Sabtu, 14 Maret 2020

Indonesia Disebut Batal Beli Jet Su-35

✈️ Rusia Belum Diberi Tahu✈️ Pesawat jet tempur Su-35 Rusia. [Foto/REUTERS/Pascal Rossignol]

Rusia belum menerima pemberitahuan dari Indonesia mengenai pembatalan pembelian 11 unit jet tempur Su-35. Media Amerika Serikat (AS) melaporkan pembatalan itu terjadi karena Indonesia diancam pemerintah Presiden Donald Trump.

"Belum ada pemberitahuan apa pun," kata sumber pemerintah Rusia yang mengetahui masalah ini kepada Sputniknews, Jumat (13/3/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, Bloomberg yang mengutip seorang pejabat Indonesia dengan syarat anonim melaporkan bahwa Indonesia baru-baru ini memutuskan untuk tidak bergerak maju dengan rencana untuk membeli 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dengan harga sekitar USD 1,1 miliar.

Bulan lalu, pejabat itu juga mengungkap bahwa AS juga menekan Indonesia untuk meninggalkan pembicaraan dengan China guna memperoleh beberapa kapal patroli Angkatan Laut dengan harga sekitar USD 200 juta.

Menurut pejabat tersebut, langkah untuk mengesampingkan kesepakatan dengan Rusia terjadi setelah para pejabat Amerika menjelaskan bahwa Indonesia dapat menghadapi sanksi karena berurusan dengan Moskow. Pemerintahan Presiden Joko Widodo juga khawatir AS akan mengambil tindakan hukuman terhadap perdagangan jika melakukan kesepakatan pembelian kapal militer dengan China.

Langkah tersebut menggambarkan bagaimana AS mencapai beberapa keberhasilan—kadang-kadang dengan menggunakan tuas keuangan dan ekonomi—menghalangi negara-negara untuk berurusan dengan Rusia dan China, yang diidentifikasi oleh pemerintahan Trump sebagai ancaman terbesar bagi keamanan nasional Amerika.

Berdasarkan kesepakatan barter yang diumumkan pada Agustus 2017, Indonesia berencana untuk membeli 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dengan imbalan Rusia membeli barang-barang Indonesia seperti karet, minyak kelapa sawit mentah, kopi, teh, furnitur, dan rempah-rempah. Perjanjian tersebut akhirnya ditandatangani pada Februari 2018 oleh Menteri Pertahanan Indonesia yang kala itu dijabat Ryamizard Ryacudu.

"Bukan rahasia bahwa Amerika Serikat memberikan tekanan yang tidak disembunyikan pada negara-negara yang berniat membeli peralatan pertahanan Rusia," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva dalam sebuah pernyataan yang dilansir Bloomberg.

"Tujuannya jelas—untuk membuat negara-negara tersebut menolak untuk mendapatkan senjata dari Rusia dan beralih ke Washington. Tentu saja persaingan tidak adil yang melanggar aturan dan norma bisnis yang transparan dan sah."

Pejabat yang mengungkap pembatalan pembelian jet tempur Su-35 Rusia mengatakan dalam beberapa pertemuan dengan para pejabat Amerika, termasuk menteri pertahanan, pejabat Indonesia berulang kali bertanya mengapa mereka diberitahu untuk tidak membeli jet tempur Rusia.

Amerika, lanjut pejabat itu, menjawab bahwa itu merupakan kebijakan Washington. Menurutnya, Indonesia juga menduga jawaban AS itu karena jet-jet tempur Rusia yang hendak dibeli akan memberikan keunggulan atas tetangga-tetangga Indonesia, yakni Australia dan Singapura.

Masih menurut pejabat tersebut, sebaliknya pihak Amerika mengatakan kepada Indonesia untuk mempertimbangkan membeli jet tempur F-16 Viper buatan Amerika. Namun, Indonesia malah mencari cara untuk menegosiasikan pembelian pesawat F-35 yang dikembangkan sebagai bagian dari program Joint Strike Fighter (JSF) multi-negara.

Program JSF yang dipimpin oleh AS, melibatkan Inggris, Italia, Belanda, Australia, Kanada, Denmark, dan Norwegia. Singapura baru-baru ini setuju untuk membeli beberapa pesawat tempur siluman itu, sedangkan Jepang adalah pembeli asing terbesar.

Pejabat itu mengatakan AS menegaskan bahwa pemerintah Joko Widodo (Jokowi) berisiko terkena sanksi AS di bawah Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) karena membeli jet tempur Sukhoi. Namun, ancaman AS terkait penjajakan Indonesia membeli kapal militer China tidak jelas. Kemungkinan ancaman AS yang terkait dengan China menyangkut tentang perdagangan.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS melalui email mengatakan Amerika tidak dapat mengomentari percakapan diplomatik pribadi. Dia menambahkan bahwa AS mendesak semua sekutu dan mitra untuk menghindari transaksi baru peralatan militer Rusia untuk menghindari sanksi di bawah CAATSA.

