Senin, 15 September 2025

PT DI Produksi Dua Helikopter VIP H225M

 ⍟ Untuk TNI Helikopter VIP H225M hasil kolaborasi PT Dirgantara Indonesia dan Airbus. (Dok. Tim Media Menhan SS)

PT Dirgantara Indonesia (DI) berkolaborasi dengan perusahaan kedirgantaraan asal Prancis, Airbus, sedang memproduksi dua helikopter VIP H225M untuk TNI.

Helikopter tersebut telah diuji coba Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (15/9).

Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan mengatakan, dua helikopter VIP H225M nantinya akan di bawah operasi TNI Angkatan Udara.

Komando pengendalian di TNI. Kami akan delivery dua unit,” ujar Gita kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin.

Gita mengatakan, pembangunan dua helikopter itu diupayakan bisa rampung tahun ini.

Rencananya, dua helikopter itu akan memperkuat Skadron Udara 8 di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Atang Sendjaja, Bogor, dengan prioritas utama pada operasi udara khusus dan dukungan misi kenegaraan.

Helikopter dengan no H-2214 nantinya di bawah operasi TNI AU. (Dok. Tim Media Menhan SS)

Adapun helikopter H225M yang ditinjau Menhan Sjafrie merupakan bagian dari program Blue Book 2014–2019, hasil kerja sama antara PT DI dan Airbus.

Dengan kemampuan multifungsi mulai dari transportasi pejabat tinggi, dukungan misi kenegaraan, hingga operasi udara khusus, H225M dirancang untuk memperkuat fleksibilitas dan daya jangkau TNI AU dalam menghadapi tantangan operasional masa kini.

Nilai kontrak pengadaan mencapai puluhan juta Euro yang mencakup dua helikopter, airborne kit, dukungan logistik terpadu (ILS), publikasi teknis, serta pelatihan intensif bagi kru udara dan darat. Setiap unit dilengkapi garansi 24 bulan atau 1.200 jam terbang, menjamin keandalan dan pemeliharaan jangka menengah.

Jika sudah siap terbang, helikopter ini bisa langsung terhubung dengan markas di bawah dan digunakan untuk kepentingan TNI serta Kementerian Pertahanan,” ujar Menhan Sjafrie.

Sebelumnya, pemerintah menyerahkan delapan helikopter H225M buatan Airbus kepada TNI AU pada 2023. Delapan helikopter itu telah melalui proses re-assembly.

Gita memastikan, dua helikopter VIP H225M memiliki teknologi terbaru dibanding delapan helikopter sebelumnya. (nma)

  ⍟
IDM  

Peru Menangkap Pelaku Penembakan Diplomat RI Zetro Leonardo

  Motif belum diketahui Aparat keamanan Peru menangkap lima tersangka terkait penembakan yang menewaskan staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba. (X/@PoliciaPeru)

Polisi Peru telah menangkap pelaku penembakan staf Kedutaan Besar Indonesia di Lima, Zetro Leonardo Purba. Para pelaku disebut sebagai anggota geng kriminal Los Maleantes del Cono.

Mengutip laman X Kepolisian Peru, tampang para pelaku diungkap di media sosial.

Sebelumnya, penangkapan dilakukan pada 9 September. Dalam aksi tersebut, Kepolisian Nasional Peru juga menyita pistol yang diduga digunakan untuk menembak Zetro.

Stasiun TV Canal N melaporkan, ahli menyimpulkan bahwa peluru dari senjata yang disita identik dengan peluru yang ditemukan di tubuh korban dan lokasi kejadian. Salah satu dari lima tersangka diketahui sebagai pemilik sepeda motor yang diduga digunakan dalam serangan terhadap diplomat tersebut.

"Di distrik San Martin de Porres (Lima), setelah operasi intelijen, Polisi menangkap terduga anggota geng kriminal 'Los Maleantes del Cono'. Sebuah pistol berisi peluru, lima bahan peledak, dan sekring sepanjang 15 meter disita, narkoba, 10 ponsel, dan sebuah sepeda motor juga disita," tulis polisi Peru.

Sebagaimana diketahui, korban diserang para pembunuh bayaran di pintu masuk gedung apartemennya di Distrik Lince, Lima, ketika ia baru tiba dengan sepeda. Polisi belum mengungkap secara rinci motif di balik pembunuhan tersebut.

