Senin, 20 Februari 2017

Indonesia Promosikan Produk Industri Pertahanan Ke Kawasan Timur Tengah

Menhan RI Hadiri Pameran Internasional Pertahanan IDEX 2017 di Abu Dhabi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu memenuhi undangan dari Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab guna menghadiri Pameran Internasional Pertahanan dan Konferensi IDEX (International Defence Exhibition & Coference) 2017, Minggu (19/2) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Usai menghadiri dan menyaksikan acara pembukaan pameran IDEX 2017 yang akan berlangsung hingga tanggal 23 Februari 2017 tersebut, Menhan RI beserta Delegasi Indonesia dari Kemhan RI bekesempatan meninjau Pavilium Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) yang juga turut serta berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Ada tiga perusahaan BUMNIS yang turut serta dalam pameran IDEX 2017 di Abu Dhabi yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pal Indonesia dan PT Pindad. Keikutsertaan industri pertahanan Indonesia tersebut merupakan bagian dari kerjasama antara BUMNIS dalam hal ini PT Pindad dengan mitra strategisnya dari Uni Emirat Arab yakni Continental Aviation Services (CAS).

Keikutsertaan ketiga perusahaan BUMNIS dalam pameran tersebut, adalah bagian dalam rangka upaya mempromosikan produk produk industri pertahanan dalam negeri kepada pasar luar negeri terutama kepada negara-negara sahabat di kawasan timur tengah.

Usai meninjau Pavilium BUMNIS, selanjutnya Menhan RI yang didampingi Dirjen Strahan Kemhan RI Mayjen TNI Yoedi Swastanto dan Dirjen Pothan Kemhan RI Drs. Sutrimo berkesempatan melakukan pertemuan dengan sejumlah delegasi dari negara sahabat yakni delegasi dari Yunani, Korea Selatan, Rusia dan Yordania.

Pertemuan – pertemuan tersebut diantaranya membicararakan peningkatan dan peluang hubungan kerjasama pertahanan yang selama ini telah terjalin dengan baik khususnya peluang kerjasama di bidang industri pertahanan. (BDI).

  ♞ Kemhan  

Menlu RI-Tiongkok Fokus Bahas Laut China Selatan

Di Jerman http://cdn0-a.production.images.static6.com/4Cn8X-ip0wswXNGDpb_1nvP1OwM=/1280x710/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1511606/original/082792700_1487409888-Indonesia_Menlu_Retno_dan_China.jpgMenlu RI dan China melakukan pertemuan disela-sela G20 (Dokumentasi Kemlu) ✬

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu China Wang Yi. Pertemuan yang dilakukan di Kota Bonn, Jerman berlangsung di sela-sela pertemuan tingkat menteri negara anggota kelompok G20.

Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan bilateral itu, adalah isu keamanan di Laut China Selatan. Wilayah tersebut merupakan perairan yang disengketakan China dan beberapa negara Asia Tenggara.

Retno menekankan, begitu penting bagi ASEAN dan China untuk memperkuat komitmen menjaga stabilitas dan keamanan Laut China Selatan.

Ada cara yang bisa dilakukan untuk mengimplementasikan komitmen tersebut. Jalan yang harus diambil adalah mewujudkan dokumen tata perilaku (Document of Condunct, DoC) dan mendorong kemajuan kesepakatan tata perilaku (Code of Conduct, CoC) itu sendiri.

"Kesiapan China untuk memajukan pembahasan CoC dan DoC merupakan langkah baik," ucap Retno dalam keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri yang diterima Liputan6.com.

"Indonesia mengharapkan ASEAN dan China dapat merealisasikan hal itu dengan memulai pembahasan framework CoC," sambung perempuan yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu tersebut.

Pembahasan CoC antara China dan ASEAN terkait Laut China Selatan sudah berlangsung sejak medio tahun 2000. Dimulainya pembahasan tersebut karena ada beberapa negara ASEAN yang terlibat pertikaian dengan China terkait Laut China Selatan.

Laut China Selatan sendiri tak bisa dipungkiri menjadi sumber masalah bagi China dan beberapa negara di Asia Tenggara. Saling klaim di antara dua pihak kerap berujung memanasnya kondisi di lautan itu.

