Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Tedjo Edhy Prijatno, memastikan pergantian kepemimpinan di tubuh Tentara Nasional Indonesia tetap sesuai dengan aturan.
Dia menyatakan pengganti Jenderal Moeldoko akan diambil dari unsur Angkatan Udara, sesuai dengan peraturan dibuat di era Presiden Abdurrahman Wahid.
Namun, ada keraguan bila Panglima TNI diangkat dari unsur Angkatan Udara. Sebab, kebijakan politik Presiden Joko Widodo menekankan terhadap maritim. Meski demikian, Tedjo memastikan hal itu tidak terjadi.
"Jadi semua itu tergantung Presiden mana yang beliau inginkan. Kita harus mendukung apa yang beliau inginkan. Kita ini di TNI untuk kemampuan ya kita sesuaikan.
Kebijakan beliau yang harus kita dukung," kata Tedjo kepada awak media usai bersilaturahim di rumah dinas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (3/1).
Menurut Tedjo, meski saat ini adalah giliran AU memimpin dia tidak bisa memastikan. Menurut dia, semua keputusan ada di tangan Jokowi.
Dia mencoba meyakinkan ketiga matra di TNI tidak bakal ribut bila Jokowi mengambil keputusan tidak berdasarkan rotasi kepemimpinan sudah dibangun.
"Oh enggak. Jadi enggak ada masalah," ujar Tedjo.
Ilustrasi
Seorang tentara tewas dan tiga lainnya terluka ketika gerilyawan secara bersamaan menyerang detasemen militer di dua provinsi Filipina selatan, Sabtu, kata seorang juru bicara militer.
Baku tembak selama satu jam pecah ketika kelompok pemberontak separatis Pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro (BIFF) menyerbu sebuah kamp di kota Presiden Quirino di Provinsi Sultan Kudarat tak lama setelah tengah malam, kata Kapten Jo-ann Petinglay dalam satu pernyataan.
BIFF, yang menentang pembicaraan damai saat ini antara kelompok utama gerilyawan di negara itu dan pemerintah, juga melancarkan serangan terhadap satu kamp di Kota Jenderal Salipada K. Pendatun di provinsi Maguindanao, katanya.
Serangan itu dimaksudkan untuk menyabotase perundingan, kata Petinglay, dan menambahkan bahwa kelompok separatis "akan terus menjadi gangguan untuk perdamaian".
BIFF memisahkan diri dari kelompok gerilyawan Muslim utama negara, Front Pembebasan Islam Moro (MILF), pada tahun 2008 berjuang untuk mendirikan satu negara Islam di negara yang mayoritas Katolik itu.
Tidak ada pihak yang membuat komentar tentang serangan Sabtu itu.
Pihak militer juga telah menyalahkan BIFF untuk pemboman bus di Filipina selatan pada Desember yang diklaim menewaskan 10 jiwa, dan penyergapan pada November yang menewaskan seorang mayor dan dua anak buahnya.
MILF menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah Presiden Benigno Aquino pada Maret tahun lalu, membuka jalan bagi perluasan otonomi wilayah muslim saat ini, demikian laporan AFP.(Uu.H-AK)

USS Sampson sebuah kapal perang milik Amerika dari kelas Arleigh Burke-class. Kapal ini dibekali manajemen tempur canggih bernama Aegis System, sistem tersebut mampu memilah ancaman dan menganalisa, serta memutuskan senjata apa yang paling terbaik untuk melumpuhkan lawan, semua proses tersebut berlangsung dalam hitungan detik. 2 Januari 2015. Facebook/USS Sampson (DDG 102).
Kapal ini dilengkapi radar paling kuat untuk ukuran kapal perang. AN/SPY-1, radar berkekuatan 4 juta watt menjadi jantung utama dari sistem Aegis ini. Awalnya radar ini buatan RCA Aerospace namun pada perkembangnya diambil alih oleh General Electric. Facebook/USS Sampson (DDG 102).
USS Sampson buatan dari Bath Iron Works, lunas pertamanya dibuat pada 20 Maret 2005. Penamaan kapal tersebut untuk menghormati seorang komandan angkatan laut bernama William Thomas Sampson yang lahir pada 9 Febuari 1840, 2 Januari 2015. Facebook/USS Sampson (DDG 102).
AN-SPY-1, radar berkekuatan 4 juta watt ini sanggup merusak sistem radar pesawat tempur jika pesawat tersebut terbang di dekat kapal tersebut. Kapal ini diciptakan untuk melindungi gugus tempur laut kapal induk Amerika dari serangan. Diharapkan dengan sistem Aegis yang dibawanya mampu menghalau semua serangan dari pesawat, kapal maupun kapal selam yang menyerang gugus tempur kapal induk Amerika. Facebook/USS Sampson (DDG 102)
Kapal USS Sampson ini dilengkapi dengan rudal SM-Standart 2, Harpoon, BGM-109 Tomahawk, RUM-139 ARSOC, Torpedo MK 46, Meriam kaliber 54, Phalanx MK-15 dan dilengkapi helikopter jenis Seahawk. Dengan didorong mesin 4 LM2500 Marine Gas Turbine Engines (100,000 HP) 3 Rolls Royce. 2 Januari 2015. Facebook/USS Sampson (DDG 102).
