Selasa, 01 Juli 2025

[Video] Desain Kapal Republik Palindo

⚓ 🎥 Di Indo Defence 2025Republikorp perusahaan swasta nasional dalam pameran Indo Defence 2025 lalu menampilkan banyak desain alutsista dan kapal.

Dalam perusahaan gabungan bersama, Republik Palindo, perusahaan galangan kapal Indonesia, anak perusahaan dari Republikorp, yang berbasis di Batam, menampilkan kapal pesenan TNI AL dan konsep desain kapal lainnya.

Salah satunya kapal Induk, dimana desain kapal menggunakan kapal induk model dari Italia yang diperbaharui dan nantinya bisa digunakan sebagai kapal induk drone dan helikopter.

Dan desain kapal frigate futureristik dengan model trimaran dan dibekali rudal didalamnya.

Perusahaan ini terlibat dalam produksi kapal selam, termasuk kapal selam serang yang dilengkapi dengan teknologi AIP (Air Independent Propulsion). Selain itu, Republik Palindo juga menjalin kerja sama dengan Drass Italia untuk pengembangan kapal selam DGK.

Dan juga menampilkan desain kapal cepat rudal 70 meter pesenan TNI AL yang sedang di produksi di Batam.

 📹 Berikut video liputan Naval News dari Youtube : 


Desain kapal Republik Palindo (Naval News)

 🎥  Garuda Militer  

Senin, 30 Juni 2025

Terafulk Pamerkan Desain Kapal Pendarat Tank (LST) 120 Meter Baru

 Telah Disetujui TNI ALLST 120 M desain Terafulk (Terafluk/Naval News)

Sebuah perusahaan desain kapal swasta Indonesia, Terafulk Megantara Design, memamerkan desain Kapal Pendarat Tank (LST) 120 meter baru untuk memenuhi persyaratan modernisasi TNI AL selama Indo Defence 2025. Perusahaan tersebut membagikan rendering komputer LST baru tersebut secara eksklusif kepada Naval News.

Menurut perincian yang dibagikan kepada Naval News, desain tersebut didasarkan pada LST kelas Bintuni, yang dibangun di dalam negeri dan telah beroperasi sejak 2015, dan LST kelas Semangka yang lebih tua yang dibangun pada 1980-an oleh Galangan Kapal Korea-Tacoma (sekarang Hanjin Heavy Industries) untuk TNI AL.

Terafulk menekankan bahwa LST baru tersebut menawarkan kemampuan yang lebih baik dan sangat dipengaruhi oleh masukan langsung dari TNI AL, dengan umpan balik operasional dan persyaratan khusus misi memainkan peran utama di seluruh proses desain.

Dengan panjang 120 meter, LST ini 300 ton lebih berat daripada kelas Bintuni, dengan ruang penyimpanan yang lebih besar secara keseluruhan dan superstruktur yang lebih kompak. Khususnya, kapal ini memiliki hanggar khusus yang dapat menampung satu helikopter berukuran sedang, kemampuan yang tidak ada di kelas Bintuni.

Desain LST 120 Meter baru Terafulk untuk Angkatan Laut Indonesia. (Terafulk)
Kapal ini dirancang untuk menampung hingga 15 kendaraan tempur infanteri BMP-3F, empat truk, dan 474 personel (114 awak kapal, 350 pasukan, dan 10 personel penerbangan). Terafulk juga menyatakan bahwa kapal tersebut secara teknis dapat mengangkut kendaraan tempur yang lebih berat, termasuk tank tempur utama Leopard 2 milik Angkatan Darat Indonesia.

Kapal tersebut dapat membawa empat Landing Craft Vehicle and Personnel (LCVP) 12 meter, yang masing-masing dapat mengangkut sekitar 25 prajurit dengan peralatan lengkap. LCVP diposisikan di dek misi depan di depan anjungan alih-alih ditempatkan di sepanjang sisi bangunan atas, seperti yang terlihat di kelas Bintuni.

Konfigurasi ini menyediakan lebih banyak ruang internal, memungkinkan akses tanpa halangan ke buritan dan dek helikopter, dan konon dirancang untuk menyederhanakan pengoperasian LCVP.

Propulsi disediakan oleh dua mesin diesel, menghasilkan kecepatan tertinggi 16 knot dan jangkauan sekitar 6.200 mil laut, dengan daya tahan hingga 20 hari di laut. Untuk pertahanan diri, LST dilengkapi dengan dua meriam 40 mm, yang juga dapat digunakan untuk dukungan tembakan angkatan laut, serta dua senapan mesin 12,7 mm dan sistem decoy.

Perbandingan desain antara LST kelas Bintuni dan LST 120 meter yang baru. (Terafulk)
Menurut Terafulk, perusahaan telah memperoleh persetujuan prinsip untuk desain LST baru. Setelah produksi dimulai, Terafulk berencana tidak hanya menyediakan desain untuk galangan kapal yang berpartisipasi tetapi juga menawarkan rekomendasi terkait pembuatan kapal tentang cara membangun kapal secara paling efektif.

