Senin, 02 Juli 2012

Kemhan RI Pastikan Beli Tank Jerman

Leopard 2A4
Jakarta - Kementerian Pertahanan Indonesia memastikan membeli tank berat (Main Battle Tank) Leopard dari Jerman sebanyak 100 unit dalam rangka modernisasi alutsista TNI Angkatan Darat. Rencana semula tank berat Leopard akan dibeli dari Belanda.

"Khusus TNI AD, kita telah putuskan membeli tank berat leopard dari Jerman dengan pertimbangan memperoleh kepastian waktu dan target dari volume peralatan militer yang kita perlukan," kata Wamenhan Sjafrie Syamsuddin kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/7).

Menurut Wamenhan, rencana pembelian MBT Leopard dari Belanda dihentikan sehingga fokus pembelian tank yang berasal dari Jerman tersebut berjalan lancar.

Dijelaskan Sjafrie, alokasi anggaran sebesar 280 juta dolar AS, yang diperlukan diproses berdasarkan alokasi pinjaman luar negeri, dimana prosesnya melalui green book maupun blue book baik dari Bapennas maupun Kementerian Keuangan.

"Saat ini proses dilakukan secara akselerasi, dan pararel sehingga dalam waktu satu minggu kita akan segera memperoleh kepastian-kepastian dari aspek pengadaan dan pembiayaan dan tentu saja diikuti oleh aspek pengawasan yang dilaksanakan oleh tim pencegahan dan penyimpangan pengadaan barang dan jasa dengan melibatkan BPKP, LKTP dan Itjen Kemhan serta Mabes TNI dan angkatan," ungkapnya.

"Jumlah yang diinginkan dalam pengadaan tank ini kurang lebih 100 unit, dari jumlah tersebut, kita inginkan 15 unit sudah berada di Indonesia pada Oktober 2012," terangnya.

Dia menambahkan pertimbangan pembelian Main Battle Tank Leopard dari Belanda tidak diteruskan karena faktor kepastian waktu dan kepastian proses yang diperlukan tidak satupun ditanggapi pihak Belanda.

Terkait keinginan Kemhan agar 15 unit tank berat Jerman itu sudah berada di Indonesia Oktober 2012, penempatannya menurut Sjafrie sepenuhnya kewenangan Mabes TNI Angkatan Darat.(rm)(Bip)

 Pesanan Tank Leopard dari Jerman Mulai Tiba Oktober

Leopard 2A6 Jerman
Jakarta - Indonesia dipastikan membeli Main Battle Tank (MBT) Leopard dari Jerman. Adapun rencana pembelian MBT dari Belanda dihentikan.

"Kita adakan percepatan sehingga dalam satu minggu kita beroleh kepastian soal pengadaan dan pembiayaan," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Senin (2/7/2012) di Jakarta.

Anggarannya berasal dari APBN sejumlah 280 juta dollar AS dan didapat dari pinjaman luar negeri melalui blue book dan green book. Jumlah yang diinginkan dalam pengadaan alutsista MBT adalah maksimum 100 unit.

Sjafrie menyebutkan, sebanyak 15 unit dijadwalkan sudah ada di Indonesia pada Oktober 2012. Sisanya, masih akan dibahas oleh high level committee yang melaksanakan dan mengendalikan proses modernisasi ini.

"Direncanakan secara bertutur-turut, mulai Oktober akan terus berdatangan Leopard ini dan itu disertai dengan kegiatan transfer teknologi yang dilaksanakan oleh PT Pindad," kata Sjafrie.

MBT tersebut bukan unit yang baru sama sekali, melainkan dalam proses refurbishment, yaitu memodifikasi MBT sesuai kebutuhan Indonesia. Hal serupa dilakukan oleh Singapura saat membeli MBT Leopard.

"Istilah bekas tidak ada. Peralatan militer itu tidak ada istilah bekas. Jadi kita menganut istilah refurbishment," jelasnya.(Kompas)
Bye ... bye Londo ... lagi Krisis ko sombong

Indonesia Bakal Dapat Bantuan Pesawat Militer dari Australia

C-130 TNI AU (Gambar Sinang Aribowo)
Jakarta, Pagi ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertolak ke Australia dalam rangka kunjungan kerja. Sebelum berangkat, SBY mengabarkan bahwa Australia akan memberikan bantuan pesawat jenis Hercules C130 kepada pemerintah Indonesia. Namun, untuk mendapatkannya, Indonesia harus mengeluarkan biaya.

