Senin, 24 Juli 2023

[Global] India Hibahkan Korvet INS Kirpan (Khukri Class) ke Vietnam

⚓ Dengan Persenjataan LengkapKapal perang korvet rudal kelas Khukri yang bernama INS Kirpan yang dioperasikan Angkatan Laut India. (Twitter/indopac_info) ⚓

Kementerian Pertahanan India menghadiahkan satu unit kapal perang korvet rudal kelas Khukri atau Khukri-class corvette yang bernama INS Kirpan-P44 kepada Angkatan Laut Vietnam.

Pemberian kapal korvet Indian Navy Ships (INS) Kirpan tersebut, sebagai bentuk upaya kedua negara itu untuk meningkatkan kerjasama pertahanan ketika China meningkatkan tindakan agresifnya di kawasan Laut Chima Selatan (LCS).

Pemberian kapal korvet kepada Vietnam itu diumumkan Menteri Pertahanan negara Asia Tenggara itu, Jeneral Phan Van Giang bertemu dengan rekan sejawatannya dari Rajnath Singh di New Delhi, India, Kamis (22/06).

Menteri Pertahanan India menyatakan, bahwa pemberian kapal perang kepada Vietnam merupakan suatu detik bersejarah dalam usaha meningkatkan kemampuan Angkatan Laut negara Vietnam.

Sejak beberapa tahun kebelakangan ini, China kerap mengirimkan kapal-kapal pengawal pantainya serta kapal pengintainya untuk memasuki perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Vietnam, bertujuan mengganggu aktivitas eksplorasi minyak dan gas di perairan itu.

Insiden terbaru beberapa pekan lalu, bajwa China telah mengirimkan “segerombolan” kapal-kapal pengawal pantainya ke dalam perairan ZEE Vietnam, untuk mengiringi kapal penelitian lautnya yang sedang melakukan penelitian di dasar laut.

Kapal korvet kelas-Khukri, INS Kirpan itu merupakan kapal perang yang dibangun industri pertahanan India. Kirpan memiliki berat 1,350 ton dan telah ditugaskan ke Angkatan Laut India sejak tahun 1991.

Dilansir dari Asia Defence Security, kapal korvet INS Kirpan dilengkapi persenjataan empat peluncur rudal berpandu anti-kapal buatan Rusia P-20. Kemudian sistem perangkat pertahanan udara “Strela” dan didukung sebuah helikopter yang memilik peran anti kapal selam, HAL Chetak.

Kapal perang korvet rudal kelas Khukri buatan India yang dilengkapi persenjataan dari Rusia. (Twitter/@indopac_info)
Korvet tersebut mampu melaju maksimal 25 knot, dan kapal perang India yang bakal dimiliki Vietnam itu mampu membawa 80 awak dan mampu beroperasi sejauh 4.000 mil laut.

Selain menghadiahkan kapal korvet kepada Vietnam, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama di dalam bidang industri pertahanan, dan latihan militer termasuk pelatihan untuk kapal selam.

India saat ini sedang berusaha keras menjadikan Vietnam sebagai negara Asia Tenggara kedua setelah Filipina untuk memiliki rudal anti-kapal “BrahMos” yang dibangunkannya bersama Rusia.

Selain rudal anti-kapal “Brahmos”, India juga sedang membujuk Vietnam untuk membeli rudal udara-ke-udara “Astra Mk1 ” untuk dipasangkan pada pesawat tempur Rusia yang dimiliki Vietnam.

Rudal yang dibangunkan oleh industri tempatan India, Bharat Dynamics dapt digunakan pada jet tempur seperti Su-30MKI, Tejas dan MiG-29K serta pesawat lainnya demi mengurangi kebergantungan dari negara lain.

India juga berusaha memasarkan alutsista buatannya ke negara-negara yang menggunakan pesawat-pesawat tempur buatan Russia, seperti Malaysia yang mengoperasikan 18 unit pesawat tempur Su-30MKM.

Sementara Vietnam saat ini mengoperasikan 32 unit jet tempur Sukhoi Su-30MK2, juga berpotensi sebagai pengguna rudal udara-ke-udara “Astra Mk1” itu ke depannya.