Naval News memahami bahwa salah satu aspek utama dari program LST baru adalah standarisasi.

Ini muncul setelah pengalaman kelas Bintuni, di mana sembilan kapal yang saat ini beroperasi—meskipun dibangun di bawah kelas yang sama—diproduksi oleh galangan kapal yang berbeda dan menunjukkan variasi dalam karakteristik dan dimensi.

Saat ini, belum ada jadwal pasti kapan konstruksi akan dimulai dan jumlah kapal yang direncanakan akan diakuisisi Angkatan Laut. Sebagai catatan, TNI AL masih mengoperasikan 15 LST lama, termasuk 11 LST kelas Frosch bekas Angkatan Laut Jerman Timur yang dibangun pada tahun 1970-an.

Desain Baru dan Target Ekspor
Terafulk menyampaikan kepada Naval News bahwa mereka akan merancang kapal serbu lapis baja pesisir dan sungai sepanjang 28 meter, serta kapal patroli cepat sepanjang 60 meter, untuk Angkatan Laut Indonesia.

Terafulk juga menyatakan bahwa mereka telah mengadakan diskusi dengan sedikitnya dua pelanggan Asia Tenggara yang dirahasiakan untuk kapal pengisian bahan bakar dan kapal patroli lepas pantai (OPV) sepanjang 90 meter.
 

  ⚓
Naval News  

Penguatan Postur Pertahanan dengan Konsep Optimum Essential Force

Rencana postur TNI AL (ist)

Menindaklanjuti arahan dari bapak Kemenko Polkam Jenderal Polisi (P) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si. terkait tugas Kemenkopolkam untuk mengawal Prioritas Nasional yang ada pada RPJMN 2025-2029, Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan pada Kedeputian 3 Bidang Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Kementerian Lembaga terkait membahas tentang Program Penguatan Postur Pertahanan dengan Konsep Optimum Essential Force dalam Rangka Meningkatkan Efektivitas Menjaga Kedaulatan NKRI.

Sasaran terjaganya kedaulatan negara dan penguatan stabilitas keamanan nasional diantaranya melalui pembangunan postur pertahanan. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan multi domain dalam melindungi kedaulatan negara, keselamatan bangsa, dan kepentingan nasional, serta menjaga stabilitas kawasan dari segala bentuk ancaman dan gangguan.

“Perlu dilanjutkan program penguatan postur pertahanan dengan konsep optimum essential force dalam rangka meningkatkan efektivitas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan kekuatan Tentara Nasional Indonesia di daerah perbatasan dan pulau terluar,” ujar Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Selain itu, lanjut Kresno, perlu ada penguatan keamanan teknologi informasi telekomunikasi dan kapabilitas badan pertahanan siber.

Kemudian, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit, dan meningkatkan kesiapan alat peralatan pertahanan dan keamanan melalui pemeliharaan dan perawatan.

“Salah satu kegiatan prioritas dalam pembangunan postur pertahanan adalah melanjutkan program penguatan postur pertahanan dengan konsep Optimum Essential Force dengan target pada tahun 2025 sebesar 30,3% dan menjadi 100% pada akhir tahun 2029. Hal ini akan menjadi pekerjaan rumah Kemhan/TNI,” kata Kresno.

Selain itu, sesuai dengan perencanaan nasional dalam mendukung PN 2 yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru terdapat indikator Asia Power Index (military capability).

Asia Power Index berdasarkan military capability memilki 5 dimensi yaitu : defence spending, armed forces, weapons and platforms, signature capabilities, dan Asian miitary posture. Indikator ini akan dihitung oleh Lowy Institute Australia setiap tahun.

Dengan sasaran tercapainya target Pembangunan nasional bidang pertahanan dalam Pembangunan postur pertahanan guna pemenuhan Asia Power Index berdasarkan military capability.

“Rapat ini akan dilakukan secara berkelanjutan, oleh karena itu diharapkan adanya sinkronisasi antara Sistem Perencanaan Pertahanan dengan postur, OEF dan Strategi Trisula Perisai Nusantara” ujar Kresno.

 💥 
Polkam  

Kemenhan Akselerasi Industri Propelan Antisipasi Situasi Geopolitik

💣 💥 👷 Bom produksi PT Dahana (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menegaskan kembali komitmen Kemenhan dalam mengakselerasi industri pertahanan dalam rangkaian mengantisipasi situasi geopolitik global.

Brigjen Frega mengatakan salah satu industri strategis tersebut adalah industri propelan untuk roket pertahanan dan sejumlah alutsista lainnya, yang digarap oleh BUMN PT Dahana (Persero).