"Sore ini ada agenda yang dihadiri oleh menteri pertahanan kita dan menteri pertahanan Australia tentang pengadaan pesawat Hercules C130 yang kita bahas beberapa saat lalu, yang akan kita adakan dari Australia, dengan format hibah. Tapi tentu ada biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia, jadi sebetulnya setengah hibah, setengah kita beli," ujar SBY di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (2/7/2012).

SBY menjelaskan, Indonesia saat ini tidak lagi menerbangkan pesawat jenis Fokker 27. Oleh karena itu, diperlukan alat transportasi udara dengan muatan yang lebih banyak seperti pesawat transport militer menengah CN295. Selain itu, pengadaan pesawat C130 ini diharapkan bisa menjadi solusi sebagai guna memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Udara (TNI-AU).

"Pesawat udara transport itu, diperlukan policy yang telah kita keluarkan kemarin. Kita tidak menerbangkan lagi Fokker 27 dan kita memerlukan sarana angkut yang lebih banyak lagi. Alhamdulilah program CN295 telah berjalan dan akan menjadi pengganti dari Fokker-27, bahkan dengan kapasitas yang lebih besar. Di samping itu kita juga menghidupkan kembali pesawat C130 dengan sparepart baru, termasuk pengadaan yang akan kita laksanakan dari Australia," jelasnya.

Seperti diketahui, pagi ini SBY bertolak ke Darwin, Australia. Agenda utama kunjungan kerjanya adalah mengikuti pertemuan konsultasi tahunan antara pemerintah RI dan Australia. Selain melakukan evaluasi atas tindak lanjut kesepakatan hasil pertemuan pertama di Bali, fokus pertemuan Presiden SBY dengan PM Julia Gillard adalah peningkatan kerjasama bilateral di bidang ekonomi.

Turut hadir dalam rombongan presiden menuju Australia tersebut, Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Kepala BKPM Chatib Basri, Ketua Kadin Bambang Suryo Sulistio, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, KSAU Marsekal Imam Sufaat, Wamenkum HAM Denny Indrayana dan Kepala BNPB Syamsul Maarif.(mok/mok)(Detik)

 Indonesia Terima Hibah 5 Pesawat C130 dari Australia

Hercules Australia (Foto Airliners,net)
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia akan menerima hibah lima pesawat C130 dari Pemerintah Australia. Penerimaan hibah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Indonesia untuk memperkuat alutsista TNI. Proses hibah ini dilakukan pada kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Darwin, Australia, 2-4 Juli 2012.

"Tetap ada biaya yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia. Jadi sebetulnya setengah hibah, setengah beli," kata Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Presiden melakukan kunjungan kerja ke Darwin, Australia, pada 2-4 Juli 2012. Presiden juga mengatakan, Pemerintah Indonesia akan menghidupkan kembali pesawat C130 dengan suku cadang baru. Terkait pengadaan suku cadang baru, pemerintah akan menggandeng Pemerintah Australia.

Peremajaan C130 ini dipandang penting, terutama setelah Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak menerbangkan pesawat Fokker 27-500 yang salah satu di antaranya jatuh pada 21 Juni 2012. Pada kunjungan kali ini, Pemerintah Indonesia-Australia juga akan membahas kerja sama di bidang penegakan hukum dan keamanan, utamanya dalam menghadapi kejahatan transnasional, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Pemerintah kedua negara juga akan membahas peningkatan kerja sama di bidang ekonomi.(Kompas)

 Indonesia-Australia Tanda Tangani MOU Hibah 4 Hercules

Darwin (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Australia menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) hibah empat pesawat Hercules tipe C-130 H dari Australia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Eris Haryanto dan Panglima Angkatan Bersenjata Australia David Hurley menandatangani MoU tentang hibah pesawat tersebut di RAAF Darwin, Australia, Senin.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan koleganya, Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman hibah yang dilakukan di depan pesawat Hercules yang akan dihibahkan itu.

Dalam sambutannya, Smith mengatakan Australia sudah mendapat persetujuan Amerika Serikat (AS), sebagai produsen pesawat Hercules, untuk menghibahkan ke Indonesia. Ia menambahkan pemberian hibah produk-produk militer asal AS harus seizin negara tersebut.

Menteri Purnomo Yusgiantoro mengatakan hibah pesawat Hercules itu dibutuhkan Indonesia, terutama untuk mendukung operasi-operasi militer bukan perang seperti penanganan bencana.

"Atas nama pemerintah, saya sangat mengapresiasi hal ini," katanya.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, empat pesawat hibah tersebut tidak bisa langsung dibawa pulang karena akan direnovasi terlebih dulu.

