Minggu, 30 November 2014

[Foto] Tugas Perbatasan RI-PNG

Seorang prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri 400/Raider yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG) mencium putranya sebelum diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Hercules, di Lanumad A. Yani Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/11). Pasukan elite Kodam IV/Diponegoro itu akan bertugas selama sembilan bulan diperbatasan RI-PNG untuk melakukan tugas pembinaan teritorial dan menjaga patok batas negara. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)


  ★ Antara  

PAL INDONESIA Punya Potensi

KRI Tombak 629 - KCR 60 PAL

Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Hanafi Rais, melakukan kunjungan kerja bersama anggotanya ke PT PAL INDONESIA (Persero) Kamis, 27 Nopember 2014. Komisi I membidangi bidang Pertahanan, Luar Negeri, dan Informasi. Direktur Utama PT PAL INDONESIA (Persero), M. Firmansyah Arifin menerima langsung kunjungan ini dengan didampingi oleh Direktur Desain dan Teknologi, Saiful Anwar, Direktur Produksi, Edy Widarto, dan jajaran manajemen terkait di Ruang Rapat lantai IV Gedung PIP.

Kedatangan Komisi I DPR RI terkait dengan Minimum Essential Force (MEF) tahap kedua yang sesuai rencana akan berjalan mulai 2015-2019. Sebelumnya, Komisi I DPR RI juga melakukan kunjungan ke PT DIRGANTARA INDONESIA, selaku Lead Integrator Matra Udara, dan PT PINDAD, selaku Lead Integrator Matra Darat. PT PAL INDONESIA (Persero) sebagai Lead Integrator Matra Laut saat ini tengah menjadi sorotan, terkait dengan program pemerintah Joko Widodo, yang menitik beratkan kepada sektor kemaritiman Indonesia.

Pada kesempatan itu Firmansyah memaparkan profile PT PAL INDONESIA. Tidak ketinggalan juga mengenai proyek yang sedang berjalan dan akan berjalan. “Saat ini kami mengerjakan proyek kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) kerjasama dengan Belanda. Kemudian juga proyek kapal Selam dengan Korea. Ada proses Transfer of Technology (ToT) dalam kedua proyek ini,” papar Firmansyah. Adanya ToT diharapkan dapat memperkaya knowledge insan PAL dalam teknologi perkapalan untuk menghasilkan kapal yang dapat disetarakan dengan buatan luar negeri.

Nurhayati, terkesan dan mendukung adanya rencana pengembangan PT PAL INDONESIA (Persero) ke wilayah Indonesia Timur. “Melihat rencana ini, saya pribadi mendukung. Dan semoga ini dapat sejalan dengan program MP3EI juga ya,” kata perwakilan dari fraksi Demokrat ini. Anggota lainnya Joko, menuturkan bahwa sangat disayangkan apabila Indonesia menyia-nyiakan potensi anak bangsa. Karena bagaimana bisa kita mandiri apabila tidak memberdayakan potensi yang kita punya. “PAL kan punya potensi dan itu sudah terbukti dengan kualitas kapal yang diproduksi. Sangat disayangkan Kementerian terkait dan beberapa pihak masih belum mengoptimalkan ini,” tutur Joko.

Kunjungan siang itu diakhiri dengan tinjauan langsung ke lapangan, dan para anggota komisi I DPR RI juga berkesempatan untuk meninjau KRI SAMPARI 628. KRI SAMPARI berjenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter yang telah diserahterimakan kepada TNI-AL Mei 2014 lalu. Ini adalah salah satu kapal yang murni dibuat oleh putra-putri Indonesia. Dimana KCR 60 Meter merupakan hasil pengembangan dari kapal jenis Fast Patrol Boat (FPB) 57 Meter.

  ★ BUMN  

[World] Saudara Seperjuangan di Laut Baltik: Bagaimana Rusia dan Inggris Menyegel Blokade Angkatan Laut Jerman?

Kapal selam Inggris yang dikirim ke Rusia memburu kapal Jerman dan mengganggu rute pasokan yang penting bagi Kaisar Jerman pada masa Perang Dunia I.
Kapal selam Inggris pada masa Perang Dunia I. Foto: Getty Images/Fotobank

Perang Dunia I popular dengan strategi perang parit yang dilakukan di medan pertempuran antara front Barat dan Timur. Sementara, pertempuran laut yang ditunggu-tunggu antara dua angkatan laut terkuat pada saat itu, Armada Agung Inggris dan Armada Laut Lepas Jerman (yang dirombak pada awal abad ke-20 oleh Laksamana Alfred von Tirpitz), tidak pernah terjadi, kecuali pada pertempuran Jutland dan kedua pihak mengklaim kemenangan yang tidak signifikan. Di luar pertempuran tersebut, ‘anak bayi’ Laksamana Tirpitz yang mendapat kucuran dana dalam jumlah sangat besar dari Berlin lebih banyak menghindar daripada menghadapi penguasa lautan yang mapan.

