Selasa, 04 Desember 2018

[RIP] 5 Fakta Pembunuhan 31 Pekerja Pembangunan Trans Papua

Di Ndugakhttp://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/360x240/photo/2018/12/04/3497488405.jpgDistrik Yigi, Nduga, diduga sebagai lokasi ditembaknya 31 pekerja pembangun Trans Papua

Pembunuhan sadis diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah Nduga, Papua, terhadap 31 pekerja pembangunan jalan Trans Papua pada Minggu (2/12) kemarin.

Menurut beberapa informasi yang berhasil dihimpun, para pekerja pembangunan jembatan itu diduga dibunuh lantaran mengambil foto pada perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OMP) tak jauh dari lokasi kejadian.

Aksi ambil foto itu disebut diketahui oleh anggota KKB.

Sontak, hal itu membuat mereka marah dan mencari orang yang mengambil foto itu.

Imbasnya, para pekerja lainnya yang tidak ikut-ikut, yang berada di kamp pembangunan jembatan, terkena imbasnya.

Setidaknya ada lima fakta yang berhasil kami himpun terkait kasus penembakan ini.

 Kronologi 

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (1/12/2018) sekitar pukul 20.30 WIT.

Awalnya, Project Manager PT Istika Karya yang mengerjakan pembangunan jembatan Habema- Mugi, Cahyo, mendapatkan telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Jhoni.

Jhoni adalah Koordinator Lapangan PT Istika Karya dalam proyek tersebut.

Akan tetapi, Cahyo mengaku tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

Ia tak bisa memastikan apakah orang yang meneleponnya adalah Jhoni.

Berdasarkan informasi yang diterima polisi, Jhoni terakhir kali berkomunikasi dengan PPK Satker PJN IV PU Bina Marga, Minang Tobing, pada Sabtu (1/12).

Informasi lainnya dari Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena, Jumat (30/11/2018) pukul 04.00 WIT, ada 1 mobil Strada dengan sopir berinsial MS membawa muatan BBM jenis solar milik PT Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi.

Mobil itu membawa lima orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

Pada Sabtu (1/12) pukul 02.00 WIT, tercatat 2 mobil menuju ke Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya.

Pada Minggu (2 /12) pukul 20.00 WIT 1 mobil Strada kembali ke Wamena dan pada Senin (3/12/2018), 1 mobil Strada kembali dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga.

Diinformasikan, 1 mobil Strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Senin (3/12), personel gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP RL Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Akan tetapi, saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan satu unit mobil dari Distrik Mbua dan menyampaikan kepada tim gabungan TNI dan Polri adanya pemblokiran jalan oleh KKB.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, saat ini personel gabungan TNI/Polri telah diterjunkan untuk mengecek informasi tersebut.

Polisi siap melakukan evakuasi terhadap para korban dan menangkap pelakunya.

 Tidak dibunuh sekaligus 

Menurut keterangan Polda Papua pada Senin malam, sebanyak 24 orang lebih dahulu dibunuh.

Delapan orang sisanya sempat melarikan diri, tapi tujuh di dari mereka berhasil ditemukan kelompok itu dan langsung dibunuh.

 24 nama korban pembunuhan 

Dari 31 korban, setidaknya 24-nya sudah diketahui identitasnya.

★ Jhony Arung
★ Anugrah
★ Alrpianus
★ Muh. Agus
★ Aguatinus T
★ Martinus Sampe
★ Dirlo
★ Matius
★ Emanuel
★ Calling
★ Dani
★ Tariki
★ Markus Allo
★ Aris Usi
★ Muh. Faiz
★ Yusran
★ Ayub
★ Yosafat
★ M.Ali Akbar
★ Petrus Ramli
★ Hardi Ali
★ Efrandi Hutagaol
★ Rikki Simanjuntak
★ Marg Mare

 Menhan mengaitkannya dengan kelompok separatis 

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut, pelaku pembunuhan ini merupakan kelompok pemberontak atau separatis.

