Kamis, 18 Juni 2020

KAL Rajegwesi Perkuat Lanal Banyuwangi

Dengan spesfikasi tersebut, kapal ini akan mampu mendukung tugas kami khususnya bila ada kejadian 'urgent' yang membutuhkan penanganan cepat. Mulai hari ini resmi dapat digunakanPenyambutan KAL Rajegwesi II-5-40 di Lanal Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (18/6/2020) ●

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis menyambut kedatangan armada baru, yakni Kapal Angkatan Laut (KAL) Rajegwesi untuk memperkuat operasi keamanan laut di wilayah perairan Probolinggo, Jember hingga Banyuwangi.

Prosesi penyambutan kapal yang mampu melaju hingga kecepatan 28 knot dan dilengkapi persenjataan tersebut disaksikan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas bersama Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi Letkol Laut (P) Joko Setiyono dan juga dihadiri Kapolresta Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin dan Komandan Kodim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto.

"Kami bersyukur pimpinan Angkatan Laut mempercayakan tambahan alutsista berupa KAL Rajegwesi ini ke Lanal Banyuwangi. Dengan adanya KAL Rajegwesi ini akan mendukung Lanal Banyuwangi dalam bertugas mengamankan wilayah laut yang menjadi teritorial kami, yakni mulai Probolinggo, Jember hingga perairan Banyuwangi," ujar Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Joko Setiyono.

Menurut dia, sebagai institusi yang bertugas dalam pertahanan negara, TNI Angkatan Laut memerlukan alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang mumpuni untuk menegakkan kedaulatan dan hukum di laut.

Letkol Joko mengemukakan bahwa KAL Rajegwesi memiliki spesifikasi panjang 28,98 meter, lebar 6,2 meter, dengan berat 90 ton. Kapal Angkatan Laut Rajegwesi memiliki kecepatan maksimal 28 knot, kecepatan jelajah 18 knot yang dilengkapi persenjataan senapan mesin berat dengan kaliber 20 MM dan 12,7 MM.

"Dengan spesfikasi tersebut, kapal ini akan mampu mendukung tugas kami khususnya bila ada kejadian urgent yang membutuhkan penanganan cepat. Mulai hari ini resmi dapat digunakan," ucapnya.

Kata Letkol Joko, Rajegwesi diambil dari nama salah satu pantai yang ada di pesisir selatan kawasan Banyuwangi, dan merupakan salah satu lokasi kekuatan pertahanan laut tentara Jepang di masa penjajahan.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan pemkab turut bangga dengan hadirnya KAL Rajegwesi yang menjadi armada baru di Lanal Banyuwangi. Anas berharap armada baru ini akan menambah kekuatan dan kesiapan Lanal dalam mengantisipasi keamanan di perairan laut Banyuwangi.

"Tentunya kami turut gembira dengan adanya KAL Rajegwesi ini. Semoga kapal ini dapat menjalankan fungsinya guna mendukung keamanan daerah dengan optimal," tuturnya.

  ★ antara  

Indonesian Army Takes Delivery of MLRS Avibras Astros II Mk 6

From Brazil Unloading of an Avibras Astros II Mk 6 MLRS in the Indonesian port of Tanjung Priok, Jakarta, on June 12, 2020 [Picture source: Defense Studies] ●

As reported by Defense Studies, the Hong Kong-flagged MV Tian Fu cargo ship sailed from Santos, Brazil, to Tanjung Priok port in Jakarta where, on June 12, it delivered 27 Astros II Mk 6 rocket launchers with ammunition for the Indonesian Army.

The Astros II Mk 6 rocket launchers made by Avibras Brazil will be operated by the Army Strategic Reserve Command. In 2012, Indonesia ordered 36 MLRS Astros II which had all been received and consequently used by two artillery battalions in the Kostrad Division 1 and 2.

In 2018, the 3rd Division of the Kostrad Army was formed. This Kostrad Army had a number of battalions deployed in Sulawesi and Papua New Guinea. Every Kostrad force is equipped with an MLRS battalion. Hence, it is likely that the newly-delivered MLRS will also be used there. Another possibility is that they would fill the gap in Divisions 1 and 2 of Kostrad because several Astros MLRS units have been sent to Natuna Island.

Since the tension in the North Natuna Sea has risen, the Indonesian Army moved 14 units of Astros II MLRS to Natuna. The assignment was at the same time the move of Astros to the 1st Composite Battalion / Gardapati Kodam I Bukit Barisan which oversees the regions of North Sumatra, West Sumatra, Riau and the Riau Islands.

