Selasa, 21 Maret 2023

Indonesia Dikabarkan Pesan 2000 IFAR-22 Bullpup

 Senapan Serbu Kaliber 5,56mm Bikinan Batam 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4yiyTLUXwX3_BC5WLFX3e7qeNhI9Y919ukBeUpuyFM8l2oNP93bR8nXfDXidUTF3Q67Z0q53gelm-H-zmDWH5hsHp-kj6aIRSKbgJ637Gn83fWRzPnIckEpSSegl0Seqi7kuKBIdOOfMStYQA14QxBM6debOlH_lu0FcbB-zBzEeqYwn4T-83yPi2Tg/s609/Screenshot%202023-@defenceview_id.png(Twitter @defenceview_id) ★

TNI AD
di beritakan telah memesan senjata serbu IFAR-22 Bullpup bikinan PT Republik Armamen (member of Republikkorps) di Batam.

Dari twitter @defenceview_id mempublikasikan bahwa TNI AD telah memesan 2000 unit sejata IFAR-22 Bullpup.

Senapan serbu ini dipamerkan pada Indo Defence 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 2-5 November.

Dari media Ulasan, stan perusahaan swasta yakni PT Republik Armamen memajang senapan serbu dengan sistem Bullpup yang bernama IFAR-22.

IFAR merupakan kependekan dari Indonesian Future Assault Rifle.

Senapan serbu umumnya biasa diproduksi perusahaan sekelas PT Pindad Indonesia di Bandung, karena produknya sudah mendunia, dan memenuhi kebutuhan pertahanan bagi TNI dan Polri.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTjdtl52MLJAh9w55ozuSTrYi8jDKsuyRm4PrmR82ftTHPeIQXrzHHITk_XMPBhzpy4pnx-40MMkW37VjSwGWt6IoFQ_zC_dBhAuxeHMvACMGmxyWuI8CWQHl55uQlegQHWgg0b_b4Z_xBi2rs-b82d1P7Sv-PV9om7Mso8teVkJ1HM3sbeB_Bu1S7JA/s733/Republik-Armamen-IFAR-22.pngSenapan serbu IFAR-22 'Bullpup' bikinan Republik Armamen Batam, Kepri. ★

PT Republik Armamen merancang senapan serbu IFAR-22 di dalam negeri, bahkan materi senjata ini sepenuhnya berasal dari dalam negeri.

Hanya saja, komponen laras yang masih didatangkan dari luar perusahaan, yaitu dari PT Pindad Indonesia yang murni sebagai industri pertahanan dalam negeri plat merah.

IFAR-22 sejatinya melibatkan peran PT Pindad Indonesia. Selain memasok komponen laras, PT Pindad juga berpartisipasi pada tahap pengujian IFAR-22.

Selain laras yang mengadopsi komponen milik senapan serbu PT Pindad Indonesia jenis SS-2, magazine amunisi IFAR-22 juga dipasok oleh Pindad.

Senapan serbu IFAR-22 dilengkapi picatiny rail, yang memanjang di atas larasnya. Sehingga memudahkan untuk pemasangan alat bidik tambahan. Sejauh ini, IFAR-22 telah diuji tembak hingga 4.000 kali untuk mengukur kekuatan larasnya.

IFAR-22 dirancang ramah untuk penembak jitu kidal, pasalnya lubang untuk pembuangan selongsong dapat diatur ke arah sisi kiri. Secara desain, IFAR-22 seperti senapan Bullpup bikinan luar negeri.

https://ulasan.co/wp-content/uploads/2022/11/IFAR-22-Republik-Armamen.jpg.webpSenapan serbu IFAR-22 dipamerkan oleh model. (istimewa)

 
Spesifikasi senapa serbu IFAR-22 : 

• Sistem operasi: gas piston
• Kaliber: 5,56 x 45 mm
• Jarak efektif: 400 meter
• Kecepatan tembak: 600–800 proyektil per menit
• Berat kosong: 3,6 kg (menggunakan laras 16 inci) dan 3,7 kg (menggunakan laras 20 inci).
• Panjang senjata: 698 mm (menggunakan laras 16 inchi) dan 780 mm (menggunakan laras 20 inchi).
• Mode penembakan: safe, single dan auto.