“Kalau sudah nembak-nembak gitu ya, tidak ada kriminal nembak sebanyak itu," ujar Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12), dilansir dari Kompas.com.

Selain itu, kata Ryamizard, kelompok bersenjata tersebut juga memiliki agenda politik, yakni memisahkan Papua dari Indonesia.

"Mereka itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak. Kenapa saya bilang pemberontak? Ya kan mau memisahkan diri, (memisahkan) Papua dari Indonesia. Itu kan memberontak bukan kriminal lagi," tuturnya.

Menurut Ryamizard, pihak TNI harus turun tangan dalam menangani persoalan kelompok bersenjata di Papua.

Ia menegaskan, TNI memiliki tugas pokok untuk menjaga kedaulatan, keutuhan dan keselamat bangsa Indonesia.

"Kalau memberontak bukan kriminal lagi, penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya polisi," kata Ryamizard.

 Identifikasi polisi 

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papu Ahmad Musthofa Kamal, pelaku merupakan kelompok yang sama yang melakukan pembunuhan terhadap warga sipil jelang Pilkada 2018, perkosaan, kekerasan terhadap tim medis beberapa waktu lalu.

“Kelompok mereka masih bercokol di Nduga,” ucapnya, dikutip dari CNN.

 ♖ Suar  

[Teror] Pembunuhan 31 Pekerja Trans Papua Dilakukan OPM

Jenazah Masih di Lokasihttp://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/distrik-yigi-nduga-papua.jpgDistrik Yigi, Nduga, diduga sebagai penembakan 31 pekerja proyek Tans Papua.

Sebanyak 31 pekerja proyek jembatan di Kabupaten Nduga, Papua, diduga tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kodam XVII Cenderawasih mendapat informasi jenazah para pekerja tersebut masih berada di lokasi.

"Informasinya (jenazah) masih di sana. Kalau kita sudah dapat titik terang, kita upayakan proses evakuasi dulu," ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Kolonel M Aidi saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (4/12/2018).

Aidi menjelaskan pasukan TNI saat ini masih berupaya menembus jalur ke lokasi yang diblokir oleh KKB. "Iya (masih coba ditembus)," ujar Aidi.

Aidi sebelumnya menyatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah terbang dari Timika menuju lokasi penembakan.

"Panglima sudah dalam perjalanan, tadi saya dapat informasi terbang dari Timika," kata Aidi.

"Jumlah petugas dan mekanisme pergerakannya belum bisa kita sampaikan," tuturnya. (rna/gbr)

 OPM Pelakunya 

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu akan berkoordinasi dengan TNI dan Polisi terkait peristiwa penembakan 31 pekerja Trans Papua. Ryamizard menyebut pelaku diduga Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Iyalah, sudah lah (terindentifikasi), kalau begitu OPM. Masa orang biasa nembak-nembak? OPM (pelakunya)," ujar Ryiamizard di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Mantan KSAD ini menyebut terbunuhnya 31 pekerja proyek Trans Papua adalah insiden besar. Ryamizard akan turun tangan.

"Kalau masalah itu sudah besar, sampai 30-an itu, itu saya sebagai Menteri Pertahanan juga harus tanggung jawab. Tanggung jawab besar juga bukan presiden tentara saja. Saya harus tanggung jawab. Tanggung jawab saya kenapa? Saya tidak merinci apa yang harus dilakukan polisi dengan tentara. Harus ada jelas siapa berbuat apa, kalau tidak di sana menganggap sudah aman, di sini nganggap dia terjadi lagi," ujar Ryamizard.

Pihak terkait kini tengah menerjunkan helikopter atau pesawat untuk melakukan upaya evakuasi jenazah. Selain itu, ada juga prajurit TNI juga tertembak mati.