ASTROS II (Artillery Saturation Rocket System) is a self-propelled multiple rocket launcher produced in Brazil by the Avibras company. It features a modular design and employs rockets with calibers ranging from 127 mm to 450 mm ( 5-17.72 inches). It was developed on the basis of a Tectran VBT-2028 6×6 all-terrain vehicle for enhanced mobility.

In 2014 a first improved ASTROS II Mk.6 was delivered. This system is also referred as ASTROS-2020. The launcher vehicle is capable of firing new AV-TM 300 cruise missiles with a range of 300 km and AV-SS-G40 guided rockets.

  ★ Army Recognition  

Kisah Satgas Konga DI Kongo

Meminimalisir bentrokan antar wargaSatgas TNI Konga XXXIX-B Buat Milisi Serahkan Senjata Api ●

Satuan Tugas TNI Konga XXXIX-B RDB/MONUSCO di bawah pimpinan Kolonel Inf. Daniel Lumbanraja berhasil membuat delapan anggota dari Milisi Malaika Group bertobat dan menyerahkan senjatanya.

Daerah tertinggal seperti Desa Lukengwe, Kongo memang kerap kali sering terjadi bentrok antar warganya. Karena itu penyerahan senjata api ini sangat berarti bagi prajurit Satgas TNI Konga. Mereka bisa meminimalisir bentrokan yang sering terjadi, sehingga tidak ada lagi korban jiwa.

Menurut Kolonel Daniel, pasukannya memiliki cara khusus untuk biasa membuat milisi bersenjata itu sadar diri dan bertobat.

“Kita melakukan pendekatan dengan persuasif. Sehingga mereka (Milisi Malaika Group) mau menyerahkan 8 senjata api,” kata Kolonel Daniel Lumbanraja yang dilansir dari Instagram Puspen TNI Rabu 17 Juni 2020.

Selain delapan pucuk senjata api jenis AK-47, para milisi juga turut menyerahkan delapan buah magazine. Penyerahan senjata ini berlangsung di Desa Lukengwe, Republik Demokratik Kongo.

VIVA Militer: Satgas TNI Konga XXXIX-B Buat Milisi Serahkan Senjata ApiSelanjutnya delapan pucuk senjata jenis AK-47 dan delapan magazine diserah terimakan kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR/RR) untuk diproses sesuai dengan ketentuan United Nation (UN).

“Keberhasilan yang kita raih saat ini tidak lepas dari usaha dan kerja keras para prajurit. Prajurit Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB/MONUSCO selalu bersemangat dalam menjalankan setiap tugas,” ujar Dansatgas.

Para prajurit Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB/MONUSCO melakukan berbagai kegiatan seperti Long Range Patrol (LRP) dalam rangka Protection Civillian dan kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) secara terencana dan sistematis yang dilakukan di poros Desa Lukengwe.

  ★ VIVAnews  

Rabu, 17 Juni 2020

[Dunia] Intelijen Amerika Sebut 35 Tentara China Tewas

Bentrok Lawan India Bentrokan fisik pecah antara tentara China dan India di batas kedua negara di wilayah Ladakh [istimewa] ★

Informasi Pertahanan India (IDU) melaporkan, menurut informasi Intelijen Amerika Serikat (AS), jumlah Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) yang tewas akibat bentrokan berdarah dengan Angkatan Bersenjata India (BSS) di sepanjang perbatasan Lembah Galwan pada hari Selasa malam kemarin mencapai 35 personil. Sementara, empat personil PLA lainnya saat ini dalam keadaan kritis.

Hal itu disampaikan oleh sebuah akun twitter pertahanan India, (IDU) Indian Defense Updates melalui akun @defentalerts dengan mencantumkan gambar pemberitaan dari sebuah televisi nasional India.

"Intelijen AS melaporkan 35 tentara PLA terbunuh dalam perkelahian baru-baru ini dengan militer India di Lembah Galwan. 4 tentara China lainnya masih dalam kondisi kritis, Ladakh," dikutip VIVA Militer dari akun twitter Update Pertahanan India, Rabu, 17 Juni 2020.

Namun, jumlah tentara China yang tewas itu masih belum dapat dipastikan kebenarannya. Sebab, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pemerintah China terkait dengan jumlah korban jiwa yang tewas akibat bentrokan berdarah di wilayah perbatasan antar dua negara yang bertikai itu.

