Selasa, 11 Juni 2024

Pesanan 24 Pesawat Tempur Masih Berjalan

Boeing bekerja sama dengan pemerintah untuk menyelesaikannya https://www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2019/03/F-15X-e1590402875564.pngF15 EX [Boeing] 

Produsen pesawat asal AS, Boeing, berbicara tentang perkembangan pembelian 24 unit pesawat tempur F-15EX yang dipesan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Boeing menyatakan saat ini masih menyelesaikan proses jual-beli tersebut.

Country Managing Director Boeing, Zaid Alami, mengatakan pihaknya terus berupaya agar proses pesanan pesawat tempur ini bisa selesai dengan baik. Boeing bekerja sama dengan pemerintah untuk menyelesaikannya.

"Kami saat ini bekerja dengan pemerintah untuk menyelesaikan penjualan tersebut," kata Zaid di kantor Boeing, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2024).

Menurut Zaid, pesawat tempur F-15EX ini bakal membantu sektor pertahanan udara Indonesia. Pembelian F-15EX ini merupakan kelanjutan atas disetujuinya potensi penjualan F-15EX ke Indonesia oleh Departemen Luar Negeri AS.

"Kami sangat bangga dengan produk itu dan kami percaya ini adalah produk yang sempurna untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia," jelasnya.

Zaid berharap Boeing dapat terus menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah Indonesia. Boeing bahkan mengatakan siap membantu pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2024.

"Kami juga sangat berkomitmen untuk memperluas kemitraan yang telah terjalin selama 75 tahun ini untuk seterusnya dan membantu untuk menjadi pemain utama dalam visi Indonesia Emas 2045," kata Zaid.

Sebagai informasi, pada Agustus 2023 kemarin, pemerintah Indonesia yang diwakili Prabowo melakukan penandatanganan kerja sama dengan Boeing terkait pembelian pesawat tempur tersebut.

Keputusan ini menjadi pusat pembicaraan dunia karena RI menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat (AS) yang dapat memiliki pesawat itu. Penandatangan pembelian pesawat tempur ini dilakukan di The Boeing Company, St. Louis, Missouri-AS. (fdl/fdl)

  ⍟ detik  

Senin, 10 Juni 2024

KRI REM-331 Latihan Bersama 2 Kapal Perang Brunei

⚓️ Di Laut Filipina menuju Guam KRI REM 331 latihan bersama kapal perang Brunei (Dispenal)

Kapal Perang TNI Angkatan Laut, KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) yang saat ini tengah berlayar menuju Guam, Hawaii bertemu dengan dua kapal perang Brunei Darussalam, yaitu KDB Darussalam-06 dan KDB Darulaman-08 di Perairan Internasional sekitar Laut Filipina.

Pertemuan kapal perang negara sahabat itu dimanfaatkan oleh seluruh awak KRI REM-331 untuk menggelar latihan bersama. KRI REM-331 dengan dua kapal perang Brunei Darussalam latihan bersama di sepanjang Laut Filipina hingga Laut Mariana.

Latihan yang dilakukan selama dua hari sejak tanggal 9-10 Juni 2024 antara KRI REM-331 dengan dua kapal perang Brunei Darussalam itu digelar ditengah perjalanan menuju Guam, Hawaii dalam rangka mengikuti latihan besar-besaran Rim Of Pacific 2024 (Rimpac 2024).

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI I Made Wira Hadi Arsanta mengatakan, kedua negara ini berkolaborasi pada Southeast Asia Group Sail (SAG) dimana kapal perang tersebut melaksanakan pelayaran bersama menuju ke Guam dalam rangka Rimpac 2024.

"Sepanjang pelayarannya, KRI REM-331, KDB Darussalam-06 dan KDB Darulaman-08 melaksanakan beberapa serial latihan diantaranya Flaghoist (komunikasi menggunakan isyarat bendera), Screenex (pembentukan formasi tabir di laut) dan Sailpast yang merupakan bentuk penghormatan kepada kapal lain," kata Kadispenal Laksma TNI I Made Wira Hadi Arsanta dalam keterangan resmi yang diterima VIVA Militer, Senin, 10 Juni 2024.

