➶ Jarak 100 Km dengan kecepatan mencapai 4,7 Mach
Puslitbang Alpalhan melaksanakan uji dinamis pengembangan roket jarak 100 Km ground to ground/ R-Han 450 tahap II-III di Balai Uji Teknologi LAPAN Pamempeuk Garut, Jawa Barat.
Kegiatan diawali sambutan pertama oleh Deputi LAPAN Dr. Rika Andiarti, kemudian sambutan kedua oleh Kabalitbang Kemhan Dr. Anne Kusmayati, sambutan ketiga dari Dirtekbang PT. Dahana Bapak Heri Heriswan, pembacaan doa, dilanjutkan uji dinamis pengembangan roket jarak 100 Km ground to ground/ R-Han 450 dari tim PT. LAPAN dan terakhir evaluasi hasil pelaksanaan uji dinamis pengembangan roket jarak 100 Km ground to ground/ R-Han 450.
Dalam pelaksanaannya, program pengembangan roket jarak 100 Km ground to ground/ R-Han 450 TA. 2018 adalah salah satu program kerjasama utama antara Balitbang Kemhan, PT. Dahana dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Roket R-Han 450 ini memiliki motor roket dengan massa propelan sebesar 760 kg. Motor roket ini dapat menghasilkan gaya dorong maksimum sebesar 12.000 kgf dan memiliki gaya dorong rata-rata sebesar 7000 kgf dengan waktu bakar selama 20 detik.
Akselerasi maksimum yang dapat dialami oleh roket pada saat terbang dapat mencapai 13 G dan kecepatan maksimum roket dapat mencapai 4,7 Mach.
Tujuan dari pelaksanaan uji dinamis R-Han 450 ini adalah untuk mendapatkan data dan mengetahui perilaku terbang roket selama di dalam lintasan, yang dapat dijadikan bahan analisa guna kesempurnaan pada program pengembangan roket R-Han 450 berikutnya.
Target dari pengembangan roket R-Han 450 ini adalah bahwa roket terbang dengan baik dan stabil tanpa adanya anomali gerakan yang terjadi pada saat uji terbang.
Di samping itu juga diharapkan data sensor gerak roket (akselerometer, gyro dan GPS) yang terdapat pada payload dapat bekerja dengan baik dan dapat ditransfer ke ground station secara utuh dan baik sejak awal peluncuran sampai dengan roket kembali jatuh ke bumi serta jarak jangkau dapat tercapai 3 digit.
Minimum Essential Force TNI Capai 61,8 %
KRI 594 Semarang ☆
Hingga akhir tahun 2018 yang bertepatan dengan empat tahun Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, Kementerian Pertahanan mencatat sejumlah pencapaian kinerja dan pencapaian program – program di bidang pertahanan negara.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, mengatakan, capaian program tersebut dimulai dari pencapaian dalam program membangun TNI yang profesional, program pengamanan perbatasan, program ikut serta mewujudkan perdamaian dunia, program pembangunan industri pertahanan dalam negeri yang kuat, mandiri dan berdaya saing, hingga pencapaian program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN).
Pada November yang lalu, Kemhan juga telah sukses menyelenggarakan pameran industri pertahanan terbesar se-Asia Tenggara “Indo Defence Expo & Forum 2018”. Selain itu, belum lama ini Kemhan juga berhasil meraih Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi 2018 kategori Kementerian dari Ombudsman RI dengan nilai 101.
Dalam program membangun TNI yang profesional, untuk pemenuhan kekuatan pokok minimum (MEF) hingga tahun 2018 mencapai 61,8%. TNI juga telah dilengkapi dengan berbagai jenis Alutsista terbaru untuk semua matra. Selain itu, dalam peningkatan kesejahteraan Prajurit, telah dibangun 241.441 unit rumah negara untuk Prajurit.
Dalam hal program pengamanan perbatasan, Kemhan telah membangun Jalan Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) dan Jalan Administrasi (JA) di Kalimantan sepanjang 999,5 km. Untuk sarana dan prasarana perbatasan darat sudah dilengkapi dengan Pospamtas, Border Sign Post (BSP), dan Pilar Perbatasan.
Sedangkan untuk program ikut serta mewujudkan perdamaian dunia, Kemhan telah mengambil langkah dan inisiatif melalui penguatan kerja sama 6 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei dan Thailand) yaitu kerjasama Our Eyes. Sampai dengan tahun 2018 ini, Indonesia telah mengirimkan 3.774 orang Pasukan Perdamaian Dunia PBB.
Dalam program membangun Industri Pertahanan dalam negeri yang kuat, mandiri dan berdaya saing, sebagian produk Alutsista dalam negeri telah memiliki kualitas dan perfomance yang handal dan prima.
“Beberapa Alutsista baru buatan dalam negeri telah memperkuat jajaran TNI, baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU,” ujar Menhan Ryamizard dalam keterangannya dihadapan media massa, Kamis (27/12/18) di Jakarta.
