Senin, 08 Juni 2026

Batam Sambut Delegasi Militer 19 Negara

 Intip Industri Galangan Kapal Nasional https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1UCNN7HPJU9LXLNSAWdqzQXtFQUZDwRkrtJZPl3hPt-pXc9-TijEGg1vq5d2ebRyfeX7Up7-G7mjmx8oU_uIEVeCkMncUF_UFeVQNjEZJyQM9zIbe1V6uN2uIXPcjg5PkzEaaJaBo0DFPONnqFIJVzlW_mpZLtRYsPfkUFp2qr39p6ckSB2tbjEDaWsw/s1280/FB_IMG_1776743894473.jpgIlustrasi Galangan kapal di Batam (Aselsan)

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota (Walkot) Batam Li Claudia Chandra menerima kunjungan kehormatan 22 atase pertahanan yang berasal dari 19 negara sahabat dalam rangkaian Defence Attache Tour 2026 di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan itu menjadi momentum untuk mengenalkan posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, pusat investasi, serta wilayah perbatasan yang berperan penting dalam mendukung stabilitas dan kerja sama.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) itu juga merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan perkembangan industri pertahanan nasional, khususnya sektor galangan kapal.

Adapun negara yang berpartisipasi adalah Rusia, Brunei Darussalam, Prancis, Selandia Baru, Inggris, Kenya, Laos, Pakistan, Jepang, Myanmar, Jerman, Polandia, Uni Emirat Arab, Serbia, China, Yordania, Australia, dan Maroko. Li Claudia Chandra pun mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Batam sebagai salah satu tujuan kunjungan para atase pertahanan negara sahabat.

Li Claudia menjelaskan, Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi tersebut menjadikan aspek keamanan sebagai faktor penting dalam mendukung pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah.

 Stabilitas dan keamanan kawasan

Kepala Delegasi Kemenhan Troy Hutagalung mengatakan, pihaknya mendampingi 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat yang mengikuti program tersebut.

Troy menjelaskan, para atase pertahanan memiliki peran penting sebagai mitra bilateral dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Oleh karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan kemampuan industri pertahanan nasional, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarnegara. (ADV)

   Kompas  

Minggu, 07 Juni 2026

Delegasi Dewan Pertahanan Nasional Kunjungi Airbase AFB 123 Di Orléans Bricy Prancis

  Pelajari Sistem MRO Terintegrasi A (DPN)
Sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan dan kerja sama di bidang pertahanan, Delegasi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) mengunjungi Airbase AFB 123 Orléans–Bricy, Prancis, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi tim DPN untuk melihat angsung bagaimana Angkatan Udara Prancis mengelola sistem Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) terintegrasi untuk armada pesawat angkut A400M, yang dikenal dengan kemampuan misi jarak jauh dan mobilitas tinggi.

Dalam sesi kunjungan, delegasi yang dipimpin oleh Deputi Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., disambut hangat oleh jajaran Airbase dan mendapatkan penjelasan mendalam mengenai sistem pemeliharaan berbasis teknologi serta kemitraan antara militer Prancis dan Airbus Defence & Space.

Melalui kunjungan ini, DPN berharap dapat mengambil pembelajaran penting dari praktik terbaik yang diterapkan Prancis dalam memastikan kesiapan operasional armadanya.

Pendekatan MRO yang terpusat dan kolaboratif dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia sebagai langkah meningkatkan efisiensi dan kemandirian dalam pemeliharaan alutsista.

Selain memperkuat hubungan diplomatik di sektor pertahanan, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama baru, terutama dalam aspek pengembangan industri dan transfer teknologi antara kedua negara.

  🤝 
DPN  

Sabtu, 06 Juni 2026

Menhan Sjafrie ke Jepang

  Incar kapal perusak Asagiri class https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTqq41-r_k5a4W6HUWdiw4N2BAe5O1nsMOeh57sd3RLexks-wM-0Boj0vjiodJNkzGTEjPXw12YLMQgCIt_Eh_17jGgVejEWGrLvPCqm23VpM_ZK0HhkjuXatss6kRQaE7d-xUbtYUPHlXVoq7rctmdzHMDZdtEpUVbpPGasZgn9uCk-RgZR1lvBnc7Ab_/s1280/IMG_0623.jpegIlustrasi kapal perusak Asagiri class (Wikipedia)

Menteri Pertahanan (Menhan) Shinjiro Koizumi mengadakan pertemuan dengan Menhan Republik Indonesia Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin yang sedang berkunjung ke Tokyo, Jepang, Jumat (5/6/2026). Menteri Koizumi menyampaikan apresiasinya kembali atas keramahan Indonesia selama kunjungannya ke Indonesia pada Mei 2026.

