Minati Helikopter H145 untuk mendukung misi-misi khusus TNI AU
Helikopter TNI AU (dispenau) ⍟
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, melakukan kunjungan kerja ke Prancis. Dalam rangkaian itu, Kasau berkesempatan mengunjungi Pabrik Airbus Helicopters di Marseilles. Setibanya di fasilitas pembuatan helikopter tersebut, Kasau disambut oleh CEO Airbus Helicopters Bruno Even.
Kasau dan CEO Airbus Helicopters diskusi tentang berbagai kebutuhan operasional akan helikopter, termasuk keperluan untuk pelatihan (training) serta operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR). Salah satu fokus utama dalam diskusi adalah helikopter tipe H225M Caracal yang sudah memperkuat TNI Angkatan Udara.
Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan CEO Airbus Helicopters membahas berbagai aspek teknis dan kemampuan operasional dari H225M Caracal, serta potensi untuk kerjasama lebih lanjut dengan TNI AU dan PT Dirgantara Indonesia dalam hal pembuatan, pemeliharaan dan pelatihan terkait pemanfaatan helikopter.
Helikopter tipe H145M Jerman (Airbus) ⍟
Selain H225M Caracal, pembicaraan juga mencakup Helikopter Tipe H145, yang juga memiliki reputasi kuat dalam berbagai peran, termasuk pemakaian sipil dan militer yang telah diproduksi sebanyak 1.600 unit. Kasau sangat tertarik untuk memahami bagaimana helikopter ini dapat dimanfaatkan mendukung misi-misi khusus TNI AU.
Diketahui Helikopter H145 memegang rekor dunia pada bulan September 2019, dimana mampu mendarat di puncak Gunung Aconcagua yang merupakan gunung tertinggi di Belahan Bumi Selatan pada ketinggian 6.962 meter (22.840 kaki). Angkatan Darat Amerika Serikat sejak 2006 telah memborong H145M sebagai "Light Utility Helicopter" dan disebut sebagai "UH-72 Lakota" sebanyak 460 unit.
Kunjungan Kasau ini menandai langkah penting dalam menjalin hubungan kerjasama yang lebih erat antara TNI AU dan Airbus Helicopters, yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Diharapkan kunjungan ini akan menghasilkan kerangka kerja yang solid untuk pembuatan, pengadaan, dan penggunaan helikopter yang lebih efisien dan efektif, serta mendukung industri pertahanan dalam negeri, dalam meningkatkan kemampuan dan kemandirian menjaga kedaulatan dan keamanan nasional Indonesia.
***
Digunakan Sekolah Penerbang TNI AL
Flight Simulator Karya Prajurit TNI AL (TNI AL)
Sebuah karya yang diciptakan para prajurit TNI AL untuk meningkatkan kemampuan para Penerbang Muda TNI Angkatan Laut, Komandan Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Danlanudal) Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo menyerahkan Flight Simulator kepada Sekolah Penerbang TNI AL (Senerbal) yang diterima langsung oleh Komandan Pusdiksus Kolonel Laut (P) Gering Sapto Sambodo, bertempat di Selter Senerbal Juanda, Sidoarjo. Rabu, (18/10/2023).
Dalam acara yang dihadiri Danpuslatdiksarmil Kolonel Laut (P) Irwan S.P. Siagian, Komandan Senerbal Letkol Laut (P) Oscar Johanes Novie, Komandan Skuadron 200 Mayor Laut (P) Ruby Lisa Mochar, Komandan Skuadron 800 Mayor Laut (P) Iwan Purwanto, dan perwakilan siswa Penerbang sebanyak 15 siswa dari Dik Pabang TNI AL Angkatan 27, Dik Pabang TNI AL Angkatan 28 dan Dik Penerbang PSDP, serta para Instruktur Penerbang.
Mengawali sambutannya, Danlanudal Juanda menyampaikan bahwa simulator ini terinspirasi saat dirinya menjadi komandan sekolah. "Dan saat itu saya berfikir peralatan apa yang dapat membantu siswa dalam mendukung lattek terbang," ujar Kolonel Heru, sapaan karibnya.
Flight Simulator ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa sebelum menerbangkan langsung pesawat udara. Simulator ini dibuat dengan biaya yang tidak mahal dan programnya mudah, dalam mencipatakannya dibantu dua personel yaitu Pasops Lanudal Juanda Mayor Laut (P) Febriyanto Adi Nugroho, beserta Dan Flight IV Skuadron 800 Wing Udara 2 Puspenerbal Mayor Laut (E) Imam Hariadi.
“Peralatan tersebut kita desain dan rangkai sendiri, dan ternyata syukur Alhamdulillah setelah jadi alat tersebut di uji cobakan dengan Instruktur Senerbal, hasilnya alat ini sangat membantu bagi para siswa Senerbal. Khususnya bukan terbang secara teknis, tetapi tebang dengan cara bernavigasi dengan baik. Dengan real time dan dimensi yang betul-betul 3D nya kelihatan. Disitulah kita bisa terbang instrum, selanjutnya keunggulan alat simulator ini, dengan memasukan data pesawat-pesawat udara TNI AL jenis terbaru ternyata bisa di programkan dengan alat ini,”ungkap Kolonel Heru.
