Senin, 06 Agustus 2012

KSAD Berharap Bisa Pamerkan Leopard

KEPALA Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo tetap berharap Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard 2A6 dapat beroperasi di Indonesia sesuai rencana, meski banyak penolakan dari sejumlah pihak. "Kami berharap agar sesuai dengan rencana. Bisa berjalan lancar, kami berharap segera datang,"kata KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Jakarta, Senin (6/8).

Namun begitu, kata Edhi, TNI AD menyerahkan sepenuhnya pada Kementerian Pertahanan sebagai pemegang kebijakan. Pilihan TNI AD terhadap Leopard diputuskan atas pertimbangan yang cocok di lapangan.

KSAD pun berharap, tank Leopard yang dibeli dari Jerman dapat segera beroperasi di Indonesia tahun ini. Edhi menginginkan tank-tank yang dipesan dapat dipamerkan agar dapat dilihat masyarakat. "Jika memang bisa, saya berkeinginan sekali untuk bisa datang dan dipamerkan, bisa di Jawa Timur atau bisa di Jawa Barat," ujarnya.
(Jurnas)

Dua Prajurit TNI AD Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

http://www.jurnas.com/fototmp/detail/53092-68155-0-2232-6f7592b9a6090cc1a10540953f7f661b.jpg?1344229369DUA Prajurit TNI Angkatan Darat mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Sersan Dua (Serda) Nicolas Sandi Harewan yang mendapat kenaikan pangkat menjadi Sersan Satu (Sertu), dan Sersan Mayor Melkior Nandi menjadi Pembantu Letnan Dua (Pelda).

"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap prajurit yang memiliki perhatian pada lingkungan dan sekitarnya,"kata KSAD dalam sambutannya upacara pemberian penghargaan tersebut di lapangan Mabes AD Jakarta, Senin (6/8).

Menurutnya, pemberian penghargaan ini telah diatur UU No 34/2004 Pasal 44 ayat (1) yang menyatakan setiap prajurit yang mempertaruhkan jiwa dan raganya dapat dianugerahi pangkat luar biasa.

Sertu Nicolas Sandi Harewan diberi penghargaan karena keberaniannya menggagalkan aksi perampokan dan percobaan pemerkosaan yang hendak dilakukan pengemudi mikrolet C-O1 bersana kawan-kawannya terhadap seorang penumpang wanita berinisial IS. Sedangkan Pelda Melkior Nandi, Babinsa (Bintara Pembina Desa) Kelurahan Tangge Koramil 1612-06/Lembor, Kodim 1612/Manggarai, Nusa Tenggara Timur dianugrahi penghargaan atas keberhasilannya menggagalkan aksi anarkhis massa yang akan membakar Kantor Polsek Lembor pada 26 Desember 2011.

KSAD berharap, kemanunggalan TNI tak hanya dipandang sempit dengan hanya membangun desa ataupun infrastruktur desa. Tapi juga dalam kebersamaan berbagai kehidupan, sehingga kehadiran satuan tempur dan teritorial harus menjadi pemecah solusi permasalahan yang terjadi di masyarakat.

SERSAN Dua (Serda) Nicolas Sandi Harewan, prajurit Kopassus TNI AD yang berhasil menggagalkan aksi perampokan dan perkosaan terhadap penumpang angkot, memperoleh kenaikan pangkat luar biasa menjadi Sersan Satu (Sertu).

Sementara itu, Sersan Mayor Melkior Nandi, yang berhasil menggagalkan aksi anarkis massa yang mau membakar Polsek Lembor, Manggarai, NTT, pada 26 Desember 2011 lalu, juga dinaikkan pangkatnya menjadi Pembantu Letnan Dua (Pelda).

Pemberian penghargaan berupa kenaikkan pangkat luar biasa dilakukan langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin, (6/8/).

Menurut Pramono Edhie, kenaikan pangkat luar biasa ini diberikan pada mereka yang menunjukkan tugas melebihi panggilan tugasnya. "Pemberian penghargaan ini sering diberikan hanya di daerah operasi saja. Padahal sudah lama kita tidak melakukan operasi militer. Biasanya hanya sekedar pengamanan perbatasan, jadi sudah cukup lama sebetulnya tidak diberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa ini,"kata Pramono Edhie.

Diakui Pramono Edhie, selama ini pemberian penghargaan jarang dilakukan, tapi hukuman terhadap pelanggaran selalu dilakukan. "Kalau salah di hukum kalau perlu diakhiri ikatan dinasnya karena dia adalah aparat. Tetapi kita terkadang lupa memberikan penghargaan mereka yang hebat, salah satunya adalah ini akan saya berikan kepada mereka yang menujukkan tugas melebihi panggilan tugasnya,"kata Edhie.

Proses pemberian penghargaan, lanjutnya, dimulai dengan laporan tertulis yang sampai hingga ke Pusat. Tim yang ada di pusat kemudian melakukan penilaian.

Karenanya, Edhie membantah jika penghargaan yang diberikan pada kedua prajurit tersebut dilakukan tergesa-gesa.
(Jurnas)

Indonesia Akan Teken Kontrak Pembelian C-705 Pada 2013

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip5KJAcprjSDy8chL2DTbIr9OzXgTW4wZ1ym-dMOPcnTlhhl0tp-un4id4ZLfaE9OzUs93u-nWKaGY5g2ORhs4IqUFMS5Ssi1vqv7hYZZqlLtKzMH2RgWvHl6y7ScW4XNo4Wisc5O6tBUv/s1600/C705_launch590.jpgJakarta: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut memastikan akan membeli misil C705 dari Cina pada 2013 depan. “Misil ini memiliki akurasi yang sangat tinggi,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati, Ahad 5 Agustus 2012.