USS Sampson dikerahkan oleh Amerika dalam pencarian jenazah pesawat AirAsia. Dari keterangan yang dihimpun kapal milik Amerika tersebut sudah menemukan serta mengevakuasikan 4 jenazah. 2 Januari 2015. wikipedia.com
Kopaska. ©buku 50 Tahun Emas Satuan Komando Pasukan Katak
Personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL saat ini sedang berjibaku mengevakuasi mayat korban AirAsia QZ8501. Mereka juga ditugasi menyelam ke dasar laut untuk mencari bangkai pesawat nahas itu di Perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.
Tugas yang tidak mudah karena saat ini ombak ganas menerjang dengan ketinggian hingga empat meter. Ditambah cuaca yang tidak menentu, membuat operasi ini jelas tak bisa dilakukan sembarang orang.
Kopaska adalah satuan elite di tubuh Angkatan Laut. Sudah sejak era Trikora tahun 1963 mereka kerap diterjunkan dalam misi setengah mustahil. Tapi itulah pasukan khusus.
Personelnya dipilih dari orang-orang terbaik. Selain berotot kawat dan bertulang besi, mereka juga wajib datang dari Korps Pelaut. Syarat wajib lain harus sudah pernah bertugas di kapal TNI AL selama dua tahun atau lebih.
Kenapa harus pelaut?
Pertama, anggota Pasukan Katak (Paska) harus mengetahui konsep perang laut secara menyeluruh. Misal hendak melakukan misi sabotase atau pembebasan sandera, mereka sudah harus tahu bagian-bagian kapal. Bila bukan pelaut, mereka akan kesulitan mengenal bagian-bagian dalam kapal.
Kedua, jika sudah berpengalaman dalam KRI, insting mereka akan langsung bermain di mana kamar mesin, ruang amunisi, tanki bahan bakar dan sebagainya. Hal ini jelas akan berpengaruh dalam kesuksesan misi.
Latihan pertama yang harus dijalani oleh calon personel Paska adalah hellweek. Latihan yang benar-benar menguras emosi, tenaga dan keringat sampai ke tetes terakhir.
Intip bagaimana para pasukan katak ini digembleng habis:1. Seperti neraka!
Kopaska. ©buku 50 Tahun Emas Satuan Komando Pasukan Katak
“Sesuai namanya, seperti neraka! Cukup sekali seumur hidup,” singkat seorang mantan anggota Paska saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Dalam buku Kopaska, Spesialis Pertempuran Laut Khusus yang diterbitkan dalam rangka 50 tahun Kopaska, dikupas soal hellweek ini.
Setiap calon Paska tak pernah diberi tahu kapan rangkaian hellweek akan dimulai. Bisa saja tiba-tiba saat mereka belajar di kelas, atau saat tidur terlelap.
Hari pertama minggu neraka ini dibuka dengan ritual melahap nasi komando bersama-sama. Nasi komando adalah hasil blenderan nasi, lauk pauk, telur mentah, minyak ikan dan terasi. Makanan ditaruh dalam satu tempat dan dimakan secara bergiliran. Jika salah satu muntah di tempat itu, maka yang berikutnya tetap harus memakan nasi komando itu sampai tandas.
Sebagai pelepas dahaga, minuman yang diberikan adalah jamu brotowali. Jamu ini memang menyehatkan, tapi mungkin merupakan minuman paling pahit di dunia.
Setiap hari porsi tekanan terus ditambah hingga benar-benar memaksa seseorang untuk bertahan di titik maksimal.
Uniknya selama pendidikan, nama mereka diganti dengan nama hewan laut. Maka nama-nama tongkol, udang, paus, kakap wajib digunakan. Nah, kadang hingga pendidikan selesai, nama ini masih melekat di antara sesama mereka.
Jika tak kuat pendidikan, silakan berhenti. Tak ada paksaan sama sekali untuk mengikuti latihan Paska ini.
Siswa yang gugur atau mengundurkan diri diminta meletakkan topi bajanya di pinggir lapangan. Dari situ kelihatan berapa orang yang telah mengundurkan diri dalam satu angkatan.2. Jalan masih panjang, Bro!
Kopaska. ©buku 50 Tahun Emas Satuan Komando Pasukan Katak
Bagaimana dengan yang lulus hellweek? Apakah sudah berakhir semua deraan dan siksaan?