Sementara itu, Danpusdiksus mengatakan bahwa ini suatu hal yang bagus, niatan yang baik, dan Inovasi yang luar biasa dari Danlanudal Juanda. "Kemarin sore setelah melihat uji coba flight simulator, alat ini sangat dibutuhkan oleh para penerbang terutama para siswa Dikpabang alat ini bisa meminimalisir suatu kesalahan, tetapi sesudah mahir memanfaatkan simulator, maka accident menjadi jauh lebih kecil dan mendekati zero, " terang Danpusdiksus.
“Kita doakan niatan baik Danlanudal menjadi contoh buat para penerus. Sebagai Danpusdiksus beserta jajaran mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuannya, oleh karena itu jangan bertanya apa yang organisasi berikan kepada kita, tetapi apa yang telah kita berikan kepada organisasi, sehingga kedepan para penerbang TNI AL bisa lebih baik, keberhasilan suatu organisasi adalah bagaimana mendidik prajurit TNI AL jauh lebih baik dari sebelumnya,” papar Kolonel Gering.
1 Tewas-2 Kena Panah
Ilustrasi (Arsip Istimewa) ☆
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah dengan menyerang pekerja proyek puskesmas di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. 1 orang tewas dan 2 orang luka terkena panah.
"Benar, Kamis siang telah terjadi penyerangan terhadap para pekerja pembangunan Puskesmas Kepala Air, Kabupaten Puncak. 19 berhasil selamat, 2 terkena panah dan 1 meninggal dunia," kata Kasatgas Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Kamis (19/10/2023).
Bayu mengatakan serangan itu terjadi di wilayah Kepala Air, Kabupaten Puncak, pada Kamis (19/10) siang. KKB menyerang menggunakan senjata api (senpi), panah, dan parang.
"Sekitar pukul 13.00 WIT, kami dapat laporan dari para pekerja yang selamat. Mereka lapor ke Pos Kotis kami di Ilaga bahwa mereka telah diserang oleh sekelompok KKB menggunakan senjata api, panah dan parang," terang Bayu.
Bayu menuturkan aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak ke lokasi kejadian. Aparat berusaha untuk menyelamatkan 2 pekerja yang belum ditemukan.
"Pukul 15.00 WlT langsung kami kumpulkan personel Satgas Damai Cartenz tim gabungan TNI-Polri untuk mendatangi TKP guna penyelamatan 2 pekerja yang masih belum ditemukan," imbuhnya.
Bayu melanjutkan, setelah aparat melakukan pencarian ditemukan 1 orang pekerja berinisial DTO yang telah meninggal. Lalu 1 pekerja lain ditemukan selamat karena bersembunyi di semak-semak.
"Setelah Pencarian, kami temukan 1 orang pekerja telah meninggal dunia atas nama OTO dan 1 orang berhasil kami temukan bersembunyi di semak-semak dalam kondisi selamat namun terkena panah," ungkapnya.
Dia membeberkan, 2 korban luka-luka terkena panah dan 1 orang yang tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ilaga. Sedangkan 19 orang yang selamat dievakuasi ke Polres Puncak.
"Kami akan mintai keterangan para korban untuk identifikasi pelakunya dan akan kami proses penegakan hukum terhadap KKB kelompok Wilayah Kepala Air ini," pungkasnya. (hsr/hsr)
Gandeng Linkfield Technologies
N219 PTDI ☆
PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menggandeng Linkfield Technologies untuk menjajal pasar ekspor produk pesawat ke Cina.
Kerja sama tersebut tertuang dalam dokumen Reseller Agreement yang ditandatangani Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI Moh. Arif Faisal dengan Direktur Linkfield Technologies Patrick Goh.
Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Gedung Pusat Manajemen PT DI di Bandung, disaksikan Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan hari ini, Kamis, 19 Oktober 2023.
“Cina merupakan partner yang sangat baik terutama dari segi teknologi, kemampuan manufacturing dan ada potensi pasar yang besar. Kita akan kembangkan strategi bisnis bersama yang dimulai melalui kerja sama reseller dengan Linkfield Technologies,” kata Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Oktober 2023.
Dalam kerja sama tersebut, Linkfield Technologies yang akan bertindak sebagai reseller untuk melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan pesawat produksi PTDI seperti CN235-220, NC212i dan N219. Pesawat produksi PTDI tersebut akan ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan pesawat militer dan komersial di wilayah Cina.
Gita mengatakan, salah satu yang ingin didorong adalah penjualan sekaligus pengembangan pesawat N219 lewat kerja sama tersebut. “Dengan demikian, pengembangan teknologi maupun pasar pesawat N219 dapat kita push, sehingga nantinya N219 dapat menjadi produk yang high competitive di Cina,” kata dia.
