebut menyandera empat orang sandera.

Sementara itu, satu serangan lain terjadi di makam Ayatollah Khomeini. Dilaporkan, empat orang pelaku menyerbu tempat yang dianggap suci itu dan melepaskan puluhan tembakan.

Setelah itu, salah satu di antara empat orang itu meledakkan dirinya sendiri di depan kantor polisi yang berada di seberang makam. Setelah kejadian, polisi pun menemukan rompi bunuh diri lain di lokasi.

Menurut sejumlah laporan, salah satu pelaku lainnya tewas dalam bentrokan dengan aparat, seorang bunuh diri dengan kapsul sianida, sementara satu pelaku lain diamankan oleh petugas.

Laporan IRIB yang dikutip Reuters menyebut salah satu dari tiga pelaku serangan di parlemen pun meledakkan diri. Namun, sejumlah kantor berita lain menyebut ledakan itu bisa jadi diakibatkan geranat yang dilempar oleh pelaku.

 Teror Pertama di Iran dalam Sembilan Tahun 
Serangan Parlemen, Teror Pertama di Iran dalam Sembilan TahunInsiden di gedung parlemen dan makam Ayatollah Khomeini merupakan serangan teror pertama di Iran sejak 2008 lalu. (Foto: TIMA via REUTERS)

Iran diselimuti ketakutan setelah penembakan secara terpisah terjadi di gedung parlemen dan makam Ayatollah Khomeini pada Rabu (7/6). Hingga kini, insiden itu telah memakan setidaknya tujuh korban jiwa.

Kejadian ini menjadi aksi teror pertama di Iran sejak bom bunuh diri meluluhlantakkan mesjid Hosseynieh Seyed al-Shohada di Shiraz pada 12 April 2008 lalu, membunuh setidaknya 14 orang dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.

Bom tersebut meledak saat jemaah tengah melangsungkan ibadah salat. Sekitar 12 terduga teroris diamankan akibat insiden ini.

Pemerintah Iran menuding AS dan Rusia bertanggung jawab atas aksi teror tersebut. namun, kelompok monarki yang menyebut diri mereka sebagai Soldiers of the Kingdom Assembly of Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada November 2008, tiga pelaku dihukum mati atas keterlibatan mereka dalam bom bunuh diri itu.

Di tahun yang sama, ledakan misterius juga mengguncang konvoi militer di Khavarshahar pada 24 Juli saat hendak meninggalkan gudang amunisi yang dikendalikan pasukan Garda Revolusi.

Menurut laporan yang diterima, konvoi tersebut membawa kiriman peralatan militer bagi Hizbullah di Libanon selatan.

Serangan terbaru di Teheran dimulai ketika tiga orang bersenjata menyerang parlemen dan empat orang lainnya melakukan aksi serupa di makam Khomeini.

Tak hanya menembak, pelaku teror terbaru di Teheran dikabarkan turut menyandera empat orang di dalam gedung parlemen meski hal tersebut belum bisa dikonfirmasi.

Sejauh ini, salah satu pelaku penembakan di parlemen dikabarkan telah dikepung oleh aparat keamanan. Sementara itu, satu pelaku penembakan di makam Khomeini telah tertangkap, tiga lainnya tewas lantaran menelan pil sianida, meledakkan diri, dan bentrok dengan polisi saat pengejaran.

Tak lama setelah peristiwa terjadi, kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas kedua serangan itu.

 Dilaporkan Berakhir, Serangan Teror Iran Tewaskan 12 Orang 
Dilaporkan Berakhir, Serangan Teror Iran Tewaskan 12 OrangAparat dilaporkan telah menewaskan seluru pelaku teror penembakan dan bom bunuh diri di Teheran. (Omid Vahabzadeh/TIMA via REUTERS)

Serangan penembakan dan bom bunuh diri di parlemen Iran dan makam Ayatollah Khomeini di Teheran, Rabu pagi, memakan setidaknya 12 korban jiwa, Rabu (7/6).

Kelompok teror ISIS mengklaim bertanggung jawab dan merilis video yang diduga menunjukkan aksi para pelaku di dalam gedung parlemen bersama satu orang, tampak terluka, tergeletak di lantai.

Peristiwa langka ini menjadi serangan pertama yang diklaim oleh kelompok yang mengklaim diri sebagai Islam Sunni itu di dalam wilayah negara Syiah. Iran adalah salah satu kekuatan terbesar dalam perang melawan militan ISIS di Irak dan Suriah.

Para pelaku yang berpakaian seperti perempuan menyergap masuk ke pintu masuk utama gedung parlemen di Teheran pusat, kata Wakil Menteri Dalam Negeri Mohammad Hossein Zolfaghari, menurut laporan kantor berita Tasnim yang dikutip Reuters.

"Salah satu dari mereka ditembak mati dan seorang lainnya meledakkan diri dengan rompi bom bunuh diri," ujarnya.

