Senin, 06 Januari 2014

Garuda Contingent Commander Tinjau AOR Indobatt

Jakarta ☆ Komandan Satgas Indobatt Kontingen Garuda (Konga) XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Letkol Inf M. Asmi didampingi Kasi MIO (Military Information Officer) Mayor Marinir Jan Risa Romy dan Kasilog Kapten Inf Dobby Noviyanto menerima kunjungan kehormatan "Garuda Contingent Commander 2013",

yang terdiri dari Komandan Satgas FHQSU (Force Headquarter Support Unit) Konga XXVI-F1 Kolonel Inf Adipati Karnawijaya, Komandan Satgas FPC (Force Protection Company) Konga XXVI-F2 Mayor Inf Aulia Dwi dan Komandan Military Staff UNIFIL Letkol Inf Agus Widodo, di Markas Kompi Charlie, Lebanon Selatan, Jumat siang (3/1).

Kunjungan rombongan Garuda Contingent Commander dalam rangka meninjau AOR (Area of Responsibilities), diantaranya: Kompi Charlie dan Kompi Alfa yang menjadi tanggung jawab Satgas Indobatt di Lebanon Selatan.

Di Kompi Charlie, UN Posn 9-2 Az Zikkiyah, rombongan Garuda Contingent Commander mendapat penjelasan singkat dari Komandan Kompi Kapten Marinir Fernando S. Lumi tentang area yang menjadi tanggung jawab Kompi Charlie.

Selanjutnya, rombongan Komandan Kontingen berkesempatan meninjau beberapa kendaraan tempur yang dimiliki oleh Kompi Charlie diantaranya BTR 80A buatan Rusia, VAB buatan Perancis, dan Anoa buatan PT. Pindad Indonesia.

Usai meninjau Kompi Charlie, rombongan Komandan Kontingen melanjutkan kunjungannya ke UN Posn 9-15 Kaffer Killa yang dipimpin oleh Komandan Pos Lettu Inf I Gusti Bagus Prayudha. UN Posn 9-15 masih menjadi tanggung jawab dari Kompi Alfa yang bermarkas di UN Posn 9-63 El Aadeisse dengan Komandan Kompi Lettu Inf Ading.

"UN Posn 9-15 Kaffer Killa dan UN Posn 9-63 El Aadeisse merupakan garis depan dari Satgas Indobatt, dikarenakan lokasinya yang berada di daerah Blue Line dan berbatasan langsung dengan wilayah Israel," ujar Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf M. Asmi kepada rombongan.

  ♞ TNI  

Kritikan Ketua MPR ditanggapi sinis

Kepala BNPT Ansyaad Mbai (Dok. Istimewa)
Jakarta ♼ Komentar Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto terkait penggerebekan teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, mendapat tanggapan sinis dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansya’ad Mbai.

"Mungkin (Ketua MPR) tidak tahu konteksnya. Lihat konteksnya," tukas Ansya’ad saat ditemui di luar Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2014).

Ansya’ad menjelaskan penembakan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terhadap teroris di Ciputat tersebut sudah sesuai prosedur.

"Itu kan pekerjaan profesional. Tidak bisa kita komentari di atas meja, kalau tidak tahu apa-apanya di lapangan," tegasnya.

Semua polisi, kata dia, idealnya tidak ingin menghilangkan nyawa teroris. "Ini kan menangkap. Menangkap itu kan baik-baik, eh kamu ke pengadilan. Tapi sialnya, yang diajak ini (teroris) mau membunuh yang mengajak (polisi). Ya kan gitu," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto mengkritik proses penggerebekan teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Ia menyayangkan dalam kegiatan itu enam orang teroris tewas.

"Ini operasi (penggerebekan di Ciputat) dengan korban enam orang perlu dikaji pimpinan (Polri)," kata Sidharto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.

Namun diakui politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, para terduga teroris itu terkadang memilih mati ketimbang menyerahkan diri ke aparat kepolisian.

"Kalau menyerah dia dianggap sebagai pengkhianat oleh teman-temannya. Nanti kebocoran info itu dari situ," tukasnya.

  ♞ Sindo 

Dittopad Laksanakan Pemotretan Udara PMPP Sentul

Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, Pemora digital untuk kepentingan survey pemetaan semakin banyak dilakukan. Kegiatan Pemoranya dilakukan dengan kamera udara yang bentuknya semakin ringkas dengan biaya operasional yang murah, serta kemampuan kamera yang multi fungsi.

Di masa mendatang, diyakini teknologi Pemora digital ini pelan namun pasti akan menggantikan teknologi Pemora konvensional yang menggunakan kamera metrik. Di kalangan komunitas survey pemetaan saat ini, tergantung jenis kamera digitalnya, sudah dikenal istilah Pemora small format, medium format dan large format.

Ada banyak faktor mengapa biaya operasional Pemora digital dapat ditekan sehingga lebih murah. Selain tidak lagi memerlukan film dan bahan kimianya, Pemora digital saat ini bisa menggunakan wahana terbang yang lebih kecil, ringan dan murah, seperti pesawat tanpa awak berupa UAV atau Multirotor.