"Ya makanya saya ngomong dulu, saya ngomong dulu dengan mereka untuk koordinasikan siapa berbuat apa. Soalnya kalau masalah keamanan, ada polisi penuh, ada tentara penuh. Saya katakan ada polisi dengan tentara, harus dibedakan. Ada masyarakat di kampung-kampung, itu polisi. Tapi kalau sudah sampai orang hutan, itu kan nggak ada masyarakat. Ya tentara lah," katanya. (dkp/mae)

 [RIP] KKB Juga Tembak Mati 1 Anggota TNI 

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membunuh 31 karyawan PT Istaka Karya. Setelah itu, mereka menyerang Pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua, Nduga, dan menyebabkan 1 orang anggota TNI tewas dan satu terluka.

"Tadi malam KKB juga melakukan penyerangan terhadap Pos Satgas Yonif 755/ Yalet, menyebabkan 1 anggota tewas ditembak. Pos ini merupakan pos TNI terdekat dengan lokasi kejadian (pembantaian pekerja jembatan)," kata Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat ditemui di Makodam Cenderawasih di Jayapura, Selasa (4/12/2018).

Dax mengatakan saat ini telah dipersiapkan evakuasi korban dengan pesawat helikopter menuju Wamena.

"Menyangkut nama, sampai saat ini belum dapat kami terima, karena hubungan komunikasi dengan Pos Yonif 755/Yalet sulit," katanya.

Dax menambahkan, untuk mengejar kelompok KKB, telah diberangkatkan personel gabungan TNI/Polri sebanyak 150 orang dan langsung dipantau Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dan Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin, yang saat sudah berada di Wamena.

"Pasukan yang kita gerakkan dari Wamena sudah line up di pos TNI Yonif 755/Yalet merupakan gabungan TNI dan Polri," ujarnya. (asp/asp)

 ♖ detik  

Senin, 03 Desember 2018

PT Lundin Kuasai Lomba Kapal Cepat di Swedia

Ekspor di dukung Bea Cukai Carbotech GT38 rancangan dan buatan PT Lundin (Lundin Industry Invest) ★

Karya anak bangsa kembali mengharumkan Indonesia. Kali ini prestasi diukir anak bangsa melalui PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tahun ini, Carbotech GT38, kapal buatan PT Lundin menguasai kejuaran kapal cepat di Swedia. Tak tanggung-tanggung, Carbotech GT38 meraih juara 1, 2, dan 4. “Carbotech GT38 berhasil mengalahkan kapal-kapal bikinan puluhan perusahaan di Eropa,” kata Manajer Logistik PR Lundin, Eko Budi di Banyuwangi, Sabtu (24/11/2018).

Di pasar luar negeri, PT Lundin menggunakan nama North Sea Boats. Tak hanya Carbotech, PT Lundin juga memproduksi sejumlah kapal lainnya. Ada Sea Rider, Combat, Penguin, X2K Special Ops RIB hingga Trimaran.

Sebagian besar pasar PT Lundin berada di luar negeri (ekspor). Tahun ini mereka mengekspor 17 kapal. Terdiri dari 15 Penguin dan 2 G7 yang diekspor ke Malaysia, Selandia Baru, dan Swedia. G7 merupakan kapal yang digunakan pasukan khusus Rusia. “Sejak berdiri, kami sudah berhasil memproduksi 278 kapal,” ujarnya.

Sejumlah Negara tercatat telah menjadi klien PR Lundin, di antaranya Swedia, Rusia, Australia, Malaysia, hingga Timor Leste. Dari Indonesia di antaranya, TNI, Basarnas, serta Kementerian Perikanan dan Kelautan (KPP). Saat ini PT Lundin bekerja sama dengan Pindad membangun tank boat.

PT Lundin merupakan perusahaan pembuat kapal. Spesialisi mereka adalah kapal berbahan serat karbon dan serat gelas. Serat karbon memiliki kekuatan 4 kali lipat dari baja, namun lebih ringan. Bahan baku masih impor dari Inggris karena memiliki kualitas lebih baik.

