Selasa, 30 Oktober 2018

TNI AU - Singapura Gelar Latihan Bersama

Camar Indopura 2018 TNI AU dan Republic Of Singapore Air Force (RSAF) menggelar Latihan Barsama (Latma) dengan sandi Air Maneuver Exercise (AMX) Latma Camar Indopura 25/18 yang dilaksanakan di Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio.

Latma ini secara resmi dibuka oleh Direktur Latihan (Dirlat) TNI AU Kolonel Pnb Reka Budiarsa didampingi Dirlat RSAF Colonel Zakir Hamid di Aula Mako Wing 7 Lanud Supadio, Senin (29/10).

Pembukaan latihan ditandai pemasangan badge Latma Camar Indopura 25/18 oleh kedua Direktur Latihan kepada masing-masing perwakilan dari TNI AU dan RSAF.

Dirlat TNI AU Kolonel Pnb Reka Budiarsa mengatakan bahwa tujuan dari latihan ini untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antara dua skadron udara di masing-masing negara. Selain itu untuk memperkuat kerjasama hubungan antara TNI AU dan RSAF.

“Selama berlangsungnya latihan bersama ini tentunya secara bertahap akan saling mengenal satu sama lainnya sehingga kita dapat membahas secara komprehensif mengenai tugas masing-masing,” kata Kolonel Pnb Reka Budiarsa yang kesehariannya menjabat Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Supadio.

Latihan bersama ini, lanjut Kolonel Pnb Reka, harus dilakukan dengan serius dan sempurna karena kita membutuhkan output dari latihan ini untuk meningkatkan kemampuan masing-masing peserta latihan dan yang terpenting menerapkan sistem management keselamatan terbang dan kerja selama latihan.

Sementara itu, Dirlat RSAF Colonel Zakir Hamid mengucapkan terima kasih kepada TNI AU pada umumnya dan Lanud Supadio khususnya yang telah berkenan menjadi tuan rumah dalam latihan bersama ini.

“Latma ini juga mempererat persahabatan dan meningkatkan hubungan TNI AU dengan RSAF yang telah terjalin dengan baik. Selama berlangsungnya Latihan bersama ini kita dapat membangun dan meningkatan hubungan baik dan saya sepakat dalam latihan ini faktor keamanan adalah prioritas,” pungkas Colonel Zakir Hamid yang menjabat Air Combat Command, Transport Group.

Latihan bersama ini akan berlangsung hingga tanggal 1 Nopember 2018 mendatang, dengan melibatkan puluhan personel baik dari TNI AU dan RSAF, serta menggunakan alutsista satu pesawat Boeing 737 dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar dan satu pesawat F-50 MPA dari 121 st Sqn RSAF.

  ☠ Tribunnews  

Senin, 29 Oktober 2018

TNI AL Cari Korban Lion Air JT 610

Kerahkan KRI hingga Tim Kopaska Ilustrasi KRI Spica 934 (Rigel class) ★

TNI Angkatan Laut turut menerjunkan armadanya dalam proses pencarian dan evakuasi pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kekuatan kapal hingga tim penyelam dikerahkan.

"Sementara yang kita kerahkan unsur-unsur kapal perang didukung tim penyelam," ucap Kadispen TNI AL Kolonel Zaenal saat dimintai konfirmasi, Senin (29/10/2018).

"Bekerja sama dengan Basarnas dan unsur lainnya," ucap Zaenal.

Berikut kekuatan TNI AL yang disebutkan:

★ KRI Tenggiri-865
★ KAL Cobra-67
★ KAL Sanca-815
★ KRI Rigel-933
★ 5 Sea Rider
★ 1 tim penyelam
★ 1 tim Kopaska Koarmada I

Jumlah total orang yang berada di dalam pesawat disebut 189 orang. Kepala Basarnas Marsdya M Syaugi belum dapat memastikan bagaimana kondisi penumpang.

Pesawat itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada pukul 06.20 WIB. Selanjutnya, pesawat itu hilang kontak pukul 06.33 WIB.

  ☠ detik  

[Dunia] Israel Gempur Gaza Mengenai Rumah Sakit Indonesia

30 Roket vs 80 Kali Serangan JetWilayah Jalur Gaza yang dikuasai Hamas digempur jet-jet tempur Israel, Jumat (26/10/2018) malam. [Foto/REUTERS/Ahmed Zakot] ●

Serangan militer Israel terhadap puluhan target di Jalur Gaza pada Sabtu (27/10/2018) juga menghantam Rumah Sakit (RS) Indonesia di wilayah Palestina tersebut. Bangunan RS rusak dalam serangan pagi tadi.