Namun di Laut Baltik, yang dianggap pihak Jerman sebagai ‘halaman belakang’ yang aman bagi angkatan lautnya, mereka justru mengalami berberapa kekalahan yang menyakitkan berkat aliansi perang antara para awak kapal selam Inggris dan Rusia.

 Pertempuran Selat 

Laut Baltik tak hanya merupakan tempat pelatihan Jerman tetapi juga sebuah rute penting yang digunakan untuk mengisi kembali persediaan bahan perang Jerman dari Swedia, yang berstatus netral. Angkatan Laut Inggris hendak melakukan blokade terhadap Jerman seketat mungkin untuk memotong pasokan vital ke negara tersebut.

Tanpa Laut Baltik, blokade yang direncanakan ini tidak lengkap. Namun, justru Jerman yang menguasai ombak di sana. Armada Baltik Rusia, yang sangat membutuhkan modernisasinya namun harus ditangguhkan karena pecahnya konflik, sama sekali tidak sebanding dengan mainan-mainan mahal milik Tirpitz.

Kapal selam imperial Rusia, Akula (“ikan hiu”), adalah kapal yang terbesar di armada Tsar, dengan bobot 400 ton dan dianggap sebagai kapal selam pertama di dunia yang mampu menembakan beberapa torpedo. Kapal selam yang dibangun pada 1911 ini beroperasi di Laut Baltik sampai ia menghilang pada November 1915 bersama 35 awaknya saat melakukan sebuah misi. Diyakini bahwa Akula membentur ranjau laut Jerman (penyelam akhirnya mengidentifikasikan rongsokan Akula pada Juni 2014 di dasar laut Baltik dekat Estonia).

Untuk menyempurnakan blokade perang dan menopang pertahanan angkatan laut Rusia, Inggris memutuskan untuk menyelinapkan armada kecil yang terdiri dari kapal selam untuk menjalankan misi di bawah komando tinggi Rusia. Pada Oktober 1914 hingga September 1915, empat kapal selam Inggris kelas-E menyelip melalui Selat Denmark dengan mengikuti kapal pedagang netral secara diam-diam dan menghindari pertemuan dengan kapal perang Jerman. Empat kapal kelas-C yang lebih kecil juga diderek lewat Nordkapp (Tanjung Utara, Norwegia) ke Arkhangelsk. Dari sana, kapal-kapal tersebut diangkut di atas kapal tongkang Rusia melalui sistem kanal dan sungai yang berbelit-belit ke Teluk Finlandia.

Pihak berwenang Rusia berusaha menjaga kerahasiaan kedatangan kapal selam Inggris di pangkalan Rusia Reval (sekarang Tallinn, ibukota Estonia). Mereka bersikeras agar kapal-kapal tersebut tidak mengusung bendera Angkatan Laut Inggris, nomor identifikasinya harus ditutup dengan cat, dan para awak kapal harus mengenakan pakaian sipil saat turun ke darat. Pihak Inggris melanggar perintah-perintah tersebut dan akhirnya, ketika pihak Jerman menemukan kehadiran mereka, Berlin berhenti melatih kapal perang besar di Laut Baltik.

 Dari Rum ke Vodka 

Segera setelah kedatangan pihak Inggris, musim dingin tiba dan laut yang sebagian membeku membuat aksi apapun mustahil dilakukan. Para pelaut Inggris hampir kehabisan ransum rum. Untuk menjaga kehangatan mereka, Laksamana von Essen, komandan Armada Baltik Rusia, menyarankan mereka untuk beralih ke vodka. Dalam hal ini, pelaut Inggris membuktikan bahwa mereka sepadan bagi rekan Rusianya. Mereka juga berbagi ruang tempat tinggal dengan pelaut Rusia dan belajar bermain biliar ala Rusia serta ski selama musim dingin yang panjang. Bahkan ada turnamen sepak bola yang diselenggarakan antara para awak Inggris dan Rusia.