Belum bro! Masih panjang sekali perjalanan sang calon pasukan katak ini.
Begitu lulus mereka wajib mengikuti sekolah penembak. Calon Paska dikenalkan berbagai macam senjata, mulai dari pistol, senapan serbu, hingga senapan sniper. Mereka juga diajari berbagai macam teknik tembak reaksi, antiteror dan akurasi.
Selanjutnya siswa menempuh latihan komando gunung hutan dan longmarch di Karang Tekok. Disambung lintas medan ke Ijen, Situbondo, Bromo hingga Surabaya.
Lolos komando, giliran latihan terjun harus dijalani. Mulai terjun statis, HALO, HAHO wajib diikuti para siswa Paska. Setelah itu mereka digembleng aneka praktik demolisi dan pertempuran bawah laut khusus. Latihan dilanjutkan dengan praktik intelijen di Banyuwangi dan Malang.
Total rangkaian seluruh pendidikan ini makan waktu 10 hingga 12 bulan. Setelah lulus barulah mereka berhak mengenakan brevet Pasukan Katak dan baret merah.
Tan Hana Wighna Tan Sirna, tak ada rintangan yang tak bisa diatasi!
♘ Merdeka
Pusat Manajemen Pertahanan Nasional di Moskow mulai berfungsi penuh sebagai unit baru pemerintah Rusia sejak Senin (1/12). Unit ini telah dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan selama satu tahun penuh berdasarkan Keputusan Presiden.
Prasiden Rusia Vladimir Putin (tengah), Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu (kiri), dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov (kanan) di Pusat Manajemen Pertahanan Nasional. Foto: Alexey Nikolsky/RIA Novosti
Dari sebuah kompleks yang dirahasiakan, militer Rusia akan memonitor situasi di seluruh dunia. Dalam wawancara bersama Rossiyskaya Gazeta, Kepala Operasi Utama Direktorat Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Andrey Kartapolov menjelaskan tujuan pembentukan lembaga ini serta tugas yang diemban pada masa damai mapuan dalam operasi militer.
Kartapolov menjelaskan, kini semua aliran informasi dipersempit menjadi satu saluran. Hal tersebut memungkinkan pemantauan formasi pasukan secara real-time, dalam jam atau bahkan menit tertentu. Di samping itu, unit ini juga akan terus memantau semua aktivitas yang dilakukan Kementerian Pertahanan Rusia, Angkatan Darat dan Angkatan Laut Rusia, serta membuat permintaan komando dari pemerintah dan angkatan bersenjata.
Sebagai bagian dari Kementerian Pertahanan, struktur baru ini mencakup pusat kontrol kekuatan nuklir strategis, pusat komando, dan pusat kontrol rutinitas harian angkatan bersenjata. Selain Kementerian Pertahanan, Pusat Kontrol Nasional ini mencakup dinas-dinas lain seperti MCHS dan Dinas Penjagaan Perbatasan FSB.
Pusat Kontrol Pertahanan
Lembaga pertahanan negara ini akan ikut turun tangan saat negara menghadapi ancaman militer. Peran utama akan diambil oleh kementerian yang secara langsung mengontrol angkatan bersenjata dan semua organisasi militer negara.
Pusat ini diharapkan dapat memonitor dan mengoordinasi semua fase produksi dan perbaikan peralatan, mulai dari penandatanganan kontrak, proses produksi, hingga pengiriman sampel senjata pada unit militer tertentu.
“Di saat yang sama, spesialis dari lembaga ini akan memantau persiapan tempat yang akan dijadikan gudang peralatan dan senjata, serta perekrutan dan pelatihan awak tempur dan awak yang akan mengoperasikannya,” kata Kartopolov.
Pusat ini akan mengoperasikan sistem peranti keras dan lunak canggih yang telah memenuhi standar masa depan. Selain itu, unit ini tak hanya diizinkan menangani krisis di dalam batas domestik, melainkan masalah yang dihadapi di seluruh belahan dunia.
Efisiensi Terbukti
Menurut Kartopolov, Pusat Pertahanan Nasional tidak akan meniru fungsi Staf Umum. Staf Umum menangani perencanaan saat ini serta prospek jangka panjang, sementara Pusat Nasional menyiapkan resolusi berdasarkan peristiwa nyata. Namun setelah resolusi diadopsi, Staf Umum akan mengambil alih tanggung jawab, mengantisipasi situasi, dan melakukan tindakan. Fungsi Pusat Nasional berubah menjadi mengomunikasikan informasi ke semua struktur yang berkepentingan dan memantau pelaksanaan tugas. Dengan kata lain, Pusat Pertahanan Nasional diperlukan ketika situasi tiba-tiba berubah, saat operasi militer akan segera dimulai.
♘ RBTH