Kadispenal lebih jauh menjelaskan, latihan Bersama Angkatan Laut Brunei Darussalam ini bertujuan untuk memantapkan kemampuan prajuritnya pada saat pelaksanaan Latma Rimpac 2024 di Hawaii sehingga dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

Rencananya, KRI REM-331 akan tiba di Guam pada 11 Juni 2024 untuk melaksanakan kegiatan Harbour Phase serta bekal ulang untuk kebutuhan logistik kapal perang sebelum menuju ke Hawaii, Amerika Serikat.

"Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam mewujudkan prajurit Jalasena Samudera yang tangguh dalam melaksanakan latihan maupun operasi serta mampu menjalankan peran diplomasi di kancah dunia," ujarnya.

 ⚓️ 
Vivanews  

[Global] Ukraina Klaim Serang Jet Tempur Siluman Su-57 di Wilayah Rusia

Untuk Pertama Kalinya
Intelijen militer Ukraina rilis citra satelit terkait serangan terhadap jet tempur siluman Su-57 di dalam wilayah Rusia untuk pertama kalinya. (Foto/GUR) 💥

Militer Ukraina mengeklaim telah menyerang jet tempur siluman Su-57 di dalam wilayah Rusia untuk pertama kalinya.

Menurut klaim tersebut, jet tempur Su-57 sedang diparkir di sebuah lapangan terbang di Rusia selatan ketika serangan terjadi.

Su-57, jet tempur siluman terbaru andalan Rusia, mulai beroperasi dengan Pasukan Luar Angkasa Rusia pada Desember 2020. Jet tempur itu dirancang untuk menggantikan pesawat-pesawat tempur tua rancangan Soviet seperti Su-27 dan MiG-29.

“Pada tanggal 8 Juni 2024, sebuah jet tempur multiguna Su-57 milik negara agresor diserang di lapangan terbang Akhtubinsk di wilayah Astrakhan, Rusia, 589 kilometer dari garis kontak,” kata Intelijen Militer Ukraina (GUR).

“Kekalahan Su-57 adalah kasus pertama dalam sejarah,” imbuh GUR, seperti dikutip The Moscow Times, Senin (10/6/2024).

GUR juga menerbitkan citra satelit sebelum dan sesudah yang menunjukkan kerusakan akibat kebakaran dan puing-puing di sekitar jet tempur Su-57 yang diparkir di lapangan terbang.

Badan intelijen tersebut tidak mengatakan bagaimana mereka melakukan serangan tersebut dan tidak mengaku bertanggung jawab secara langsung.

Namun sumber intelijen Ukraina mengatakan kepada AFP bahwa GUR bertanggung jawab dan mereka menggunakan drone tempur buatan Ukraina dalam serangan tersebut.

Ukraina sering menargetkan fasilitas militer dan energi di wilayah Rusia dengan drone, terkadang ratusan kilometer dari garis depan.

Kementerian Pertahanan Rusia belum berkomentar atas klaim GUR tersebut. Namun, kementerian itu mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh tiga drone di wilayah Astrakhan pada hari Sabtu. (mas)

  💥 sindonews  

Satrad 212 Laksanakan Latkersamtis Combine Ops Garda Ambara

 Peningkatan ISR Capability dan Interoperability  Operasi Garda Ambara 2024 untuk mengamankan Laut Natuna Utara (Satrad 212) 📡

TNI AU
bersama unsur matra lain senantiasa bekerjasama dalam mengamankan wilayah kedaulatan tanah air. Tidak ada sedikitpun setiap jengkal teritorial kedaulatan negara yang akan terlepas dari pengawasan kita. Terutama wilayah perbatasan dan wilayah terdepan yang harus diamankan dan dipertahankan demi keutuhan NKRI.

Sebagai implementasi dalam mewujudkan visi tersebut, selama pekan ini Satrad 212 melaksanakan latihan dan operasi integratif (Latkersamtis), yang merupakan kegiatan latihan kerja sama taktis antar unsur TNI AD, TNI AL dan TNI AU di bawah komando dan kendali Kogabwilhan 1, yang juga sebagai gelar Ops Garda Ambara-24, dalam mengamankan wilayah Laut Natuna Utara dan sekitarnya.


