Senin, 30 Januari 2017

Menkopolhukam Ingin Ada “Pangkalan Militer” di Kalimantan Utara

Kalimantan ★

K
ementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menginginkan ada sejumlah infrastruktur pertahanan di tapal batas Indonesia di Provinsi Kalimantan Utara.

Panji Agung, Kepala Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah pada instansi Bappeda dan Litbang Kalimantan Utara mengatakan, Menko Polhukam Wiranto dalam rapat koordinasi pengendalian pengelolaan perbatasan negara di Jakarta pertengahan Januari 2017 menegaskan bahwa daerah perbatasan perlu infrastruktur pertahanan yang memadai termasuk sumber dayanya.

“Pak Wiranto ingin ada semacam pangkalan militer. Beliau meminta langsung waktu itu ke Pak Gubernur agar menyiapkan lahannya,” kata Panji, Senin (30/1/2017) di ruang kerjanya pukul 13.00 Wita.

Luas lahan yang dibutuhkan kementerian untuk membangun sarana dan prasarana pertahanan di batas Kalimantan Utara mencapai 50 hektar. Pasca pertemuan rakor di Jakarta tersebut, Pemprov Kalimantan Utara melalui Gubernur Irianto Lambrie telah menyurati Kemenko Polhukam yang isinya telah menyiapkan lahan 26 ribu hektar.

Luas yang diminta dan direkomendasikan itu bukan sebidang. Namun tersebar di sepanjang garis-garis batas dua negara, Indonesia-Malaysia. Daerah yang dijangkau seperti Tinabasan, Tulin Onsoi, Lembudu, Seimanggaris, dan masih banyak lagi.

“Pemprov merekomendasikan saja lahan. Nanti akan pembebasannya menggunakan anggaran pertahanan dari APBN,” ujarnya.

Perihal sarana dan prasarana yang dibangun, Panji belum berbicara banyak. Kata dia, hal itu dalam perencanaan Kemenko Polhukam sendiri.

Terhadap, sisa lahan yang masih dibutuhkan untuk menggenapi 50 ribu hektar sesuai permintaan kemenko tersebut, Pemprov tutur Panji akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kabupaten setempat, Malinau dan Nunukan.

Kawasan perbatasan negara memang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah. Daerah sebutnya akan memberi dukungan agar proyeksi yang ditetapkan bisa segera direalisasikan.

Pembangunan infrastruktur pertahanan ini diharapkan pula bisa memacu pertumbuhan ekonomi di garis batas. Apalagi keberadaan anggota TNI di sana, juga lebih mengakselerasi perekonomian perbatasan ke arah yang semakin positif.

“Rencananya TNI akan banyak ditempatkan di perbatasan. Kata Pak Wiranto, anggota TNI sudah banyak sekali di Jawa, sehingga perlu penempatan khusus untuk menguatkan perbatasan baik dari sisi perhanan maupun ekonomi,” ujarnya.

Keberadaan TNI di sana diharapkan mampu menumbuhkan sektor potensial lainnya seperti pertanian, pembangunan infrastruktur dasar warga, termasuk pemenuhan pelayanan kesehatan bagi warga.

“Yang tidak kalah penting adalah menjaga kedaulatan NKRI dari gangguan pihak asing termasuk memblokade masuknya narkoba ke dalam negeri,” ujarnya.

  ♞ Tribunnews  

Enam F-16 Digeser ke Lanud Soewondo

Ilustrasi F16 TNI AU ★

P
angkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud RSN) Pekanbaru mengerahkan enam unit pesawat tempur F-16 ke Lanud Soewondo, Medan.

Enam pesawat ini akan bertugas untuk melaksanakan Operasi Kehadiran. Komandan Lanud (Danlanud) RSN Pekanbaru, Marsekal Pertama (Marsma) Hendri Alfiandi turut serta dalam misi tersebut.

“Ini merupakan operasi kehadiran, ini instruksi Panglima TNI, guna mendukung Nawacita Presiden, salah satunya Poros Maritim,” ungkap Danlanud, Senin (30/1/2017) di Lanud RSN Pekanbaru.

Operasi akan berlangsung selama satu bulan. Operasi juga meliputi menjaga kawasan udara Sumatera, hinga ke Aceh, dan sampai ke kawasan Natuna.

  ♞ Tribunnews  

Dubes Australia Temui Menko Polhukam

Ilustrasi. (Setkab) ★

D
uta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia‎, Paul Grigson baru saja menemui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Pertemuan antara Wiranto dan Grigson berlangsung sekira setengah jam. Namun Grigson memilih ‘bungkam’ terkait pertemuan itu setelah dicegat wartawan. Ia terlihat buru-buru masuk ke dalam mobil yang membawanya.