  ★
Garuda Militer  

Senin, 20 Maret 2023

Dua KRI Koarmada II Laksanakan Handover/Takeover

Amankan Wilayah Perbatasan KRI Terapang-648 di Perairan Karang Unarang Laut Sulawesi. (Dispen Koarmada II) ★

Dalam rangka mengamankan wilayah perbatasan wilayah laut dan udara, dua KRI unsur Koarmada II yakni KRI Terapang-648 dan KRI Pandrong-801 di Bawah Komando Operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II melaksanakan Handover and Takeover Operasi Pengamanan wilayah Perbatasan Laut dan Udara, yang dilaksanakan di Perairan Karang Unarang Laut Sulawesi. Sabtu (18/3).

KRI Terapang-648 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Widi Aditya, S.T., M.Tr.Opsla., dan KRI Pandrong-801 dikomandani oleh Mayor Laut (P) Soni Wibisono, S.E., M.Tr.Opsla., melaksanakan Handover/Takeover bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit KRI, khususnya di daerah operasi.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Edi Haryanto, S.E., menyampaikan bahwa pelaksanaan Handover/Takeover Area of Maritime Operation (AMO) ini, harus disertai dengan kegiatan in-service training guna menjaga, mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme para prajurit.

Operasi gabungan pengamanan perbatasan tersebut, merupakan salah satu bentuk perintah Pangkoarmada II Laksda TNI Maman Firmansyah, selaras dengan program prioritas Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali untuk menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit yang melaksanakan tugas di daerah operasi. (Pen2)

  ★
Portibi  

TNI AU Rencanakan Pembaruan Teknologi Radar Militer

 Perbarui Radar di Markas Satrad 226 Buraen KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat meninjau langsung fasilitas di Satrad 226 Buraen. (Dispenau) 📡

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berencana memperkuat pertahanan udara di langit Nusantara. Salah satunya, TNI AU berencana mengganti radar-radar tua yang masih beroperasi hingga saat ini.

Kepala Staf Angkatan Udara Fadjar Prasetyo menyebut pihaknya bersama pemerintah sudah mulai melakukan pembahasan tersebut. Sehingga, ia mengatakan pembahasan pengadaan radar baru masih terus dilakukan di Kementerian Pertahanan.

"Sementara ini di dalam perencanaan akan diganti dengan radar yang lebih baru dan sedang diproses di Kementerian Pertahanan," kata Fadjar saat kunjungan dinas di Nusa Tenggara Timur pada Ahad, 19 Maret 2023.

Fadjar mengatakan pemutakhiran tersebut akan diterapkan di sejumlah markas Satuan Radar (Satrad) di Indonesia. Salah satunya, ia menyebut pemutakhiran akan dilakukan di markas Satrad 226 Buraen, Nusa Tenggara Timur.

"Sementara yang lain-lain kondisi masih prima, jadi nanti alutsistanya saja yang diganti," ujar dia.

Alasannya, Fadjar menyebut posisi markas Satrad 226 Buraen berada di posisi yang strategis. Sehingga, dia menjelaskan posisi strategis tersebut bisa menjadi potensi sekaligus ancaman bagi pertahanan udara Indonesia.

"Kita akan terus mengamankan, mengawasi wilayah udara khususnya di wilayah selatan Indonesia ini yang berbatasan langsung dengan negara tetangga," ujar dia.

Teknologi radar yang digunakan pada Satrad 226 Buraen tersebut merupakan Radar Thomson TRS 2215 R buatan pabrik Thomson Prancis 1980. Sementara itu, Satrad 226 Buraen mulai mengoperasikan Radar Thomson TRS 2215 R tersebut pada tahun 1982.

Radar Thomson TRS 2215 R merupakan radar early warning (EW) sekaligus radar ground control interception (GCI). Artinya, radar tersebut dapat memetakan lokasi pesawat tempur dengan mengarahkan secara langsung ke sasaran.

Radar tersebut merupakan radar yang mampu bergerak secara mobile. Jadi, radar tersebut dapat beroperasi secara berpindah-pindah jika diperlukan berkata ada roda penggerak di bawah badan radar tersebut.