Dengan jarak jangkau lebih dari 100 km, jet tempur yang membawa “Astra Mk1” sudah memiliki kemampuan teknologi untuk melumat sasaran diluar jangkauan visual jarak jauh atau sering disebut Beyond Visual Range (BVR).
 

  ⚓
Ulasan  

Pasukan Yonif PR 501/BY Kostrad Bersama Tentara AS, German dan Australia Berhasil Kuasai Sasaran dengan Cepat

Latma Talisman Sabrehttps://i0.wp.com/siagaindonesia.id/wp-content/uploads/2023/07/IMG-20230723-WA0058.jpg?resize=750%2C375&ssl=1Aksi pasukan Yonif PR 501/Bajra Yudha (BY) Kostrad bersama pasukan elite dari AS, Jerman, dan Australia di Latma Talisman Sabre. (Dok. Penkostrad)

Pasukan Langit Yonif PR 501/BY Kostrad tergabung dengan pasukan elite AS, German dan Australia dalam latma Talisman Sabre, Australia, Sabtu (22/7/23).

Kali ini, prajurit Yonif 501/BY Kostrad bersama pasukan elit AS, German, dan Australia melaksanakan kegiatan Infiltrasi dilanjutkan dengan serangan ke beberapa sasaran yang telah di tentukan untuk dikuasai.

Setelah merebut sasaran pasukan Yonif PR-501/BY Kostrad langsung bergerak cepat melaksanakan Eksfiltrasi dan Konsolidasi untuk melanjutkan ke sasaran berikutnya.

Danyonif PR-501/BY yang pimpin langsung Pasukan Langit Bajra Yudha menyampaikan, harapannya dengan latihan ini prajurit yang terlibat mampu menguasai materi dan dapat mentrasfer ilmu yang didapat kepada prajurit lain di Indonesia.

 ♖
Siaga Indonesia  

Minggu, 23 Juli 2023

Mengintip Jeroan ITS Francesco Morosini

⚓ Kapal perang OPV serasa FrigatPassex OPV ITS Francesco Morosini (P431) bersama KRI Cut Nyak Dien (375) & KRI Wiratno (379) di teluk Jakarta (Jatosint) ⚓

Terlihat sebuah kapal perang berbendera Italia yaitu ITS Francesco Morosini berlabuh di salah satu pelabuhan Indonesia.

ITS Francesco Morosini terlihat singgah di dermaga JICT II, Tanjung Priok, 18 Juli 2023.

Menurut keterangan Dispenal, ITS Francesco Morosini akan singgah di Indonesia selama 5 hari.

Tujuan kedatangan kapal perang itu adalah untuk melaksanakan sejumlah kegiatan antara TNI AL dan Atase Pertahanan Italia.

Sejumlah kegiatan itu di antaranya, courtesy call, special open ships di ITS Francesco Morosini (P431), reception on board, passing exercise, dan olahraga bersama.

Namun untuk lebih lengkapnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan kegiatan antara kedua pihak ini.

KSAL membahas sejumlah hal strategis khususnya mengenai kedatangan ITS Francesco Morosini.

Secara umum, kedatangan kapal perang Italia selama 5 hari itu dalam rangka Naval Campaign.

“Sejumlah kerja sama telah terjalin, di antaranya strategic overview, pertukaran informasi, pendidikan, kunjungan personel, kunjungan kapal serta latihan angkatan laut TNI AL dan Italian Navy.

Saya harap pertemuan ini bisa bermanfaat bagi kita semua serta generasi yang akan datang.

Dari pertemuan ini, saya yakin hubungan Indonesia dan Italia semakin meningkat.

Kunjungan persahabatan inipun sangat penting untuk meningkatkan rasa persaudaraan angkatan laut kedua negara.

Dan juga dapat meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia dalam berbagai bidang kerja sama
”, beber KSAL.

Selebihnya, ITS Francesco Morosini adalah jenis kapal perang OPV atau kapal patroli lepas pantai serbaguna.

Desain keseluruhan dari kapal perang ini terbilang unik menurut beberapa sumber.

Karena dirancang sebagai kapal patroli, namun kegunaannya lebih dari itu.

Mengutip Naval Technology, ITS Francesco Morosini dibangun pada tahun 2017.

