Jumat, 18 September 2015

Dua WNI berhasil dibebaskan

http://img.antaranews.com/new/2013/05/ori/20130512Bts_RI-PNG.jpgPeta perbatasan wilayah Republik Indonesia (RI) dengan Papua Nugini (PNG). (Topografi TNI-AD) ★

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian membenarkan kedua warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata separatis di Papua kini sudah dibebaskan oleh tentara Papua Nugini.

"Betul tentara Papua Nugini (PNG) berhasil membebaskan kedua sandera dan saat ini sudah berada di Vanimo, ibu kota Provinsi Sandaun," kata Mayjen TNI Siburian kepada Antara dari Jayapura, Jumat.

Jenderal berbintang dua yang masih berada di Karubaga, Ibu kota Kabupaten Tolikara itu mengatakan, kondisi kedua sandera dalam baik.

"Yang terpenting kedua sandera sudah dibebaskan dengan selamat," tambah Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Siburian.

Kedua WNI yang disandera kelompok bersenjata sejak 9 September lalu adalah Sudirman dan Badar, keduanya adalah berprofesi tukang potong kayu.

Selain menawan dua WNI, kelompok bersenjata juga menembak rekan kedua sandera yakni Kuba di kampung Skopro Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

  ★ antara  

Kasal Menerima Pimpinan Angkatan Laut Australia

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/1430371695.jpgKepala Staff Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi (Suara Pembaruan / Carlos Barus)  ★

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi menerima kunjungan Chief of Navy Australia Vice Admiral Tim Barret, dalam acara Bilateral Meeting di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/9).

Pertemuan dua pimpinan Angkatan Laut ini merupakan bagian dari International Maritime Security Symposium 2015 (IMSS 2015) yang telah berlangsung sejak Rabu (16/9).

IMSS sendiri dihadiri perwira tinggi (Pati) Angkatan Laut dari 42 negara di dunia. Tujuh negara dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut-nya seperti Belanda, Malaysia, Philipina, Timor Leste, Portugal, dan Singapura. Hadir pula Pati dari Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Perancis, Spanyol, Tiongkok, Jepang, Australia dan berbagai negara lainnya. IMSS sendiri dihadiri 350 perserta.

Menurut Ade, IMSS merupakan pertemuan yang membahas bidang kemaritiman tingkat internasional. Forum ini pertama kali digagas Indonesia. Forum kali ini yang kedua kali digelar, setelah sebelumnya dilakukan Desember 2013.

"Kegiatan ini untuk membangun kerja sama dalam penanggungangan keamanan maritim tingkat regional maupun internasional. Ini juga sejalan dengan program yang dicanangkan Presiden Jokowi yaitu menjadikan Indonesia sebagai poros maritim," kata Ade dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/9).

Dia menambahkan pembangunan tidak akan berjalan baik jika keamanan laut tidak dijaga maksimal. Maka untuk menunjang pembangunan, perlu dipastikan keamanan laut nasional, regional dan internasional memang aman.

"Investasi itu sendiri akan tercipta apabila berada dalam suatu kondisi keamanan regional yang memungkinkan negara-negara lain yang masuk atau keluar wilayah Indonesia untuk investasi dalam keadaan aman," tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membicarakan beberapa program ke depan mengenai peningkatan kerja sama serta hubungan antara Angkatan Laut kedua negara guna kepentingan yang lebih baik.

Turut mendampingi Kasal, Wakasal Laksdya TNI Widodo, Aspam Kasal Laksamana Muda TNI Agus Heryana, Asops Kasal Laksamana Muda TNI Arie H. Sembiring dan Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Arie Sadewo.

  ★ Berita Satu  

Kabut Asap Paksa TNI AU Pindah Lokasi Latihan

http://data.tribunnews.com/foto/images/preview/20140314_150337_kampus-universitas-pertahanan-bukit-hambalang.jpgIlustrasi Kabut di Bandara [suarapemred] ★

Kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Pontianak dalam sebulan terakhir menganggu arus transportasi udara dari dan ke Pontianak. Jarak pandang menjadi sangat pedek dan mengakibatkan pesawat mengalami keterlambatan dan penundaan jadwal tiba di Bandara Supadio Pontianak.

Tidak hanya pesawat komersil saja yang terganggu, para anggota TNI AU juga terganggu dalam menjalani jadwal latihan. Pihak TNI AU Lanud Supadio menghentikan sementara latihan di Kalbar, padahal kita ketahui latihan bagi prajurit ini sangat penting.

"Akibat kabut asap yang sangat tebal seperti sekarang ini, prajurit TNI AU Lanud Supadio Pontianak terpaksa menghentiknm sementara latihan. Selanjutnya akan mengadakan latihan di daerah lain yaitu kearah Timur Kalbar dan akan berakhir di Jakarta dalam rangka menyambut HUT TNI AU yang akan dilaksanakan bulan depan," ujar Danlanud Supadio Pontianak Marsekal Pertama Tatang H kepada wartawan, Kamis (17/9).

Biasanya dalam kondisi cuaca yang baik, prajurit TNI AU melaksanakan latihan sekitar 24 kali penerbangan. Sekarang ini kondisinya sangat berbahaya dan sudah satu minggu tidak latihan. Pihaknya merencanakan akan melaksanakan latihan di luar Kalbar yaitu ke arah Timur Kalbar.

