Rabu, 27 Juni 2012

Latma TNI AU - USAF "Cope West 2012" Digelar

Pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma saat melakukan Heavy Drop/Dropping Logistic di Pangkalan TNI AU Detasemen Gorda, Serang.

TNI Angkatan Udara kembali menggelar latihan bersama Angkatan Udara Amerikat serikat (USAF dengan nama sandi latihan “Cope West 2012”. Latihan rutin antara Angkatan Udara kedua negara demokrasi besar ini dibuka secara resmi pada hari senin tanggal 25 Juni 2012 bertempat di gedung Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma oleh Komandan Wing I Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Ardhi Tjahjoko selaku Direktur Latihan didampingi Lt Col Rick Richard dari Yokota Air Force Base Jepang yang bertindak sebagai Cope West Detachment Commander.

Latihan bersama antara kedua negara yang sudah berlangsung dari tahun 90 an ini pada awalnya merupakan latihan antara skadron-skadron pesawat tempur kedua angkatan udara, namun dengan berjalannya waktu dikembangkan juga dalam bentuk latihan antara skadron angkut menggunakan pesawat C-130 seperti sekarang ini. Latihan ini saling menguntungkan kedua pihak karena selain menjalin keakraban, kerjasama dan menumbuhkan saling pengertian tentang budaya dan prosedur kedua pihak, juga akan memudahkan dan mempercepat koordinasi dalam operasi udara. Khususnya dalam latihan ini ditekankan pada kerjasama dalam cara penanggulangan bencana alam yang sering terjadi di wilayah Asia Pasifik dan khususnya Indonesia sebagai wilayah Khatulistiwa yang menjadi “Sabuk Gunung Api Dunia”, sangat mudah terkena bencana gempa, letusan gunung apai, tsunami, banjir dan ombak besar. Disamping itu saat ini seluruh negara-negara di dunia sudah sepakat untuk saling bekerjasama didalam penanganan bencana, baik karena akaibat alami

Komandan Detasemen USAF Lt Col Rick Richard yang memimpin pesawat C-130 dari Yokota Air Force Base di Jepang menegaskan, “I look forward to working side-by-side with our Indonesian counterparts throughout all aspects of our flying mission,”. Intinya menyebutkan bahwa latihan bersama ini membangun persahabatan dan kerjasama yang baik diantara kedua Angkatan Udara, untuk mempermudah pencapaian tujuan bersama khususnya dalam latihan ini operasi penanggulangan bencana.

Latihan bersama dilaksanakan bertempat di pangkalan Udara Halim Perdanakusuma sebagai markas latihan dan menggunakan area latihan TNI AU Gorda yang dahulunya merupakan landasan peninggalan AU Hindia Belanda dan saat ini dibawah pengawasan Detasemen TNI Angkatan Udara Gorda, Serang, Banten. Pihak USAF mengirimkan tiga pesawat C-130 Hercules dengan 40 personel, dan di sisi lain TNI AU juga mengirimkan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud halim Perdanakusuma dengan 80 personel dan melibatkan Paskhas TNI AU. Latihan bersama “ Cope West 2012” ini akan berlangsung mulai tanggal 25 - 29 juni 2012 dan, selama latihan akan dilaksanakan kegiatan dropping logistic, dropping personel, terbang malam, terjun statik, serta teknik pengepakan yang kuat untuk menjatuhkan logistik, free-fall serta diskusi kelas mengenai prosedur, taktik, tehnik dan hal-hal lain seputar penggunaan pesawat Hecules dalam berbagai scenario penanggulangan bencana.(Tni-au.mil.id)

Satkat Koarmabar Adakan Latihan MOC

Kolatarmabar
Untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) mengadakan latihan mingguan tentang Multifunction Operator Console (MOC) dalam rangka Inservice Training di Komando Latihan Komando Armada RI Kawasan Barat (Kolatarmabar), Markas Komando (Mako) Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Rabu (27/6/2012).

Komandan Satkat Koarmabar (Dansatkatarmabar) Kolonel Laut (P) Denih Hendrata mengatakan, latihan mingguan tersebut diikuti 30 personel Perwira, Bintara dan Tamtama dari KRI jajaran Satkatarmabar yaitu KRI Todak (TDK-631) dengan Komandan Mayor Laut (P) Rubiyantoro, KRI Lemadang (LDG-632) dengan Komandan Mayor Laut (P) Robert Marpaung dan KRI Barakuda (BKD-633) dengan Komandan Mayor Laut (P) Arya Delano.