Pelaut Rusia ternyata sangat menyukai komandan kapal selam E-9, Max Horton. Kepribadiannya yang menyenangkan, selera minum yang bagus, serta persahabatan yang baik membuatnya mendapatkan banyak teman. Selama perang, kapal yang di bawah komando Horton tenggelam dan sempat merusak beberapa kapal pengangkut bahan tambang serta beberapa kapal perang Jerman.

Patroli bersama oleh kapal selam Rusia dan Inggris sangat menggangu pengiriman pasokan yang penting Jerman. Setelah hampir selusin kapal barang ditenggelamkan dalam hanya beberapa minggu, semua pengiriman dihentikan sampai pihak Jerman mengembangkan sistem konvoi untuk melindungi kargo mereka.

Kebanyakan kapal Jerman dihantam oleh sebuah kapal selam E-19 di bawah komando Francis Cromie. Ia bahkan berhasil membenamkan empat kapal pengangkut Jerman dalam satu hari. Pihak Rusia sangat terkesan sehingga mereka menganugerahkannya tiga ordo militer sekaligus (St. George, St. Vladimirm dan St. Anne), yang “diberikan oleh yang Mulia Tsar Rusia sebagai pengakuan atas jasa yang berharga”.

Hal yang lebih menakjubkan, Cromie kemudian menjadi komandan de facto armada kapal selam Anglo-Rusia selama krisis militer Rusia menyusul penggulingan Tsar Nicholas pada Februari 1917. Para pelaut Rusia yang gelisah karena revolusi lebih memilih untuk mendengarkan Cromie daripada perwira mereka sendiri, yang sebagian memang sudah dibuang ke laut.

  ♞ RBTH  

RBS15 Mk3

Rudal RBS15 Mk3 yang diluncurkan dari kapal [SAAB]

Rudal permukaan-ke-permukaan (SSM) RBS15 Mk3 dikembangkan bersama oleh Diehl BGT Defence dan Saab Bofors Dynamics. Rudal ini merupakan varian terbaru dari keluarga rudal anti-kapal RBS15. Saat ini RBS15 Mk3 dalam layanan atau pesanan dari negara Swedia, Jerman, Polandia dan Finlandia.

Dikembangkan sebagai upgrade dari rudal combat proven RBS15 Mk2, rudal Mk3 berhasil diujicoba pada FMV (Lembaga Materiel Pertahanan Swedia) rentang bulan Oktober 2008. Rudal pertama dirakit di luar Swedia yakni di Jerman pada bulan Desember pada tahun itu.

Rudal RBS15 Mk3 adalah fire and forget, rudal jelajah jenis subsonik yang diluncurkan dari kapal dan truk. Rudal ini dapat digunakan untuk misi anti-kapal dan serangan darat.

Pada bulan September 2005, Jerman menetapkan rudal anti-kapal RBS15 untuk melengkapi korvet baru K130. Pengiriman dimulai pada Maret 2011 dan rudal itu resmi meluncur keluar kapal korvet K130 pada September 2011.

Pada bulan Oktober 2006, Saab Bofors Dynamics mendapatkan kontrak € 110 juta untuk memasok rudal RBS15 Mk3 untuk kapal patroli cepat Orkan Class dari Angkatan Laut Polandia.

Pada bulan November 2007, Saab dan FMV menandatangani kontrak pengadaan Sistem RBS15 Mk3 untuk melengkapi korvet Visby Class.

RBS15 Mk3 tersedia dalam tiga versi – peluncuran via kapal, truk dan udara. Varian peluncuran kapal dapat diinstal pada kapal perang berukuran kecil dan besar seperti kapal patroli cepat, frigat dan korvet. Rudal mudah diintegrasikan dengan sistem manajemen tempur dan dapat dioperasikan sebagai stand alone atau terintegrasi penuh.

Versi peluncuran udara-ke-kapal cocok untuk pesawat tempur modern. Adapun baterai rudal peluncuran lewat truk dapat dikerahkan dengan cepat untuk menyediakan pertahanan pesisir terhadap kekuatan musuh. Platform Peluncuran yang sangat mobile memungkinkan peluncuran rudal dari posisi tersembunyi yang terletak jauh dari pantai.
RBS15 Mk3 diluncurkan dari truk [SAAB]

Bagian depan rudal RBS15 Mk3 meliputi piranti guidance dan elektronik yang diikuti oleh hulu ledak dan bagian bahan bakar. Bagian belakang terdiri dari sayap dan mesin turbojet serta dua motor pendorong paralel. Rudal ini memiliki sayap salib yang dapat ditarik selama penyimpanan.