Sekitar lima jam setelah laporan pertama, kantor berita Iran menyatakan empat orang yang menyerang gedung parlemen sudah tewas dan insiden tersebut telah usai.

Kepala departemen darurat Iran, Pir-Hossein Kolivand, mengatakan setidaknya 12 orang menjadi korban serangan tersebut. Demikian dilaporkan kantor berita IRIB.

"Saya berada di dalam gedung parlemen ketika penembakan terjadi. Semua orang terkejut dan takut. Saya melihat dua orang menembak membabi-buta," kata salah seorang wartawan di lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Tak lama setelah serangan tersebut, seorang pelaku bom bunuh diri juga melakukan aksi serupa di dekat makam pendiri negara tersebut, Ayatollah Khomeini, beberapa kilometer ke arah selatan dari kota, kata Zolfaghari.

Pelaku serangan kedua pun ditembak mati, ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Intelijen menyatakan telah menangkam "tim teroris" lain yang merencanakan serangan ketiga, meski tidak menjelaskan secara detail.

Serangan itu terjadi kurang dari sebulan setelah Hassan Rouhani kembali terpilih sebagai presiden. Seorang moderat, dia berhasil mengalahkan kandidat yang didukung ulama garis keras dan Korps Garda Revolusi Islam yang bertanggung jawab atas keamanan nasional. (aal)

  ★ CNN  

Latihan Bersama Indobatt Dengan FCR

Indobatt XXIII-K melaksanakan latihan bersama dengan Force Commander Reserve (FCR) Perancis di Indobatt UNP 7-1.

Prajurit FCR Perancis melaksanakan latihan bersama dengan prajurit Indobatt XXIII-K di UNP 7-1 yang dimulai tanggal 5 Juni 2017 dan direncanakan berakhir pada tanggal 9 Juni 2017. Dalam latihan bersama ini bertujuan meningkatkan hubungan kedua negara yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, menambah pengetahuan dan untuk mengetahui karateristik masing-masing alutsista kedua negara.

Dalam upacara pembukaan latihan tanggal 5 Juni 2017 yang dipimpin oleh Komandan Indobatt XXIII-K Letkol Inf Yudi Gumilar, S.Pd, menegaskan "Latihan bersama selain sebagai wujud dari hubungan persahabatan juga ajang untuk menambah pengetahuan dalam bidang militer". Komandan Indobatt juga mengharapkan agar kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya oleh seluruh prajurirt Indobatt XXIII-K.

Di hari pertama setelah upacara pembukaan latihan, dilaksanakan pengenalan AOR Indobatt kepada prajurit FCR Perancis. Hari kedua tanggal 6 Juni 2017 materi latihan yaitu pelaksanaan Joint Vehicle Patrol, Explosive Ordnance Disposal (EOD), K-9 dan Hand to Hand Combat Training. Materi diberikan oleh tim dari FCR Perancis dan didampingi oleh Kapten Mar Suyono L. Toruan, Lettu Kav Dwi Djayanto serta Lettu Sus Hendro Susilo, B.A. M.A.

Komandan Indobatt berpesan agar seluruh prajurit Indobatt XXIII-K untuk melaksanakan latihan dengan serius dan memberikan dukungan sepenuhnya agar latihan dapat berjalan dengan aman, lancar serta mengutamakan keselamatan dalam melaksanakan setiap kegiatan.

  ★ TNI  

Pembangunan Menara Suar Ambalat Dikawal Dua Personel TNI AL

Antisipasi terulangnya insiden 2005 http://cdn2.tstatic.net/kaltim/foto/bank/images/menara-suar-di-perairan-karang-unarang_20170606_191913.jpgPemerintah saat ini membangun kembali menara suar di Perairan Karang Unarang, Ambalat, Kabupaten Nunukan perbatasan Republik Indonesia- Malaysia.

Pembangunan menara suar yang sudah sepekan berjalan inipun mendapatkan pengawalan dari personel TNI Angkatan Laut.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan, Letkol Laut (P) Ary Aryono mengatakan, pengawalan ini untuk mengantisipasi gangguan Malaysia. Mengingat kawasan tersebut juga diklaim milik Malaysia.

Dia mengatakan, setiap harinya ada dua personel TNI Angkatan Laut yang mengawasi dan menjaga jalannya pembangunan tersebut.

“Perintah atasan juga seperti itu. Penempatan prajurit TNI AL ini sebagai salah satu counter attack bagi gangguan Malaysia yang pernah terjadi sebagaimana tahun 2005 lalu,” ujarnya, Selasa (6/6/2017).

Saat pembangunan pertama menara suar di Karang Unarang pada 2005, Kapal Perang Malaysia KD Kerambit, sempat memasuki Perairan Karang Unarang dan meminta para pekerja menghentikan pembangunan menara suar tersebut. Namun permintaan dibalas dengan pengusiran oleh Kapal Republik Indonesia Rencong (622).