Dikutip dari China Global Television Network (CGTN), Juru bicara Komando Teater Barat dari Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), Zhang Shuili sebelumnya membenarkan bahwa insiden berdarah di perbatasan Lembah Galwan itu telah menyebabkan jatuhnya korban dari pihak tentara PLA. Hanya saja, Shuili tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah korban jiwa yang tewas akibat bentrokan maut itu.

Sejauh ini, dari informasi yang dihimpun oleh VIVA Militer, Tentara India telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah kehilangan 20 tentara selama pertempuran singkat dengan militer China kemarin malam. Salah satu korban tewas adalah seorang perwira menengah Angkatan Bersenjata India (BSS), yaitu Kolonel Bikkamalla Santosh Babu.

 Sekarat 17 Prajurit India Tewas Kedinginan 

Angkatan Darat militer India menyatakan 20 prajurit mereka tewas dalam bentrokan maut dengan tentara China di Lembah Galwan, Ladakh.

Dari 20 itu, seorang di antaranya adalah perwira menengah Angkatan Darat berpangkat kolonel.

Menurut laporan Angkatan Darat India, awalnya dilaporkan hanya ada 3 tentara yang tewas di lokasi bentrokan. Namun jumlah melonjak menjadi 20 tentara setelah 17 tentara lainnya yang sekarat meregang nyawa akibat diterpa suhu dingin di lokasi bentrokan.

"17 tentara India yang terluka kritis di garis tugas di lokasi kebuntuan dan terkena suhu di bawah nol di dataran tinggi telah menyerah pada cedera mereka. Ini membuat jumlah total dari mereka yang tewas dalam aksi menjadi 20," tulis Angkatan Darat India dikutip VIVA Militer dari The Indian Express, Rabu 17 Juni 2020.

  ★ VIVAnews  

[Dunia] Bentrok dengan China di Perbatasan

20 Tentara India Tewas Keributan yang merengut personil keamanan India di LAC [oxibuzz] ★

India mengklaim 20 tentara mereka tewas dalam bentrokan dengan pasukan China pada Senin (15/6) di wilayah perbatasan Himalaya yang menjadi sengketa.

Melalui pernyataan pada Selasa (16/6), tentara India menjabarkan bahwa jumlah personel yang tewas tersebut merupakan akumulasi dari data selama dua hari.

Pada hari pertama saat bentrokan terjadi, India melaporkan tiga tentaranya tewas. Namun sehari kemudian, jumlah tentara yang tewas bertambah 17.

"[Ada 17 orang] yang terluka kritis saat bertugas di lokasi bentrokan, dan berada di daerah dengan suhu di bawah nol di dataran tinggi memperparah luka mereka, sehingga total yang tewas mencapai 20," demikian pernyataan tentara India yang dikutip AFP.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan bahwa bentrokan ini terjadi setelah tentara India melintasi perbatasan hingga dua kali.

https://defence.pk/pdf/proxy.php?image=https%3A%2F%2Fi0.wp.com%2Fwww.altnews.in%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F06%2F6f6e9153-72e8-42de-b050-5f182db1fa1a.png%3Fw%3D584%26ssl%3D1&hash=f81139430bfea30293fe8222cb5080a2Menurut Zhao, tentara India itu kemudian melakukan provokasi dan menyerang tentara China. Bentrokan fisik antara pasukan kedua negara di perbatasan itu pun tak terhindarkan.

"Kami sekali lagi dengan sungguh-sungguh meminta agar India mengambil sikap yang relevan dan menahan pasukannya di garis depan," ujar Zhao.

Ia kemudian berkata, "Jangan melintasi perbatasan. Jangan memprovokasi masalah. Jangan mengambil tindakan sepihak yang akan memperumit situasi di perbatasan."

Sengketa di perbatasan antara China dan India ini memang rumit dan berkepanjangan. Kedua negara saling klaim kendali atas perbatasan tersebut sejak medio 1960-an.

Awalnya, kedua negara sempat terlibat perang singkat pada 1962. Kala itu, China mengambil alih wilayah perbatasan tersebut dari India.

Sejak saat itu, ketegangan tak pernah hilang dari perbatasan. Namun, bentrokan besar hingga peluru ditembakkan terakhir kali terjadi pada 1975.

Dalam beberapa tahun belakangan, Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden China, Xi Jinping, sudah melakukan pertemuan untuk meredakan ketegangan.

Bentrokan kali ini pun dianggap dapat merusak momentum perundingan damai di perbatasan antara kedua negara. (has)

  ★ CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...