Selasa, 12 November 2019

Penembakan Meriam Six Barrel dan Chaff dari Kapal Cepat Rudal TNI AL

Puncak Latihan Terpadu 2019 TNI AL KRI Tombak-629 lakukan penembakan Meriam Six Barrel dan Chaff (TNI AL)]

Latihan Gladi Tugas Tempur Tingkat III/ L-3 Terpadu TA 2019 yang dilaksanakan oleh Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada II mencapai puncaknya dengan digelarnya Manuver Lapangan di perairan Laut Jawa, pada Jumat (08/11).

Komandan Satkat Koarmada II Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo, S.E., M.M memimpin langsung latihan yang diikuti 200 prajurit Satkat & Kopaska.

Skenario latihan diawali dengan problem Peran Tempur melewati Medan Ranjau, dimana seluruh peserta latihan bersiap siaga di pos tempur nya masing-masing.

Menyusul latihan selanjutnya yaitu Penanggulangan dan Penyelamatan Orang Jatuh di Laut yang dilakukan oleh Tim medis kesehatan dan penyelam dengan meluncur menggunakan sekoci karet mengevakuasi korban di tengah laut. Dilanjutkan dengan Peran Pembekalan dilaut serta latihan VBSS, yakni peran pemeriksaan dan penggeledahan yang dilaksanakan oleh tim periksa KRI Tombak-629 dan tim Periksa KRI HIU-634 serta dilanjutkan penembakan Meriam Six Barrel dan Chaff pada siang dan malam hari serta beberapa materi latihan lainnya.

Latihan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian manuver lapangan Glagaspur Tingkat III/ L-3 Terpadu yang di lakukan oleh Satuan Kapal Cepat Koarmada II.

Sementara menurut Dansatkat Koarmada II latihan Glagaspur Tingkat III/L-3 ini dilaksanakan untuk meningkatkan Kesiap-siagaan dan Naluri Tempur Prajurit sesuai tugas pokok TNI AL.

Dengan latihan ini kedepannya kita akan terus mengevaluasi kemampuan daya tempur dalam menjaga pertahanan keamanan maritim di wilayah NKRI,” pungkas Hariyo.

  TNI AL  

Senin, 11 November 2019

Menhan Prabowo Sebut Pertahanan Harus Dipandang sebagai Investasi

Ilustrasi helikopter Apache n Hind [US Army]

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menilai, pertahanan harus dipandang sebagai sebuah investasi. Investasi yang dimaksudnya bukan sekadar biaya.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pemaparannya di rapat kerja Komisi I DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

"Yang mendorong pemikiran kami adalah berdasarkan 2 filosofi kuno yang selalu saya gunakan sebagai pegangan dan pelajaran di mana-mana, dan saya anjurkan pada elite bangsa untuk memahami pelajaran dari 'Thucydides 'The strong will do what they can and the weak will suffer what they must'," ujar Prabowo.

Pihaknya yang bertanggung jawab di bidang pertahanan keamanan tidak boleh membiarkan Indonesia lemah. "Dengan biaya berapa pun menurut saya Indonesia harus kuat, kalau tidak diinjak bangsa lain," kata ketua umum Partai Gerindra ini.

Kemudian, dia pun mengutip pernyataan Ahli Sejarah Vegetius Renatus yang mengatakan, jika kau menghendaki damai, maka bersiaplah untuk perang.

"Mari kita mulai meneruskan, membangun sistem pertahanan yang baik dengan efisiensi anggaran dan efisiensi kerja. Kalau tidak ada perdamaian, tidak mungkin ada stabilitas. Kalau tidak ada stabilitas, tidak ada pembangunan ekonomi. Kalau tidak ada pembangunan ekonomi, tidak ada kemakmuran. Kita perlu investasi, pertahanan adalah investasi," pungkasnya. (maf)

  sindonews  

Skadron 13/Serbu Penerbad Siagakan Dukungan Pengamanan Perbatasan

Heli AS-550 Fennec Penerbad [Fransesco Andrae)]

Komandan Skadron 13/Serbu Letkol Cpn M Taufik Asyikin, tiba di Berau kemarin (7/11).

Saat ditemui awak media di Bandara Kalimarau kemarin, Taufik akan menjalankan amanah yang diembannya, untuk menyiapkan kekuatan dan kemampuan personelnya, dalam mendukung pengamanan dan pengawasan wilayah, khususnya di perbatasan negara.

Di awal-awal kepemimpinannya, dirinya akan menggenjot kemampuan fisik dan ketangkasan jajarannya. Sebab pihaknya harus siap dalam mendukung kegiatan operasional satuan-satuan angkatan darat, di bawah koordinasi Kodam IV/Mulawarman.

Mengenai Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista), rencananya juga akan dilakukan penambahan. “Yang sekarang baru 8 unit, rencana akan ada penambahan lagi,” katanya. Keberadaan Skadron 13/Serbu di Berau, merupakan satu-satunya di Kalimantan.

Terkait pengawasan wilayah perbatasan yang berada di bawah komando Kodam IV/ Mulawarman, pihaknya siaga dalam memberikan dukungan. “Jadi kami sifatnya mendukung. Kami sudah BKO (Bawah Kendali Operasi) helikopter ke Kodam,” pungkasnya.

  Prokal  

Minggu, 10 November 2019

PTDI Kirim Pesawat NC212i Kedua Pesanan Thailand

Pesawat NC212 I pesanan Thailand ★

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, PT Dirgantara Indonesia kembali melakukan ekspor dalam kegiatan ferry flight 1 (satu) unit pesawat terbang NC212i untuk Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand dari Hanggar Delivery Center PTDI, Jalan Pajajaran Bandung, Minggu (10/11/2019).