Militer Tel Aviv menyatakan ada 80 target yang digempur jet-jet tempurnya. Serangan besar ini sebagai respons atas tembakan sekitar 30 roket oleh kelompok milisi di Gaza yang berlangsung sejak Jumat malam.

Menurut laporan Reuters, konfrontasi Gaza dan Israel ini merupakan yang terbesar sejak Agustus lalu.

Belum ada laporan soal korban jiwa maupun luka dalam konfrontasi ini, termasuk korban dari serangan terhadap RS Indonesia di Gaza. Konflik memanas setelah Israel membunuh lima warga Palestina, empat di antaranya berlangsung saat demo minggu di perbatasan Gaza-Israel pada hari Jumat.

RS Indonesia yang digempur Israel berada di Bayt Lahiya, utara Gaza. Beberapa foto yang beredar menunjukkan bangunan medis itu mengalami kerusakan cukup parah. Video yang beredar juga menunjukkan kepanikan para pasien dan staf medis.

Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), sebuah lembaga Islam untuk bantuan kesehatan, dalam pernyataan pers-nya mengatakan sekitar lima roket jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia.

"Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia," bunyi pernyataan MER-C.

Dalam siaran pers tersebut, Reza Aldilla Kurniawan; seorang relawan MER-C, merinci kerusakan yang dialami bangunan RS. Di antaranya, kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan fasilitas lain.

Reza mengaku sedang berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang RS Indonesia ketika serangan Israel terjadi. "Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian," katanya.

Menurutnya, para pasien sudah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Akun Twitter @lummideast merilis video yang menunjukkan kerusakan di RS Indonesia di Gaza. "Video menunjukkan kerusakan yang diderita oleh Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara, karena F-16 Israel menargetkan gedung yang berdekatan," tulis akun tersebut dengan melampirkan video.

Rumah Sakit Indonesia itu telah beroperasi sejak 2012. Fasilitas medis itu didirikan oleh sejumlah lembaga solidaritas Indonesia untuk Palestina, dengan dana sumbangan masyarakat Indonesia.

Kelompok Jihad Islam di Gaza mengklaim bertanggung jawab atas serangan puluhan roket ke wilayah Israel selatan. Belum jelas apakah serangan itu dikoordinasikan oleh Hamas sebagai pengausa Gaza atau tidak.

  ★ SINDOnews  

Minggu, 28 Oktober 2018

Jumlah Pesanan Pesawat N219 PT DI Capai Ratusan

Meski belum lulus tahap sertifikasiN219 [PT DI] ★

P
esawat jenis N219 besutan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tengah naik daun. Terbukti, banyak pihak yang memesan pesawat ini. Padahal, N219 belum lulus tahap sertifikasi kelayakan produksi.

Irzal Rinaldi, Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengatakan berdasarkan data terakhir, saat ini, pesanan yang berpotensi untuk diproses kurang lebih 120 unit.

"Data terakhir kalau tidak salah Juni lalu sebanyak 100 unit dan baru-baru ini kami mendapat pesanan kembali dari Aviastar sebanyak 20 unit," ujarnya saat dihubungi Kontan. co. id.

Menurutnya, pesawat jenis N219 ini banyak di pesan oleh perusahaan maskapai untuk penerbangan ke daerah-daerah terpencil.

"Untuk daerah-daerah terpencil biasanya seperti daerah Kalimantan," ujarnya.

Ditanya soal potensi pendapatan yang bisa diperoleh perusahaan, Irzal enggan buka-bukaan hanya saja ia mengatakan harga per unit N219 sekitar US$5,8 juta - US$6 juta.

Sementara untuk pembuatannya, kata Irzal, akan dimulai pada awal tahun depan khususnya untuk pembuatan komponen-komponen yang tidak memerlukan sertifikasi.

"Sertifikasi layak produksi itu targetnya sekitar bulan April-Mei tahun depan, tapi awal tahun kita sudah bisa proses pembuatan untuk komponen-komponen yang tidak perlu sertifikasi," ujarnya.

Ke depannya, pembuatan unit pesawat akan dilakukan secara bertahap dimana untuk tahun pertama sebanyak 6 unit, kemudian tahun kedua 16 unit, dan akan stabil pada tahun ketiga sebanyak 36 unit.

  ♞ Kontan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...