Sabtu, 07 September 2019

TNI AL Kerahkan 23 Kapal Perang, 14 Pesawat, dan 139 Alutsista Marinir

Dalam Latgab 2019https://i2.wp.com/www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2019/09/Apel-Latgab-TNI-2019.jpg?w=822&ssl=1Antara/Moch. Asimd

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan 23 kapal perang, 14 pesawat udara, 139 alutsista tempur Marinir, dan 4.242 prajurit TNI AL dalam Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha Tahun 2019 yang akan segera dilaksanakan.

Sebelum pelaksanaan Manuver Lapangan (Manlap), seluruh unsur yang dilibatkan dalam latihan gabungan ini, baik dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU terlebih dahulu melaksanakan Apel Gelar Pasukan guna mengukur kesiapan alutsista dan Prajurit.

Gelar Pasukan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mewakili Panglima TNI di Dermaga Koarmada II Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (5/9).

Turut hadir dalam kesempatan ini adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna serta para pejabat tinggi di jajaran TNI.

Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam rilis berita yang dilayangkan kepada redaksi Airspace Review hari ini menerangkan, Panglima TNI menyampaikan amanatnya yang dibacakan oleh KSAD.

Dikatakan Panglima TNI, Latgab TNI merupakan latihan untuk menguji kesiapsiagaan TNI dalam rangka melaksanakan kampanye militer untuk menghadapi kemungkinan kontijensi yang akan terjadi.

TNI AL dalam Latgab TNI kali ini akan melaksanakan sejumlah serial latihan yang dilaksanakan oleh Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab), Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), Pasukan Pendarat Marinir (Pasratmar), maupun Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin).

 ♖ Airspace Review  

Rabu, 04 September 2019

TNI Gelar Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat

Di Jayapura dan WamenaSebanyak 94 Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI melakukan latihan penerjunan di Lanud Silas Papare, Jayapura dan Wamena, Jayawijaya, Rabu (4/9/2019). [Foto/iNews TV/Edy Siswanto]

Sebanyak 94 Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI melakukan latihan penerjunan di Lanud Silas Papare, Jayapura dan Wamena, Jayawijaya, Rabu (4/9/2019).

Latihan penerjunan di dua lokasi ini dilakukan serentak pada pukul 07.30 hingga 09.00 WIT, dengan masing masing-masing 92 penerjun di Lanud Silas Papare dan 92 penerjun di Bandara Wamena. Keseluruhan pasukan yang diterjunkan dari Batalyon Lintas Udara 501/BY.

Latihan PPRC TNI ini dihadiri langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto, Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian, pejabat di lingkungan Mabes TNI dan Polri, pimpinan TNI Polri di Papua serta unsur Muspida.

Panglima TNI mengatakan bahwa latihan PPRC TNI 2019 dimaksudkan untuk kesiapsiagaan pasukan PPRC di wilayah Indonesia Timur.

"Untuk profesionalitas kesiapsiagaan PPRC TNI, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan operasi. Selain itu juga, latihan PPRC ini diperuntukkan untuk menyikapi perkembangan global yang cepat dab dinamis, yang berdampak bergesernya hakekat ancaman serta kontijensi," katanya.

Latihan PPRC TNI Tahun 2019 dikoordinatori oleh Divisi 2 Kostrad di Malang Jawa Timur. di tahun 2019 ini dilakukan penerjunan di Divisi 3 wilayah Timur.

"Alhamdulillah semua berlangsung dengan lancar, dan aman dan tujuan dari latihan ini tercapai," kata Hadi Tjahyanto.

Dengan adanya latihan PPRC ini, maka jadwal penerbangan beberapa maskapai dari maupun akan ke Bandara Sentani dan Wamena ditunda beberapa waktu, sesuai dengan waktu penerjunan.

Pihak Perhubungan Bandara klas 1 Sentani mengeluarkan Notam untuk latihan tersebut, dengan nomor B4379/19 Notam N yang ditandatangani langsung oleh Kepala Bandara Sentani Anthonius Widyo Praptono. Delay penerbangan dilakukan sebelum dan sesudah dari waktu latihan. (shf)

   sindonews  

Bakamla Libatkan Unsur Zona Maritim Barat

Dalam Latihan Bersama SEACAT 2019Sejumlah personel Bakamla RI/ Indonesian Coast Guard (IDNCG) yang bertugas di wilayah Zona Maritim Barat, mengikuti Latihan Bersama South East Asia Cooperation and Training (SEACAT) di perairan Asia Tenggara (Singapura dan Filipina) beberapa hari lalu.

Latihan bersama Command Post Exercise (CPE) dan Field Training Exercise (FTX) digelar sejak 26 hingga 30 Agustus 2019.

Selama menjalani lima hari pelatihan dengan instruktur Amerika, para peserta mempelajari materi latihan tentang Hukum Laut serta mempertajam kemampuan boarding party dan peran pemeriksaan penggeledahan terhadap kapal target.

Adapun unsur yang terlibat dalam pelatihan ini antara lain ABK KN Bintang Laut 401, personel Zona Maritim Barat Batam, dan Special Response Team (SRT).

Kegiatan yang dilaksanakan Direktorat Latihan Bakamla RI ini merupakan latihan multilateral yang diprakarsai Amerika Serikat di bidang keamanan maritim (Maritime Security/ MARSEC) dan information sharing di wilayah Asia Tenggara. Latihan bersama ini digelar untuk meningkatkan kemampuan sumber daya Bakamla khususnya pengawak kapal patroli Bakamla.

Bakamla mulai terlibat dalam Latma SEACAT sejak 2017. Pada 2018, Bakamla berpartisipasi dengan mengirimkan KN Belut Laut 4801, satu tim VBSS dan dua Liaison Officer (LNO).

