HUT OPM, Polri Tambah Pasukan di Papua
Personel TNI AD bersenjata lengkap berjaga di kawasan Bandara Moses
Kilangin, Cek Point Mile 28, Timika, Papua, kemarin. Sekitar 700
personel TNI/Polri disiagakan untuk mengantisipasi peringatan HUT
Organisasi Papua Merdeka (OPM) 1 Desember di Timika.
Jakarta
– Tim gabungan Polri dan TNI menangkap tujuh orang yang diduga bagian
dari kelompok penyerang Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua,
Selasa (27/11) lalu. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes
Pol Agus Rianto memaparkan, beberapa jam setelah penyerangan polsek, tim
menangkap seorang berinisial WW.
Dia ditangkap saat tim melakukan
penyisiran di sekitaran polsek yang diserang dan dibakar sehingga
mengakibatkan tiga polisi tewas. Salah satu korbannya Kapolsek Pirime
Ipda Rolvi Takubesi. Saat melakukan penyisiran, aparat melihat WW tengah
membawa parang. Tim menangkap, lalu memeriksanya. “Saat ditangkap, yang
bersangkutan melawan dengan berusaha menyerang petugas. Akhirnya petugas
melumpuhkannya dengan menembak kaki kirinya,” ucap Agus di Mabes Polri,
Jakarta,kemarin.
Dari pengembangan, pada Kamis
(29/11) lalu,tim kembali menangkap enam orang di Desa Muara Game,
Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya. Dari enam orang ini disita barang
bukti sebuah laptop, senjata tajam, dan beberapa bendera, yang di
antaranya bendera organisasi separatis. “Tujuh orang ini masih kita
periksa intensif.
Mereka diduga terlibat
penyerangan Polsek Pirime,” ungkapnya. Terkait pengamanan menjelang HUT
Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember (hari ini), Agus
mengatakan bahwa tim dari Polri ataupun TNI sudah bersiaga mengamankan
wilayah Papua. Bahkan, kata dia, Kapolda Papua sudah menyiapkan strategi
pengamanan. “Itu kita sesuaikan dengan situasi. Yang pasti, perkuatan
Mabes Polri juga di sana,”tandasnya.
Sebelumnya diberitakan,
rombongan Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian baku tembak dengan
sekelompok orang tak dikenal pada Selasa (28/11). Peristiwa yang terjadi
sehari setelah penembakan dan pembakaran Polsek Pirime itu berlangsung
hingga dua jam. Rombongan akhirnya berhasil memukul mundur kelompok
bersenjata tersebut dan memaksa mereka lari ke hutan di sekitar lokasi.
Namun, tim memutuskan tidak
melakukan pengejaran dengan pertimbangan situasi beranjak gelap dan kubu
musuh lebih mengenal medan. Dikhawatirkan, jika pengejaran
berlanjut, jatuh korban di kubu aparat. Hingga kemarin belum ada
kelanjutan terkait dengan pengejaran.
Gejolak karena HUT OPM
Kepala Badan Intelijen Negara
(BIN) Marciano Norman mengatakan, gejolak yang terjadi di Papua
belakangan terakhir karena OPM akan berulang tahun pada 1 Desember.
Mereka berupaya menunjukkan eksistensinya. “Menjelang HUT OPM, ada upaya
atau langkah-langkah untuk menunjukkan eksistensi mereka (OPM),” ujar
Marciano di Jakarta kemarin.
Untuk mengantisipasi hal itu,
seluruh aparat di daerah sudah diterjunkan untuk mengambil
langkah-langkah pencegahan. Selain itu, kata dia, para kapolda dan
gubernur diminta melakukan langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi
dan mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ada penambahan kekuatan di semua wilayah,” ujarnya.
Kapolri Jenderal Pol Timur
Pradopo mengatakan bahwa Polri telah menambah jumlah personelnya di
Papua. “Sudah ada penambahan personel dan terdistribusi di semua
wilayah,” katanya di Jakarta. Menurut dia, pihaknya juga telah
menginstruksikan kepada seluruh jajaran aparat kepolisian di Papua untuk
mengantisipasi dan melakukan upaya pencegahan atas peringatan HUT OPM
besok (hari ini).
Sebelumnya, pengamat intelijen
Wawan Purwanto mengatakan bahwa kepolisian harus menggelar operasi
khusus untuk mengungkap berbagai aksi penembakan di Papua. Menurut dia,
aksi kekerasan itu sengaja ditimbulkan pihak-pihak tertentu agar
mencitrakan Papua sebagai kawasan yang tak aman. Mereka juga membutuhkan
publikasi untuk menjadi konsumsi internasional. “Ketidak berhasilan
polisi untuk mengungkap menjadikan mereka semakin percaya diri dalam
melakukan aksinya. Harus ada langkah nyata dari kepolisian dan
pemerintah,” kata dia.[krisiandi sacawisastra]