➶ Rudal pertahanan udara jarak medium produksi Korea Selatan
Glen Lee Twitter ★
Diberitakan Indonesia tertarik dengan sistem rudal pertahanan udara jarak menengah buatan Korea Selatan, KM SAM.
Sistem rudal hasil kerjasama dengan Rusia ini merupakan teknologi dari rudal 9M96 yang digunakan pada sistem rudal S-350E dan S-400.
Juga dikenal sebagai Cheolmae-2 merupakan sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak menengah Korea Selatan yang dikembangkan oleh Agency for Defense Development (ADD) dengan dukungan teknis dari Almaz-Antey dan Fakel.
Dari diskusi tidak resmi yang beredar, sistem rudal ini diminati oleh TNI Angkatan Darat.
NASAMS TNI AU [ist]
Diketahui Indonesia juga telah mengakuisisi rudal pertahanan udara jarak menengah NASAMS (Norwegian Advanced Surface to Air Missile) buatan Norwegia yang telah digunakan TNI AU.
Konsberg menyebutkan paket pembelian NASAMS untuk Indonesia mencakup command posts, radar, launcher, radio and integration, serta training and logistics support.
Keseluruhan nilai kontrak yang disepakati 77 juta dolar AS. Seperti diketahui sistem NASAMS menggunakan basis rudal AIM-120 AMRAAM buatan Raytheon.
NASAMS dapat melacak 72 sasaran sekaligus dalam mode aktif dan pasif dan digunakan untuk melindungi Jakarta dan sekitarnya.
Bila dipasangi AIM-120C AMRAAM, peluncur NASAMS itu bisa menjangkau sasaran tembak sekitar 50 – 70 km. Jangkauan tembak AIM-20C jika diluncurkan dari platform darat memang lebih pendek dari jangkauan “asli”-nya yaitu sekitar 90 – 120 km.
Konfigurasi baterai KM-SAM :
KM SAM [Global Security]
Pusat Kontrol Keterlibatan (ECS):
➶ Radar Multifungsi (MFR): 1 unit
➶ Peluncur satu baterai: 4–6 peluncur
➶ Rudal per Peluncur: 8 rudal
Sistem rudal ini diinfokan mempunyai kecepatan 4 hingga 5 kecepatan suara dan mampu menjelajah hingga 40 km dengan jangkauan mengudara mencapai 15 hingga 20 km.
Pada 16 November 2021, Kementerian Pertahanan UEA mentweet bahwa berencana untuk mengakuisisi M-SAM dengan kesepakatan mencapai 3,5 miliar dolar AS.
Selain itu, Indonesia juga berminat dengan sistem rudal Neptune, sistem rudal buatan Ukraina ini sempat di beritakan di forum militer maupun media lokal.
Bila nantinya sistem rudal KM SAM jadi dibeli, tinggal TNI AL yang belum memberitakan ingin mengakuisis rudal pertahanan udara dari basis darat sebagai pengaman pangkalan, selain rudal yang ada di kapal perangnya.
➶ Garuda Militer
Karena Serangan Rusia
Pesawat Antonov AN-225 milik Ukraina yang merupakan pesawat terbesar di dunia dikabarkan hancur karena serangan pasukan Rusia. [AFP/GENYA SAVILOV] ✈️
Pesawat terbesar di Ukraina, Antonov AN-225, hancur akibat serangan Rusia, demikian pernyataan pejabat pemerintahan Ukraina.
Pesawat tersebut dinamai "Mriya" yang berarti "mimpi" dalam bahasa Ukraina. Dikutip dari CNN Internasional, ketika invasi Rusia dimulai, pesawat tersebut tengah diparkir dekat ibu kota Kiev karena sejak 24 Februari tengah menjalani perbaikan.
Pesawat memiliki 6 mesin turbofan, dan bisa mengangkut beban hingga 250 ton, serta memiliki rentang sayap terpanjang di dunia.
Selain menghancurkan AN-225, pasukan Rusia juga pada Jumat telah mengambil alih bandara Hostomel tempat pesawat itu berada.
Pemerintah Ukraina mengatakan mereka akan memperbaiki pesawat tersebut.
