Kamis, 04 September 2025

Poltekad Ujicoba Mortir Latih Kaliber 81mm

(Poltekad)

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) kembali menunjukkan inovasi di bidang alutsista dengan melaksanakan uji coba mortir latih kaliber 81 mm.

Pengujian ini berlangsung di Lapangan Tembak Bedali, Lawang, dan dipimpin langsung oleh Mayor Arh M. Ali, S.T. beserta tim Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Litbanghan).

Uji coba ini menggunakan sistem pre-charge pneumatic system, sebuah teknologi baru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan saat latihan menembak.

Mortir latih ini rencananya akan digunakan di berbagai satuan jajaran infanteri dan lembaga pendidikan di seluruh Angkatan Darat, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam mengoperasikan mortir tanpa harus menggunakan amunisi tajam.

Mayor Arh M. Ali, S.T. menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan latihan menembak mortir menjadi lebih realistis, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah dan risiko yang minimal. "Teknologi ini dirancang agar latihan menembak bisa dilakukan secara aman dan efektif," ujarnya.

Hasil dari uji coba ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dan implementasi mortir latih ini di seluruh kesatuan Angkatan Darat.

  💣 
Poltekad  

Rabu, 03 September 2025

Panglima TNI Pimpin Latihan Puncak Latgabma SGS di Baturaja

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtTDDHQfSL7JYioARJPwTszpLQ4vcrMNpT5HXuaS1SXg7WpkTMfaa1hqvrRmMPlw5a535ZUJ7yVnYg6pauGH3zO67ZRxMnypifUMmDQTZcwboY2Gz-1N712uKYj_mjITuoVPlW5OhhsfbysAvWe3dxWmIfVfJcveqMre10hMe3QGXg5w8B7Qd5QLml_aDQ/s999/AH-64E%20Apache%20Guardian%20helicopter%20during%20Super%20Garuda%20Shield%2025%20(U.S.%20Army%20photo%20by%20Pfc.%20Seu%20Chan)_7735891460642134921_n.jpgHelikopter AH-64E Apache milik TNI AD melakukan penembakan saat puncak Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2025 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) di Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Rabu (3/9/2025). Pelaksanaan puncak latihan The Combined Arm Live Fire Exercise (Calfex) melibatkan alutsista yang digunakan yakni dua pesawat F-16 milik TNI AU, dua helikopter AH-64 Apache milik TNI AD, roket Astros milik TNI AD, Vampire RM-70 Grade milik TNI AL serta alutsista milik tentara Amerika (US Army) yaitu empat helikopter AH-47 Apache dan roket Himars. (U.S. Army photo by Pfc. Seu Chan)

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin Latihan Puncak Combined Arms Life Fire Exercise (CALFEX) atau latihan tembakan amunisi tajam terintegrasi pada Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2025 di titik tinjau Puslatpur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Baturaja, Kabupaten OKU, Sumsel, Rabu mengatakan bahwa Latihan Puncak CALFEX Latgabma Super Garuda Shield 2025 merupakan ajang memvalidasi kemampuan komandan lapangan untuk merencanakan dan melakukan tembakan langsung yang secara taktis, aman, dan realistis, menerapkan prinsip-prinsip taktik manuver dalam lingkungan pertempuran.

Dia mengatakan, dalam puncak Latgabma SGS tersebut melibatkan sebanyak 260 personel TNI AD, US ARMY 200 personel, Australia 100 personel, Jepang 75 personel, dan Singapura 25 personel.

Sedangkan, persenjataan dan alutsista yang digunakan adalah tiga HIMARS US ARMY, dua Astros SS 40 TNI AD, satu MLRS Vampire Marinir TNI AL, dua F-16 TNI AU, dua AH-64E TNI AD, empat AH-64E US Army, satu P8 Poseidon US Navy, dua F35 Australian Air Force.

Dalam latihan Puncak CALFEX ini, diawali dengan tembakan terintegrasi dari HIMARS Artileri 105mm yang melakukan tembakan pra-serangan untuk memfasilitasi penyerbuan, penerobosan, dan perebutan sasaran musuh oleh pasukan Infantri.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOOcmsJu5Hf4O0c2UsyTUXF1R3YpRcqb00Al8uWFXBxcE-0Ho_n-PoPrLbun0zt0EcBKWAqT0OE7XJWgulAX-Haz8pOmnU-8D69Ak2ud6oyvjAxZ387WPxAZwt88QAdbmYAzLEb97uYHjssLxCZBHP44IYTjiB9XFW4JePP519bPxPw4a7FWtfFudk8LLy/s1439/Taifib_Pasmar_1_4578960705603546292_n.jpg
Pasmar 1 Taifib dalam latma SGS 2025 (Dispen TNI)
Kemudian pasukan Infantri kedua orang akan mengamankan sasaran yang telah dikuasai serta melaksanakan pembersihan wilayah musuh dan diakhiri dengan pengamanan Helicopter Landing Zone (HLZ).