Terakhir, lanjut Menhan, untuk program Pembinaan Kesadaran Bela Negara, hingga tahun 2018 telah terbentuk 83,4 juta orang kader Bela Negara dari target 100 juta pada akhir tahun 2024. Antusiasme masyarakat dalam kegiatan Bela Negara sangat tinggi dan ini menjadi tantangan bagi Kemhan untuk meningkatkan perangkat pendukung pembinaan bela negara tersebut.
“Sementara itu, untuk realisasi daya serap anggaran Kemhan dan TNI Tahun Anggaran 2018 sampai dengan 26 Desember 2018 telah mencapai 81,03 persen. Data dari Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan menunjukan Kemhan menempati urutan ke 52 dari 86 kementerian / lembaga dalam peringkat realisasi belanja kementerian/lembaga,” ujar Menhan dihadapan awak media. (MRZ)
In 2020–24 defence spending plan
Hydrographic Survey Vessel [fincantieri] ☆
The Indonesian Navy has proposed acquiring two hydrographic vessels that can be swiftly converted into submarine rescue ships.
The vessels are being requested amid a proliferation of submarines in the Asia-Pacific region.
The Indonesian Navy has submitted plans to acquire two ocean-going hydrographic ships that can be swiftly converted into vessels of opportunity (VOOs) for submarine rescue operations.
The request has been submitted for inclusion under the third and final phase of the 'Minimum Essential Force' (MEF) plan, which runs from 2020 to 2024. MEF is a three-phase armed forces modernisation blueprint that began in 2010.
Juga pesawat amfibi dan kapal selam
Ilustrasi Hercules TNI AU [kompas] ☆
Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa Indonesia tengah mempercepat pengadaan lima unit pesawat C-130J Super Hercules.
Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji mengatakan meski anggaran APBN baru turun pada Januari namun pengadaan pesawat itu sudah dilakukan sejak kemarin.
“Sudah proses pengadaan, tinggal tanda tangan kontrak,” ujar Agus, Kamis, di Jakarta.
Agus mengatakan bahwa Indonesia memiliki kebutuhan akan pesawat militer berbadan lebar itu.
Selain untuk menggantikan pesawat Hercules yang sudah lama, ujar Agus, Menteri Pertahanaan RI Ryamizard Ryacudu sudah mengamanatkan agar pengadaan alutsista disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana.
Selain Hercules, lanjut Agus, pihaknya juga tengah mengurusi pengadaan pesawat amfibi TNI Angkatan Udara yang mampu memadamkan kebakaran hutan.
Sejumlah negara, kata Agus, telah mengajukan produk-produk pesawat amfibi unggulan mereka.
“Ada beberapa negara, saat ini masih diproses,” ujar dia.
Selain itu, lanjut Agus, pemerintah juga tengah menjajaki pengadaan dua unit kapal selam yang dilengkapi dengan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) dan bisa menjangkau laut hingga kedalaman 150-300 meter.
Tahun ini, kata Agus, Indonesia telah membeli sejumlah alutsista, di antaranya kapal penyapu ranjau, kapal patroli, kapal selam, kapal rumah sakit dan medium tank.
Petugas menahan diri melakukan kontak senjata saat perayaan Natal dan Tahun Baru
Satgas TNI memburu separatis [antara]
Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan tetap bersiaga penuh di Papua, walau memasuki periode perayaan natal dan tahun baru. TNI tak akan melakukan pengenduran pengamanan demi menjaga kondusivitas di sana.
Kapendam XVII/Cendrawasih Kol Inf Muhammad Aidi mengatakan, aparat tetap berupaya menjaga situasi keamanan di Papua. Khususnya di Kabupaten Nduga, lokasi kasus penembakan terhadap pekerja jalan Trans Papua.
"Tidak ada itu gencatan senjata. Mana ada TNI-Polri gencatan senjata pada pemberontak. Itu namanya pembiaran. Gubernur Papua minta penarikan TNI-Polri, tapi tidak terjadi kan," katanya pada Republika.co.id, Kamis (27/12).
Walau begitu, ia menyatakan, TNI menghormati perayaan natal di sana. TNI sendiri ikut mengamankan proses berjalannya ibadah. Termasuk bagi anggota TNI-Polri yang akan beribadah juga diberi kesempatan.
"Kami menghormati umat Kristiani yang merayakan natal, bagi anggota (TNI-Polri) yang mau ibadah silahkan. Kami jaga pengamanannya di gereja. Semoga saja tidak terjadi apa-apa," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, aparat akan menahan diri untuk tidak melakukan kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Papua selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Tito mengatakan, ramainya kegiatan ibadah di gereja menjadi pertimbangan utama untuk menahan diri melakukan kontak senjata. Sebab, kata Tito, yang berpengalaman sebagai Kapolda Papua, masyarakat sangat menghargai suasana natal.
♖ Republika