Menurutnya, tujuan kebijakan Amerika itu adalah untuk mencegah pendapatan Rusia yang dibutuhkan untuk melanjutkan "pengaruh buruknya".

Bloomberg dalam laporannya mengatakan keputusan Indonesia untuk membatalkan kesepakatan pembelian jet tempur Su-35 Rusia dibuat setelah para pejabat Indonesia menyimpulkan bahwa akan salah langkah untuk mengambil sisi yang salah dari AS.

Masih menurut laporan tersebut, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam koordinasi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, memutuskan bahwa akan membahayakan hubungan dagang jika tidak membatalkan kesepakatan dengan Rusia. (mas)

  ✈️ sindonews  

Jumat, 13 Maret 2020

[Video] Wamenhan Bicara 3 Industri Pertahanan Unggulan

Liputan Detik Tugas utama Wahyu Sakti Trenggono sebagai Wakil Menteri Pertahanan adalah mengembangkan industri pertahanan. Dijuluki 'Juragan Menara' setidaknya tiga industri pertahanan strategis yakni PT Pindad (Perindustrian TNI Angkatan Darat), PT PAL (Penataran Angkatan Laut), dan PT Dirgantara Indonesia (DI) harus dibenahi.

Ia optimistis ketiga industri pertahanan tersebut dapat berkembang lebih maju.


  ★ detik  

Inhan Harusnya Tidak Rugi

PT PAL diberi tugas untuk menggarap dua kapal fregat senilai Rp 11 triliun dalam lima tahun ke depan Ilustrasi Fregat Iver Huitfeldt class, Proyek PT PAL yang akan bekerja sama dengan Denmark untuk ToT [Brian Aitkenhead]★

Mengembangkan industri pertahanan menjadi tugas utama Wahyu Sakti Trenggono sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Dia yang dijuluki 'Juragan Menara' harus membenahi setidaknya tiga industri pertahanan strategis yakni PT Pindad (Perindustrian TNI Angkatan Darat), PT PAL (Penataran Angkatan Laut), dan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Dalam tiga bulan pertama sebagai wakil menteri, dia tak cuma mempelajari sejumlah undang-undang terkait sebagai pijakan, juga menemukenali berbagai permasalahan di ketiga perusahaan tersebut.

"Saya tiga bulan pertama itu ketika diberi tugas oleh beliau (Jokowi) langsung belajar menyeluruh seperti kuliah 16 SKS," kata Trenggono kepada Tim Blak-blakan detik.com.

Dari kajiannya, alumnus Teknik Industri Institut Teknologi Bandung itu optimistis ketiga industri pertahanan tersebut dapat berkembang lebih maju. Syaratnya, antara lain dukungan penuh dari pemerintah, memodernisasi alat produksi, dan meningkatkan kapasitas manajemen di dalamnya.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, kata lelaki kelahiran Semarang, 3 November 1962 tersebut, berbagai sarana angkutan udara TNI ke depan akan menggunakan produk PT DI. Khusus PT PAL diberi tugas untuk menggarap dua kapal fregat senilai 720 juta USD atau sekitar Rp 11 triliun dalam lima tahun ke depan.

Proyek ini bekerja sama dengan Denmark untuk transfer teknologi, dan dikerjakan sepenuhnya di galangan kapal PT PAL di Surabaya.

"PAL ini seharusnya menjadi perusahaan perkapalan nasional yang paling hebat di kawasan. Nah, harusnya gak ada cerita dia rugi itu, gak ada. Kalau sampai dia rugi pasti ada salah manajemen," kata Trenggono.

Kepada PT Pindad dia secara khusus meminta agar sejumlah peralatan produksi, khususnya di sektor amunisi dan peluru dibuat dengan mesin yang lebih canggih. Sebab kebutuhan peluru untuk TNI/Polri per tahun mencapai satu miliar butir. Tapi kapasitas produksi Pindad selama ini hanya 250 juta butir peluru.

"Ternyata alat produksinya jadul banget, buatan 1960. Coba bayangin dari zaman gue (baru) lahir (1962) mesin itu masih dipakai," kata Trenggono diiringi tawa.

Dengan berbagai stimulus dan pembenahan yang akan dilakukan, Master Manajemen dari ITB itu berharap industri pertahanan nasional bisa meningkatkan kapasitas produksinya selain terus meningkatkan kualitas yang sudah teruji.

Pada bagian lain, Trenggono juga berbicara ikhwal perang masa depan yang akan lebih banyak melibatkan teknologi Artifical Intelligent dan kendali jarak jauh. "Nanti alat perang itu tinggal pencet remote saja seperti dalam permainan game," ujarnya.

Bagaimana kesiapan para ahli industri pertahanan di tanah air menghadapi tantangan tersebut? Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Wahyu Sakti Trenggono, "3 Industri Pertahanan Unggulan" di detik.com, Jumat (13/3/2020).