Perbaikan, termasuk pengecatan dan penggantian suku cadang, untuk pesawat yang dihibahkan membutuhkan dana sekitar 50 juta dolar Australia. (M041)(Antara)

 HIbah C-130H Hercules Australia Untuk Membantu Patroli Udara

C-130H RAAF
(GM) AUSTRALIA ini menyerahkan dua pesawat C-130 Hercules yang perlu diperbaharui ke Indonesia, untuk meningkatkan kemampuan Jakarta (Indonesia) untuk patroli pemantauan kapal suaka dan membantu dalam keadaan darurat maritim.

C-130H merupakan model yang pertama dari empat pesawat Hercules yang akan diberikan kepada Angkatan Udara Indonesia dalam kondisi siap terbang, Menteri Pertahanan Stephen Smith mengatakan di Darwin.

H-model sedang dihapus oleh Australia, tetapi masih digunakan Coast Guard AS untuk patroli maritim jangka panjang untuk pencarian dan penyelamatan.

RAAF telah diperbaharui armada angkutan berat dengan pembelian enam raksasa C-17 dan C-130J Model terbaru Hercules.

"Kami dalam posisi untuk memesiunkan beberapa C-130Hs kami dan sebagai bagian dari proses itu, kita hibahkan empat ke Indonesia," Smith menambahkan, sumbangan itu "sangat penting" untuk membantu meningkatkan kemampuan logistik udara di Indonesia.

Bantuan Australia untuk Indonesia dalam memerangi penyelundupan manusia, juga termasuk uang untuk membangun 12 pos polisi baru di provinsi pesisir dan dua kapal patroli perairan pantai kecil untuk digunakan oleh polisi laut Indonesia.

Julia Gillard dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bertemu di Darwin hari ini sebagai bagian dari kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara.

Pembicaraan bilateral lainnya akan diselenggarakan antara Bapak Smith dan rekannya Purnomo Yusgiantoro di mana isu para pencari suaka akan dibahas.

"Ini adalah proyek yang kami kerjakan selama beberapa tahun terakhir sampai sekarang yang melibatkan Australia, Amerika Serikat dan Indonesia," kata Smith.

"Kami tentu saja harus menerima persetujuan hibah C-130 dari Amerika Serikat."(the Australian)

Resimen Kavaleri 1 Marinir Laksanakan Latihan LSD II

Kendaraan Tempur Tankfib PT76 saat persiapan latihan menembak sasaran

Komandan Resimen Kavaleri-1 Marinir Kolonel Marinir Sarjito membuka Latihan Satuan Dasar (LSD) II Menkav-1 Mar di Pusat Latihan Tempur Marinir Baluran Karang Tekok, Jum’at (29/6)

LSD II Menkav-1 Mar bertujuan memelihara dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis dan taktis satuan tingkat peleton unsur Menkav -1 mar sesuai fungsi dan jabatannya, sedangkan sasaran yang diharapkan adalah menjadikan satuan tingkat peleton dalam unsur Menkav -1 Mar mempunyai kemampuan kerja sama yang baik dan kemampuan teknis dan taktis sesuai fungsi dan jabatannya.

Penyelenggaraan latihan LSD II untuk meningkatkan profesional pengawak materiil (kru ranpur) dalam rangka menghadapi latihan Armada Jaya ke XXXI Tahun2012 dan Latgab TNI Th. 2013.

Latihan ini dilaksanakan secara parsial, tahap laut dilaksanakan di dermaga Ujung Surabaya sedangkan tahap darat dilaksanakan di Puslatpur Baluran Karang tekok yang berlangsung mulai tanggal 28 Juni hingga 01 Juli 2012.(Marinir)

Dispenkormar@2012

Penembakan Patroli TNI di Papua

 Polisi Cari Proyektil di Lokasi Penembakan Iring-iringan TNI di Papua

Jakarta Polisi terus bekerja keras mengungkap dan mengejar pelaku penembakan terhadap iring-iringan kendaraan patroli Komandan Batalyon 431 Kostrad, Letkol (Inf) Indarto. Polisi tidak menemukan proyektil dari korban saat baku tembak antara Danyon dan kelompok separatis terjadi.

"Aparat kepolisian sedang bekerja keras, sekarang anggota masih ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) karena dari korban tidak ditemukan proyektilnya. Jadi kita sedang mencari proyektilnya," kata Kapolri, Jenderal Timur Pradopo, usai melantik Perwira Menengah dan Tinggi, di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Senin (2/7/2012).