Rudal RBS15 Mk3 memiliki panjang 4.35m, diameter badan 0.5m dan rentang sayap 1,4 m. Bobot peluncuran dan penerbangan (in-flight) rudal masing-masing 800kg dan 650kg. Rudal RBS15 Mk3 bisa menyerang target dalam kisaran 200 km, dan meluncur dengan kecepatan subsonik 0.9 Mach.

 Sistem bimbingan RBS15 Mk3 

Sistem guidance dan kontrol RBS15 mencakup inertial navigation system, GPS receiver, altimeter radar dan Ku-band radar target seeker. Rudal RBS15 tahan terhadap countermeasures musuh. Dua rudal atau lebih dapat diprogram untuk mencapai target secara bersamaan dari berbagai arah untuk lebih menembus pertahanan udara kapal perang.

Rudal ini memiliki radar cross section rendah dan IR signature juga memiliki kemampuan canggih untuk seleksi dan menjejak sasaran seeingga tidak mudah dikecoh. RBS15 MK3 dinyatakan sangat tahan terhadap chaff, jammers aktif, umpan dan penanggulangan elektronik lainnya (ECM).

Rudal RBS15 Mk3 adalah sebuah low sea-skimming missile yang melakukan manuver mengelak tak terduga. Rudal meningkatkan daya dorongnya dalam fase terminal untuk menaklukkan rudal, senjata dan sistem senjata (CIWS). Sistem MEPS memungkinkan pengguna untuk membuat skenario yang berbeda dari peluncuran rudal.

Rudal dapat dilengkapi dengan hulu ledak heavy HE blast-fragmentation yang sangat efisien dalam menembus lambung dari setiap kapal modern.(NavalTechnology.com)

 PS: 

Rencananya rudal RBS15 Mk3 akan dipasang di KRI New Klewang dan saat ini PT Pindad telah bekerjasama denga SAAB Swedia, untuk pembuatan rudal. Apakah RBS15 Mk3 menjadi pengganti C-705 China. Kita nantikan Berita dari Kemhan ...


  ★ JKGR  

[World] Sad News Today

Serangan Militan di Mesir Tewaskan 3 Orang Termasuk Jenderal Militer Polisi yang mengawal unjuk rasa di Mesir (Reuters)

Tiga orang termasuk seorang jenderal militer Mesir tewas akibat serangan militan yang bersumpah setia terhadap ISIS. Sedangkan 28 orang lainnya luka-luka dalam serangan ini.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (29/11/2014), serangan ini terjadi ketika polisi kewalahan ketika berusaha mengamankan unjuk rasa yang menyerukan pelengseran Presiden Abdel Fattah al-Sisi di sejumlah wilayah Mesir. Di Matariya, seorang warga sipil tewas di tengah unjuk rasa ketika polisi berusaha membubarkan massa.

Beberapa jam sebelumnya, seorang brigadir jenderal militer Mesir tewas dan dua tentara lainnya luka-luka ketika sekelompok pria bersenjata menembaki sebuah mobil di area parkir dekat Gesr al-Suez. Satu tentara yang luka-luka, akhirnya tewas akibat luka yang dideritanya.

Namun unjuk rasa yang terjadi cenderung kecil. Saksi mata Reuters mengaku melihat 100-200 orang yang ikut unjuk rasa di Matariya.

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengklaim pihaknya berhasil mengagalkan 10 rencana serangan bom dan menangkap 224 orang di beberapa wilayah AS pada Jumat (28/11).

Seorang polisi luka terkena tembakan di Alexandria dan sebuah ledakan bom melukai empat polisi lainnya di Sharqiya, Nile Delta. Sementara di wilayah Al-Arish, Provinsi Sinai, sebuah ledakan bom melukai 6 polisi setempat.

Secara terpisah, militan Ansar Bayt al-Maqdis mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan tersebut, melalui akun Twitter-nya. Beberapa waktu lalu, militan Ansar menyatakan sumpah setia terhadap militan ISIS yang merajalela di Irak dan Suriah.(nvc/gah)
15 Orang Tewas dan 14 Luka-luka Akibat Serangan Teroris di Xinjiang Sedikitnya 15 orang tewas dan 14 orang lainnya luka-luka dalam serangan brutal di Xinjiang, China. Otoritas setempat menyebut insiden ini sebagai serangan teroris.