Bagi TNI, intinya adalah harus siap kapanpun juga ketika dibutuhkan yaitu pada saat ekskalasi meningkat. Oleh sebab itu harus tetap melaksanakan latihan.

  ★ Brita Satu  

TNI Kirim Pasukan Gabungan ke Mali

http://image.metrotvnews.com/bank_images/galeri/1814_4345.jpgHelikopter Penerbad dipersiapkan sebagai Helikopter UN yang akan dikirim ke Mali [Metrotv] ★

Markas Besar TNI mengirim 140 personel gabungan ke Mali, Afrika. Pasukan gabungan tersebut terdiri dari 121 prajurit TNI Angkatan Darat dan 19 prajurit TNI Angkatan Udara. "Pengiriman pasukan TNI merupakan misi perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa," kata Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya Dede Rusamsi mewakili Panglima TNI, dalam siaran pers, Kamis, 17 September 2015.

Selain pasukan, Mabes TNI juga mengirim tiga unit helikopter jenis MI-17 ke Mali. Sesuai rencana, 140 orang pasukan yang dipimpin Letnan Kolonel Zulfirman Chaniago, akan berangkatkan hari ini, Jumat, 18 September 2015. Sedangkan ketiga helikopter akan dikirim ke Mali pada 23 September mendatang. Pasukan dan helikopter TNI akan bertugas di Mali selama satu tahun.

Menurut Dede, satuan tugas helikopter TNI akan bertugas untuk menjaga perdamaian Mali yang terus memburuk beberapa tahun terakhir. Mali telah dihadapkan dengan krisis yang mendalam dan serius di semua sektor kehidupan politik, keamanan, kohensi sosial rapuh, diskriminasi, dan perselisihan internal. "Merujuk Resolusi Dewan Keamanan PBB 2164 tahun 2014, misi Satgas helikopter TNI untuk memastikan keamanan, stabilitas dan perlindungan warga sipil, mendukung dialog politik nasional dan rekonsiliasi," kata Dede.

Mewakili Panglima TNI, Dede meminta prajurit dapat melaksanakan tugas secara profesional dan sesuai aturan pelibatan yang telah ditetapkan oleh Komando Integrasi PBB. Dede juga meminta prajurit menjaga kesehatan saat bertugas jauh dari Tanah Air. "Jangan lupa laksanakan pemeliharaan helikopter sesuai prosedur. Tidak boleh memaksakan helikopter serta personel di luar batas kemampuan dalam pelaksanaan tugas," kata dia.

  ★ Tempo  

[World] Korea to sell four T50 trainer jets to Thailand

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJ8x_YuVhKxGFD_7kUZkHRsncKpvqHdsBKHMbhON61BijVplO5odY8YXny8gqSpRU5T60guPJlRq4ZLoGOHumk4Aaact64RZwrIFvhllahPbr-cKf60AcUFrs6DWyZXTGJZb76jI-fjj2q/s1600/Golden+Eagle+Family.jpgGolden Eagle Family [KAI]

By Shin Hyon-hee

South Korea on Thursday secured a contract to export four T-50 trainer jets to Thailand in another coup that marks the local defense industry’s growing technological clout.

The $110 million agreement was clinched between the Korea Aerospace Industries and the Thai government in Seoul. The supersonic aircraft, built with technical assistance from the American defense giant Lockheed Martin, is scheduled to be delivered by March 2018.

The Thai Air Force has been pushing to replace its L39 jets manufactured in the former Czechoslovakia and used for more than 30 years. Its cabinet approved 3.7 billion baht ($ 103 million) for the project late last year.

The country’s sole aircraft maker vied with those from the U.S., Russia, China and Italy. The Sacheon, South Gyeongsang Province-headquartered company and its Chinese competitor had been seen as the most likely winners.

“The decision by the Thai Air Force, which has long purchased cutting-edge weapons systems made by aerospace powerhouses, will provide a chance for its long-term partnership with KAI,” the firm said in a press statement.

“The T-50 is the best alternative for the force’s drive to modernize its military and cultivate fourth-generation combat pilots.”

The latest agreement may pave the way for additional sales of the T-50 as Thailand is reportedly seeking to bring in as many as 24 more trainer jets in the coming months. If KAI wins the contract, the sum is likely to near $800 million, the largest package for the model’s exports.

KAI is also setting sights on the U.S. Air Force’s $10 billion program called T-X to adopt new two-seat, faster jet trainers to replace the Northrop T-38 Talon. The winner is expected to be announced in the second half of 2017, company officials said. On the industry front, the deal highlights South Korea’s efforts to shore up its charges into the global warplane market.

KAI sealed a $420 million contract with the Philippines last year to sell 12 light attack FA-50 fighters, the T-50’s armed version, a $1.1 billion deal with Iraq in 2013 to supply 24 FA-50s and a $400 million bid with Indonesia in 2011 to provide 16 T-50s.

In 2013, Thailand signed its largest-ever naval procurement agreement worth 14.6 billion baht to purchase a multipurpose frigate from South Korea’s Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, with its delivery slated for 2018.

  ✈ koreaherald  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...