"Keadaan dan motif di balik viktimisasi orang ini belum diketahui, tetapi kemungkinan pembunuhan bayaran tidak dapat dikesampingkan," ujar Komisaris Kantor Polisi Lince, David Guivar, kepada stasiun TV Peru. (sef/sef)

  👹 
CNBC  

Dua Pria Australia Ditangkap Atas Tuduhan Memasok Senjata Api ke TPNPB-OPM

Salah seorang pria ditangkap kepolisian Australia atas tuduhan memasok senjata api ke TPNPB-OPM. (BBC)

Kepolisian Australia menangkap dan mendakwa dua pria asal Australia yang diduga memasok senjata api dan peralatan militer dari Australia ke Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), kelompok di balik peristiwa penculikan pilot Selandia Baru bernama Phillip Mehrtens.

Mehrtens disandera pada Februari 2023 setelah mendaratkan pesawat kecil di Bandara Paro, Papua Barat. Dia ditawan selama 592 hari, lalu dibebaskan pada September tahun lalu.

Melalui penyelidikan antiterorisme selama dua tahun, aparat Australia dan Selandia Baru mengklaim menemukan bukti yang diduga menghubungkan seorang pria dari Negara Bagian Queensland dan seorang pria dari Negara Bagian New South Wales dengan aktivitas perdagangan senjata.

Kedua pria itu menghadapi berbagai tuduhan, termasuk konspirasi mengekspor senjata dan suku cadang senjata api, penyediaan senjata secara ilegal, dan konspirasi untuk mengekspor barang Tingkat 2, yang ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara.

Namun, juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menegaskan pihaknya tidak pernah menerima senjata dari warga Australia.

  Apa saja barang yang disita? 
Salah satu barang yang disita Kepolisian Federal Australia dari kedua pria. (Kepolisian Federal Australia)
Investigasi internasional ini dipimpin oleh Tim Gabungan Antiterorisme Queensland, yang terdiri dari Kepolisian Federal Australia (AFP), Kepolisian Queensland (QPS), dan Organisasi Intelijen Keamanan Australia, bekerja sama dengan Kepolisian Selandia Baru.

Kedua pria tersebut ditangkap setelah aparat mendapat surat perintah penggeledahan untuk merazia rumah mereka pada November 2024. Di sana, aparat Australia mengklaim menyita beberapa barang, termasuk 13,6 kilogram logam merkuri.

Pria yang bermukim di Queensland juga didakwa memiliki bahan peledak tanpa izin.

Adapun pria yang bermukim di New South Wales menghadapi dakwaan konspirasi mengekspor senjata dan suku cadang senjata api, penyediaan senjata ilegal, dan kepemilikan zat yang dikendalikan.

Kedua pria tersebut telah dibebaskan dengan jaminan dan dijadwalkan hadir di Pengadilan Magistrat Brisbane pada 17 Oktober.

  Apa komentar aparat Australia? 
Asisten Komisaris Kepolisian Federal Australia (AFP), Stephen Nutt, mengatakan bahwa pihaknya "tidak menoleransi segala bentuk kekerasan atau kejahatan senjata api".

"Siapa pun yang terlibat dalam perdagangan senjata ilegal dari Australia dengan tujuan menyerahkannya ke tangan kelompok internasional harus diperingatkan — AFP dan mitra kami berdedikasi untuk mencegah perdagangan senjata ilegal," ujarnya sebagaimana dikutip media ABC Australia.

Pejabat Asisten Komisaris Kepolisian Negara Bagian Queensland, Heath Hutchings, mengatakan bahwa investigasi tersebut dimungkinkan berkat kemitraan lokal, nasional, dan internasional.

"Operasi ini mengirimkan pesan yang jelas: mereka yang mencari keuntungan dari perdagangan senjata api ilegal akan diidentifikasi dan dituntut," ujarnya.

Pejabat Wakil Komisaris Kepolisian Selandia Baru, Mike Pannett, mengakui kompleksitas investigasi lintas batas dan pentingnya kerja sama.

"Meskipun kami senang Mehrtens dibebaskan dan dapat kembali ke keluarganya, bekerja sama dengan kepolisian Australia merupakan bagian penting dalam melindungi komunitas kami di Selandia Baru," ujarnya.

  Apa komentar TPNPB? 
Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyanggah pernyataan bahwa kedua pria yang ditangkap di Australia memasok senjata ke TPNPB.

"TPNPB di Komando Nasional mempunyai protokol. Jadi kami di Manajemen Pengendali Markas Pusat belum pernah terima senjata dari warga negara Australia. Jadi kami anggap tuduhan itu tidak berdasar. Karena kami secara official belum ketahui tentang bantuan senjata dari warga negara Australia," sebutnya dalam pesan kepada wartawan.

  💣 
BBC  

Minggu, 14 September 2025

F-16 dan F-15 Latih Misi Dukungan Udara Presisi Tinggi di Riau

💥  Latma Cope West 2025F-16 TS-1603 eMLU TNI AU latihan bersama Cope West 2025 (Dispenau)

Pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara bersama F-15 Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) sukses melaksanakan latihan misi serangan udara presisi dalam skenario Close Air Support (CAS) di Air Weapon Range Siabu, Kampar, Riau, Kamis (11/9/2025).

