Jumat, 19 Juli 2013

Pengiriman Tengkorak Tentara Australia Digagalkan

Pengiriman Tengkorak Tentara Australia Digagalkan
Ilustrasi Makam
Kupang - Pengiriman tengkorak tentara Australia dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh empat warga negara Australia berhasil digagalkan petugas dan karantina Bandara El Tari Kupang, Rabu, 17 Juli 2013.

Tengkorak itu dibawa oleh empat warga negara Australia yang digali dari salah satu kuburan tentara Australia di Sonaf Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. "Tengkorak itu kami amankan, karena tidak miliki dokumen resmi," kata petugas Karantina Bandara El Tari Kupang, Dewi Damanik, Rabu, 17 Juli 2013.

Tengkorak tentara yang tewas pada perang dunia kedua itu, katanya, menurut pengakuan warga negara Australia yang membawanya untuk dimakamkan sebagai pahlawan di negara mereka. "Mereka mengaku telah mengantongi ijin resmi dari pemerintah Indonesia," katanya.

Tengkorak tentara Australia itu, katanya, telah diserahkan kembali ke penanggung jawabnya di Kupang untuk mengurus surat-surat, sebelum dikirim ke Australia. "Kami sudah serahkan ke penanggung jawabnya," kata Dewi. Penanggung jawab di Kupang adalah Kristo Benyamin.

Dia mengatakan, pihaknya sempat melakukan interogasi terhadap warga negara Australia tersebut, sebelum akhirnya dipersilahkan melanjutkan perjalan melalui Jakarta. Namun, tengkoraknya tetap ditahan. "Kami tidak melakukan penelitian lebih lanjut terkait tengkorak itu," katanya.

Sementara itu, penanggung jawab tengkorak tentara Australia itu, Kristo Benyamin mengaku sementara mengurus dokumen untuk mengirim tengkorak tentara Australia itu ke negara asalnya. "Surat-surat sementara diurus. Jika lengkap, tengkorak ini akan dikirim ke Australia," katanya.

Tengkorak yang diamankan itu, terdiri dari tengkorak kepala, lengkap dengan tulang tangan kaki, dan belakang yang tersusun rapi di boks dan siap dikirim ke Australia.

  ● Tempo 

Angkasa Pura Serahkan Bandara Polonia ke TNI-AU

PT Angkasa Pura 2 akan menyerahkan berbagai aset di Bandar Udara Polonia Medan ke pihak TNI Angkatan Udara terkait akan dioperasionalkannya Bandara Kualanamu.

"Rencananya, serah terimanya dilaksanakan pada Selasa, 23 Juli," kata Direktur Keuangan PT Angkasa Pura 2 Laurensius Manurung di Bandara Kualanamu, Kamis, di sela-sela simulasi kedua.

Menurut Laurensius, terkait dioperasionalkannya Bandara Kualanamu, pihaknya akan membawa berbagai aset bergerak untuk keperluan bandara baru tersebut.

Ia mencontohkan mebeler, peralatan kantor, kendaraan, dan berbagai aset bergerak lainnya yang selama ini dipergunakan di Bandara Polonia.

Sedangkan benda tidak bergerak tetap berada di lokasi lama dan akan diserahkan ke TNI Angkatan Udara (AU) untuk keperluan instansi pertahanan negara itu.

"Aset bergerak dibawa, sedangkan yang tidak bergerak tidak dibawa," katanya.

Ia mengatakan aset tidak bergerak yang akan diserahkan ke TNI-AU tersebut berupa terminal kedatangan dan keberangkatan, apron, menara, dan berbagai ruangan di Bandara Polonia.

Penyerahan ke TNI-Au tersebut bersifat pinjam pakai hingga adanya kebijakan proses pengalihan secara permanen dari pemerintah.

Meski berbagai aset tersebut diserahterimakan ke TNI-AU, tidak ada ganti rugi yang diterima Angkasa Pura 2.

"Pinjam pakai itu berlangsung dua tahun, sedangkan pengalihan permanennya tergantung pemerintah," katanya.

  ● Ciputra  

Kamis, 18 Juli 2013

Nama Calon KAPOLRI akan Diserahkan ke Presiden

Nama Calon KAPOLRI akan Diserahkan ke PresidenSamarinda • KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) akan menyerahkan nama calon Kapolri kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir Juli 2013.

Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrachman kepada Antara di Samarinda, Rabu (17/7/2013), menyatakan terdapat sembilan nama calon Kapolri yang sudah dikantongi Kompolnas, tiga di antaranya jenderal berbintang tiga sementara enam lainnya jenderal bintang dua.

"Target kami akhir Juli 2013 untuk menggodok nama calon Kapolri yang akan diserahkan ke presiden. Jika merujuk pada pernyataan juru bicara istana bahwa presiden akan mengumumkan nama Kapolri yang baru pengganti Timur Pradopo pada Agustus, maka kami targetkan finalisasi penentuan nama-nama calon Kapolri akan selesai hingga bulan ini," ungkap Hamidah Abdurrachman.

Finalisasi penetapan nama calon Kapolri ini mengalamai beberapa kali penundaan. Hamidah Abdurrachman menjelaskan, persoalan ini disebabkan tertundanya rapat pleno karena kesibukan komisioner Kompolnas.