Dalam pernyataannya, seperti dikutip media setempat Tianshan News dan dilansir Reuters, Sabtu (29/11/2014), otoritas Xinjiang menyebut beberapa korban tewas dalam serangan tersebut merupakan 'perusuh' yang menyerang warga.

Menurut media setempat, CCTV, ada 11 pelaku yang ditembak mati oleh kepolisian setempat. Insiden ini terjadi pada Jumat (28/11) waktu setempat di Shache County.

Otoritas setempat menyebut, para pelaku menabrak kios makanan milik warga, melempar peledak dari dalam mobil serta menusuk beberapa orang di jalanan. Akibat aksi brutal tersebut, 4 warga setempat tewas dan 14 warga lainnya luka.

Otoritas setempat menyebutkan, ada sejumlah benda yang disita kepolisian setempat dari lokasi kejadian, seperti bahan peledak, pisau berukuran besar dan kapak.

Motif serangan ini belum diketahui pasti. Namun otoritas setempat, seperti dilansir AFP, menyebutnya sebagai 'serangan teroris'.

Xinjiang yang dihuni mayoritas warga etnis Han dan warga etnis muslim Uighur ini tergolong sering dilanda aksi kekerasan. Seringkali otoritas China menyalahkan militan muslim Uighur atas berbagai insiden di wilayah tersebut.(nvc/gah)
Bom Bunuh Diri dan Penembakan Brutal di Masjid Nigeria, 120 Orang Tewas Reuters

Ledakan bom dan serangan bersenjata meluluhlantakkan sebuah masjid besar di kota Kano, Nigeria. Nahas, sedikitnya 120 orang dilaporkan tewas akibat insiden ini, sedangkan 270 orang lainnya luka-luka.

Serangan ini melanda Grand Mosque di Kano, yang merupakan kota terbesar yang dihuni warga muslim di Nigeria, tepat setelah salat Jumat dimulai. Masjid ini terletak di kompleks istana Emir of Kano Muhammad Sanusi II, ulama muslim senior di Nigeria yang pekan lalu mendorong warga sipil untuk mengangkat senjata melawan Boko Haram.

Ada versi berbeda soal jumlah korban jiwa dalam insiden ini. Seperti dilansir Reuters, Sabtu (29/11/2014), sedikitnya 81 orang tewas akibat ledakan dan serangan bersenjata ini.

Berdasarkan dua rumah duka yang dikunjungi Reuters, satu rumah duka menampung 20 jasad sedangkan rumah duka lainnya menerima 61 jasad korban tewas. Petugas medis setempat, Muhammad Ali menyebut, korban tewas memiliki luka tembak maupun luka akibat ledakan.

Sementara menurut AFP, terdapat 92 jasad korban tewas yang dievakuasi ke rumah duka pada Murtala Mohammed Specialist Hospital. Sebagian besar korban berjenis kelamin pria dan mengalami luka bakar.

Semakin malam, AFP menyebut korban tewas mengalami penambahan hingga sedikitnya 120 orang, berdasarkan informasi anggota senior tim penyelamat setempat. Sedangkan korban luka mencapai 270 orang.

Otoritas Nigeria sendiri belum memberikan kepastian soal jumlah korban tewas maupun korban luka dalam insiden ini. Otoritas setempat hanya menuturkan, para pelaku meledakkan tiga bom di area masjid lalu melepas tembakan ke arah jemaat yang tengah salat. Bahkan para jamaah yang melarikan diri juga ditembaki secara brutal.

"Setelah beberapa ledakan, mereka juga melepas tembakan. Saya tidak bisa memperkirakan korban tewas karena kita semua berlari, menyelamatkan diri," tutur salah satu staf istana emir kepada Reuters.

Juru bicara kepolisian setempat, Emmanuel Ojukwu menuturkan kepada AFP, bahwa beberapa pelaku meledakkan diri sendiri sebelum pelaku lainnya melepas tembakan ke arah warga sipil.

"Sekelompok pria bersenjata melepas tembakan ke arah warga yang berusaha menyelamatkan diri," ucapnya.

Lebih lanjut Ojukwu mengaku tidak mengetahui pasti jumlah pelaku penembakan. Namun dia menyebut bahwa massa yang marah menghakimi empat pelaku penembakan hingga tewas. Saksi mata bahkan menyebut para pelaku dibakar hidup-hidup.

  ★ detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...