"Rusia bisa saja telah menghancurkan 'Mriya' kami. Tapi mereka tidak akan pernah menghancurkan mimpi kami akan negara yang kuat, bebas, dan demokratis," kata Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, di Twitter, Minggu (27/2).
Hingga saat ini belum ada konfirmasi terpisah dari lembaga independen tentang kerusakan pesawat tersebut. Perusahaan Antonov juga menyatakan belum bisa memverifikasi "kondisi teknis" pesawat hingga ahli datang memeriksa.
[OSINT Canada]
Perusahaan yang mengelola Antonov di bawah Departemen Pertahanan Ukraina, Ukroboronprom, mengatakan pesawat tersebut akan diperbaiki dengan biaya diperkirakan mencapai US$ 3 miliar.
"Restorasi diperkirakan mencapai US$ 3 miliar selama lima tahun," demikian pernyataan perusahaan tersebut.
"Tugas kami adalah memastikan biaya ini ditanggung Federasi Rusia, yang dengan sengaja merusak dunia penerbangan Ukraina dan sektor kargo udara."
Kerusakan pesawat tersebut akan menjadi akhir tragis bagi AN-225 yang telah beroperasi selama 30 tahun.
AN-225 beberapa kali digunakan untuk misi-misi kemanusiaan di negara lain. Salah satunya adalah untuk membagikan bantuan ke Republik Dominika ketika terjadi gempa Haiti berskala besar pada 2021 silam.
Di awal-awal masa pandemi, AN-225 juga digunakan untuk menyalurkan bantuan medis. (vws)
Sebanyak 25 WNI yang berada di wilayah Ukraina berhasil dievakuasi tim Kemlu ke Rumania. [Foto/Twitter Kemlu]★
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan pihaknya telah mengevakuasi sebanyak 25 Warga Negara Indonesia (WNI) di Odessa, Ukraina ke Rumania.
Evakuasi WNI dilakukan lantaran kawasan Ukraina tengah dilanda konflik dengan Rusia beberapa hari belakangan ini.
"Alhamdullilah, 25 WNI telah berhasil dievakuasi dari Odessa, Ukraina dan telah tiba di wilayah Rumania," cuit akun Twitter resmi Kemlu @Kemlu_RI, Minggu (27/2).
Setelah tiba di Rumania, Kemlu memastikan tim Kedutaan Besar RI (KBRI) Bucharest Rumania membawa para WNI itu menuju Bucharest.
Kemlu juga memastikan pemerintah terus mengupayakan evakuasi seluruh WNI dari berbagai kota di Ukraina.
"Keamanan dan keselamatan WNI selalu menjadi prioritas utama," cuit akun Kemlu RI.
Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha memastikan pemerintah tengah menyiapkan rencana evakuasi untuk para WNI yang kini berada di Ukraina. Data terakhir yang dicatat Kemlu ada total 153 WNI di Ukraina.
Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan tim evakuasi yang terdiri dari unsur Kemlu dan TNI. Selain itu telah disiapkan pesawat untuk evakuasi.
"Upaya yang bisa kita lakukan adalah membawa WNI kita ketika situasi di lapangan memungkinkan, menuju ke Polandia atau Rumania atau beberapa negara sekitar, yang kita utamakan yang terdekat, setelah itu dapat kita lakukan penjemputan di sana," kata Judha kemarin.
Situasi konflik antara Rusia dan Ukraina makin memanas di kota-kota di Ukraina beberapa hari ini. Serangan itu bermula ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin memerintahkan operasi militer di wilayah Donbas yang terletak di timur Ukraina pada Kamis (24/2) sekitar pukul 06.00 waktu setempat.
Tak lama usai pernyataan Putin, sejumlah bunyi ledakan mulai terdengar di beberapa penjuru kota Ukraina. Di antaranya Ibu Kota Ukraina, Kiev, dan Kota Kharkiv. Rangkaian ledakan juga terdengar di Belgorod, Rusia yang berbatasan dengan Ukraina.
Tiga hari berselang, situasi perang masih belum mereda. Sejumlah fasilitas militer berhasil dikuasai oleh Rusia. Salah satunya ialah reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina Utara yang merupakan salah satu lokasi bencana nuklir terparah di dunia. (rzr/gil)
Ke wilayah Polandia dan Rumania.