Gita mengatakan, tantangan dari kerja sama tersebut ada pada kapasitas produksi N219. “Hal ini juga akan menjadi tantangan kita kedepan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi N219. Bersama dengan Cina, kemampuan supply chain dan manufacturing-nya juga akan kita optimalkan untuk arah pengembangan N219 ke depan,” kata dia.
Direktur Linkfield Technologies, Patrick Goh mengatakan, PT DI akan hadir dan berpartisipasi The Aero Asia (Zhuhai Airshow) pada 23-26 November 2023 di Cina sebagai langkah awal penetrasi produk pesawat PTDI di Cina.
“Kami sangat bangga dengan produk pesawat dari Indonesia, karena selama 50 tahun terakhir semua orang mencoba membangun pesawat besar untuk rute dari kota-kota besar maupun internasional, namun mereka lupa bahwa kita masih punya permasalahan konektivitas bagi penduduk yang tinggal di wilayah pedesaan, belum berkembang dan ada masalah akses, tidak ada kereta api, jalan raya, kecuali Anda memiliki pesawat seperti N219, yang kemudian dapat meningkatkan pembangunan ekonomi di pedesaan,” kata Patrick Goh, dikutip dari keterangannya, Kamis, 19 Oktober 2023.
✈ Didukung LPEI
✈ PTDI mengekspor enam unit pesawat terbang NC212i ke Filipina. Nilai ekspor itu mencapai US$ 79 juta atau Rp 1,25 triliun (Tangkapan layar web indonesian-aerospace.com)
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengekspor enam unit pesawat terbang NC212i ke Department of National Defense/Armed Forces of Philippines (DND/AFP) Filipina senilai US$ 79 juta atau setara Rp 1,25 triliun (asumsi kurs Rp 15.851 per dolar AS).
Ekspor ini pun didukung oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE).
Dukungan LPEI tersebut tertuang dalam Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Ekspor antara LPEI dan PTDI untuk pengadaan 6 pesawat NC212i, Rabu (18/10).
Direktur Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin U. Norhadi mengatakan ekspor enam pesawat ini merupakan kebanggaan Indonesia. Sebab, PTDI dapat memproduksi produk industri strategis yang bernilai teknologi tinggi.
Selain itu, kata dia, pembiayaan yang dilakukan LPEI kepada PTDI merupakan wujud negara hadir untuk meningkatkan ekspor Indonesia.
"Ekspor pesawat terbang akan meningkatkan reputasi Indonesia di mata global, terutama perusahaan Indonesia yang tergabung dalam industri strategis kedirgantaraan yang sarat dengan teknologi tinggi," kata Maqin melalui keterangan resmi, Kamis (19/10).
Ia menjelaskan, LPEI melaksanakan program PKE dari pemerintah untuk mendukung pertumbuhan industri kedirgantaraan Indonesia agar memiliki daya saing yang tinggi.
"Hal ini sejalan dengan strategi LPEI untuk memperkuat ekosistem ekspor Indonesia", katanya.
PKE merupakan mandat yang diberikan pemerintah kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan dan/atau asuransi untuk transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan.
Namun, proyek atau transaksi itu dianggap sangat penting oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional.
Sampai saat ini, LPEI telah menyalurkan program PKE senilai Rp 12 triliun untuk mendukung ekspor lebih dari 80 produk ke lebih dari 100 negara.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Sumber Daya Manusia PTDI Wildan Arief memberikan apresiasi tinggi atas dukungan LPEI.
Wildan menyebut Filipina telah memesan pesawat terbang produksi PTDI untuk kedua kalinya. Menurutnya, hal ini merupakan bukti pesawat terbang produksi PTDI memiliki performa yang tinggi dan andal.
Wildan juga berharap adanya solusi pembiayaan dari LPEI dapat menjadi keran pembuka ekspor pesawat terbang produksi PTDI lebih banyak lagi ke negara-negara lain. Ia mengatakan peningkatan ekspor itu pada akhirnya dapat meningkatkan devisa Indonesia.
"Kami harap PTDI dapat bangkit kembali, terbang tinggi melintasi langit, dan terus berkibar," imbuh Wildan.
Pesawat NC212i merupakan pesawat angkut ringan dengan sistem avionik modern full glass cockpit dan autopilot. Pesawat ini dilengkapi dengan winglet, ramp door dan memiliki ukuran kabin yang luas dibandingkan pesawat sekelasnya.
Sejak 2014, PTDI merupakan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat NC212i.
Hingga saat ini terhitung sebanyak 123 unit pesawat NC212 series yang telah diproduksi dan dikirimkan PTDI ke berbagai customer, baik dalam maupun luar negeri, dari total sebanyak 606 unit populasi pesawat NC212 series di dunia. (mrh/agt)