"Pada finalnya, kami akan mengerucutkan nama-nama calon Kapolri itu. Namun, itu juga tergantung hasil rapat pleno, apakah kesembilan nama itu akan diserahkan ke presiden atau akan dikecurutkan terlebih dahulu," katanya.

"Saat ini kami belum mengerucutkan nama-nama itu karena komisioner Kompolnas selalu tidak lengkap. Seperti sekarang, ketika mau dilakukan rapat pleno beberapa komisioner bertugas di luar daerah dan ada yang keluar negeri.

Dari sembilan calon Kapolri tersebut, tiga di antaranya jenderal bintang tiga yakni, Komisaris Jenderal Sutarman, Komjen Budi Gunawan dan Komjen Anang Iskandar.

"Ketiga jenderal bintang tiga ini pasti akan menjadi nominator sebab syaratnya memang harus berpangkat Komjen. Kami sudah bertemu dan bertatap muka dengan mereka dan ketiganya memang layak karena sudah bintang tiga dan tentu dari aspek pengetahuan, wawasan, kemampuan dan kepribadian mereka sangat layak untuk jadi Kapolri," ujar Hamidah.(P)

  ● PelitaOnline  

RI Dapat 9 Hercules dari Australia, 5 Beli, 4 Gratis

RAAF C-130H Semi Digital Cockpit
9 Pesawat Hercules seri H dari Australia akan bertengger di Hanggar TNI Angkatan Udara. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menerangkan, dari 9 pesawat itu, 5 unit akan dibeli, dan sisanya akan dihibahkan Negeri Kanguru tersebut.

"Besok kami akan ketemuan dengan Qantas Defence Service untuk 4 pesawat hibah dan 5 kita beli. Yang 5 itu murah sekali," kata Purnomo usai menghadiri buka bersama Presiden SBY di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2013).

Meski barang hibah, Purnomo menegaskan pesawat Hercules tersebut memiliki kualitas yang baik. "Herculesnya seri H, sudah digital," terangnya.

Selain itu, Purnomo juga menjelaskan pesawat hibah tersebut masih layak terbang karena masih bisa diservis. "Apalagi suku cadang Hercules kita kan banyak. Jadi 4 hibah, 1 serviceable itu artinya kru harus training, karena digital," imbuhnya.

Artinya, lanjut Purnomo, pesawat Australia tersebut mampu dipakai untuk 10-15 tahun ke depan.(Ein/Sss)

  ● Liputan 6  

Satgas Indo FPC Ikut Terlibat Dalam Tripartite Meeting

banon-subLEBANON – Tripartite Meeting di bulan Juli antara kedua negara Lebanon dan Israel dengan mediator UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) kembali digelar di UNP 1-32 A. Satgas Indo FPC (Force Protection Company) Konga XXVI-E2/Unifil dibawah Dantim Kawal 3 Lettu Inf Faishal Riza bertugas sebagai Dantim Pengawalan VVIP bagi Force Commander Mayjen Paolo Serra mulai dari pergerakan gedung Head of Mission Naqoura sampai tiba di area UNP 1-32 A, yang berada di perbatasan antara Lebanon dengan Israel, Rabu (17/7/2013).

Kegiatan Tripartite Meeting merupakan salah satu agenda penting dalam misi di UNIFIL, dimana pertemuan ini melibatkan delegasi dari Lebanon dan Israel serta dari UN (United Nations) yang diwakili oleh Force Commander UNIFIL.

Pada pengawalan ini Satgas Indo FPC menyiapkan 1 kendaraan Light Vehicle Strada bertindak sebagai kendaraan Reece (pengaman serta pembuka jalan bagi iring-iringan VVIP) dan 2 kendaraan Armed Personil Carrier (APC) ANOA. Dalam kegiatan ini Satgas Indo FPC didampingi oleh Srilangka Force Protection (SLFP) dengan 1 kendaraan Tactical Tempur APC.

Dansatgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil, Letkol Inf Yuri Elias Mamahi melalui sambungan telephone memberikan perintah kepada seluruh stafnya untuk mengambil langkah-langkah persiapan dalam menghadapi kegiatan ini, seperti pengecekan kendaraan APC dan Strada dengan persenjataan yang akan digunakan, alat komunikasi untuk koordinasi, sprint personel yang terlibat hingga latihan pendahuluan sehari sebelum pelaksanaan dengan tujuan untuk memastikan kesiapan individu maupun perlengkapan yang digunakan nantinya.

Pengawalan berjalan lancar dan aman hingga Force Commander Mayjen Paolo Serra kembali ke Head Quarter UNIFIL. Pada kegiatan debrifieng, perwakilan protokoler Force Commander menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Satgas Indo FPC dan SLFP atas pengawalan yang sudah berjalan dengan lancar serta tidak ada kendala di lapangan.

Sementara itu, melalui sambungan skype Letkol Inf Yuri Elias Mamahi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas usaha dan kerja keras yang telah ditunjukkan Lettu Inf Faishal Riza beserta personil yang terlibat, mulai dari tahap persiapan hingga kegiatan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana, “hal ini hendaknya dapat dipertahankan dan ditingkatkan dalam pelaksanaan tugas kedepan”, ujarnya.

Wadansatgas FPC Konga XXVI-E2/UNIFIL
Mayor Inf Fardin Wardhana

  ● Poskota  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...