Minggu, 28 Juli 2019

TNI Akan Lengkapi Alutsista Pulau Nipah

♞ Dengan Radar dan kamera jarak jauhPanglima TNI Tinjau Prajurit Yang Bertugas Di Pulau Nipah [Suarakarya] ★

P
anglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (27/07/2019). Dalam kunjungan ini Panglima TNI juga mengecek kesiapan militer di Pulau Nipah.

Hadi Tjahjanto dalam kesempatan ini mengatakan dirinya kesana untuk melihat permasalahan apa saja yang ada. Dimana dia menemukan permasalahan yakni peralatan yang kurang memadai.

Ternyata ada permasalahan peralatan yang digunakan untuk mengamankan yang kurang,” ujarnya.

Dikatakaannya bahwa Pulau Nipah merupakan pulau yang sangat strategis untuk memantau lalu lintas kapal dikawasan Selat Malaka. Untuk itu TNI akan melengakapi peralatan untuk memonitor, seperti radar dan kamera jarak jauh dan radar yang dimaksud adalah radar laut, karena wilayah perairan ini sangat rawan.

Ini tempat strategis mengawasi perairan Selat Malaka, jadi ini akan jadi bahan evaluasi di Mabes TNI untuk kita sediakan, selain radar laut juga mengambil radar udara,” ujarnya.

Dijelaskannya peralatan tersebut sangat dibutuhkan untuk memonitor kapal yang melintas. Dimana kapal kapal ini diawasi ini guna menekan penyelundupan barang berbahay, tak berizin bahkan narkotika.

Ini Saya sengaja ajak Kapolri untuk sama sama mengawasi karena ini juga untuk menekan pengiriman narkoba,” ujarnya.

Dijelaskannya pihaknya juga telah menyiapkan persenjataan yang diperlukan. Namun persenjataan ini bukan diperuntukkan seutuhnya di Pulau Nipah namun ditempat yang dekat. “Kalau persenjataan di Pinang dan Sumatera sudah kita lengkapi,” tutupnya.

  SINDOnews  

Rencana Pemprov Kaltara Batal Beli N219

N219 PT DI ★

R
encana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk membeli pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) batal. Pembatalan itu dikarenakan belum keluarnya sertifikat izin terbang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Taupan Madjid mengatakan, sebelumnya dari PT DI telah meminta kepada Pemprov Kaltara agar memberikan waktu hingga April 2019. Tapi sampai saat ini sertifikat itu belum juga keluar.

Anggaran yang akan digunakan untuk membeli pesawat juga sudah dikembalikan ke kas daerah, karena pembelian batal,” ungkap Taupan kemarin (26/ 07/ 2019).

Dalam proses pembelian pesawat sebenarnya banyak opsi. Jadi bukan hanya dari buatan PT DI saja. Bahkan saat ini pemprov tengah melirik peswat pesawat twin otter buatan Kanada.

Spesifikasi twin otter ini tidak jauh berbeda dengan N219, karena cocok dioperasikan di wilayah Kaltara. Kita juga sudah siapkan anggaran untuk mencari maskapai pengganti N219,” ujarnya.

Pemprov Kaltara, jelas Taupan, sangat membutuhkan adanya pesawat. Apalagi berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan Universitas Hasanuddin. Pemprov Kaltara sangat memerlukan adanya pesawat untuk melayani masyarakat di wilayah perbatasan yang terisolir.

SOA (subsidi ongkos angkut) penumpang kita juga tidak setiap hari bisa melayani masyarakat. Jadi kalau kita sudah punya pesawat sendiri tentu hal itu akan sangat membatu, terlebih kalau ada maskapai yang mengalami kerusakan,” bebernya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltara, H. Irianto Lambrie mengatakan, jika belum juga ada kejelasan, lebih baik langsung membeli pesawat dari pabriknya saja, seperti pesawat twin otter. “Di negaranya Kanada kan pesawat ini ada, dan pesawatnya juga jauh lebih bagus,” ujarnya.

Kemungkinan untuk harga juga tidak jauh berbeda dengan pesawat jenis N219.

Sebenarnya tahun 2018 rencana pembelian pesawat ini telah dianggarkan. “Tapi tahun ini kita akan anggarkan lagi di perubahan,” ujarnya.

Karena jika dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara tahun 2019 sudah dianggarkan. Sehingga hanya bisa dianggarkan melalui APBD Perubahan saja.

Namun, kata Irianto, pihaknya masih menunggu kejelasan dari PT DI, apabila bisa secepatnya memenuhi target tentunya pembelian akan tetap berlanjut. “Kita kan juga belum ada melakukan penandatangan kontrak pembelian,” pungkasnya.