  🛰
tempo  

Pabrik Pupuk di Bontang Dijaga Pangkalan Rudal TNI

 Jadi Obyek Vital Nasional 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir8Qid8sXQR-_1zeJC5e8cYJJ0YW5YZhpHHgjyztSR_UYzYZ2UCKWcDVB2CaVGWkMC7dKHHL7QIw48SpVybmjbIiOrM_vwhrsd5IqemDZCoB0qgGmGsempRfDwVaQ5yhE5xRhEjKXyM5pwnv17RpQu6Cydrtb6XuzcJ_GIH0cI0kGhtiaiPReDEN5A/s1080/243843142_382228050118670_3690894787101709715_n.webpDenarhanud Rudal 002 menggunakan Kobra air defence system buatan Polandia (Denarhanud Rudal 002) ★

P
abrik pupuk PT Pupuk Indonesia (Persero) di Bontang, Kalimantan Timur dijaga oleh pangkalan rudal milik Tentara Nasional Indonesia. Pabrik tersebut termasuk salah satu objek vital nasional.

"Itu di Bontang ada pangkalan rudal untuk jagain pabrik pupuk karena punya bahan yang eksplosif," SVP Corporate Secretary PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Jakarta pada Senin 13 Maret 2023.

Lebih lanjut, Wijaya mencontohkan pemboman Oklahoma di Amerika Serikat (AS). Aksi terorisme itu menggunakan amonia yang merupakan bahan baku pupuk.

"Karena obvitnas (red: objek vital nasional), risikonya lebih ke serangan dari pihak luar atau terorisme," jelas Wijaya melalui keterangan tertulis pada Senin malam.

Dia menjelaskan bahwa pangkalan rudal itu bukan milik PT Pupuk Indonesia (Persero), namun milik Artileri Pertahanan Udara atau Arhanud TNI.

Pada kesempatan itu, Wijaya juga mengatakan kapasitas produksi PT Pupuk Indonesia (Persero) mencapai 13,9 juta ton, dengan rincian pupuk urea 8,8 juta ton, NPK 3,8 juta ton, dan lai-lain 1,3 juta ton. Adapun alokasi pupuk bersubsidi tahun ini adalah 7,8 juta ton, dengan rincian pupuk urea 4,6 juta ton dan NPK 3,2 juta ton.

“Dengan kapasitas produksi 8,8 juta ton, kemampuan produksi kita untuk mencukup kebutuhan urea bersubsidi lebih dari cukup. Begitu juga dengan Pupuk NPK, dimana kemampuan produksi kita 3,5 juta ton, dengan kebutuhan NPK bersubsidi 3,2 juta ton,” tuturnya.

  🚀 Tempo  

Minggu, 19 Maret 2023

Kapal Pemburu Ranjau Pesanan Indonesia Meluncur Bulan Mei

⚓ KRI Pulau Fani dan KRI Pulau Fanildo pesanan Kemhan untuk TNI AL. (Marine Traffic) ⚓

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa satu kapal pemburu ranjau buatan Jerman segera datang ke Indonesia.

Rencananya, satu kapal yang akan memperkuat TNI AL itu diberangkatkan dari Jerman pada Mei 2023.

“Kalau kapal pemburu ranjau Mei baru diluncurkan dari Jerman,” ujar Ali saat ditemui di sela-sela bakti sosial korban gempa di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu (18/3/2023).

Ali menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan memesan dua kapal pemburu ranjau.

“Tapi satu dulu mungkin ya (yang datang). Nanti satu menyusul, tapi selisihnya hanya beberapa bulan,” kata Ali.

Terkait ketibaan satu kapal pemburu ranjau itu, Kepala Dinas Penerangan AL (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) Julius Widjojono mengatakan bahwa itu tergantung cuaca dan banyaknya pelabuhan singgah.

“Dulu saya pernah bawa KRI (kapal perang Republik Indonesia) dari Jerman ke Indonesia lebih kurang dua bulan,” kata Julius saat dikonfirmasi secara terpisah.

KRI Pulau Fani 731 diduga akan tiba pertama di Indonesia (istimewa)

Terdapat sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) tambahan yang akan memperkuat TNI AL pada tahun ini.

Pertama, kapal jenis korvet KRI Bung Karno-369 yang akan siap digunakan pada pertengahan 2023.

"Nanti ada korvet Bung Karno yang khusus untuk VIP, kemungkinan pertengahan tahun ini akan siap," ujar Ali di sela-sela Rapim TNI AL di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, 13 Februari 2023.

Kemudian, dua kapal patroli cepat 60 meter yang kini sedang diproduksi. Keduanya juga siap digunakan tahun ini.

"(Lalu) kapal pemburu ranjau, agak beda sedikit. Ini cukup modern yang kapal pemburu ranjau ini, mungkin akhir tahun (tiba)," ujar Ali.
 

  💂
 Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...