Latihan yang diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 27 sampai 28 Juni 2012 tersebut memberikan materi tentang pengetahuan MOC, penggunaan MOC dan aplikasi MOC.(Dispenarmabar)

Yonif 611/Awang Long Gelar Latihan UST Tingkat Kompi

KODAM VI/MULAWARMAN (27/6),- Batalyon Infanteri 611/Awang Long merupakan satuan tempur di bawah Korem 091/Aji Surya Natakesuma yang senantiasa dituntut untuk selalu siap digerakkan dalam rangka kontijensi yang terjadi di wilayah Kalimantan Timur maupun di seluruh wilayah NKRI. Guna mendukung keberhasilan tugas pokok tersebut, maka diperlukan kemampuan yang handal baik perorangan maupun satuan melalui latihan secara terprogram dan dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Demikian harapan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Kolonel Inf Gadang Pambudi mengawali amanat tertulisnya pada Upacara Pembukaan Latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Kompi Yonif 611/Awang Long.

Pelaksanaan Latihan diawali dengan Upacara Pembukaan pada tanggal 26 Juni 2012 di lapangan Mako Yonif 611/Awang Long dan direncanakan akan ditutup tanggal 29 Juni 2012 di daerah Latihan Desa Semoi, Kec. Sepaku, Kab. Penajam Paser Utara. Sedangkan personel yang dilibatkan dalam latihan tersebut sebanyak 489 orang.


Lebih lanjut Danrem 091/Aji Surya Natakesuma menegaskan bahwa, pada tahapan Latihan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi kali ini, para peserta akan melakukan taktik militer Kompi Senapan dalam Operasi Lawan Insurjen. Agar latihan dapat berjalan dengan baik, serta dapat mencapai sasaran latihan yang diharapkan, maka para peserta dituntut untuk mampu mempraktekkan urut-urutan kegiatan yang dimulai dari Titik Bongkar menuju Basis Operasi Depan (BOD) sampai dengan melaksanakan patroli-patroli seperti penghadangan, penyergapan, pengepungan, dan pembersihan Kampung sekaligus melaksanakan tugas pengumpulan data teritorial dan lain-lain.(Tni.mil)

Dansatsel Koarmatim pimpin TFG Latihan SAR Kapal Selam

Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmatim Kolonel Laut (P) Jeffry Staley Sangel, S.H., memimpin Taktical Floor Game (TFG) latihan Search and Rescue (SAR) kapal selam tahun 2012, bertempat di gedung Pusat Latihan Kapal Perang (Puslat Kaprang) Kolat Koarmatim Ujung Surabaya, Rabu (27/06).

Kegiatan TFG merupakan puncak dari kegiatan latihan posko sebelum melakasanakan latihan sesungguhnya (manuver lapangan), yang akan di gelar pada tanggal 7 Juli 2012 di Pasir Putih, Situbondo Jawa Timur. Peserta latihan melaksanakan gladi kering sesuai tugas yang akan diperankan dalam latihan sesungguhnya.

Materi yang akan dilaksanakan adalah mengaplikasikan dan mengembangkan doktrin dan prosedur pencarian dan penyelamatan terhadap kapal selam dan Aplikasi Operasi SAR Laut yang melibatkan unsur-unsur atas air, dinas penyelamatan bawah air dan udara dalam kegiatan pencarian dan penyelamatan kapal selam.

Latihan SAR kapal selam tahun 2012 merupakan wahana untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan unsur-unsur Koarmatim dalam melaksanakan tugas pencarian dan penyelamatan kapal selam yang mengalami kedaruratan di laut.

Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menyusun rencana operasi serta prosedur pencarian dan penyelamatan kapal selam dan terujinya kemampuan seluruh personel kapal selam dalam melaksanakan penyelamatan diri (free escape).