“Buru-buru ada pertemuan lain,” ujar salah satu delegasi Rombongan Dubes Australia yang enggan disebutkan namanya saat ditemui wartawan.

Belum diketahui secara pasti apa yang dibahas antara Wiranto dengan salah satu perwakilan Pemerintah Australia tersebut. P‎ihak Kemenko Polhukam pun belum memberikan pernyataan sikapnya terkait pertemuan itu.

Sebelumnya hubungan antara Indonesia dan Australia sempat ‘menegang’ setelah militer Indonesia memutuskan menangguhkan kerja sama pelatihan militer dengan Australia. Kerja sama ditangguhkan setelah militer Indonesia tersinggung karena dalam materi ‎pelatihan menyinggung ‎ideologi Pancasila.

  ♞ Sindonews  

175 Prajurit TNI Tiba di Kongo

Konga XX-N http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/175-prajurit-tni-konga-xx-n-misi-perdamaian-tiba-di-kongo_20170130_162158.jpg175 Prajurit TNI Konga XX-N Misi Pasukan Perdamaian tiba di Kongo (TNI) ★

S
etelah menempuh perjalanan route Jakarta-Kongo/Afrika dengan Pesawat UN, sebanyak 175 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XX-N/Monusco (Mission de LOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) dibawah pimpinan Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos., selaku Komandan Satgas (Dansatgas), tiba di Republik Demokratik Kongo, Minggu (29/1/2017).

Dalam perjalanan menuju ke Republik Demokratik Kongo, 175 Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco terlebih dahulu melakukan transit di Bandara Internasional Enteebe-Uganda, dan terbang menuju tiga lokasi misi yang berbeda, yaitu 6 (enam) personel di Bunia, 86 personel di Beni Tactical Operational Base (TOB), dan 83 personel di Dungu Company Operasional Base (COB).

Dansatgas Kizi TNI Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos., dalam pengarahannya kepada seluruh anggota Konga XX-N/Monusco menyampaikan bahwa, tantangan kedepan masih banyak untuk Kontingen Garuda di Kongo. “Keberadaan Indonesia diakui oleh aparatur misi Monusco disini, masyarakat lokalpun menyatakan rasa bangga terhadap Kontingen Indonesia. Ini merupakan langkah awal yang cukup berat untuk mempertahankan citra Indonesia yang telah ditanamkan di sini,” ucapnya.

Lebih lanjut Mayor Czi Nur Alam Sucipto mengatakan bahwa, setiap personel harus melakukan secara cermat dan detail termasuk hal-hal yang menyangkut masalah tehnis di lapangan, baik dari unsur staf Komando Kompi, Tim Kesehatan, Peleton Bantuan maupun Peleton Alat Berat. “Kepada seluruh personel Satgas agar segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, sehingga tidak ada kevakuman kegiatan setelah purnatugas Kompi Zeni TNI Konga XX-M kepada Konga XX-N,” ujarnya.

“Dengan kekompakan para anggota sekalian, koordinasi yang baik ke dalam maupun ke luar, perencanaan yang baik dalam setiap Mission Task, dan disiplin, Insya Allah kita bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan kredibilitas kerja Indonesia Engineering Company,” kata Dansatgas Kizi TNI Mayor Czi Nur Alam Sucipto mengakhiri pengarahannya.

Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco yang beranggotakan 175 Prajurit TNI dari ketiga angkatan (150 personel TNI AD, 19 personel TNI AL dan 6 personel TNI AU) sebagian besar dari Yonzikon 11 dan Yonzikon 12 yang berdomisili di Jakarta dan Palembang, akan melaksanakan tugas selama satu tahun di Kongo. Satgas ini dipimpin oleh Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos sebagai Komandan Satgas abituren Akademi Militer 2000, saat ini menjabat sebagai Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 11/DW, di Matraman, Jakarta Timur.

Sementara itu, sebelum tiba di Republik Demokratik Kongo, Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco beberapa waktu lalu dilepas keberangkatannya oleh Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Komandan PMPP TNI menekankan kepada seluruh anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco untuk selalu menjaga nama baik bangsa dan negara yang selama ini memiliki citra yang baik di dunia Internasional. “Jaga nama baik TNI, bangsa dan negara selama bertugas serta laksanakan tugas secara profesional dan proporsional sesuai koridor yang telah ditentukan oleh PBB,” ucapnya.

“Agar seluruh prajurit untuk tidak melakukan pelanggaran seperti tindakan ilegal yang masih banyak ditemukan akhir-akhir ini, sehingga dapat mengakibatkan nama Bangsa Indonesia menjadi buruk di mata Internasional,” pungkasnya.

  ♞ Tribunnews  

[Video] KRI Fatahillah-361

Satgas Pengamanan Perbatasan Maphilindo 2017 Video liputan NETtv



  ★ Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...