Mengenai impor bahan baku inilah, Bea Cukai berperan penting dengan kebijakan Kawasan Berikat. Dengan adanya Kawasan Berikat ini, PT Lundin tidak perlu membayar pajak impor untuk mendatangkan bahan baku dari luar negeri.

Jika kapal sudah jadi dan diekspor, maka pajak impor tidak akan dikenakan alias bebas pajak impor. “Jika kapal tersebut dijual ke pasar lokal, nah baru pajak impor kita kenakan,” kata Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai, Deni Surjantono saat mengunjungi PT Lundin.

Kawasan Berikat merupakan upaya Bea Cukai menumbuhkan industri di Tanah Air. Dengan adanya Kawasan Berikat ini diharapkan, pelaku industri tidak terbebani dengan pajak impor sehingga biaya produksi bisa ditekan sehingga harga bisa bersaing. Diketahui, Fungsi Bea Cukai yakni revenue collection, community protection, trade facilitation, dan industrial existen. “Banyak multiplier effect jika sebuah industri terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Misalnya, penyerapan tenaga kerja dan ekonomi sekitar tumbuh. Entah itu makanan bagi para tenaga kerja maupun suplai barang-barang lainnya. “Misalnya cat, kita masih beli di pedagang di sekitar Banyuwangi,” kata Eko. PT Lundin saat ini memiliki 140 karyawan, terdiri dari 120 pekerja dan 20 staf (dua orang ekspatriat).

Sebagai fungsi kontrol, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KKBC) Banyuwangi juga mendirikan pos di kawasan PT Lundin. Bea Cukai mengawasi bahan baku, proses pembuatan kapal, dan ketersediaan stok. “Kami melakukan pengawasan 24 jam,” kata Kepala KKBC Banyuwangi, R Evy Suhartantyo.

Selain penempatan personel di PT Lundin untuk mengawasi keluar masuk barang, Bea Cukai juga memasang CCTV. “Kami menamakannya IT inventory. Dari kantor, kami juga bisa melakukan pengawasan,” lanjutnya.

Pengawasan ini dilakukan agar pelaku industri tidak melakukan kecurangan. Apalagi pasar PT Lundin, 80% ekspor dan 20% pasar lokal. “Agar kasus seperti pabrik garmen di Bandung tidak terjadi. Mereka kita kasih fasilitas Kawasan Berikat, namun nyatanya ekspor fiktif,” tutur Deni.

  ★ SINDOnews  

Sabtu, 01 Desember 2018

Indonesia Juara Umum AARM 2018

Ekspor PT Pindad Terdongkrak TNI AD kembali menjadi juara umum di ajang ASEAN Arms Rifle Meet (AARM) 2018 di Malaysia. Dampak positif tak hanya dirasakan seluruh anggota kontingen, PT Pindad sebagai penyuplai senjata dan amunisi juga mendapat berkah dari hasil kejuaraan ini.

PT Pindad sudah dua tahun terakhir mendukung kontingen TNI AD dalam ajang AARM. Hal ini berdampak pada pesanan senjata dari sejumlah negara.

“Yang ramai justru dari ekspor dengan prestasi seperti ini kami berterima kasih dengan TNI AD, pemerintah Indonesia, Kementerian BUMN. Prestasi seperti ini ternyata membuka peluang ekspor,” ucap Direktur Bisnis dan Produk Hankam PT Pindad Persero, Widjajanto, di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jumat (30/11).

Widjajanto menilai, banyak negara di kawasan Asia dan Afrika tertarik memesan sejumlah senjata buatan Pindad, meski tak menyebutkan jumlah peningkatan penjualan. Peningkatan pesanan ini sudah mulai terlihat pada gelaran Indo Defence 2018.

“Dari kegiatan di Indo Defence kami memperoleh beberapa komitmen penjualan dari beberapa negara terutama Afrika dan Asia. Kalau dari Asia Tenggara, Alhamdulillah sudah menggunakan PT Pindad umumnya,” tambah Widjajanto.