  Prokal  

Fire Power Demo, 99% Target Berhasil Dihancurkan Pesawat TNI AU

Angkasa Yudha 2019Pesawat Tempur TNI AU melakukan penghancuran sasaran {TNI AU]  ★

L
anud Iswahjudi yang menjadi Home base pesawat-pesawat tempur F 16 Fighting Falcon, T 50i Golden Eagle, dan Hawk 100/200 telah berhasil menghancurkan sasaran yang di siapkan di dalam latihan Angkasa Yudha di Air Weapon Range (AWR), Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Lanud Iswahjudi memberangkatkan 26 pesawat terdiri dari Skadron Udara 1 (Pontianak), Skadron Udara 3 (Madiun), Skadron Udara 12 (Pekanbaru), Skadron Udara 15 (Madiun), dan Skadron Udara 16 (Pekanbaru).

Kegiatan puncak TNI AU yang menampilkan “Fire Power Demo (FPD)” atau demo penembakan udara secara langsung, disaksikan langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto S.I.P., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., serta sejumlah pejabat di TNI AU. Usai Fire Power Demo Kasau secara resmi menutup Rangkaian Latihan Angkasa Yudha 2019 di Apron Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Dalam sambutannya saat menutup Latihan Angkasa Yudha 2019 di Lanud Abdulrachman Saleh, Kasau mengatakan “Latihan Angkasa Yudha 2019 telah menggelar memanfaatkan sumber daya informatika yang lebih inklusif melalui Gladi posko dan War Gaming, termasuk didalamnya operasi cyber yang pertama kali dilaksanakan yang dikombinasikan teknik latihan tempur udara baik melalui MOT maupun Manuver lapangan sebagai uji doktrin pertempuran sebagai yang sudah disimulasikan termasuk digelarnya operasi udara di malam hari, operasi infiltrasi oleh Satbravo, operasi recovery runway oleh satharlan serta adanya gelar dapur lapangan yang pertama kalinya dilaksanakan sebagai inovasi baru dalam angkasa Yudha 2019. Rangkaian Latihan ditutup dengan Fire Power Demo yang telah dilaksanakan hari ini sebagai ajang unjuk kekuatan dan uji ketrampilan yang juga telah kalian laksanakan aman, lancar dan excellent

Dalam latihan Fire Power Demo 2019 ini, TNI AU mengerahkan sebanyak 42 pesawat tempur berbagai jenis, 12 pesawat angkut, 5 helikopter, dan dua pesawat intai.

Pesawat tempur yang dilibatkan antara lain, 6 pesawat Sukhoi 27/30, 14 pesawat F-16 Fighting Falcon, 8 pesawat T-50i Golden Eagle, 8 pesawat Hawk 100/200 dan 6 pesawat Super Tucano EMB-314.

Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H sekaligus flight director mengatakan “Sasaran yang mampu di hancurkan oleh pesawat pesawat dari Lanud Iswahjudi mencapai 99%. Latihan ini dapat berhasil dengan baik karena merupakan akumulasi latihan secara terus menerus yang dilakukan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut yang bertujuan untuk mencapai profesionalisme serta meningkatkan kemampuan prajurit TNI AU dalam mempertahankan kedaulatan udara Tanah Air.

Hal senada juga disampaikan Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., yang memberikan apresiasi kepada seluruh peserta latihan terutama para penerbang yang baru saja melaksanakan misi pengeboman.

Danlanud memberikan apresiasi kepada seluruh penerbang dan menyempatkan diri melaksanakan poto bersama.

  TNI AU  

Pindad Signs Bank Deal to Support Expansion

♞ Bank Jabar Banten support production of medium tanks for the Indonesian Army.MT Harimau Pindad [Pindad] ★

S
tate-owned Indonesian firm PT Pindad has signed a credit agreement with a domestic bank to support the expansion and development of its production facilities.

The bank deal is likely positioned to support PT Pindad’s production of medium tanks for the Indonesian Army.

PT Pindad said on 26 July that its arrangement with the Bank Jabar Banten (BJB) is intended to help the company achieve significantly expanded production targets. Financial details of the agreement were not disclosed.

Wildan Arief, PT Pindad’s finance director, stated in a press release that the company has been growing consistently over the past few years and that its production targets are expected to increase by about 40% in line with the growing requirements of the Indonesian Armed Forces.i

  Jane's  

Sabtu, 27 Juli 2019

[Video] Batalyon Komando 463 Paskhas

Angkasa Yudha 2019Pernerjunan pasukan Batalyon Komando 463 Paskhas pada latihan Amgkasa Yudha 2019 



Batalyon Komando 463 PaskhasPenembakan NTW 20mm jarak 1500 meter oleh Sniper Batalyon Komando 463 Paskhas.


Batalyon Komando 463 PaskhasLatihan penembakan SLT (Senjata Lawan Tank) yang dilaksanakan oleh prajurit Kompi Bantuan Batalyon Komando 463 Paskhas


  Instagram yon_komando_463paskhas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...