Kementerian Pertahanan mengatakan rencana pembelian misil ini sudah dibicarakan dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cina, Maret 2012 lalu. Rencana ini kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan bertajuk “First Defense Industry Cooperation Meeting RI-China”, akhir Juli 2012 lalu.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, mengatakan misil dengan jarak tempuh 135 kilometer ini telah diuji dua kali di Selat Sunda sejak 2011. “Misil ini terbukti efektif setelah diuji coba,” kata Hartind.

Pada 30 Agustus nanti, Hartind menambahkan, Cina akan memberikan proposal tahap pertama yang berisi spesifikasi teknis. Baru, pada September, kedua pihak akan menentukan harga dan jumlah misil yang dibeli. Jika tak ada halangan, ujar dia, pemerintah akan meneken kontrak pembelian misil C705 pada 1 Maret 2013.

TNI Angkatan Laut juga pernah menguji rudal Yakhont asal Rusia pada 2011 lalu. Rudal ini, kata Untung, berbeda dengan misil C705. "C705 memiliki jangkauan setengah dari rudal Yakhont," ucapnya. Karena itu, ujar Untung, Yakhont cocok untuk pertempuran di perairan luas, sedangkan C705 cocok di perairan kepulauan.

Wakil Ketua Komisi Pertahanan Tubagus Hasanuddin mengatakan pembelian misil C705 telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. “Sudah dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2010,” kata Hasanuddin.
(Tempo.Co)

Super Tucano Gunakan Persenjataan Lokal

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJvUM9dFb_hPh8b_Pq3hiraHfXI2VBgvCtudNvy5NGs8Dmgq_K-86ffM5wA_j34GBFWsWh_J4JSr34AxqCUgohxe2dnjp6Tl_dQJhjj3rKvkX_6MVQo84k5L7WqAJhr_e49S47ft4WGQk/s280/PESAWAT-SUPER-TUCANO-TNI-AU.jpgJAKARTA – Pesawat tempur ringan Super Tucano yang segera memperkuat jajaran alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Udara akan mengandalkan persenjataan dari dalam negeri.

Hanya misil andalan pesawat ini yakni MAA-1 Piranha didatangkan dari luar karena industri pertahanan dalam negeri belum mampu membuatnya. Pesawat ini dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 28 Agustus nanti setelah diterbangkan dari pabrik pembuatnya Embraer, Brasil. Menurut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat seusai peringatan Hari Bhakti TNI AU, pada 28 Agustus nanti ada empat unit Super Tucano yang tiba di Tanah Air.

Tiga bulan selanjutnya disusul empat unit lagi sehingga tahun ini ada delapan Super Tucano untuk mengisi Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh,Malang. Pengadaan pesawat asal Brasil ini terpisah dengan sistem persenjataannya. “Kalau untuk senjata seperti bom,kita sudah bisa buat sendiri. Kita pakai itu. Tapi kalau seperti misil Piranha, kita belum bisa buat, jadi harus beli,” ungkapnya belum lama ini.

Sementara itu,Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Azman Yunus menambahkan, empat unit pesawat tempur ringan Super Tucano sudah siap untuk diterbangkan dari Brasil ke Indonesia.Keempat pesawat itu adalah Super Tucano TT-3101, 3102, 3103, dan 3104 dengan desain moncong berwarna merah karya almarhum Marsda TNI (Purn) F Djoko Poerwoko.

Tim dari Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara telah melakukan pemeriksaan pesawat dengan nomor seri produksi 179 dan 180 tersebut di fasilitas produksi Embraer di Gaveao Peixoto Sao Paulo Brazil. Pemeriksaan meliputi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat, pengecatan, dan uji terbang. Adapun uji terbang dilaksanakan oleh test pilot Embraer, William disertai oleh Komandan Skuadron Udara 21 Mayor Pnb James Yanes Singal. fefy dwi haryanto
(Sindo)

Minggu, 05 Agustus 2012

Kontingen Garuda di Lebanon Terima Penghargaan Dari Italia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDzwJ_-EDehnW8cGe38iA4IurfnDLSAgVWQ6BijwB1FkrqPsUZHbh79K_UHnSUwshx1izxiu28YxMw7IqJj-A1dpg-se9DhHWTeoovp7N-9IkrLkMdQlCVuKn_Dv378O_P5Gnu0H-bJa21/s1600/indobatt4.jpg
Indobatt
Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh FPM Markas Besar UNIFIL atas kinerja, loyalitas, dedikasi dan profesionalisme

Satuan Tugas Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda pada misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, atau UNIFIL, menerima penghargaan PAZ Insignia dari Carabieneri atau Provost Italia.

Dalam siaran pers Markas Besar TNI hari Minggu (5/8), dikatakan bahwa penghargaan itu disampaikan oleh  Force Provost Marshal (FPM) Markas Besar Naqoura UNIFIL, Letnan Kolonel Andrea Desideri dari Italia kepada Komandan Satgas, yang bertugas di unit polisi militer sektor timur UNIFIL, Letnan Kolonel Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra pada hari Sabtu (4/8).

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh FPM Markas Besar UNIFIL atas kinerja, loyalitas, dedikasi dan profesionalisme seluruh anggota Kontingen Garuda di unit polisi militer sektor timur UNIFIL dalam melaksanakan tugas sebagai polisi militer internasional,” ujar Ida Bagus.

Sebelumnya pada bulan Juli, Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Julio Herrero Isla dari Spanyol juga pernah memberikan apresiasi serupa kepada pasukan TNI, yaitu penghargaan PAZ Insignia dari Spanyol, atas  apresiasi terhadap tugas yang dilaksanakan oleh personil Kontingen Garuda sebagai polisi militer internasional di sektor timur  UNIFIL yang diserahkan kepada Ida Bagus.
(Berita Satu)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...