  ★ detik  

Kamis, 12 Maret 2020

Tank Boat Buatan Indonesia Siap Produksi

Konsorsium sejumlah BUMN dan perusahaan nasional bakal mulai melakukan pengembangan tank boat untuk melengkapi alat sistem persenjataan (Alutsista) dalam negeri. [Foto/Pindad]

Konsorsium sejumlah BUMN dan perusahaan nasional bakal mulai melakukan pengembangan tank boat untuk melengkapi alat sistem persenjataan (Alutsista) dalam negeri. Kontrak pengembangan tank boat dilakukan PT Pindad (Persero) pada Rabu, 11 Maret 2020 di Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Kontrak ditandatangani oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) yang diwakili oleh Sekretaris Dirjen Pothan, Brigjen TNI Aribowo Teguh Santoso dan Direktur Utama Pindad, Abraham Mose.

"Setelah litbang selesai, tindak lanjut berikutnya adalah agar segera diproduksi dan dipasarkan sehingga dapat segera digunakan untuk memperkuat alutsista TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Pindad juga sedang mempelajari potensi ekspor ke negara lain," kata Dirut Pindad Abraham Mose dalam siaran persnya, Kamis (12/3/2020).

Konsorsium terdiri atas PT Lundin Industry Invest bertanggungjawab untuk Platform Kapal (mesin, sistem, dan elektrikal), PT Len Industri (Persero) bertanggung jawab membuat Alat Komunikasi (Alkom). Sedangkan PT Hariff Daya Tunggal Engineering bertanggung jawab terhadap Battlefield Management System (BMS).

Sementara PT Pindad (Persero) bertindak sebagai Lead Integrator konsorsium dan penyedia sistem senjata. Pindad bertanggungjawab untuk memastikan spesifikasi dan desain yang sesuai dengan pengguna. Pindad juga bertanggungjawab terhadap program management Tank Boat serta melakukan integrasi sistem senjatanya.

Dari kerja sama ini, ke depan Tank boat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan TNI dalam melakukan operasi rawa, laut, sungai dan pantai (Ralasuntai). Serta dipakai untuk tugas penjagaan laut dan pantai (Sea and Coast Guard) sesuai dengan cita-cita pemerintah Indonesia untuk menjaga kedaulatan dan mempertahankan wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Apalagi, saat ini kegiatan ilegal fishing masih rawan terjadi di beberapa perairan perbatasan seperti Selat Malaka, Laut Sulawesi dan yang sempat ramai beberapa waktu lalau, Laut Natuna.

Rencananya, Tank Boat dapat menampung 5 orang awak kapal dan 60 orang pasukan, memiliki kapasitas tangka BBM 6.000 liter. Kapal ini dapat beroperasi dengan kedalaman air minimal 120 cm dan mampu melaju dengan kecepatan maksimum ±40 knot.

Kehadiran Tank Boat yang multifungsi di berbagai perairan dan dilengkapi dengan teknologi terkini serta berbagai persenjataan modern. Seperti senjata kaliber 12,7 mm dan senjata RCWS Canon kaliber 30 mm akan memperkuat Indonesia secara signifikan. (wib)

  ⚓️ Sindonews  

TNI AL Pesan 2 Unit KAL

Mulai peletakan lunas di Palindo Batam 2 Unit kapal KAL 28 produksi Palindo yang pernah dipesan TNI AL [batampos] ★

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlatamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, mengahadiri acara peletakan lunas/keel laying pembangunan kapal.

Di galangan kapal PT. Palindo Shipyard Marine Tanjung Uncang Batam Kepri, Selasa (10/3/2020).

Pembangunan dua unit kapal type Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 M ini, dikerjakan oleh putra-putra terbaik bangsa.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Peletakan Lunas/Keel Laying pembangunan kapal, antara Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo.

Dengan Dirut PT Palindo Shipyard Marine Harmanto yang disaksikan oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Moelyanto.

Progres pembangunan 2 unit KAL ini nantinya akan dilengkapi dengan persenjataan untuk kepentingan pengamanan di laut, sesuai kontrak yang telah ditandatangani hari ini.

“Ketepatan waktu, kualitas dan berbagai kegiatan tentu menjadi sangat penting, bukan saja berapa rupiah yang kita belanjakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pembangunan kapal tersebut nanti output dan outcome yang kita dapat,” kata Aslog Kasal dalam keterangan tertulisnya diterima Suryakepri.com.

“Keberadaan Lantamal IV didalam konteks pembangunan yang kebetulan PT. Palindo Shipyard Marine masih dalam wilayah kerja Lantamal IV, merupakan menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan yaitu bantuan pengwasan dan hal-hal yang bersifat formatif antara Mabesal, Lantamal IV dan Satgas yang berada di PT Palindo Shipyard Marine,” tegas dia.

Hadir dalam acara tersebut Kadislaikmatal Laksma TNI Rahmat Hidayat, Dansatgas KAL 28, Aslog Danlantamal IV Kolonel Laut (T) Cok Bagus Alit Y.

Danguskamla Koarmada I diwakili oleh Aslog Danguskamla Kolonel Laut (T) Gatut Setiawan, Danlanal Batam diwakili Palaksa Lanal Batam Letkol Laut (P) Didit Hermawan.


  ★ Surya Kepri  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...