Walau tidak terlibat pertikaian dengan China, RI sejak perundingan dimulai terus mendorong upaya perdamaian di Laut China Selatan. Salah satu upaya yang didorong Indonesia adalah penyelesaian kesepakatan CoC, Tiongkok-ASEAN.

  ♞ Liputan 6  

Hawk 100/200 TNI AU latihan tempur gunakan peluru kendali AGM-65 Maverick

Hawk TNI AU [TNI AU]

Lima unit jet tempur Hawk 100/200 dari Skuadron Udara 12 Black Panther TNI AU yang bermarkas di Pangkalan Udara Utama Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, menggelar latihan tempur menggunakan peluru kendali AGM-65 Maverick.

Komandan Skuadron Udara 12 TNI AU, Letnan Kolonel Penerbang Dedy Suprianto, di Pekanbaru, Minggu, menjelaskan latihan tempur itu dilakukan di Pangkalan Udara TNI AU Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Provinsi Aceh.

"Tujuan utama latihan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan penerbang dalam melaksanakan operasi penerbangan menggunakan rudal Maverick," kata dia.

Ia menjelaskan, terdapat 61 personel terdiri dari penerbang, teknisi dan pendukung yang terlibat dalam latihan tersebut.

Sementara itu, latihan uang juga akan melibatkan dua pesawat C-130 Hercules TNI AU itu dijadwalkan akan berlangsung hingga 24 Februari 2017 mendatang.

Sebelum melepas keberangkatan Skuadron Udara 12 TNI AU itu, Komandan Wing Udara 6 TNI AU, Kolonel Penerbang Radar Soeharsono, menegaskan semua personel harus mengutamakan keselamatan dan keamanan misi, peralatan, dan personel.

"Sehingga latihan dapat terlaksana dengan baik, aman, lancar dan tanpa kendala hingga nantinya kembali ke pangkalan," ujar Suharsono.

Sebelum keberangkatan lima jet tempur Hawk 100/200 ini, sehari sebelumnya (18/2), lima pesawat tempur F16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 16 TNI AU baru menyelesaikan misi patroli di kawasan perbatasan termasuk Selat Malaka sejak akhir Januari 2017 lalu.

Pada Agustus 2012, Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Amerika Serikat, menyatakan, Indonesia mengajukan permohonan pembelian peluru kendali AGM-65 Maverick dengan memakai pola pembayaran Penjualan Militer Luar Negeri (Foreign Military Sales).

Permohonan untuk pembelian senilai 25 juta dolar Amerika Serikat itu terdiri dari 18 AGM-65K2 Maverick berikut perlengkapan, suku cadang, pelatihan, dan dukungan logistik.

  ✈ Antara  

[Video] Skadron Udara 11 Sukhoi

Penjaga Langit Nusantara Video pesawat penjaga langit nusantara liputan NETtv. Diambil dari Youtube.


  ♞ Youtube  

Minggu, 19 Februari 2017

S. Korea's K21 in race to win Indonesia's military contract

Korea's K21 variant with 105 mm rifled gun [janes] ★

S
outh Korean defense firm Hanwha Defense Systems is competing with its Russian and Turkish counterparts for Indonesia's 95 million US dollar military program to acquire 50 armored personnel carriers, according to a British defense magazine.

The Indonesian Ministry of Defence is currently evaluating proposals from Russia's Military-Industrial Company, Turkey's FNSS, and Hanwha, IHS Jane's Defence Weekly said in an article on its website.

The K21 infantry fighting vehicle designed by the state-run Agency for Defense Development has been in service since 2009. The agency has upgraded it or developed its variants.

Options being considered are Russia's BTR-80, Turkey's ACV-19 and Hanwha's Next Infantry Fighting Vehicle (NIFV) K21, the weekly said.

Besides deployment with Indonesian marine units, the armored vehicles are also being planned for Indonesia's deployment at international operations, such as UN peacekeeping missions, it said.

Citing program briefing documents, Jane's said that one of the requirements in the contract is that the winning bidder must deliver between 10-15 APCs in a semi-knocked down state of assembly to Indonesia, with final assembly to be done locally through technology transfer arrangements.

A subsequent batch of 35-40 units is to be delivered through licensed production arrangements with local companies, it said, adding Indonesia is expected to come to a decision by April 2017.

  ♞ Ajudaily  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...