Jumat, 14 Juli 2017

TNI Mengacu Hukum Laut Internasional

✬ Sengketa Karang Unarang Pembangunan suar Karang Unarang selain sebagai tanda tapal batas perairan antar negara juga untuk memandu keberadaan kapal yang berlayar di perairan Karang Unarang. (Dokumentasi TNI AL Nunukan) ✮

Komandan Gugus Tempur Laut Armada Timur, Laksamana Pertama TNI Rachmad Jayadi menegaskan, TNI Angkatan Laut tetap berpegang teguh pada prinsip hukum laut internasional terhadap sengketa teritorial laut yang diklaim Malaysia di Perairan Karang Unarang, Ambalat, Kabupaten Nunukan.

Dia mengatakan, Ambalat dan wilayah konsesi eksplorasi minyak Karang Unarang secara geografis merupakan wilayah kerja Komando Armada RI Kawasan Timur TNI Angkatan Laut yang harus terus dijaga dan dipertahankan.

Klaim Malaysia terhadap Karang Unarang diakui sangat rawan menimbulkan gesekan. "Belum tuntasnya persoalan posisi titik batas wilayah menjadi salah satu permasalahan membangun hubungan baik RI - Malaysia,” ujarnya, Senin (10/7/2017).

Dia mengatakan, hubungan baik kedua negara hingga kini masih terbina. Sehingga menyikapi sengketa batas laut lebih dikedepankan hubungan baik sesama negara ASEAN.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang membentang dari Sabang Sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote merupakan kesatuan utuh nan berdaulat.

"Hal ini memiliki makna, apabila ada suatu wilayah yang diganggu kedaulatannya itu artinya mengganggu kedaulatan seluruh NKRI,” ujarnya menegaskan.

Soal belum tuntasnya klaim batas wilayah perairan antar kedua negara, selain berpotensi menimbulkan kerugian wilayah teritorial Indonesia, juga sangat rawan terhadap berbagai kejahatan lintas negara, maraknya pencurian sumber daya alam, serta beragam kegiatan lainnya.

Mengantisipasi semua itu, tentu TNI Angkatan Laut selalu menggelar operasi perbatasan berkelanjutan sepanjang tahun. Operasi melibatkan unsur tempur laut, unsur udara, pangkalan serta prajurit Marinir.

"Untuk menjamin tetap tegaknya kedaulatan dan hukum serta terjaganya wilayah NKRI," katanya. (*)

  ⚓ Tribunnews  

Kamis, 13 Juli 2017

[Video] Penjagaan Perbatasan Indonesia Diperketat

✬ Cegah ISIS Komando pangkalan utama Laut TNI AL Sorong memperketat penjagaan pintu masuk ke Indonesia. Pengetatan penjagaan bagian dari antisipasi masuknya pelarian kelompok ISIS dan simpatisannya. Terkait dengan ancaman di perbatasan Indonesia dan Filipina menggelar operasi laut di perairan Sulawesi Utara.

 Berikut Liputan Kompas diambil dari Youtube : 


  ⚓ Youtube  

Komisi I DPR Setujui Penambahan 20% Anggaran di APBN-P Kemhan

SSV PAL Indonesia [PAL] ✮

Komisi I DPR menyetujui usulan penambahan anggaran dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Kementerian Pertahanan 2017. Kemhan akan mendapat tambahan anggaran sebesar 20% dari APBN 2017.

Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra menyebut APBN 2017 untuk Kemhan sebesar Rp 108 triliun. Penambahan anggaran di RAPBN-P sebesar 20% ini untuk kebutuhan operasional TNI.

"Ini APBN-P mengoreksi APBN yang sedang berjalan, karena itu tadi dikoreksi. Ternyata, masih ada anggaran yang bisa digunakan untuk kementerian dan kelembagaan, ada juga yang tidak mengajukan tambahan," ujar Supiadin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Adapun penambahan anggaran 20% itu untuk mencukupi kebutuhan mendesak karena dinamika perkembangan situasi keamanan wilayah di perbatasan. Itu terkait juga dengan situasi di Marawi, Filipina.

"Ada kebutuhan-kebutuhan yang belum selesai dan kebutuhan mendesak menghadapi dinamika perkembangan keamanan di wilayah kita, perbatasan, terkait perkembangan Marawi di Filipina Selatan," ucap Supiadin.

Dana 20% itu juga untuk kebutuhan bahan bakar operasi keamanan. Usulan ini akan dibawa ke dalam rapat APBN-P, yang dihadiri Menkeu Sri Mulyani.

"Sekitar 20 persenan ya karena dinamika itu tadi. Fokus untuk tambah BBM dan pengembangan operasi dalam rangka menghadapi Marawi itu," tutur Supiadin.