Menurut Timur, pihaknya tetap mengedepankan upaya persuasif dalam meredam ketegangan di Papua. "Untuk pembinaan wilayahnya termasuk masyarakatnya sehingga apapun yang terjadi di sana kemudian informasi-informasi apapun akan kami tindak lanjuti," terang Timur.

Polda Papua sampai saat ini masih terus mengembangkan kasus penembakan dari beberapa tersangka yang telah ditangkap sebelumnya, termasuk mengejar pelaku penembakan yang belum tertangkap.

"Terus kita tindak lanjuti termasuk yang sekarang sedang ada di pemeriksaan polisi, kita kembangkan saksi-saksi, olah tkp termasuk beberapa target yang memang belum kita tangkap," ujarnya.

Sebelumnya, Iring-iringan mobil Danyon 431 Kostrad, Letkol (Inf) Indarto, ditembaki kelompok orang tidak dikenal sekitar pukul 08.45 WIT, Minggu (1/7) kemarin. Akibat tembakan tersebut, kaca kanan di bagian kursi sopir pecah dan mengenai juru kemudi kendaraan dinas Danyon. Seorang kepala kampung Sawia, Yohanes Yanufrom, juga tewas tertembak saat berada 200 meter di belakang Danyon.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Erwin Safitri menduga pelaku penembakan adalah kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Lambert Peukikir, yang kerap beroperasi di wilayah Keroom, Papua.(ahy/mpr)(Detik)

 Pelaku Penembakan Kepala Kampung di Papua Diketahui

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen Marciano Norman mengatakan, aparat penegak hukum telah mengetahui pelaku penghadangan dan penembakan terhadap mobil yang ditumpangi Komandan Batalyon 431 Komando Cadangan Strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kostrad) Letkol Indarto di Distrik Arso Timur, Keerom, Papua.

Aksi baku tembak anggota Kostrad dan pelaku penembakan menyebabkan Kepala Kampung Sawytami, Johanes Yanufrom (30), yang kebetulan melintas di daerah tersebut tewas tertembak.

"Mereka lari ke daerah perbatasan. Kita perkirakan mereka itu kelompok yang memang ada di perbatasan. Jadi itu bagus. Dalam arti, pengelompokan sudah semakin terarah sehingga operasi yang dilakukan lebih mudah," kata Marciano kepada para wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Kendati demikian, sambung Marciano, intelijen tetap melakukan pendalaman mengenai kemungkinan adanya pihak-pihak lain, termasuk asing, yang turut terlibat dalam aksi kekerasan di Papua.

Ditambahkan, Pemerintah Indonesia terus mengimbau kepada masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan di Papua. Marciano menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat Papua dalam menjaga stabilitas di Bumi Cenderawasih.

"Untuk mereka yang turun ke jalan (separatis), pintu NKRI selalu terbuka," katanya.

Terkait insiden penghadangan dan penembakan, Panglima Komando Daerah Militer XVII Cenderawasih Mayor Jenderal Erwin Syafitri menduga hal tersebut dilakukan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin Lambert Peukikir. Namun, Ketua Dewan Adat Keerom Hubert Kwambre meragukan bahwa penembak Johanes adalah anggota OPM.

"Mereka pasti mengenalnya. Ia adalah kepala kampung. Apalagi saat itu Johanes juga tidak pakai helm," katanya.

Hubert bersama beberapa tokoh di Keerom akan membentuk tim untuk menginvestigasi kasus itu. Namun, aktivis hak asasi manusia di Keerom, John Jonga, mengatakan, "Tak tahu siapa yang menembak Johanes." Johanes baru tiga bulan menjadi kepala kampung.(Kompas)

 Kapolda Papua: Tidak Ada Tambahan Pasukan di Keerom

Kapolda Papua: Tidak Ada Tambuhan Pasukan di Keerom
Brimob, Polri.
REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kapolda Papua Irjen Pol Bigman Lumban Tobing menyatakan tidak ada penambahan pasukan di Kabupaten Keerom menyusul aksi penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata yang menamakan diri Operasi Papua Merdeka pimpinan Lambertus Pekikir pada Minggu (1/7) pagi.

"Tidak ada penambahan, Brimob juga tidak ada," katanya kepada pers di Jayapura, Papua, Senin.

Ia mengatakan, penambahan pasukan saat ini tidak diperlukan karena pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI yang bertugas di Keerom untuk melakukan penyisiran ataupun pengejaran kelompok Lambertus Pekikir. "Kita sudah berkoordinasi dengan TNI terkait masalah itu," katanya.