Operasional jam terbangnya pun lebih fleksibel dan dapat diterbangkan di medan yang terpencil (tidak memerlukan lapangan terbang yang luas). Sehingga biaya untuk sewa pesawat dan pembelian bahan bakar avtur yang sangat mahal bisa dihemat.

Mencermati perkembangan tersebut, Dittopad telah mengembangkan teknologi Pemora digital menggunakan wahana terbang tanpa awak UAV. Dittopad telah mendemokan kemampuan ini pada beberapa kali kegiatan pameran sepanjang tahun 2013, seperti Pameran Alutsista di Lapangan Monas Jakarta, pameran Rabinniscab di Pusdikkav Bandung, dan terakhir pameran Hari Juang Kartika Kodam V/Brw di Surabaya Jatim.

Jika sebelumnya telah berhasil memotret sejumlah daerah latihan TNI AD, seperti Baturaja Sumsel, Simalungun Sumut, Cibenda dan Batujajar Jabar, maka pada Sabtu (22/12/2013) kemarin Tim Pemora Dittopad kembali melaksanakan Pemora kawasan atau kompleks Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul Bogor Jabar menggunakan UAV.

Kita ketahui kompleks PMPP sentul milik TNI baru diresmikan oleh Presiden SBY beberapa waktu yang lalu, dan dikenal dengan nama Indonesia Peace and Security Centre (IPSC). Sekjen PBB Ban Ki Moon pun pernah meninjau IPSC ini.

Pemora PMPP Sentul yang dilaksanakan Dittopad menggunakan pesawat UAV jenis fixed wing Glidder dengan kamera digital Canon Powershot S100. Pesawat diterbangkan secara autonomous piloting mengikuti jalur terbang yang sudah direncanakan. Artinya, pesawat UAV terbang secara otomatis mengikuti jalur-jalur terbang berdasarkan way points atau titik-titik koordinat yang sudah diprogramkab.

Selanjutnya dengan program software tertentu, ratusan foto udara digital yang dihasilkan diolah untuk menghasilkan satu produk mosaic foto udara yang terkoreksi. Tujuan pemotratan ini untuk mengetahui kondisi medan kawasan PMPP Sentul pada saat ini guna bahan perencanaan pengembangan/pembangunan ke depan nantinya, dan rencananya akan dilaporkan pada saat, Presiden SBY kembali meninjau kompleks PMPP Sentul dalam waktu dekat ini.

  ♞ TNI AD 

Belasan Pesawat Tempur Bakal Diterima TNI AU

Jakarta • Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara menyambut tahun 2014 dengan semangat. Sebab, pada tahun ini, TNI AU bakal menerima belasan tenaga baru berupa beberapa jenis pesawat terbang.

"Ada pesawat tempur jet, pesawat tempur baling-baling, dan pesawat angkut," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto saat dihubungi Tempo, Sabtu, 4 Januari 2014.

Dari jajaran pesawat tempur jet, ada F-16 blok 24 yang merupakan hibah dari Amerika Serikat. Sebelum Oktober 2014, TNI AU bakal menerima delapan dari 24 unit pesawat hibah itu. Nantinya, pesawat tempur jet ini harus menjalani perbaikan sistem avionik sebelum digunakan oleh Skadron 16, Pekanbaru, Riau.

Secara bertahap, TNI AU juga bakal menerima pesawat tempur bermesin jet T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan. Dari satu skuadron atau 16 unit pesawat yang dipesan, baru delapan unit yang akan dikirim. Rencananya, TNI AU akan melatih pilot tempur menggunakan pesawat ini, menggantikan pesawat Hawk 100/200.

Untuk pesawat tempur ringan atau bermesin piston atau baling-baling, akan datang pesawat Super Tucano buatan pabrik Embraer asal Brasil. Dari 16 unit yang dipesan, baru empat pesawat yang sudah tiba di Tanah Air.

"Jumlah Super Tucano yang datang tahun ini saya tak hafal, setidaknya dua pesawat bakal hadir tahun ini." Pesawat ini menjadi tulang punggung TNI AU dalam melakukan misi antigerilya menggantikan pesawat OV-10 Bronco yang sudah dipensiunkan tahun lalu.

Selain itu, TNI AU juga bakal menerima satu pesawat jenis angkut C-130 Hercules dari Australia. Pesawat ini juga bakal menambah kekuatan armada angkut TNI AU. "Rencananya datang bulan Juli nanti."

Sesuai rencana, Angkatan Udara juga bakal menerima beberapa pesawat terbang tanpa awak dari Filipina tahun ini. Pesawat tanpa awak bakal menghuni skuadron khusus surveillance di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Saya belum dengar pasti kapan datangnya, tapi sesuai rencana strategis tahun ini," kata Hadi. "Diharapkan pesawat-pesawat ini mampu mendongkrak MEF (minimum essential forces) dari tahun 2013 yang sebesar 28,7 persen."

  ● Tempo  

Minggu, 05 Januari 2014

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...