Dia menyatakan niatnya untuk lebih memperkuat kerja sama pertahanan bilateral di bawah Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan (DCA) yang ditandatangani pada kesempatan kunjungan tersebut. Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan Jepang, Menhan Sjafrie menyatakan persetujuannya untuk meneken DCA.

Dalam siaran tersebut, kedua Menhan saling menyambut baik kemajuan diskusi dalam kelompok kerja, yang mereka putuskan untuk dibentuk pada pertemuan menteri di Jakarta pada Mei lalu, di bawah sistem transfer peralatan dan teknologi pertahanan yang telah direvisi.

Dengan mempertimbangkan diskusi tersebut, Menhan RI menyatakan niatnya untuk mewujudkan kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan, termasuk transfer kapal perusak (destroyer) kelas Asagiri dan peralatan lainnya.

Kedua Menhan mencapai konsensus untuk memulai diskusi dalam kelompok kerja, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan, pemeliharaan dan keberlanjutan, serta aspek operasional.

Baik Khoizumi dah Sjafrie juga mengadakan diskusi luas mengenai situasi regional, termasuk perkembangan di Timur Tengah, dan sepakat untuk lebih memperkuat kerja sama antara kedua negara.

Dalam pertemuan itu juga diteken Defence Cooperation Agreement (DCA) untuk meningkatkan kerja sama pertahanan antara RI dan Jepang. Koizumi menyampaikan, pihaknya berhasil menyepakati, menandatangani, dan mengumumkan secara resmi kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan Jepang-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Sebelumnya, Menhan Sjafrie menyampaikan, kerja sama di bidang industri pertahanan dengan Jepang merupakan langkah strategis bagi RI. Hal itu karena akan berdampak pada penguatan industri pertahanan dalam negeri. Dia menilai, Jepang memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang teknologi pertahanan, terutama di bidang pengembangan alutsista.

"Kami berdua sudah sepakat untuk mendorong kerja sama secara substantif di bidang industri pertahanan dan juga di bidang pembangunan pengawakan dari personel-personel antara kedua negara Indonesia dan Jepang dengan memperhatikan kepentingan nasional masing-masing," kata Sjafrie.

   Republika  

Jumat, 05 Juni 2026

Indonesia Memajukan Perdagangan dan Kerjasama Strategis dengan Turkiye

Berupaya mencapai volume perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP4R842OujwJuHkKS2ttAdH03sniJCkc7u4s6Z4pHT7kTUkfQGVE5jqFgooMSpiMEYWCip0lm3j6_TTA0cDlraOFGVGBAaw3A8MWadzQyGfBD2lK9xsSY2U_vnybZexCNN2Lau5FcsFfuMZrdTv-3q5Gi48M_fC_lRghVjnVVEmWYWZgALTyyVGjF2N3MQ/s1920/INFOGRAFIK_Jet_Tempur_KAAN_Turki_Jaga_Langit_RI-2025_06_15-16_33_22_ac050a7345219e333b6c3c8d9d6547a2.jpgInfografis pesawat generasi kelima KAAN Turkiye (Katadata)

Menteri Luar Negeri Turkiye, Hasan Fidan, mengatakan Ankara dan Jakarta siap untuk mengejar kerja sama yang lebih konkret di sektor-sektor kunci kedua negara. Pada hari Rabu bahwa pertemuannya di Indonesia sangat produktif, mencakup berbagai isu mulai dari kerja sama pertahanan dan energi hingga kecerdasan buatan dan industri makanan halal.

Dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosial NSosyal setelah kunjungan resminya, Fidan mencatat bahwa diskusi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono berfokus pada kerja sama yang sedang berlangsung dan inisiatif bersama di masa depan antara kedua negara.

Setelah kunjungan kami ke Singapura, pertemuan hari ini di mitra strategis kami, Indonesia, sangat produktif dalam hal memajukan agenda multidimensional kami,” kata Fidan.