Lebih lanjut, jenderal bintang dua ini katakan bahwa penambahan pasukan hanya akan memberikan rasa khawatir dan takut bagi warga yang ada di Kabupaten Keerom, sehingga hal itu menurut dia tidak diperlukan. "Jika ada penambahan, masyarakat bisa merasa was-was, ini ada apa?," katanya dengan nada bertanya.

Menurut dia, saat ini pihaknya telah menginventarisir para pelaku penembakan di Kabupaten Keerom pada Minggu (1/7) pagi kemarin. Sehingga pihaknya bersama TNI akan segera meringkus kelompok bersenjata yang menembak rombongan Danyonif 431 dan menewaskan kepala kampung Sawi Tami, Johanes Yanafrom (30).

"Kita mau ringkus nih, kita mau gulung ini semua. TNI sudah sepakat bersama kita, karena hal itu tidak dibiarkan lagi dan kita telah tahu," katanya.(Republika)

90 personel Kopassus tiba di China

Jinan (ANTARA News) - Sekitar 90 personel Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) tiba di Jinan, Ibukota Propinsi Shandong, China, untuk melakukan latihan bersama dengan pasukan khusus China.

Ke-90 personel korps baret merah itu tiba di Jinan Internasional Aiport dengan menggunakan pesawat Hercules 9-130 dari Skadron Udara 32 TNI Angkatan Udara.

Atase Pertahanan Kedubes RI di China Kolonel (Lek) Surya Margono kepada ANTARA, di Jinan, Senin mengatakan latihan bersama Kopassus dengan Komando Pasukan Khusus China akan dibuka resmi pada Selasa (3/7).

"Ini merupakan latihan bersama yang kedua kali yang digelar oleh Kopassus dan Komando Pasukan Khusus China," katanya.

Latihan bersama pasukan khusus dua negara kali pertama digelar pada Juni 2011 di Pusat Pendididkan Kopassus Batujajar, Jawa Barat.

Kegiatan yang bersandikan "Sharp Knife II/2012" itu bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme dari para prajurit pasukan khusus militer kedua negara.

"Prajurit pasukan khusus kedua negara dapat saling bertukar pengalaman, dan keterampilan, kemampuannya, sehingga didapat sebuah bentuk kerja sama pasukan khusus kedua negara yang lebih komprehensif, baik dari segi teknik dan taktik operasional," kata Surya.

Latihan bersama Kopassus dan Komando Pasukan China akan berlangsung hingga Minggu (15/7) di Pangkalan Latihan Terpadu Kodam Jinan, China.(R018*S035)(Antara)

 Pelepasan Kontingen Latma Sharp Knife II/2012

Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya melepas kontingen Kopassus yang akan mengikuti latihan bersama Sharp Knife II/2012 dengan People’s Liberation Army (PLA) Special Force China di lapangan apel Makopassus Cijantung Jakarta Timur, Kamis (28/6).

Latihan bersama tersebut direncanakan akan berlangsung mulai tanggal 1 – 15 Juli 2012 di Markas PLA China. Kontingen Kopassus berkekuatan 85 orang dipimpin komandan kontingen Asisten Intelijen Danjen Kopassus Kolonel Inf Teguh Muji Angkasa. Menurut rencana kontingen akan bertolak ke China tanggal 30 Juni 2012 melalui Bandara Soekarno Hatta.

Danjen Kopassus dalam amanatnya meminta agar setiap peserta latihan bersama senantiasa dapat menjaga harkat dan martabat serta kehormatan satuan maupun bangsa Indonesia dengan menunjukkan semangat dalam latihan .

“Dalam kondisi apapun jangan pernah mengeluh dan patah semangat. Tunjukkan bahwa kita memang prajurit-prajurit pilihan yang mampu mengatasi segala rintangan dan hambatan”, tambah jenderal bintang dua tersebut.

Menutup amanatnya Danjen Kopassus menekankan agar dalam pelaksanaan latihan tetap mengedepankan faktor keamanan, karena keberhasilan latihan tidak hanya diukur pada terlaksananya materi latihan akan tetapi juga berdasar pada parameter yang lain yaitu keamanan baik personel maupun materiil.

Tampak hadir adalam acara pelepasan tersebut sejumlah pejabat teras Kopassus seperti Inspektur Kopassus Kolonel Inf Madsuni, Para Asisten Danjen Kopassus dan sejumlah Kabalak di jajaran Kopassus.(Kopassus)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...