"Salah satunya adalah propelan, apalagi kalau kita melihat sekarang dengan kondisi yang ada saat ini, geopolitik dan rivalitas antar negara, tentunya mau tidak mau kita harus membangun postur pertahanan negara dan melakukan modernisasi," kata Brigjen Frega saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan akselerasi terhadap industri pertahanan tersebut adalah bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian industri pertahanan.

"Jadi memang sesuai dengan komitmen Bapak Presiden Prabowo sejak beliau menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), sekarang juga dilanjutkan dan dikembangkan oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, komitmen untuk membangun kemandirian," ujarnya.

Frega mengatakan akselerasi kemandirian industri pertahanan dalam negeri juga dilakukan berkaca dari pengalaman embargo terhadap Indonesia beberapa tahun silam.

"Kita juga harus meningkatkan kemandirian, kita tidak ingin masa lalu kita ketika diembargo akhirnya berdampak pada supply chain kita, perawatan kemudian pemeliharaan," ujarnya.

Terkait kemandirian industri pertahanan dalam negeri, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana (Persero) Yusep Nugraha Rubani mengungkapkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk bom militer yang diproduksi PT Dahana sudah melampaui 70 persen.

"Kalau untuk bom, itu lebih dari 70 persen TKDN-nya. Untuk bom itu, karena casing-nya sudah dibuat di dalam negeri, produksinya juga di dalam negeri," kata Yusep di Kantor Pusat PT Dahana, Subang, Jawa Barat, Selasa (23/6).

TKDN untuk produk bom militer buatan Dahana, kata Yusep, terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya fasilitas manufaktur, serta hasil riset dan pengembangan PT Dahana.

Produk bom militer buatan PT Dahana, antara lain, Bom NATO Tajam (BNT) 250 berbobot 250 kilogram yang didesain untuk kompatibel dengan pesawat NATO.

Kemudian bom varian P-100L berbobot 100 kilogram, P250L yang berbobot 250 kilogram, dan P-500L berbobot 500 kilogram yang diproduksi khusus untuk pesawat tempur Suhkoi, kemudian juga Roket Pertahanan R-Han122B, R-Han45 dan roket portabel antitank dan antihelikopter.

 💥 
antara  

Minggu, 29 Juni 2025

Helikopter SA-330 Puma Diabadikan Jadi Monumen

  🚁 Menjadi ikon kabupaten Bogor (dispenau/Tempo) 

Helikopter SA-330 Puma Lanud Atang Sendjaja yang pernah mengabdi, saat ini menjadi bagian dari sebuah ikon Kabupaten Bogor. Hal itu usai dipasangnya sang Puma terbang menjadi sebuah monumen di Jalan Raya Bogor-Jakarta.

Prosesi pemindahan dan pemasangannya sendiri dilaksanakan oleh para teknisi handal Skadron Teknik (Skatek) 024 Lanud Atang Sendjaja pada Kamis malam (26/6/2025) hingga selesai pada Jum’at dini hari (27/7/2025) pukul 04.07 WIB.

Helikopter yang telah purna tugas ini dibongkar secara hati-hati dan teliti di Skatek 024 Lanud Atang Sendjaja, sebelum diangkut menggunakan kendaraan khusus menuju lokasi monumen di Jalan Raya Bogor-Jakarta.

Seluruh proses juga dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait dan perhitungan matang untuk memastikan keamanan dan kelancaran dalam perjalanan.

Kemudian dengan menggunakan alat berat Crane, Helikopter SA-330 Puma diangkat untuk di tempatkan di posisi yang ditentukan dan personel Skatek 024 yang terlibat dengan cermat merakit kembali bagian-bagian Helikopter itu.

Dalam kesempatan penting ini, Danlanud Atang Sendjaja Marsma TNI A. F. Picaulima, S.Sos., bersama Bupati Bogor Bapak Rudy Susmanto, S.Si., ikut memantau langsung proses pemasangan monumen Helikopter tersebut.

“Helikopter SA-330 Puma ini memiliki sejarah panjang dalam mengabdi kepada negara, dan kini menjadi kebanggaan karena merupakan bagian dari Landscape Kabupaten Bogor,” kata Danlanud disela-sela proses pemasangan.

Danlanud juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang terlibat dalam keberhasilan pemindahan dan pemasangan monumen Helikopter SA-330 Puma di Jalan Raya Bogor-Jakarta.

Proses pemindahan dan pemasangan monumen berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara personel Skatek 024, pihak Lanud Atang Sendjaja, dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Monumen pertama bagi Helikopter SA-330 Puma yang ada di Indonesia ini juga menjadi wujud dalam menjaga dan melestarikan sejarah alutsista TNI AU sekaligus diharapkan dapat menjadi sarana edukasi kedirgantaraan, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat patriotisme di kalangan masyarakat.

  ⍟
TNI AU  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...