Setelah HLZ diamankan, kata dia, dilaksanakan bantuan serangan udara oleh Helikopter tempur.

"Setelah wilayah dikuasai, pasukan Infanteri mengamankan wilayah yang telah dikuasai dan membangun pertahanan jika terjadi serangan balik musuh," katanya.

Dia menambahkan, secara umum SGS 2025 adalah kegiatan rutin tahunan yang digelar untuk meningkatkan persahabatan multilateral antar negara.

SGS 2025 yang digelar sejak 25 Agustus 2025 tersebut menjadi simbol solidaritas multinasional dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik, dan menunjukkan kesiapan TNI sebagai tuan rumah dan partner strategis Pasifik.

  ⍟
antara  

Prabowo, Putin, Xi Jinping Saksikan Parade Militer di China

Momen Prabowo Subianto menghadiri Parade Militer China. (Dok. Instagram Sekretariat Kabinet)

Presiden Prabowo Subianto kompak tepuk tangan dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyaksikan parade militer dalam rangka peringatan 80 tahun Victory Day di Tiananmen Square, Beijing, China, Rabu (3/9/2025).

Momen itu dibagikan Sekretariat Kabinet lewat postingan story di media sosial Instagram resminya. Tampak Prabowo, Putin, dan Xi Jinping berada di balkon Tiananmen Square. Sementara itu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un juga berada di balkon yang sama. Namun, dalam foto yang dibagikan tidak terlihat Kim Jong-un.

Dalam prosesi foto bersama hingga menyaksikan parade, Prabowo juga berdiri dan duduk sejajar dengan para pemimpin dunia itu. Parade militer ditandai dengan dentuman 21 meriam kehormatan mengawali acara, para tamu negara kemudian menyaksikan rangkaian atraksi militer yang spektakuler.

China memamerkan persenjataan canggih saat parade militer di Beijing. (Foto/RT)
Atraksi udara dimulai dengan flypass jet tempur, pesawat pembom strategis, pesawat angkut, helikopter, hingga drone yang terbang dalam formasi, termasuk manuver tim aerobatik Angkatan Udara PLA yang membentuk angka “80” di langit Beijing.

Selanjutnya, parade darat menampilkan kendaraan lapis baja, artileri, tank, rudal balistik antarbenua DF-31AG & DF-41, rudal anti-kapal YJ-20, JL-3 SLBM, hingga demonstrasi senjata energi terarah (laser misterius).

Puncaknya, tampil parade drone tempur stealth FH-97 dan beragam sistem tak berawak mutakhir. Di akhir parade, juga diterbangkan ribuan merpati hingga balon udara di langit yang menghiasi Tiananmen Square. (shf)

  💥 
sindonews  

Marinir Kuasai 5 Markas OPM di Maybrat

  Senpi Rakitan-Busur Panah Disita Prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 10 Marinir/SBY menguasai salah satu rumah basis OPM di Aifat, Maybrat, Senin (1/9). (Dok. Dispen Kormar)

Pasukan Marinir dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY Gobang IV menguasai 5 rumah yang dijadikan markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Marinir juga menyita senjata api (senpi) rakitan hingga busur panah.

"Pasukan Marinir berhasil merebut dan menguasai markas kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka di Muara Oasin," kata Dansatgas Pamtas Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Aris Moko kepada wartawan, Selasa (2/9/2025).

Penyergapan dilakukan di Muara Oasin, Sungai Kamundan Bawah, Aifat Selatan, Maybrat, Senin (1/9). Operasi raid amfibi digelar setelah diperoleh informasi keberadaan kelompok bersenjata OPM pimpinan Manfret Fatem (Ops Kodap IV Sorong Raya), Zeth Tamunete (Danyon Buaya Kodap IV Soraya), dan Silas Ky (Danyon Karif Hamid Kodap IV Soraya).

"Kelompok tersebut terlibat penyerangan Posramil Kisor dan Pos Bosha, penghadangan aparat keamanan hingga mengintimidasi masyarakat yang beraktivitas di Sungai Kamundan Bawah," kata Aris.