Satuan Radar 212 Natuna dilengkapi dengan Vera-NG (Radar Pasif), Weibel MFSR 2100/45 (Radar GCI), dan Thomson TRS-2215R (Radar GCI) (TNI AU) 📡

Satrad 212 Ranai sebagai unsur yang berkemampuan Intelligent, Surveillance & Reconnaissance (ISR) berperan dalam melaksanakan deteksi dini ancaman baik yang berada di udara maupun permukaan.

Satrad 212 berperan penting dalam melaksanakan relay aliran komunikasi dan informasi antar unsur TNI yang berada di wilayah Natuna guna mewujudkan operasi militer terpadu.

Terlibat pada kegiatan ini Lanud Rsa, Skadron udara 16, Satrad 212 Ranai, Denhanud 477 Pasgat, Arhanud Komposit 1/Gardapati, Armed Komposit 1/Gardapati dan KRI JOL-358 di bawah kendali Guspurla Koarmada 1.

Diharapkan dengan latihan ini, Satuan TNI Terintegrasi (Tri Matra Terpadu) di Natuna semakin siap menghadapi setiap kemungkinan situasi yang berkembang di Laut Natuna Utara dan sekitarnya.

  📡
Satrad 212  

Minggu, 09 Juni 2024

[Global] Belanda Marah setelah Kapal Perangnya Dikepung Jet-jet Tempur China

⚓ Di Laut China TimurHNLMS Tromp (Army recognitionl) ☆

Pemerintah Belanda marah setelah kapal perangnya dikepung oleh dua jet tempur dan sebuah helikopter Angkatan Udara China di Laut China Timur pada hari Jumat.

Kementerian Pertahanan negara NATO tersebut mengatakan jet-jet tempur dan helikopter Beijing mendekati dan mengitari kapal HNLMS Tromp beberapa kali ketika berpatroli untuk mendukung sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Manuver militer Beijing, kata kementerian itu, dilakukan dengan cara yang tidak aman.

“Insiden itu terjadi di wilayah udara internasional,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip Reuters, Minggu (9/6/2024).

Situasi menjadi lebih tegang ketika dua jet tempur dan helikopter China juga mendekati helikopter tempur maritim NH90 milik kapal NHLMS Tromp.

Pesawat China di atas kapal Belanda (X)
Foto-foto yang dirilis oleh kementerian itu menunjukkan bahwa aset tempur Beijing yang terlibat dalam kejadian itu adalah helikopter serang ringan Z-19 dan jet pengebom tempur JH-7.

Usai kejadian itu, kapal HNLMS Tromp menuju Jepang dan kemudian ke Hawaii untuk latihan Angkatan Laut “Rim of the Pacific”.

Menanggapi insiden tersebut, anggota Parlemen Belanda Ruben Brekelmans menyatakan keprihatinannya di X. ”China kini juga mengintimidasi kapal Angkatan Laut Belanda kami di perairan dan wilayah udara internasional. Situasi berbahaya seperti ini tidak dapat diterima dan memerlukan respons diplomatik yang kritis. Penting bagi Belanda untuk tidak membiarkan dirinya terintimidasi dan mendukung [pelayaran] kargo yang bebas!” tulis Brekelmans.

Insiden itu menyusul perjalanan kapal Belanda yang kontroversial melintasi Selat Taiwan pekan lalu, yang memicu kemarahan China.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing menerima hukum internasional. ”Namun dengan tegas menentang tindakan yang membahayakan kedaulatan dan keamanan China dengan kedok jalur bebas,” katanya.

Lintasan Selat Taiwan tetap menjadi isu sensitif, karena Beijing mengeklaim kedaulatan atas perairan tersebut meskipun hukum internasional mengakuinya sebagai perairan internasional. Kapal perang Amerika Serikat sering melintasi selat tersebut untuk menegaskan prinsip ini. (mas)
 

  ☆ sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...