Jumat, 08 November 2013

Tim Aerobatik Dynamic Pegasus Unjuk Kebolehan di Belitung

Tim aerobatik Dynamic Pegasus
Lima helikopter latih Skuadron Udara 7 EC-120B Colibri yang tergabung dalam tim aerobatik Dynamic Pegasus, hadir di Pulau Belitung, Bangka Belitung, dalam misi latihan navigasi jarak jauh.

Kelima EC120B Colibri itu dipimpin Komandan Skuadron Udara 7, Letnan Kolonel Penerbang Khairun Aslam, dan mendarat di Bandar Udara Hanandjoedin, Belitung. Mereka telah lepas landas dari pangkalannya, Pangkalan Udara Utama TNI AU Suryadarma, Subang, Jawa Barat, sejak beberapa waktu lalu.

Terbang lintas alias fly pass di atas kota merupakan satu suguhan perdana yang diberikan kepada masyarakat Belitung, seturut informasi Dinas Penerangan TNI AU, diterima di Jakarta, Kamis. Langit biru tanpa awan dan jernih memudahkan masyarakat menikmati aksi aerobatik itu secara jelas.

Tim aerobatik memakai nama Pegasus, kuda sembrani dalam mitologi Yunani, itu mengandalkan pesawat terbang sayap putar ringan buatan Prancis. Dalam aksinya di udara, mereka menyajikan berbagai manuver yang menyiratkan pilot pengawaknya haruslah sangat berpengalaman.

Tim Dynamic Pegasus biasanya melakukan 10 manuver aerobatik, yaitu 180 take off, Pegasus cross, Pegasus Head On, Water Fall, Spiral Dive, Wind Mill, Leader Strike, Kiss The Hummingbird, Solo Lazy, dan Sparkling Pegasus.

Kedatangan Tim Dynamic Pegasus ke Belitung ini dalam rangka latihan Navigasi Jarak Jauh, yang dimulai dari home base di Pangkalan Udara Utama TNI AU Suryadarma, ke Pangkalan Udara TNI AU Atang Senjadja di Bogor, Pangkalan Udara TNI AU Astra Ksetra di Lampung, di mana mereka menginap.

Dari situ lalu ke Pangkalan Udara TNI AU Palembang, dan berlanjut ke Pangkalan Udara TNI AU Tanjung Pandan. Rute kembali ke home base, mengulang dari rute keberangkatan.

"Latihan ini agar perwira siswa penerbang TNI AU mampu terbang navigasi memakai politage atau baca peta, kalkulasi waktu, dan fuel logging sehingga menambah pengalaman dan jam terbang bagi para penerbang muda," kata Komandan Pangkalan TNI AU Hanadjoeddin, Letnan Kolonel Navigasi Indrasto Setiawan.

Latihan navigasi ini melibatkan 23 personel dari Skadron Udara 7, lima instruktur penerbang, seorang pilot leader, sembilan perwira penerbang siswa dan delapan orang awak darat.

  ♞ Antara  

KRI Tanjung Nusanive-973 Angkut Yonarmed-9 Kostrad

kolinlamil-subJAKARTA – Salah satu kapal perang TNI AL dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Tanjung Nusanive-973 mengangkut pasukan dan material dari Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 9/Pasopati/ Kostrad Purwakarta, dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (6/11).

KRI Tanjung Nusanive-973 ini, mengangkut pasukan dari TNI Angkatan Darat tersebut sejumlah 488 personel, untuk melaksanakan rotasi operasi pengamanan daerah rawan (Pamrahwan) di wilayah Maluku dan Maluku Utara selama lebih kurang enam bulan.

Keberangkatan Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 9/Pasopati/ Kostrad Purwakarta dengan KRI Tanjung Nusanive-973, dilepas dengan upacara militer yang dipimpin oleh Inspektur Upacara Panglima Divisi 1 Kostrad Mayor Jenderal TNI Daniel Ambat.

Turut hadir dalam upacara pelepasan tersebut selain para pejabat di lingkungan Divisi-1 Kostrad dan pejabat terkait, juga Kepala Staf Kolinlamil Laksamana Pertama TNI Karma Suta, S.E., yang didampingi para Asisten Pangkolinlamil.

Sebelum tiba di Maluku KRI Tanjung Nusanive-973 yang dikomandani Letkol Laut (P) Irwan Sondang Parluhutan Siagian ini, akan singgah di Pontianak untuk mengambil pasukan dari Batalyon Infanteri 643/Wanara Sakti, Kodam XII Tanjung Pura, Kalimantan Barat untuk diberangkatkan bersama Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 9/Pasopati/Kostrad Purwakarta.