Pesawat karya anak bangsa ini diterbangkan menuju Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, yang direncanakan akan tiba pada tanggal 11 November 2019.

Dalam siaran pers yang diterima Tribun Jabar disebutkan, Pesawat NC212i yang dikirimkan kali ini melengkapi kontrak pengadaan dua unit pesawat terbang NC212i antara PTDI dengan A.I.C.E. Enterprises (Thai) Co., Ltd. dengan end user Department of the Rain Making and Agricultural Aviation, Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand.

Pesawat terbang NC212i pertama telah dilakukan ferry flight pada tanggal 22 Oktober 2019 dan pada hari ini dilakukan kembali ferry flight pesawat terbang NC212i kedua yang penyerahannya dilakukan lebih cepat sebulan jadi jadwal sesuai kontrak yaitu Desember 2019.

https://statik.tempo.co/data/2016/06/15/id_515581/515581_620.jpgSehingga total 2 unit pesawat NC212i telah dikirimkan kepada Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand.

Kepala Sub Direktorat Perencanaan Perusahaan dan Manajemen Program PTDI, Iwan Krisnanto meninjau persiapan dan melepas ferry flight pesawat terbang NC212i yang kemudian akan dioperasikan oleh Department of the Rain Making and Agricultural Aviation, Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC), Thailand.

Capt Zulda Hendra sebagai Pilot In Command dan Capt Billy Yudha Firmansyah sebagai copilot menerbangkan pesawat NC212i dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Bandara Hang Nadim, Batam, dan dilanjutkan ke Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, sebagai destinasi terakhir.

Pesawat NC212i tersebut akan melakukan final acceptance oleh Department of the Rain Making and Agricultural Aviation, Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand, pada tanggal 12 November 2019.

Pesawat terbang NC212i ini dapat digunakan sebagai passenger transport, VIP, cargo, rain making, troop/paratroop transport, dan medical evacuation yang dapat dipasang bergantian sesuai dengan kebutuhan operasional Ministry of Agriculture and Cooperative (MOAC) Thailand.

Pesawat NC212i tersebut telah sepenuhnya dikerjakan oleh PTDI, artinya PTDI adalah satu-satunya industri pesawat terbang di dunia yang saat ini memproduksi pesawat NC212i.

  Tribunnews  

★ [Video] Prototipe Rudal Petir Generasi Keempat

➶ Dipublikasikan IndomiliterPenampakan rudal petir model lama dan baru [istimewa] ★

Bila merujuk ke berita yang kami turunkan pada September 2018, disebutkan pengembangan prototipe rudal jelajah Petir akan memasuk babak akhir pada tahun 2020. Hal tersebut ditandai dengan rencana desain dan pengembangan prototipe rudal Petir generasi keempat. Dibandingkan prototipe Petir generasi ketiga yang tengah diuji coba, maka Petir generasi keempat akan dibuat dengan beragam penyempurnaan yang signifikan. Dan terkait fase akhir prototipe rudal Petir, ada update terbaru dari Balitbang Kemhan.

Seperti dikutip dari kemhan.go.id, pada Rabu, 6 November 2019 Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan melaksanakan uji dinamis pengembangan rudal petir tahap III-IV di lapangan tembak Air Shoot Range Pandan Wangi, Lumajang. Uji dinamis pengembangan rudal petir tahap III-IV. Sebelumnya pada Selasa malam, 5 November 2019 diadakan paparan oleh pihak PT Sari Bahari. Pelaksanaan uji dinamis pengembangan prototipe rudal petir ini adalah hasil kerjasama antara Balitbang Kemhan dengan PT Sari Bahari.

Uji dinamis bertujuan untuk mengetahui kemampuan pengembangan seeker, sistem autopilot, warhead fuze, serta peluncur ejector system dan pembuktian performa rudal petir untuk mencapai kemampuan yang sesungguhnya di lapangan. Uji dinamis ini dilaksanakan guna mendapatkan masukan, sehingga rencana pembangunan dan pengembangan bidang industri teknologi roket dan rudal dapat berjalan dengan baik sesuai kebijakan pemerintah.

Uji dinamis yang dilaksanakan sekarang ini merupakan suatu upaya untuk mengurangi ketergantungan alutsista dari luar negeri. Seperti diwartakan sebelumnya, ada beberapa poin yang dapat dicatat sebagai dasar pengembangan prototipe rudal Petir di generasi keempat. Yakni kecepatan rudal Petir akan didongkrak, bila di prototipe generasi ketiga, Petir dapat melesat hingga 350 km per jam, maka ada pada Petir generasi keempat ada keinginan untuk melesatkan Petir sampai level high subsonic (800 – 900 km per jam), bahkan tak menutup kemungkinan hingga level supersonic (di atas Mach 1).

Guna mencapai level kecepatan advanced tersebut,bentang sayap pada rudal akan diperpendek guna mengurangi drag pada rudal berkecepatan tinggi, opsinya dengan penerapan model sayap lipat (folded wing). Saat ini desain bentang sayap lebar (1.550 mm) dikarenakan kecepatan rudal yang masih rendah, jadi memerlukan sayap yang relatif lebar.

Dari segi dapur pacu, masih dipercayakan pada turbine engine thrust, tapi akan ada peningkatan drastis dari prototipe generasi ketiga yang punya thrust 22 kgf (kilogram force), maka Petir generasi keempat dicanangkan minimal punya thrust 40 kgf. Sementara kecepatan awal saat peluncuran, diharapkan minimal 105 km per jam. Untuk tujuan tersebut, maka Petir next generation nantinya akan dilengkapi booster. (Gilang Perdana)



  Indomiliter  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...