“Latihan ini bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan unsur operasional Koarmatim dalam melaksanakan tugas pencarian dan penyelamatan terhadap kapal selam yang mengalami kedaruratan di laut”, kata Dansatsel Koarmatim.(Dispenarmatim)

KRI Rencong Laksanakan Operasi Cast And Recovery

KRI Rencong 622
Kapal Perang Republik Indonesi (KRI) Rencong-622 melaksanakan operasi Cast and Recovery (penerjunan dan penjemputan kembali) pada kegiatan operasi dan latihan Raid Amfibi tahun 2012 di sekitar perairan Selat Madura, Selasa (26/06/2012). Gladi tempur ini merupakan latihan parsial yang dilaksanakan oleh Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim dalam rangka persiapan Latihan Armada Jaya ke-XXXI tahun 2012 yang akan digelar beberapa bulan mendatang.

Kegiatan ini melibatkan sebuah kapal Kapal Cepat Rudal (KCR) yaitu KRI Rencong-622, Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim, Detasemen Intelijen (Denintel) Koarmatim, Dinas Hukum (Diskum), Dinas Provos (Disprov), serta Dinas Kesehatan (Diskes) Koarmatim. Kegiatan latihan dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap latihan posko dan mauver lapangan bertempat di sekitar Mako Koarmatim dan perairan Selat Madura.

Materi yang dilalaksanakan meliputi pembekalan hukum militer, pembekalan hukum pidana militer, Hak Asasi Manusia (HAM), Intelejen tempur, prosedur pelaksanaan infiltrasi, teknik dan taktik Cast and Recovery, prosedur dukungan kesehatan dan penanganan kecelakaan latihan dan operasi tempur laut, pengurusan dan perlakuan tawanan perang dan pembinaan dan perawatan personel dalam tugas Operasi Militer untuk Perang (OMP).

Gladi Cast and Recovery pada operasi Raid Amfibi disekenariokan berdasarkan Patroli Maritim serta data Intelijen, diperoleh informasi tentang adanya kekuatan kegiatan musuh telah membangun suatu kekuatan di pantai dengan perkuatan meriam-meriam pertahanan pantai dan beberapa instalasi vital. Menindaklanjuti situasi dan kondisi tersebut, maka pemimpin memerintahkan untuk melumpuhkan kekuatan musuh dengan cara melaksanakan Raid amfibi.

KRI Rencong mendapat tugas melaksanakan operasi infiltrasi dengan cara Cast and Recovery untuk menyusupkan satu Tim Satkopaska ke pantai yang dikuasai musuh guna mendukung kegiatan operasi amfibi. Target yang menjadai sasaran Pasukan Katak adalah melumpuhkan kekuatan musuh di pantai berupa meriam Penangkis Serangan Udara (PSU), meriam kaliber 120 mm serta radar udara dan maritim.

Satu tim Pasukan katak berhasil masuk kedaerah lawan melalui Cast Kapal cepat dari KRI Rencong kemudian melaksanakan tugas penghancuran instalasi musuh. Dalam kontak senjata yang berlangsung singkat itu, Kopaska berhasil melumpukan pasukan musuh dan membawa dua orang sebagai tawanan perang. Kedua tawanan perang itu salah satunya mengalami luka tembak pada betis kiri, selanjutnya mereka dievakuasi ke KRI Rencong untuk mendapatkan penanganan medis awal. Informasi adanya tawanan perang yang masih hidup ditindak lanjuti oleh Satuan Tugas (Satgas) dengan menerjunkan tim terkait dari Diskum, Diskes serta Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Selama latihan berlangsung, yaitu membekali dan melatih serta mengukur tingkat kemampuan tempur dan ketrampilan personel Satkat Koarmatim, Satkopaska Koarmatim, Diskesarmatim, Diskumarmatim, Disprovarmatim dan Denitelarmatim dalam melaksanakan taktik Cast and Recovery pada kegiatan operasi dan latihan Raid Amfibi. Tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan prajurit KRI unsur Satkat Koarmatim dalam melaksanakan tugas Cast and Recovery tim Raid Amfibi secara cepat, aman dan terjaganya kerahasiaannya.

Selain itu juga untuk memberikan pembekalan terhadap prajurit tentang kemampuan dan keterampilan melaksanakan dukungan kesehatan dan penangganan kecelakaan dalam operasi tempur laut, ketentuan Hukum serta pengurusan dan perlakuan terhadap tawanan perang serta ketentuan Hukum Disiplin Militer dan Hukum Pidana Militer.(Dispenarmatim)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...