Dengan capaian ini, Pindad membuktikan senjata buatan anak bangsa tidak kalah kualitasnya dengan senjata buatan luar negeri.

“Kami dari PT Pindad sangat komite bahkan teman-teman dari litbang untuk mengembangkan teknologi nembak ini. Jadi ini adalah cermin dari teknologi anak bangsa yang tidak kalah melawan produk-peoduk negara maju dalam lomba tembak militer Angkatan Darat di Asia,” pungkasnya.

  ★ Kumparan  

Balitbang Kemhan Uji Kapal Permukaan Air Tanpa Awak (Unmanned Surface Vehicle/USV)

Tahap 2 Balitbang Kemhan dalam hal ini yang terkait Puslitbang Iptekhan melaksanakan uji dinamis rancang bangun mission control system kapal permukaan air tanpa awak (Unmanned Surface Vehicle/USV) tahap 2 di Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya, Jawa Timur.

Uji dinamis rancang bangun mission control system kapal permukaan air tanpa awak (Unmanned Surface Vehicle/USV) tahap 2 disaksikan oleh Ses Balitbang Kemhan Laksma TNI Ir. A. Budiharja Raden, Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, Komandan STTAL Laksma TNI Ir. Avando Bastari, Kabid Dager Puslitbang Iptekhan Kolonel Chb Achmad Agung Santosa, S.E., M.Sc., Kabagdatin Set Balitbang Kolonel Inf Fatih El Amin, S.IP., M.Si., staf PT. Infoglobal Teknologi Semesta, para pejabat di lingkungan TNI dan Kemhan, serta tim uji dinamis dari PT. Infoglobal Teknologi Semesta dan personel yang terkait.

Kegiatan diawali sambutan oleh Ses Balitbang Kemhan Laksma TNI Ir. A. Budiharja Raden, pembacaan doa, dilanjutkan uji dinamis rancang bangun mission control system kapal permukaan air tanpa awak (Unmanned Surface Vehicle/USV) tahap 2 dari tim PT. Infoglobal Teknologi Semesta dan terakhir evaluasi hasil pelaksanaan uji dinamis rancang bangun mission control system kapal permukaan air tanpa awak (Unmanned Surface Vehicle/USV) tahap 2.

Pelaksanaan uji dinamis rancang bangun mission control system kapal permukaan air tanpa awak (Unmanned Surface Vehicle/USV) tahap 2 ini adalah hasil kerjasama antara Balitbang kemhan dengan PT. Infoglobal Teknologi Semesta yang telah melaksanakan uji dinamis rancang bangun mission control system kapal permukaan air tanpa awak yang ke-2.

Uji fungsi rancang bangun mission control system kapal permukaan air tanpa awak telah dilaksanakan pada tanggal 5 Nopember 2018 dan uji partial telah dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2018.

USV merupakan sebuah wahana tanpa awak yang dioperasikan pada permukaan air. USV dikendalikan otomatis dengan memberikan perintah-perintah seperti waypoint melalui ground control.

Tujuan dari uji dinamis ini untuk mengetahui seberapa jauh fungsi dari peralatan yang sudah dipasangkan di dalam wahana maupun yang berada di dalam sistem kontrol kapal permukaan air tanpa awak (USV). USV dapat dikendalikan dan dipersenjatai dengan rudal, senapan mesin ataupun torpedo.

USV bergerak secara autonomous dengan menggunakan sistem navigasi yang menggunakan algoritma waypoint dan dengan menggunakan remote control. USV selain sebagai pengawasan juga dapat digunakan untuk kapal riset, pertahanan dan pencegahan.

Pemanfaatan USV untuk menjadi kapal riset sudah dilakukan di beberapa negara, sebagian besar melakukan penelitian di sungai maupun laut lepas secara otomatis sehingga mereka hanya mengolah data yang dikirim dari USV ke ground control.

  ★ Kemhan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...