“Kerambit sempat mengirim pesan selamat datang di Perairan Malaysia. Langsung dibalas KRI Rencong dengan kalimat selamat datang juga di Perairan Indonesia. Lalu KRI Rencong menghalau KD Kerambit untuk menjauh,” ujarnya.

Dengan pengawalan anggota TNI Angkatan Laut, dia memastikan saat ini pembangunan yang sedang berjalan belum mendapatkan gangguan dari pihak manapun.

“Hanya gangguan cuaca yang sesekali membuat kapal tongkang harus menjauh dari 8 tiang pancang sebagai dasar pondasi pembangunan menara laut perbatasan. Karena ditakutkan terjadi tabrakan yang membuat tiang bergeser,” ujarnya yang memperkirakan pembangunan menara suar dimaksud berjalan selama delapan bulan.

Malaysia masih beranggapan Karang Unarang termasuk wilayah mereka. Hal itu didasarkan pada peta tahun 1979 milik Malaysia. Sedangkan Indonesia merasa berdaulat di kawasan tersebut dengan sejumlah bukti yang ditinggalkan penjajah Belanda.

Jika merunut hukum laut internasional, zona teritorial sebuah negara yang diakui adalah 12 mil dari lepas pantai. Sehingga seharusnya zona teritorial Malaysia berada pada 70 mil dari garis pantai Sipadan dan Ligitan.

Terkait dengan klaim teritorial dimaksud, selain menegaskan kedaulatan Indonesia dengan pembangunan menara suar, TNI Angkatan Laut juga menambah armada laut untuk mengamankan teritorial Ambalat.

Saat ini ada sejumlah kapal Republik Indonesia yang disiagakan mengamankan kawasan tersebut masing-masing, KRI RCG di Perairan Tarakan, KRI SDT di Perairan Karang Unarang, KRI KDA sandar di Tarakan, KRI TSR lego jangkar di Perairan Tarakan, KRI PRP berlayar di Perairan Nunukan dan Pesud P-861 Round di Tarakan.

Dia mengatakan, kapal perang tersebut secara bergantian patroli di Ambalat.

“Kami diback-up juga sama KRI sampai selesai. Jadi kami melaksanakan tugas pengawasan dan pengamanan pembangunan menara suar sebagaimana instruksi pimpinan,” katanya.

  ★ Tribunnews  

The establishment of a joint venture company on small armaments and a facility to assemble components of N219 aircraft

✈ in Nigeria https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiIYGim5XHUOauBqcoi4JXbveWENzkc-5GQaT7isqo-uEHVuQICXH-GcwvRv860LMyH3cbe_WC5H7xjnLAPkafRE9mKX534YRITi6qJXZKiwi4y3S5WsH7CYi8UnbMcx66nnEPvzkk133u/s1600/n219.jpg✈ N219  [PTDI]

The Federal Government has said it has recognized the drugs emergency situation in Indonesia and pleaded for commuting death penalty to life imprisonment.

In a Joint Communique on bilateral meeting held between minister of foreign affairs Geoffrey Onyeama and Indonesia Foreign Affairs Minister Mrs Retno Marsudi

The Minister of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia, H E. Mrs. Retno L. P. Marsudi paid an official working visit to Nigeria from 3-5 June. 2017 to attend the 4th Nigeria-Indonesia Business Forum and hold bilateral discussions with the Minister of Foreign Affairs of the Federal Republic of Nigeria H. E. Geoffrey Onyeama.

The establishment of a joint venture company on small armaments in Nigeria; The establishment of a facility to assemble components of the Indonesian Aerospace N219 aircraft in Nigeria; Completion of the purchase of military equipment, airplanes, and hangar facilities by the Nigerian National Agency for Science and Engineering Infrastructure.

Agreed to work together to strengthen cooperation in the energy sector in both upstream and downstream industries between state-owned companies of the two countries. Considering the significant amount of oil and gas transaction through third countries, the Ministers agreed: To consider Indonesia’s request for direct oil trade on a Government-to-Government basis in accordance with the enabling laws of both countries.

The need to explore the linkages of greater direct oil trade and development projects and products between the two countries. Shared the view that palm oil significantly contributes to economic and social development, and agreed on enhancing cooperation on the development of palm oil industry, namely through the participation of Nigeria in the Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC).

Affirmed that people-to-people contact provides a more solid foundation for strengthening and deepening of mutual understanding between the peoples of the two countries and to encourage increased flow of scholars, students, mass media and youth exchange programmes between the two countries.

Agreed that Nigeria and Indonesia would increase sharing of best practices and capacity building for the achievement of Sustainable Development Goals (SDGS) and the Economic Recovery and Growth Plan (ERGP). Notable areas of cooperation would include agriculture, fisheries, good governance, SMEs and industry.

  ✈ Vanguardngr  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...