Latihan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan Cope West 2025, yang fokus pada peningkatan interoperabilitas dan kemampuan tempur antara kedua angkatan udara.

Latihan CAS ini menguji kecepatan, ketepatan, serta koordinasi antara unsur udara dengan pasukan darat yang berada di garis depan.

Pesawat F-16 TNI AU melaksanakan serangan awal terhadap sasaran permukaan, sementara F-15 USAF melanjutkan dengan menghantam target strategis lainnya.

Seluruh rangkaian manuver dilakukan dengan tingkat kehati-hatian tinggi untuk memastikan keselamatan pasukan sendiri di sekitar area operasi.

Kolonel Pnb Bambang Apriyanto, S.T., Danwing Udara 3 yang juga bertindak sebagai Direktur Latihan Cope West 2025 dari TNI AU, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti keseriusan kedua angkatan udara dalam membangun kemampuan tempur yang profesional.

Latihan CAS hari ini menunjukkan pentingnya koordinasi yang solid antara unsur udara dan darat. Keberhasilan skenario ini akan menjadi modal besar bagi peningkatan kesiapan tempur bersama di masa depan,” ujarnya.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.OAS., selaku tuan rumah, mengungkapkan apresiasi atas kelancaran latihan yang berlangsung di wilayahnya.

Kami merasa bangga Lanud Roesmin Nurjadin dapat mendukung pelaksanaan Cope West 2025. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan prajurit TNI AU, tetapi juga mempererat hubungan kerja sama dengan mitra strategis kami dari USAF,” ungkap Danlanud.

Melalui latihan bersama yang menuntut profesionalisme tinggi ini, TNI AU dan USAF menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas kawasan serta membangun kepercayaan strategis di tingkat internasional.

Keberhasilan skenario CAS di Air Weapon Range Siabu menjadi bukti kesiapan kedua angkatan udara menghadapi tantangan operasi modern, sekaligus mempertegas peran Cope West 2025 sebagai ajang penting mempererat persahabatan dan sinergi pertahanan kedua negara.

  💥
TNI AU  

[Video] KRI Brawijaya 320

 🎥 Diposkan TNI AL MPCS KRI BWJ 320 kapal pertama OPV/PPA pesanan TNI AL. (Dispenal)

KRI Brawijaya, Kapal Tempur Serbaguna/Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) pertama milik Angkatan Laut Indonesia (TNI AL), telah tiba di Indonesia setelah pelayaran enam minggu dari Italia.

Kapal ini kini menjadi kapal tempur permukaan utama terbesar dan tercanggih di Indonesia.

Kapal tersebut, yang awalnya dibangun untuk Angkatan Laut Italia, berangkat dari La Spezia, Italia, pada tanggal 29 Juli, berlayar melalui Mediterania, Terusan Suez, Laut Arab, dan Samudra Hindia sebelum tiba di Pangkalan Angkatan Laut Lampung di ujung selatan Pulau Sumatra melalui Selat Sunda.

Sepanjang perjalanan, kapal singgah di Turki, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Sri Lanka, menunjukkan ambisi Indonesia untuk mengembangkan kemitraan maritim di berbagai wilayah maritim utama.

Dalam perjalanannya, KRI Brawijaya melakukan latihan gabungan dengan fregat FREMM Angkatan Laut Mesir, ENS Tahya Misr (FFG 1001), dan korvet TNI AL kelas Diponegoro (SIGMA 9113), KRI Sultan Iskandar Muda (367), di Laut Mediterania.

Kapal tersebut juga melakukan latihan gabungan dengan kapal perusak perang udara kelas Andrea Doria milik Angkatan Laut Italia, ITS Caio Duilio (D 554), di dekat Laut Merah, serta korvet kelas Gowind milik UEA, UAEN Bani Yas (P110) di Laut Arab. Latihan ini mencakup simulasi pertahanan udara, peperangan elektronik, dan pengisian bahan bakar di laut.

KRI Brawijaya-320 dipersenjatai meriam utama Leonardo 127/64 LW, Sovraponte 76/62, kanon 25 KBA, dan nantinya akan dilengkapi rudal ASTER 15/30 melalui Launcher VLS SYLVER A50, peluru kendali Otomat Teseo MK2, hingga sistem torpedo Eurotrop A244S Mod.3.

Dengan kelengkapan tersebut, KRI Brawijaya memiliki kemampuan penuh untuk peperangan anti udara, anti permukaan, anti kapal selam, hingga peperangan elektronika.

  Video dari Youtube : 


  🎥  Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...