Menurut Fidan, pembicaraan tersebut membahas kerja sama di bidang industri pertahanan, transportasi, energi, kecerdasan buatan, dan sektor makanan halal, serta langkah-langkah yang dapat lebih memperkuat hubungan bilateral.

Ia mengatakan kedua belah pihak juga meninjau proyek-proyek yang bertujuan untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS yang ditetapkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan Presiden Prabowo Subianto.

Kami mengevaluasi secara detail proyek-proyek yang akan membantu kami mencapai target volume perdagangan sebesar 10 miliar dolar AS,” kata Fidan, menambahkan bahwa visi yang ditunjukkan oleh kedua pemerintah menunjukkan kesiapan mereka untuk mengejar kerja sama yang lebih konkret dan efektif di masa mendatang.

Pada April 2025, Presiden Erdoğan mencatat bahwa mereka membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan volume perdagangan hingga mencapai target 10 miliar dolar AS secara seimbang dan saling menguntungkan dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Indonesia, Prabowo Subianto, di mana kedua pemimpin berjanji untuk lebih meningkatkan kerja sama.

Sementara itu, Subianto memuji peran Ankara dalam urusan regional dan mengatakan Indonesia ingin ikut serta dalam proyek KAAN dan kapal selam.

Saya mengundang perusahaan-perusahaan Turki untuk berinvestasi. Sebagai pemimpin Global Selatan dan mitra strategis, Indonesia dan Turki harus memikul tanggung jawab untuk membentuk tatanan global baru,” katanya, dan menambahkan, “Indonesia tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek KAAN dan kapal selam.

Diskusi tersebut juga mencakup isu-isu regional dan internasional, khususnya perkembangan di Timur Tengah dan dinamika strategis yang berkembang di kawasan Asia-Pasifik.

Fidan mengatakan kedua pihak bertukar pandangan tentang berbagai isu global dan menegaskan kembali koordinasi erat mereka dalam masalah Palestina.

Ia menekankan bahwa Turki dan Indonesia akan melanjutkan kerja sama intensif mereka sebagai dua negara sahabat yang berbagi nilai dan tujuan yang sama.

  Daily Sabah 

Delegasi Vietnam Kunjungi Pindad

♞ Tingkatkan wawasan pertahanan(Pindad)

Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto beserta jajaran menerima kunjungan Vietnam People’s Army Ground Force pada Kamis, 4 Juni 2026, di Auditorium PT Pindad, Bandung. Kunjungan ini dipimpin oleh Director of Military Ordnance Department/General Department of Logistics and Technical, Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen beserta jajaran dan perwakilan dari TNI AD.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka dan mengeksplorasi peluang kerja sama yang lebih luas dengan PT Pindad, khususnya dalam kaitannya dengan Kementerian Pertahanan dan Indhan Indonesia. Delegasi Vietnam berharap untuk dapat membangun kemitraan lebih erat di sektor industri pertahanan antara Vietnam dan Indonesia secara berkelanjutan.

Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto menyambut hangat kunjungan Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen beserta delegasi. Beliau menyampaikan PT Pindad terbuka untuk segala diskusi, masukan dan meningkatkan hubungan baik yang sudah terjalin sebelumnya.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk menyambut Vietnam People’s Army Ground Force pada acara khusus ini. Kami berharap kunjungan hari ini dapat memberikan wawasan yang berarti tentang kemampuan, proses produksi, dan kontribusi kami untuk industri pertahanan nasional dan global. Kami juga berharap dapat memperluas pengetahuan dan belajar dari perspektif Anda," jelas Budhiarto.

Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen menyampaikan apresiasi atas sambutan yang telah diberikan oleh PT Pindad. Beliau berharap untuk dapat mengeksplor kesempatan untuk bekerja sama dengan PT Pindad sebagai industri pertahanan dan keamanan Indonesia.

Dalam kunjungan ini, kami melihat Pindad meruapakan perusahaan strategis yang memproduksi senjata, munisi dan kapabilitas industri pertahanan dengan produk yang beragam. Kami ingin meninjau kemampuan Pindad dan menjalin kerja sama yang berkelanjutan. Selain itu, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas keramahan Anda serta undangan yang telah diberikan kepada kami,” Jelas Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen.

Setelah mendengarkan penjelasan mengenai profil dan produk, Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen beserta delegasi meninjau fasilitas kendaraan khusus dan display senjata PT Pindad.
 

  Pindad  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...