Serangan Rusia ke Ukraina memasuki hari ketiga, Sabtu (26/2/2022). Ledakan artileri mengguncang Kyiv, datang dari lokasi yang tak diketahui jauh dari pusat ibu kota Ukraina. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan pasukan mereka sejauh ini telah merebut 211 instalasi militer Ukraina, termasuk 17 pusat komando, 19 sistem rudal pertahanan udara, 39 unit radar, 67 tank, dan enam pesawat tempur, juga mengatakan telah merebut bandara strategis di luar Kiev, yang memungkinkannya dengan cepat membangun kekuatan untuk merebut ibu kota. (REUTERS/GLEB GARANICH) ★
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyebut telah menyiapkan rencana evakuasi WNI yang berada di Ukraina. Hal ini dilakukan mengingat kondisi Ukraina yang masih belum stabil pasca serangan Rusia.
Dalam konferensi pers, Sabtu (26/2/2022), Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, mengatakan ada 153 WNI yang terdaftar di KBRI Kyiv. Dari jumlah itu, mayoritas sudah berada di KBRI dan juga titik safe house yang berada di beberapa wilayah seperti Odessa dan Lviv.
"Dalam komunikasi kami, alhamdulillah semua dalam kondisi aman dan selamat," paparnya.
WNI yang sudah berkumpul ini akan segera dievakuasi ke wilayah Polandia dan Rumania. Kemenlu RI mengaku telah menyiapkan pesawat penjemputan di kedua negara itu karena wilayah udara Ukraina yang saat ini sudah ditutup.
"Kita akan lakukan secepatnya ... kedua negara ini dipilih karena merupakan lokasi yang paling dekat."
Sementara itu, Judha menambahkan bahwa masih ada WNI yang berada di zona pertempuran yakni di kota Kharkiv dan Chernihiv. Pihaknya mengaku terus berkomunikasi dengan para WNI yang masih berada disana untuk melakukan upaya penjemputan.
"Saat ini ada 4 WNI di Kharkiv dan 9 di Chernihiv. Mereka dalam kondisi aman dan sedang berlindung di rumah majikannya. Kami terus berkomunikasi untuk melakukan penjemputan," paparnya.
Lebih lanjut, Judha juga menyebutkan bahwa aksi militer Rusia ini merupakan hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Ini juga membuat keputusan untuk melakukan evakuasi dilakukan pasca serangan. Namun ia menyebut langkah penyelamatan WNI sudah berjalan sesuai dengan rencana kontigensi yang dirancang sebelumnya.
"Sebelumnya kita memang melihat eskalasi namun kami tidak melihat kemungkinan serangan. Ini merupakan sesuatu yang mengejutkan termasuk juga kedutaan lainnya di Kyiv."
➶ Video Indonesia Defence Review Official
Rhan Pindad ★
Pada tahun 2007 Kementrian Riset dan Teknologi membentuk sebuah tim bernama “D230” yang bertugas untuk mengembangkan roket dengan kaliber 122 mm yang dapat menjangkau jarak 20 km.
Nantinya roket tersebut akan diproduksi oleh PT. Dirgantara Indonesia dalam program 1000 roket sebagai Proyek Nasional.
Roket dengan nama D230 itu dibeli oleh kementrian pertahanan dan berganti nama menjadi “RHhan 122” yang memiliki definisi Roket Pertahanan 122mm.
Selain itu, terdapat MoU antara menristek dengan KSAL pada Agustus 2009 lalu, yang berarti roket ini dikembangkan untuk kebutuhan TNI AL terkhususnya Marinir.
Perlu diketahui bahwa proyek ini telah berjalan selama kurang lebih 15 tahun, akan tetapi masih belum ada kepastian mengenai kapan selesainya.
Sebuah rentang waktu yang sangat panjang untuk menyelesaikan sebuah proyek alutsista roket. Seharusnya teknologi ini sudah dikuasai dan dapat dengan mudah diproduksi dalam negri sejak 1 dekade lalu.
➶ Youtube