Setibanya di Maluku dengan KRI Tanjung Nusanive-973, kedua Batalyon tersebut akan menggantikan pasukan dari Yon Armed 8 Kostrad Jember serta Yonif 611/Awang Long Kodam VI/Tanjung Pura yang sudah enam bulan bertugas melaksanakan tugas Opspamrahwan di Maluku dan Maluku Utara.

(dispen kolinlamil/sir).

Teks Gbr- KRI Tanjung Nusanive-973 siap mengangkut pasukan Yon Armed 9/Pasopati/ Kostrad Purwakarta, dalam rangka melaksanakan operasi pamrahwan di Maluku, Rabu (6/11) dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

  ♞ Poskota 

Dua Pesawat Tempur Baru Mendarat di Balikpapan

tempur-subBALIKPAPAN - Cuaca yang cerah dan angin yang menghembus dengan pelan dan dengan kebisingan take off dan landing pesawat di Bandara Udara Sepinggan, Balikpapan, dari kejauhan terlihat warna kuning menyala Dua buah Pesawat Tempur yang beratraksi di atas Bandara Udara Sepinggan Balikpapan yang disaksikan oleh pendukung operasi penerbangan Lanud Balikpapan.

Untuk menyambut datangnya Pesawat T.50.I yang merupakan program Pemerintah Indonesia tahapan ke-4 untuk pembelian pesawat T.50.I, pada pukul 12.00 Wita Pesawat T.50.I mulai Landing diBase Off Lanud Balikpapan dengan mendarat aman dan terkendali dan dengan dukungan cuaca yang sangat cerah dan terik.

Pesawat T.50.I langsung memposisikan menghadap kesebelah utara dari Base Off Lanud Balikpapan yang dikomando dan diarahkan oleh Crew dari Pesawat T.50.I dan tepat pukul 12.15 Wita Pesawat T.50.I tersebut sudah parkir di Base Off Lanud Balikpapan. Para Capten Pilot yang mengawaki Pesawat T.50.I. TT.5007. Capt.Dongkyu Lee dan Nam Ki Eun dan Pesawat T.50.I TT.5008 Capt.Kahng Cheol dan Lee Jin Ho yang sudah melaksanakan route dari Korea Selatan – Taiwan – Fhilipina – Balikpapns - IWY/ron.

Para Pilot Pesawat T.50.I tersebut langsung disambut oleh Kadisops Lanud Balikpapn Mayor.Lek.Hari Budi Utomo.ST, Kaintel Lanud Balikpapan dan Dansat POM-AU Lanud Balikpapan, dan langsung mengajaknya ke VIV-Room Base Off Lanud Balikpapan untuk beristirahat sejenak dan berkordinasi.

Selama kurang lebih dua jam di VIV Room Base Off Lanud Balikpapn Para Pilot Pesawat T.50.I dengan Kadisops Lanud Balikpapan, Kaintel Lanud Balikpapn, Dansat POM-AU Lanud Balikpapn, selesai berkordinasi mengenai cuaca dan kesiapan Pesawatnya, Para Pilot T.50.I kembali memposisikannya kembali kepesawatnya yang sudah diseting dari awal untuk melanjutkan routenya ke Pangkalan IWY Mediun, karena masih menempuh jarak sekitar 1 jam 15 menit.

Setelah persiapan beberapa menit Pesawat T.50.I mulai menghembuskan gemuruh suaranya yang terdengar sangat nyaring dan langsung pelan-pelan mendekati taxiway Bandara Udara Sepinggan Balikpapn untuk take off, tepat pukul 15.20 Wita Pesawat T.50.I take off menuju route berikutnya Pangkalan Udara IWY/ Mediun, yang disaksikan oleh Kadisops Lanud Balikpapan Mayor.Lek Hari Budi Utomo. ST, Kaintel Lanud Balikpapan, Dansat POM-AU Lanud Balikpapan dan para pendukung operasi penerbangan Lanud Balikpapan aman terkendali.

(pentak lanud balikpapan/sir)

  ♞ Poskota 

Menyadap Angkatan Darat

Penyadapan Amerika Serikat bukan hal baru. Pasca Gerakan 30 September 1965, Amerika Serikat memberikan perangkat komunikasi yang dapat disadap kepada Angkatan Darat.

OLEH: YUDI ANUGRAH NUGRAHA

http://ramalanintelijen.net/wp-content/uploads/ilustrasi-rahasia-negara-intelijen.jpgMANTAN anggota CIA dan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA), Edward Snowden, membocorkan informasi rahasia bahwa Amerika Serikat melakukan penyadapan terhadap negara-negara sekutu mereka di Eropa dan negara-negara di Asia tenggara.