Dia menuturkan dalam operasi tersebut, pihaknya menguasai lima titik rumah kaki seribu yang menjadi markas persembunyian OPM. Saat penggerebekan tidak ada anggota OPM diamankan namun sejumlah barang bukti disita.

"Dalam operasi militer ini, Marinir berhasil menguasai lima titik rumah kaki seribu yang dijadikan basis persembunyian OPM," beber Aris.

"Dari lokasi tersebut, prajurit mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya senjata rakitan, busur dan anak panah, senjata tajam, telepon genggam, bendera dan atribut Bintang Kejora, panel surya, accu serta perahu ketinting," tambahnya.

Aris menegaskan bahwa operasi ini menjadi bukti ketegasan TNI dalam menumpas kelompok separatis bersenjata di Papua. Ia memastikan operasi akan terus dilanjutkan untuk menjamin keamanan masyarakat.

"Tidak ada ruang bagi kelompok makar di tanah Papua. Marinir akan terus mengejar, menekan dan menghancurkan setiap ancaman yang mengganggu masyarakat serta mencoba merongrong kedaulatan negara," tegasnya. (hsr/ata)

  💂 
detik  

Selasa, 02 September 2025

[RIP] Detik-detik Penembakan Diplomat RI Zetro Leonardo Purba di Peru

  Pelaku Diduga Pembunuh Bayaran Kamera keamanan yang terpasang di Blok 3 Avenida Cesar Vallejo merekam detik-detik saat dua orang bersepeda motor menunggu Zetro sebelum memberondongnya dengan tembakan. (Foto: Tangkapan Layar/Exitosa)

Kamera pengawas (CCTV) merekam detik-detik penembakan tragis yang menewaskan Zetro Leonardo Purba (40), diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI saat ia baru tiba di kediamannya kawasan Distrik Lince, Lima, Peru, Senin (1/9/2024) malam.

Kamera keamanan yang terpasang di Blok 3 Avenida Cesar Vallejo merekam detik-detik saat dua orang bersepeda motor menunggu Zetro sebelum memberondongnya dengan tembakan. Kontan, peristiwa itu mengejutkan komunitas diplomatik serta warga sekitar.

Dilansir media setempat, Exitosa, dalam rekaman CCTV terlihat para pelaku diduga sicario (pembunuh bayaran) berhenti di dekat gedung, mengawasi kedatangan korban yang pulang ke rumah dengan sepeda setelah menjalankan tugas di kedutaan.

Begitu Zetro berhenti di depan gedung apartemen, para penyerang langsung melepaskan tembakan tanpa ragu. Setelah itu mereka melarikan diri dengan kecepatan tinggi menggunakan sepeda motor, meninggalkan korban dalam kondisi kritis.

Korban segera dibawa ke Klinik Javier Prado. Namun, meski sempat mendapat upaya pertolongan medis, nyawa Zetro dinyatakan tidak tertolong. Mayor Daniel Guivar dari Kepolisian Nasional Peru (PNP) menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan pembunuhan serius pertama di Distrik Lince tahun ini.

"Motif di balik pembunuhan belum diketahui, tetapi kemungkinan adanya aksi balas dendam tidak dapat dikesampingkan. Saat ini Divisi Homicidio serta DEPINCRI Jesus Maria sedang melakukan penyelidikan,” kata Mayor Daniel.

Menurut Mayor Daniel, berdasarkan ciri fisik yang diidentifikasi dari rekaman kamera keamanan, para pelaku adalah warga negara asing.

Pihak berwenang kini menggelar operasi di berbagai titik ibu kota untuk memburu para pelaku. Rekaman video yang diperoleh menjadi bukti penting untuk menelusuri jejak pelarian dan mengonfirmasi identitas pelaku. Polisi juga telah menutup area depan gedung untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.

Diketahui, Zetro baru lima bulan bertugas di Peru sebagai diplomat. Ia tinggal di apartemen bersama istri dan tiga anaknya yang masih kecil. Menurut keterangan warga sekitar, Zetro kerap berangkat ke kantor kedutaan menggunakan sepeda.

Lokasi kejadian hanya berjarak beberapa meter dari Taman Ramon Castilla, kawasan yang ramai oleh aktivitas keluarga dan perdagangan. Hal ini memicu kemarahan warga karena aksi kekerasan terjadi di ruang publik yang seharusnya aman.

  😡 
erakini.id  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...