"Nanti malam kita bahas di rapat APBN-P," ujar dia. (gbr/elz)

  ⚓ detik  

Tentara Laut Malaysia Bayang-bayangi Suar Karang Unarang

Pembanguna Suar Karanag Unarang di perairan Ambalat Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Pembangunan suar Karang Unarang selain sebagai tanda tapal batas perairan antar negara juga untuk memandu keberadaan kapal yang berlayar di perairan Karang Unarang. (Dokumentasi TNI AL Nunukan) ✮

Pembangunan suar Karang Unarang di perairan ambang batas laut (ambalat) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sempat dibayang-bayangi kapal Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM).

Kapal tentara laut Malaysia sempat menurunkan 2 buah sekoci dari jarak 3 mil dari suar Karang Unanrang.

Komandan TNI Angkatan Laut Nunukan Letkol Lut (P) Ari Aryono mengatakan, 2 sekoci tersebut kemudian kembali ke kapal marine dan pergi begitu kapal perang TNI AL mendekati wilayah perairan tersebut.

“Kemarin sebelum lebaran, kapal marine sempat menurunkan 2 sekoci dari jarak 3 mil. Tapi mereka langsung menarik sekocinya dan pergi ketika kapal perang kita menghampiri mereka,” ujarnya, Rabu (12/07/2017).

Sejak dilaksanakan pada awal Bulan Juni 2017, pembangunan Suar Karang Unarang saat ini telah mencapai 65 persen dari target dan akan selesai pada akhir Agustus mendatang.

Saat ini, pembangunan suar sudah memasuki tahap plesteran tembok, dan pemasangan menara suar. Untuk menjaga kemanan pekerja, TNI AL menurunkan 2 personel bersenjata pada kapal tongkang yang digunakan untuk pembangunan suar.

"Jadi ada 2 personel bersenjata yang ikut di kapal tongkang menjaga pekerja,” imbuh Ari Aryono.

Pembangunan suar Karang Unarang, selain sebagai tanda tapal batas perairan antarnegara, juga untuk memandu keberadaan kapal yang berlayar di perairan Karang Unarang.

Selain personel bersenjata, pembangunan suar Karang Unarang juga dijaga oleh kapal perang TNI AL yang berjaga secara bergiliran di perairan ambalat.

Sejumlah Kapal Republik Indonesia yang disiagakan mengamankan kawasan ambalat masing-masing, KRI RCG di Perairan Tarakan, KRI SDT di Perairan Karang Unarang, KRI KDA dan KRI TSR yang lego jangkar di Perairan Tarakan, KRI PRP di Perairan Nunukan dan Pesud P-861 Round.

Pengawalan oleh TNI AL dalam pembangunan suar karang Unanrang untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti pada pembangunan suar Karang Unarang pada tahun 2005 lalu.

Pembangunan menara suar Karang Unarang di perbatasan Indonesia-Malaysia pada saat itu sempat membuat hubungan kedua negara memanas karena adanya manuver dari kapal perang Malaysia yang sempat memaksa pekerja menghentikan pembangunan suar.

  ⚓ Kompas  

Drone Sukses Ditembak Jatuh TNI AU

✬ Di Bulukumba Pesawat mata-mata terbang di atas laut Bulukumba sukses ditembak jatuh Paskhas TNI AU, Kamis 13 Juli 2017. Saat melintas, radar senjata baru TNI AU mendeteksi drone yang disengaja diterbangkan itu.

Rudal Chiron yang terintegrasi dengan Meriam Oerlikon Skyshield langsung beraksi otomatis. Drone tersebut berhasil ditembak dan hancur. Rudal Chiron dan Oerlikon Skyshield 35 MM adalah senjata baru TNI AU yang diujicoba di laut Bontobahari Bulukumba.

Tiga drone masih disiapkan untuk diterbangkan. Namun karena cuaca buruk, penembakan pesawat mata-mata itu diundur. “Diundur tiga jam dari jadwal semula. Karena cuaca buruk,” kata Sufri, salah seorang warga yang ikut melihat peluncuran tersebut.

Oerlikon Skyshield berdiameter 35 MM merupakan senjata jenis Penangkis Serangan Udara buatan Swiss. Senjata ini terintegrasi dengan Rudal Chiron yang mampu menembak target maksimum 7 km dengan jarak efektif 3-5 km dan ketinggian 3,5 km. Berat rudal chiron 20 kg dengan diameter 80mm. Rudal ini buatan Korea Selatan dan baru pertama kali diujicoba oleh TNI.

Ujicoba senjata TNI AU ini dipimpin oleh Dankorpaskhas Marsda TNI T Seto Purnomo, disaksikan 16 Jenderal dan Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali. (Jhe/Foto by Syamsul Bahri)

  ⚓ Berita Bulukumba  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...