Kedatangan ITS Francesco Morosini adalah untuk mengganti sejumlah kapal perang Italia yang sudah tua.

Dibangun sebagai kapal perang modern, ITS Francesco Morosini memiliki tingkat modularitas dan otomatisasi yang tinggi.

Artinya, kapal perang ini hanya butuh sedikit awak dibandingkan platform sekelasnya.

Sebagai gambaran, kapal perang besar ini hanya butuh diawaki 90 personel.

Hal menarik dari ITS Francesco Morosini seperti yang sudah disebut di atas, meski kapal OPV namun kemampuannya selayaknya sebuah fregat.

Hal itu juga karena ukurannya yang besar, dengan panjang mencapai 143 meter dan bobot hampir 5.000 ton.

Di mana standarnya, kapal patroli atau OPV memiliki panjang 60 sampai 125 meter dengan bobot 1000-2000 ton.

Kendati besar, namun kecepatan dari ITS Francesco Morosini termasuk unggul yaitu mencapai 31,6 knot.

Artinya kapal perang patroli/fregat ini masih bisa dipakai untuk mengejar kapal musuh.

Kapal perang ini juga dilengkapi berbagai macam fitur canggih mulai dari sensor hingga persenjataan.

Mulai dari sensor canggih buatan Leonardo IRST.

Kemudian ada juga sistem peperangan elektronik bernama Elettronica ELT Spa ZEUS RESM.

Elettronica ELT Spa ZEUS RESM dipercaya akan digunakan kapal-kapal perang masa depan Italia.

Selanjutnya sistem persenjataan, ITS Francesco Morosini dilengkapi meriam besar 127mm buatan Oto Melara.

Kemudian kapal perang ini juga membawa rudal pertahanan udara, rudal jelajah serang darat, maupun torpedo.

Untuk rudal pertahanan udara, ITS Francesco Morosini memakai DCNS SYLVER 170 sebanyak 8 tabung.

Sedangkan rudal jelajah serang darat, dia memakai SCALP dan Teseo Mk-2.

Terakhir adalah torpedo Black Arrow 324mm untuk menghabisi kapal selam.

ITS Francesco Morosini juga bisa membawa dua helikopter SH90 atau satu Agusta Westland AW101 sebagai pengganda kekuatan.
 

  ⚓
Zona Jakarta  

Panglima TNI Bicara Kerja Sama dan Undang Saksikan Latma di Natuna

Kunjungi Thailandhttps://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/yudo-margono-di-thailand.jpgPanglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengunjungi Panglima Angkatan Bersenjata Thailand Jenderal Chalermphon Srisawasdi di Thailand pada Jumat (21/7/2023). (Puspen TNI)

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengunjungi Panglima Angkatan Bersenjata Thailand Jenderal Chalermphon Srisawasdi di Thailand pada Jumat (21/7/2023).

Selain untuk memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand, kunjungan itu juga merupakan Introductory visit yang merupakan bagian dari diplomasi militer.

Introductory Visit merupakan kunjungan untuk saling memperkenalkan diri dan menjalin komunikasi lebih baik di antara dua pihak.

Kegiatan tersebut dinilai sangat penting dan diperlukan terutama dalam keberlangsungan hubungan militer antar negara yang harmonis dan sinergis.

Setibanya di Thailand, Yudo beserta rombongan diterima dalam suatu upacara jajar kehormatan dan disambut langsung oleh Jenderal Chalermphon beserta stafnya.

Saat pertemuan, Yudo membahas berbagai isu terkait situasi yang sedang berkembang saat ini dan peningkatkan keja sama militer di antara dua pihak yang selama ini sudah berjalan dengan sangat baik.

Dalam pertemuan itu juga dibahas di antaranya soal peningkatan kerja sama militer antara TNI dan Royal Thailand Armed Forces (RTAF) dalam berbagai bentuk misalnya intelijen, operasi dan latihan, serta pendidikan.

Kerja sama bilateral militer tersebut adalah usaha TNI guna menciptakan stabilitas dan reliabilitas keamanan kawasan agar negara-negara di kawasan dapat terus tumbuh dan berkembang tanpa gangguan dan hambatan serta tetap saling menghormati untuk mewujudkan kemakmuran bersama.