Australia menjadi bagian jaringan spionase global bersama Amerika Serikat. Seperti dilansir The Sydney Morning Herald, 31 Oktober 2013, Australia menggunakan kantor-kantor kedutaan di Asia, termasuk Indonesia, untuk menyadap telepon dan data rahasia.

Data intelijen disadap dari Kedutaan Australia di Jakarta, Bangkok, Hanoi, Beijing dan Dili, juga Kantor Komisi Tinggi di Kuala Lumpur serta Port Moresby. Kedutaan Australia di Jakarta memainkan peran penting untuk mengumpulkan data intelijen terkait ancaman terorisme dan penyelundupan manusia. Namun, fokus utamanya adalah intelijen bidang politik, diplomasi, dan ekonomi.

Penyadapan Amerika Serikat di Indonesia bukan barang baru. Amerika Serikat menyokong Angkatan Darat untuk menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dituduh sebagai dalang peristiwa Gerakan 30 September 1965. Menurut John Roosa dalam Dalih Pembunuhan Masal Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto, Angkatan Darat memerlukan peralatan komunikasi untuk menghubungkan berbagai markas di seluruh tanah air dan berkoordinasi dalam melawan PKI.

“Suatu ketika pada akhir 1965 Amerika Serikat menerbangkan perangkat komunikasi radio lapangan (mobile radio) yang sangat canggih dari Pangkalan Udara Clark di Filipina dan semuanya dikirim ke markas besar Kostrad di Jakarta. Sebuah antena dibawa masuk ke dan dipasang di depan markas besar Kostrad,” tulis Roosa.

Wartawan penyelidik Kathy Kadane dalam wawancara dengan para mantan pejabat tinggi Amerika Serikat di akhir 1980-an, menemukan bahwa Amerika Serikat memantau komunikasi Angkatan Darat melalui radio-radio tersebut.

CIA memastikan bahwa frekuensi-frekuensi yang akan digunakan Angkatan Darat diketahui sebelumnya oleh NSA. NSA menyadap siaran-siaran radio itu di suatu tempat di Asia Tenggara, dan sesudah itu para analis menerjemahkannya. Hasil penyadapan kemudian dikirim ke Washington.

Dengan demikian, menurut John Roosa, Amerika Serikat memiliki detil bagian demi bagian laporan penyerangan Angkatan Darat terhadap PKI, misalnya, mendengar “komando-komando dari satuan-satuan intelijen Soeharto untuk membunuh tokoh-tokoh tertentu di tempat-tempat tertentu.”

  ♞ Historia 

Commodore Inspection dari MABES TNI-AL

Setelah menyerahkan Kapal Tunda Galunggung pada September 2013 yang lalu, PT PAL Indonesia (Persero), kembali menerima kunjungan Team Commodore Inspection dari MABES TNI-AL untuk pembangunan Kapal Tunda Anjasmoro pesanan TNI AL. Kedua jenis kapal, sama-sama mempunyai mesin 2400 Horse power atau tenaga kuda.

Pada agenda commodore inspection Kapal Tunda Anjasmoro yang dipimpin KADISLAIKMATAL Laksma TNI Harry Pratomo, KADISADAL Laksma TNI Agus Setiadji didampingi oleh Direktur Produksi, meninjau teknis kapal.

Kapal Tunda Anjasmoro pada kondisi normal melaju dengan kecepatan 12 knots ini mampu menampung 10 awak. Dan pada kekuatan 100 persen MCR dapat menarik beban seberat 30,20 Ton. Keunggulan kapal Tunda dengan standar BKI Class ini sedikit sekali vibrasi yang dirasakan. Sekaligus perputaran kecepatan kapal, tidak menurun jika berputar maupun berbalik arah.

Pada commodore inspection ini Team meninjau kelengkapan kapal, dan menyaksikan uji kelengkapan lain yakni Ship reversing test, Anchoring demonstration, Ship turning dan Fire fighting test, yang mempertontonkan daya jangkau penyemprotan yang mampu mencapai 107 meter dengan kapasitas 473 m3/h.

Setelah melakukan inspeksi, para pejabat tim commodore inspection Kapal Tunda Anjasmoro, melakukan penanda tanganan Berita Acara inspeksi oleh kedua belah pihak. Dan kedepan semoga hasil karya anak bangsa dapat memperkokoh dan memperkuat TNI dalam menjaga Kedaulatan Negara.


  ♞ PAL 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...