KN Belut Laut 4801 melaksanakan latihan boarding terhadap kapal target (Vessel of Interest / VOI) dengan menurunkan tim VBSS gabungan bersama tim VBSS TNI AL.

Pada 2019 Latma SEACAT melibatkan satu unsur KN Bintang Laut 401 beserta RHIB yang berada di Batam, ABK serta satu Tim VBSS.

Latihan bersama SEACAT bertujuan untuk meningkatkan kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam mengatasi tindak pidana di laut, meningkatkan kerjasama, interoperability dan krisis respon diantara Angkatan Laut, Coast Guard dan Instansi Penegakan Hukum Laut di wilayah Asia Tenggara.

   angkasa news  

[Video] Javelin and Carl Gustav Range

♞ Garuda Shield 2019Javelin and Carl Gustav Range at Garuda Shield 19
PUSLATPUR MARINE BASE, INDONESIA
08.22.2019
Video by Pfc. Ezra Camarena
U.S. Army Pacific Public Affairs Office

Soldiers from U.S. Army Forces and Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD Indonesia Armed Forces) conduct a joint range using javelin and M3 Carl Gustav missiles at Puslatpur Marine Base in Indonesia. Soldiers from 1-27 Infantry Regiment, Wolfhounds, 2nd Infantry Brigade Combat Team, 25th Infantry Division conducted the range with TNI-AD Indonesia Armed Forces a part of the ongoing training conducted during Exercise Garuda Shield.

Garuda Shield is an annual, bilateral military exercise sponsored by the U.S. Army Pacific and hosted annually by Tentara Nasional Indonesia. This year marks the thirteenth iteration of this continuing effort to promote regional peace and security. (U.S. Army Video by Pfc. Erza Camerana, 28th Public Affairs Detachment, Hawaii)


  Youtube  

Selasa, 03 September 2019

Pindad Sudah Mengantongi Kontrak Senilai Rp 4 triliun

♞ Di Semester I Tahun 2019MT Harimau Pindad [Pindad] ★

PT
Pindad (Persero) sudah mengantongi kontrak senilai Rp 4 triliun di semester I 2019. Dengan demikian, realisasi perolehan kontrak sudah mencapai 49,38 % dari target perolehan kontrak sebesar Rp 8,1 triliun di tahun 2019.

Kontrak yang diperoleh terdiri dari kontrak senilai Rp 2,7 triliun untuk alat-alat persenjataan yang digunakan keperluan pertahanan dan keamanan (hankam), serta kontrak senilai Rp 1,3 triliun alat-alat berat yang digunakan untuk keperluan industrial business.

Kontrak pembelian alat persenjataan terdiri atas kontrak penjualan kendaraan tempur sebesar 65%, amunisi sebesar 20% dan senjata sebesar 15%. Adapun pihak yang melakukan kontrak pembelian antara lain meliputi TNI dan Polri.

Sementara itu, pihak yang melakukan kontrak pembelian alat-alat berat untuk keperluan industrial business meliputi pelaku-pelaku bisnis di sektor swasta.

Untuk mengejar target perolehan kontrak sebesar Rp 8,1 triliun hingga akhir tahun, Pindad tengah memproses kontrak penjualan medium tank dan infantry fighting vehicle (8x8) serta alat-alat berat di sektor swasta.

Pada semester I 2019, Pindad mencatatkan pertumbuhan penjualan 38,88% secara tahunan dari Rp 936 miliar pada semester I 2018 menjadi Rp 1,3 triliun di semester I 2019. Penjualan ini merepresentasikan 25,49% dari target penjualan Pindad di sepanjang tahun 2019 yang sebesar Rp 5,1 triliun.

Sebagian besar penjualan masih didominasi oleh penjualan dalam negeri dengan persentase sebesar 85%. Sementara itu, sebanyak 15% sisanya terdiri atas penjualan ekspor.

Pindad telah melakukan ekspor sejak tahun 2006 ke beberapa negara seperti Kamboja, Nigeria, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Singapura, Timor Leste, Filipina, Laos dan lain-lain.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, ke depannya Pindad akan terus memperluas pasar ekspor di wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah. Pemilihan kedua wilayah didasari pertimbangan besarnya permintaan di wilayah tersebut.

Sementara itu, penjualan domestik terdiri atas penjualan alat-alat di bidang hankam dan industrial business dengan komposisi persentase yang hampir seimbang.

Sebagian besar penjualan alat-alat di bidang hankam berasal dari penjualan amunisi dengan persentase sebesar 70%. Sementara itu, sebanyak 30% sisanya terdiri dari penjualan senjata dan kendaraan tempur.

Sementara itu, penjualan alat-alat di bidang industrial business terdiri atas penjualan eskavator, alat pendukung kereta api, dan bahan peledak komersial. Adapun pihak-pihak yang melakukan pembelian antara lain terdiri dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, dan perusahaan-perusahaan di sektor swasta.

 Gandeng Perusahaan Korea dan Kanada 

Amunisi buatan Pindad (Detik)PT Pindad akan menggandeng investor dari Korea Selatan dan Kanada. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan amunisi TNI dan Polri.

Setiap tahun kebutuhan amunisi bagi prajurit TNI dan Polri mencapai 400 juta butir, dengan menggandeng investor asing, PT Pindad memproyeksikan akan memiliki kapasitas produksi amunisi hingga 400 juta butir per tahun pada tahun 2023 mendatang.

Saat ini, rencana tersebut sudah memasuki tahapan pengkajian teknis untuk pemilihan teknologi.

Hal ini kemudian berlanjut dengan tahapan penyusunan feasibility studies untuk memenuhi proses perizinan yang dibutuhkan.

Harapannya, proyek itu bergulir pada semester kedua tahun depan.

  Kontan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...