"Kerja sama yang erat antar angkatan bersenjata kedua negara akan berkontribusi pada keamanan, stabilitas dan kesejahteraan rakyat kedua negara khususnya dan kawasan ASEAN pada umumnya," kata Yudo dalam keterangan resmi Puspen TNI dikutip Minggu (23/7/2023).

Yudo juga mengharapkan dukungan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand terkait keketuaan Indonesia di ASEAN ditahun 2023.

Ia juga mengundang Jenderal Chalermphon untuk dapat hadir pada puncak pelaksanaan Latihan Bersama ASEAN Solidarity Exercise (ASEX-01N) di perairan Natuna pada pertengahan September mendatang.

Yudo juga meminta dukungan Jenderal Chalermphon dalam Latihan ASEX-01 seperti yang sudah disepakati bersama pada ASEAN Chief of Defense Forces Meeting (ACDFM) di Bali pada Juni lalu.

Latihan bersama yang melibatkan militer negara-negara ASEAN tersebut rencananya akan menitikberatkan pada latihan Keamanan Maritim Gabungan dan pemberian Bantuan Kemanusiaan.

 ♖
Tribunnews  

Sabtu, 22 Juli 2023

KRI Frans Kaisiepo-368 Latihan Bersama di Laut Mediterania

Beserta dua kapal perang lainnya bagian dari unsur MTF-UNIFIL (Dispenal) ●

Unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, KRI Frans Kaisiepo-368, beserta dua kapal perang lainnya, BNS Sangram F-113 dari Bangladesh dan TCG Turgutreis F-241 dari Turki yang juga menjadi bagian dari unsur MTF-UNIFIL di bawah komando MTF Commander, Rear Admiral Dirk Gartner, berkebangsaan Jerman melaksanakan latihan manuver dengan beragam formasi di Laut Mediterania yang merupakan Area of Maritime Operation PBB, Jumat (14/07) lalu.

Latihan manuver laut ini sebagai ajang unjuk kehandalan daya gerak dan kehebatan fire power yang dimiliki setiap kapal. Ketiga kapal perang saling unjuk performa terbaiknya dalam advanced maneuvering exercise, asymmetric warfare exercise, replenishment at sea, flag hoist exercise, photo exercise, dan farewell sail past.

Latihan didesain untuk menguji kehandalan kapal-kapal dalam bermanuver menempati posisi pada beberapa formasi berbeda, kesigapan menghadapi ancaman asimetris, kemampuan pembekalan di laut untuk memperpanjang durasi operasi, serta profesionalisme bidang komunikasi dalam kirim terima berita melalui isyarat bendera.

“Latihan ini merupakan bagian dari latihan internal unsur-unsur MTF-UNIFIL yang digelar secara rutin untuk memperkuat interoperabilitas dan mempertinggi kesiapsiagaan operasional guna keberhasilan misi berdasarkan mandat PBB. Pencapaian KRI Frans Kaisiepo-368 dalam event multinasional ini juga merupakan keberhasilan diplomasi militer dengan empat pilar tujuan yakni confidence building measure, preventive diplomacy, capacity building, dan security enhancement”, ungkap Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 yang sekaligus Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.

Selain itu, KRI Frans Kaisiepo-368 juga dipercaya menerbangkan Heli Panther HS 1306 dengan penugasan sebagai simulasi intruder, melaksanakan Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR), serta mengambil foto udara. Momen haru dan bangga mewarnai kegiatan tersebut, saat acara farewell sail past di akhir latihan menandai end mission dari unsur Angkatan Laut Turki TCG Turgutreis F-241 yang akan digantikan oleh TCG Burgazada F-513.

Latihan manuver yang terselenggara selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali kepada seluruh prajurit TNI AL yang tengah melaksanakan misi perdamaian dunia untuk meningkatkan kesiapan dan kesiagaan yang tinggi dan memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan. “Jaga nama baik TNI AL dan Indonesia, serta pelihara hubungan dengan negara-negara yang tergabung dalam UNIFIL, sehingga nama baik bangsa maupun TNI AL tetap harum di dunia internasional”, tegas Kasal.

  🌐
Pelopor Wiratama  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...